The first 200 lines.
"Episode 31"
Dia orangnya, bukan?
Dia pria yang menyuruhmu menculik Soo Ji, bukan?
Tangkap mereka.
Berhenti.
Mal Goo. Kamu ada di situ?
Pak.
Jika kalian mau maju selangkah lagi,
bunuh aku dahulu.
Jika tidak,
orang tua, saudara, dan anak-anak kalian
akan masuk ke neraka sebelum aku.
Ini kali terakhir kami akan mundur, Pak.
Pak.
Mereka berhasil lolos?
Bagaimana dengan Jang Sun Doo? Di sanalah dia berada.
Mereka juga membawa dia.
Mereka juga membawa dia?
Kami akan melihat sekeliling dan menelepon Anda lagi.
Jang Sun Doo?
Dia yang menculik Seo Soo Ji.
Selama ini dia masih hidup?
Kamu bilang dia sudah mati.
Sudah kubilang, dia melihatku.
Jangan takut.
Dia pasien mati otak yang tidak mampu bergerak.
Lantas, kenapa mereka membawanya?
Kenapa membawanya jika dia tidak mampu bergerak?
Ya, Kepala Jaksa Yang.
Diamlah sebelum aku menjadikanmu mati otak juga.
Beri aku nomor dan lokasi berandal itu lagi.
Ponselnya dimatikan?
Ya, penerbangan pertama besok.
Tujuannya?
Aku tidak peduli. Apa pun yang paling pagi. Ya.
Apa yang kamu lakukan?
Sepertinya aku salah memilih orang.
Apa?
Seharusnya aku memenjarakanmu sebagai orang gila
dan memilih istrimu sebagai rekanku.
Maka aku tidak harus mengalami hal semacam ini.
Apa katamu?
Dengarkan dengan saksama dan turuti perintahku.
Besok pagi, bekerjalah seperti biasa.
Hadiri rapatmu, makan siang,
dan pastikan kamu menghadiri acara apa pun di luar kantor.
Kamu gila, ya?
Siapa yang tahu kapan istriku akan muncul?
Kamu takut?
Kamu harus menahan diri dan berkeliling.
Maka istrimu bisa mendekatimu dengan santai.
Kamu ingin menjadikanku umpan?
CEO Jang dari Hankook Tech.
Kamu harus bertindak sesuai nilai uangmu.
Jadi, di mana dia?
Jang Min Seo.
Di mana jasad putrimu?
Aku mengkremasi dia dan menabur abunya di laut.
Benarkah?
Kamu ayah yang kejam. Sangat dingin.
"Informasi Pribadi, Seo Eun Ji"
Jangan gugup. Kita akan sering bertemu sekarang.
Benar.
Jang Sun Doo adalah putranya Jang Il Goo.
Siapa ini?
Dia pelaksana dalam Geng Il Goo.
Setelah pensiun, dia melayani Jang Il Goo.
"Informasi Pribadi, Jang Il Goo"
Sekarang mereka juga sudah pergi, bukan?
Ya.
Maka berandal itu pasti bersama mereka.
Aku sudah bicara dengan kepalamu.
Ajak petugas yang patuh dan cari dia.
Begitu kalian menemukan dia, segera hubungi aku.
Baik. Tapi Bu Yang.
Dua hari yang lalu, Anda bertemu langsung dengannya.
Kenapa Anda melepasnya?
Mulai sekarang, ingatlah ini.
Akulah yang akan mengendalikan pikiranku.
Turuti saja perintahku. Mengerti?
Pimpinan Jang.
- Kamu juga mematikan ponselmu? - Ya.
Rumah siapa ini?
Rumah orang yang berutang budi kepada Pimpinan Jang.
Bersantailah selama dua atau tiga hari.
Ayo pergi. Dia juga harus beristirahat.
Sial.
Tidak mungkin.
Saat aku mengunjungi Bertram, tempat itu dipenuhi orang.
Aku tidak tahu.
Saat aku pergi ke sana hari ini, seluruh gedungnya kosong.
Aneh sekali.
Bagaimana orang begitu banyak bisa menghilang sekaligus?
Bibi pun berpikir begitu.
Tapi kita harus mencari tahu apa itu Bertram
guna mengungkap jati diri Yang Min Hee.
Maka kita harus membuat Jang Cheol Min angkat suara.
Bisakah kita menemukan dia?
Mungkin dia bersembunyi setelah tahu Bibi masih hidup.
Aku menanyai kantornya dan dia kembali bekerja.
Dia juga tidak membatalkan rapat di luar kantor.
Seakan-akan tidak terjadi apa pun?
Bu Ma, mungkinkah ini...
Ya, ini terlalu berbahaya. Mari tentukan rencana lain.
Ini jebakan yang disiapkan oleh Yang untuk menangkap Bibi.
Jang adalah umpan.
Kurasa juga begitu.
Tapi kita tidak punya rencana lain.
Waktu tidak berpihak kepada kita.
"Memperbarui Daejeon dengan kekuatan warga"
Wanita itu kemari.
- Di mana kamu? - Agensi Budaya dan Konten.
Kami bisa memulai lebih awal melampaui dugaan kami
berkat dukungan penuh Hankook Tech.
Terima kasih banyak, Pak Jang.
Syukurlah aku bisa membantu.
Kalau begitu, Anda juga harus mengunjungi lantai dua.
Tentu.
Jang Cheol Min.
- Lepaskan aku! - Tunggu apa lagi?
- Bawa dia. - Lepaskan!
Anda baik-baik saja, Pak Jang?
Ya.
- Kami menangkapnya. - Kalian yakin?
Ya, kami yakin.
Hei, apa yang terjadi?
Bodoh! Kutanya apa yang terjadi?
Kalian bisa mendengarku?
Bodoh! Kalian bisa mendengarku?
Kita akan segera bertemu lagi.
Sial!
- Hei! - Apa yang terjadi?
- Apa yang terjadi? - Bagaimana ini?
Permisi.
- Astaga. - Astaga.
Tolong!
Tolong!
Tolong aku!
Tolong!
Tolong aku!
Tidak.
Aku tidak tahu apa-apa. Bukan aku pelakunya!
Apa ini gadis yang kamu culik?
Orang yang menyuruhmu adalah
pria ini, bukan?
Bukan, Sayang. Bukan aku pelakunya.
Bohong.
- Kamu pelakunya. - Bukan.
Kenapa kamu melakukannya? Kenapa kamu menculik Soo Ji?
- Kembalikan dia. Kembalikan Soo Ji. - Eun Ji, hentikan.
- Eun Ji. - Kembalikan Soo Ji.
Kembalikan dia!
Kembalikan dia, Bedebah!
Kembalikan dia!
Sayang.
Sayang.
Aku tidak ingin melakukannya.
Kamu tahu aku tidak mungkin melakukan hal semacam itu.
Wanita itu menyuruhku melakukannya.
Ya, Yang Mi Hee menyuruhku melakukannya.
Percayalah kepadaku.
- Berdiri. - Sayang.
Aku menyuruhmu berdiri.
Di mana Min Seo?
Sayang.
Kutanya di mana dia.
Aku harus pergi ke suatu tempat.
Jika terjadi sesuatu, hubungi nomor itu.
Aku akan menemanimu.
Tidak.
Kamu dan Eun Ji harus tetap di sini.
Mereka sedang mencari Bibi.
Bibi tidak boleh pergi sendirian.
Ajaklah Mal Goo.
Aku bisa mengatasinya sendiri.
Begitu saja.
Kamu akan baik-baik saja?
Ya.
Dia pantas mati 100 kali.
Aku bersumpah kepada diriku
akan membunuh penculik Soo Ji
begitu menemukannya.
Adikmu pasti enggan kamu menjadi pembunuh untuk balas dendam.
Ada urutan dalam membalas dendam.
Pertama, cari orang bodoh yang mempekerjakan Sun Doo.
Lalu kamu harus mengungkap semua perbuatannya.
Tentukan nanti apakah kamu akan membunuhnya atau tidak.
Detektif yang memiliki bukti itu sudah mati.
Apa dia
detektif yang mengikuti Bu Ma?
Aku sudah menemui banyak detektif seperti dia.
Anjing pelacak yang tidak pernah melepaskan gigitan.
Mereka punya satu kesamaan.
Jika memiliki bukti penting,
mereka pasti membuat salinan.
Sekalipun mereka mengalami akhir nahas,
orang lain masih bisa memenjarakan penjahatnya.
Di sini tempatnya?
Min Seo berada di sini?
Percayalah kepadaku.
No comments yet. Be the first to leave one.