The first 200 lines.
Acara ini berisi konten yang tak cocok untuk anak di bawah 15 tahun dan membutuhkan bimbingan orang tua
Drama ini berdasarkan fakta sejarah. Beberapa tokoh, kelompok, dan insiden hanyalah fiksi sebagai pelengkap cerita.
Cari di setiap sudut. Mereka harus ketemu dan dibunuh!
Bossam - Steal the Fate Episode 3 Takarir Indonesia
Kakak ipar!
Tuan Muda!
Kakak, apa kamu terluka?
Bagaimana kamu bisa datang ke sini, Dik?
Berhenti.
Jadi kamu pelakunya, yang bertanggung jawab atas situasi ini.
Tuan Muda!
Jika kamu menemukan yang kamu cari, jangan berkelahi tanpa arti dan pergi saja.
Dari yang kulihat, menyelamatkan wanita ini lebih penting daripada memenggal kepalaku.
Diam, kau bajingan! Setidaknya, kamu orang yang bisa...
Ya, bajingan ini... Saat aku di Aeweol...
Aeweol?
Dasar bajingan pengkhianat.
Kupikir kita berteman. Kurasa ini hubungan yang naas.
Teman?! Kamu hanyalah serangga!
Mereka di sana!
Tuan Muda!
Tuan Muda! Sebelum orang lain sampai di sini...
Ayo.
Temukan dia! Tangkap dia!
Lewat sini.
Berhenti. Lewat sini, lewat sini. Cepat!
Sial!
Tolong mundur.
Tuan Muda...
Kakak Ipar!
Kamu pergi duluan. Sekarang!
- Ayo pergi. - Bagaimana bisa aku kabur sendiri?
Lalu apa kamu lebih suka diam dan membahayakannya juga?
Kamu harus kabur dulu sebelum dia kabur atau bertarung, 'kan?!
Pria itu benar. Tolong pergilah. Cepat!
Aku tak apa. Jadi tinggalkan aku di sini dan selamatkan dirimu.
Pria itu gak akan mati. Dia seorang bangsawan, 'kan?
Dia putranya, menurutmu mereka akan membunuhnya? Mereka gak akan!
Jadi, ayo pergi aja!
Ah, kampret. Hei, dasar bajingan!
Kalian tau siapa pria yang kalian coba bunuh?
Dia adalah putra tuanmu.
Pikir baik-baik. Jika kalian membunuh putranya,
menurut kalian, apa tuan kalian akan memuji?!
Kamu lihat, 'kan? Bajingan itu gak bisa menyentuh rambutnya.
Jadi kalau kamu mengerti, ayo pergi!
Tolong pergi duluan. Aku akan mengikuti di belakang!
Cepat! Cepat!
Jangan bilang. Kamu putra tuan Penasihat Negara Kiri?
- Betul. - Kami kemari mengikuti perintahnya.
Kukira aku anggota keluarganya,
tapi karena situasi saat ini akan berbeda mulai sekarang.
Maju saja bila kalian ingin melihat darah.
Berhenti!
Kamu juga harus berhenti, Tuan Muda.
Apa yang akan kamu lakukan jika Tuan tahu?
Aku akan mengabaikan perbuatanmu sampai di sini. Jadi tolong minggir.
Jika kamu pura-pura tak melihat,
aku akan melakukan apapun untuk mengubah pikiran Ayah.
Sayangnya aku tak bisa melakukan itu. Tolong minggir.
Kamu tahu betul bahwa aku juga tak punya pilihan.
Jika kamu mau lewat...
langkahi dulu mayatku.
Kamu dan Cha Dol bisa pergi sekarang.
Apa rencanamu? Pastinya kamu gak akan kembali, 'kan?
Apa kamu pingin mati?
Apa kamu gak lihat betapa mati-matian mertuamu untuk membunuhmu?
Sepertinya kamu mencemaskan adik iparmu,
tapi apa tepat mencemaskan orang lain padahal kamu harus mencemaskan dirimu dulu?
Kamu harus keluar hidup-hidup dulu!
Kurasa ayah benar untuk saat ini.
Pertama, ayo ke istana sesuai rencana.
Tidak peduli seberapa kuat mertuamu,
bisakah dia lebih kuat dari ayahmu, sang raja?
Begitu mereka memastikan kamu masih hidup, semuanya pasti kembali tempatnya.
Mari kita pergi ke gerbang istana Danbong.
Tolong ampuni kakak iparku.
Akan kubujuk dia untuk tinggal di tempat di mana dia tak bisa ditemukan.
Ampuni dia. Putramu sampai memohon seperti ini, Ayah!
Itu mustahil.
Jika nantinya ada orang yang tahu dia masih hidup,
bagaimana kamu akan menangani akibatnya?
Aku akan bertanggung jawab.
Apa yang bisa kamu lakukan?
Kita tak bisa membahayakan keluarga hanya demi kakak iparmu.
Hanya orang mati yang akan menutup mulutnya.
Ayah telah membuat kesalahan.
Apa katamu?
Jika ayah membunuh kakak ipar agar menutup mulutnya,
bagaimana mungkin ayah tak memikirkan mulut orang yang ayah kirim untuk membunuhnya?
Mulut pria tuh gak ember. Mereka akan menjaga rahasia dengan nyawa mereka.
Berapa jumlah orang yang melihat kejadian kemarin?
- 20 lebih sedikit. - Saat masalah selesai, bunuh mereka semua.
- Ya. - Sekarang kamu udah puas?
Kurung dia di gudang.
Ayah! Kebohongan menghasilkan kebohongan yang lebih besar lagi.
Meski ayah membunuh semua orang itu,
siapa yang akan menutup mulut orang-orang yang membunuh mereka?
Apa yang kamu lakukan? Bawa dia pergi!
Maukah ayah membunuh Tae Chul, Kakak pertama, serta aku?!
Jika kita mengikuti ucapan ayah,v
bukankah hanya ini cara untuk menjaga rahasia itu ?!
Diam! Beraninya kamu beromong kosong seperti itu di depan Ayah!!
Apa ucapanku salah?
Jika ada mulut yang bocor, dan Baginda raja tahu tentang ini,
tidakkah ayah tahu bahwa keluarga kita benar-benar hancur?
Bukankah sudah kubilang tutup mulutmu?!
Ini masih belum terlambat.
Tolong katakan kebenarannya pada Baginda dan memohon maaf, Ayah.
Anak bodoh ini tidak menyerah!
Ayah, Ayah!
Mereka bilang jeruk mandarin bisa berubah dalam kondisi yang tepat menjadi pohon jeruk.
Tapi menurutku yang namanya jeruk, mau di tanam di manapun
akan tetap berbuah jeruk.
Kenapa kamu ditangkap?
Melihat betapa bersihnya wajahmu, kurasa kamu bangsawan kaya.
Apa kamu ketahuan ngodain nyonya rumah ini?
Abaikan aja kalau salah. Lihat...
Lihat, mungkin ini takdir.
Mari kita berkenalan. Aku dari Supogyo. Namanya Chu— Bukan,
Maksudku, namaku Tahi Anjing.
Tipe pendiam, ya?
Sepertinya kamu tak tahu banyak tentangku.
Jika orang di Cheonggaecheon mendengar nama "Tahi Anjing",
bahkan anak-anak yang menangis pun akan berhenti dan menyapu halaman.
Langsung berhenti di tempat dia berdiri.
Kamu sangat pendiam, ya.
Aku tak akan mengganggumu lagi, jadi dengarkan saja satu permintaanku.
Kemarilah dan lepaskan tali ini untukku.
Tali ini... Gak kedengeran?!
- Pilihan bagus. Tolong lepaskan tali ini. - Tolong tutup mulutmu!
Orabeoni. Orabeoni!
Bukankah sudah kusuruh untuk pergi?
Aku akan masuk sebentar.
Tolong kembalilah, Bibi.
Ada yang ingin kukatakan pada orabeoni. Minggir.
Apa bibi masih belum tahu apa-apa tentang Ayah?
Tidak peduli apa yang kamu katakan padanya.
Jika bibi memaksa, tunggu sampai amarahnya mereda.
Saat itu bibi bisa kembali.
Nyonya. Apa yang terjadi? Apa nyonya bertemu Tuan?
Dayang Jo. Dia pasti orang yang memberi tahu Dae Yop tentang ini.
Kita tak tahu yang mungkin dia rencanakan, jadi minta Tae Chul mengawasinya.
Cepat kembali ke istana dan pastikan mengamankan pintu masuk.
Karena sudah bicara dengan Menteri Pertahanan, anak buahnya akan bekerja sama denganmu.
Tapi karena ini gerbang istana, mungkin ada yang melihat.
Aku akan mengurus sisanya.
Jika kamu menemukan menantuku, di mana pun itu atau siapa yang melihat,
kamu harus membunuhnya. Paham?
Ya.
Putri, kamu baik-baik saja?
Aku baik-baik saja. Jadi mari kita lanjutkan.
Mari istirahat sebentar.
Sudah kubilang, aku baik-baik saja.
Aku ngomong gini karena Cha Dol sepertinya capek.
Aduh kakiku! Kakiku yang malang!
Putri. Ayo istirahat sebentar.
Biar kulihat kakimu.
Itu masih bisa ditahan jadi jangan khawatirkan aku—
Bagaimana bisa aku tak mencemaskanmu saat kamu kesakitan? Tolong berikan kakimu.
Aduh, darah!
Apa? Minggir!
Hei, duduk diam sebentar!
Apa yang kamu lakukan? Lepaskan kakiku sekarang juga!
- Ah, rese lu! - Kan udah aku suruh lepasin.
Berikan kakimu.
Kakimu!
Air.
Perban.
Padahal bukan nona muda, bisa-bisanya kamu semalu ini?
- Ayah! - Apa?
Diam dan bertindaklah secukupnya. Daripada bacot, mending belikan dia sepatu.
Cepetan.
Keknya dia ngomong itu di sekitar sini, deh.
Orabeoni.
Kudengar mereka mencarimu sekarang.
Apa terjadi sesuatu?
Nanti kita ngobrol lagi.
Apa ada toko yang jual sepatu di sekitar sini?
Ya. Kami tadi abis dari sana.
Cantik, 'kan?
Ya, cantik. Di mana tuh?
- Di sana, kalau masuk ke gang itu— - Terima kasih.
Jangan beri tahu siapa pun kalian melihatku. Oke?
Itu lima nyang.
- Berapa? - Lima nyang.
Dasar perampok. Apa masuk akal harga untuk sepasang sepatu?
Ambil atau tinggalkan. Danghye ini barang mewah
yang disulam dengan keterampilan dan upaya, seorang pengrajin untuk keluarga kerajaan.
Pengrajin keluarga kerajaan?
Ya. Awalnya ini untuk dipakai Putri Ha In di pernikahannya.
Lupakan. Anggap saja kamu tidak mendengarnya.
Tuan Putri? Kamu yakin?
- Kubilang simpen kalau gak mau. - Siapa bilang gak mau?
- Kamu ngasih kaus kaki gratis, 'kan? - Kok gratis?
Beli 1 gratis 1, masa gak tau, sih?
Yaudah, deh.
Ayah.
Cobalah. Sepatunya pasti cocok.
Sepatunya sangat cantik.
No comments yet. Be the first to leave one.