The first 200 lines.
COFFEE PRINCE
Subs VIU
Go Eun Chan.
Sini kupeluk.
Aku tak bisa melakukan apapun hari ini karenamu.
Jadi biarkan aku memelukmu sekali saja.
Aku rasa itu akan membuat semuanya jelas.
"Sekarang aku tahu, Mengapa kau dianggap hilang"
"Dan berkeliaran sepertiku"
"Seberapa banyak kau terluka,"
"Yang membuatmu susah tidur"
"Pegang tanganku,"
"Aku tak akan melepasmu lagi"
Aku tahu tak akan ada yang istimewa.
Terima kasih. Ayo pergi.
Perasaan apa ini?
Bagaimana pria yang kau sukai kembali?
Mengecewakan? Semua berantakan?
Aku dengar kau mengadakan pameran di Seoul.
Ayo. Katakan bahwa kau merindukanku.
Katakan bahwa kau merindukanku.
Kapan kau datang?
Aku takkan bilang padamu agar kau bisa lebih lama denganku.
Aku khawatir denganmu sejak aku datang ke Seoul.
Tapi mendengar leluconmu aku merasa tenang.
Sekarang serius, kapan kau akan datang?
Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku?
Tidak.
Lalu mengapa kau terus melirikku?
Aku tidak. -Aku tahu kau melirikku.
Kau terus menatapku.
Hey, aku tak pernah melirikmu.
Min Yeob. Suruh Eun Chan untuk berganti...
karena kita harus pergi ke suatu tempat.
Pergi ke mana?
Boss. Kemana kau pergi?
Mengapa orang pikir mereka bisa mengabaikanku?
Eun Chan.
Jadi kau menyuruhku keluar kantor hanya untuk ke toko buku?
Ini benar-benar Fasis.
kau bisa membeli buku sendiri.
Kenapa kau harus menyeretku juga?
Dan kau mendiamkanku selama satu jam.
Astaga, memang aku ini apa?
Budakmu atau apa?
Kau tahu bagaimana sibuk aku di kafe?
Maksudku, masih dimengerti jika ada yang ingin kau sampaikan.
Tapi bahkan tidak.
Kau terlalu banyak bicara.
Dongin Food Bagaimana Presiden membuat resep untuk Sukses.
Ini akan berguna bagi kita. Ayo beli.
Aku rasa ini takkan berguna sama sekali.
Oh, benar. nenekmu presiden, bukan?
Dia ketuanya.
Lalu siapa dia?
Ayahku. -Ayahmu?
Kau tak terlihat sama.
Ayahmu jauh lebih tampan darimu.
Kau berasal dari keluarga bergengsi.
Kau seharusnya cukup beli bukunya melalui web.
kau bahkan tak membawa mobilmu ke sini.
Jadi kau setidaknya belikan aku sesuatu seperti minuman...
karena membuatku menyeret buku-buku ini.
Benarkan?
Panas, buku-buku ini berat.
Dan mereka menjualnya di internet.
Apa kau marah?
Buku-buku ini untukmu.
Apa? Untukku?
Kupikir kau ingin menjadi barista?
Jadi kau harus belajar.
Wow, Aku tersentuh, boss.
Baiklah.
Ini tak mengubah fakta bahwa aku membencimu.
Mengapa kau membenciku?
Apa yang aku lakukan salah?
Halo, Pak.
Hey. Ini aku.
Aku hanya mengatur sebuah lagu.
Dan aku bertanya-tanya jika kau ingin mendengarkan itu. Tunggu.
Aku?
Tentu. Tunggu.
Hei, aku tahu lagu ini.
Apa ini lagumu, Tuan?
Siapa itu?
Menurutmu siapa?
Apa kau dengan seseorang sekarang?
Ya. aku keluar dengan seseorang.
Kurasa kira ini waktu yang buruk bagimu untuk berbicara.
Oh, tak apa-apa.
Siapa sebenarnya itu?
Tuan Han Seong.
Kau tak perlu khawatir.
Aku tak punya banyak waktu hari ini.
Tak punya banyak waktu?
Yang kau punya hanya waktu. Kau pasti bercanda.
Mainkan lagu untukku, Tuan.
Oke. Jika begitu dengarkan lagi.
Ini bagus.
Coba dengar ini, boss.
Tidak. Pergi dari hadapanku.
Lupakan saja, Jika begitu.
Apa kau dengan Han Keol sekarang?
Ya.
Jika begitu mari bicara nanti.
Aku akan meneleponmu nanti.
Mari kita pergi.
Kenapa kau membuatku menunggu di cuaca panas ini.
Bukannya seniman dan musisi itu hebat?
Untuk membuat sesuatu dari ketiadaan.
Setiap kali aku melihat para seniman,
Aku punya aura misterius tentang mereka.
Aura? Ya benar! Aura? Kau pasti sudah bercanda.
Mereka hanya mencoba untuk mencari nafkah sama seperti kita, oke?
Bagaimana bisa kau bicara mengenai seni seperti itu pekerjaan kotor?
Kata-katamu benar-benar...
Benar-benar, kau...
Bisakah kau diam?
Berhenti memojok.
Apa yang terjadi? -Jangan mendesak...
Apa yang terjadi?
Tunggu...
Jangan desak... -Kembali...
Astaga! -Kembal...
Oh tidak! ini rusak.
Mengapa kau menyimpannya di sakumu?
Lihat, itu rusak sekarang.
Apa yang harusku lakukan!
Kereta ini akan tiba di...
Tekuk sikumu...
dan beri orang di belakangmu beberapa ruang.
Begitukah?
"Laba, Penjualan Harian"
Ke seorang pria.
Jadi mengapa aku cemburu pada Han Seong?
Apa yang terjadi denganku?
Dan kenapa dia membawa Superman di dalam sakunya?
Aku majikan dan kau karyawan.
Itu saja.
Oke. kau sedikit manis.
Tapi sudah cukup. Ini berakhir.
Aku terlambat.
Pertanyaan sesungguhnya apakah bos disini atau tidak?
Apa bos di sini atau tidak? Aku akan mati jika dia ada di sini.
Apa dia di sini...
Itu!
Orang-orang di sini sangat lucu.
Lihat di lokermu.
Dia bilang itu hadiah perayaan satu bulan.
Dimana itu? Apa!
Jin Ha Rim.
Hwang Min Yeob.
Hong Ki Shin.
Kenapa punyaku tak ada disitu?
Pasti ada. Punyaku pasti yang istimewa.
Boss...
Apa kau tak memberiku sebuah robot mainan?
Aku sudah memberimu satu.
Tetap saja, kau harus memberikanku satu lagi juga.
Ini hadiah perayaan satu bulan, kan?
Punyaku sesuatu yang berbeda, benar?
Mengapa berbeda? Mengapa kau harus berbeda?
Aku yakin pada ada nilai sentimentalnya...
atau berharga.
Atau mungkin itu hanya sekedar mahal?
Punyamu yang paling kecil. Oke?
Sekarang, bersihkan.
Aku jelas marah, tapi mengapa hatiku berdebar begitu cepat?
Dia seharusnya hanya memberiku robot sama seperti karyawan lainnya.
Mengapa dia memberikan secara terpisah? Dan membuatku berpikir sebaliknya.
Dan mengapa ia bertindak begitu murung hari ini?
Ada apa? Apa seseorang memberimu waktu yang sulit, Eun Chan?
Ya. Ada seseorang yang telah membuatku gila akhir-akhir ini.
Seorang brengsek yang membuatku tenang dan menampar wajahku...
saat aku tak menduganya.
Kau seharusnya tak memberinya waktu.
Siapa dia sebenarnya?
Apa sih! Apa itu?
Aku dengar kau tahu tentang rahasia itu.
Rahasia apa? -Go Eun Chan.
Dia kakak Eun Seul.
Kakak.
Bagaimana kau tahu itu? Apa Eun Chan tahu kalau kau tahu?
Kau tak perlu khawatir tentangku. Bibirku terkunci.
Astaga, si tolol itu.
Dimana bos?
Dia melanjutkan pengiriman.
Apa kau mengingatkan ibumu untuk membuat pancake daun bawang yang cukup?
Ya.
Apa kau ada acara yang istimewa untuk hari ini? Halo.
Ini ritual peringatan ayahku.
Ritual peringatan Ayahmu?
Kau di sini, Han Keol.
Jika begitu kita semua harus pergi ke tempatmu malam ini...
dan memakan makanan ritual denganmu.
Lebih baik bersama teman di hari sedih seperti itu.
Jika kau bersikeras.
Ikutlah dengan kami, Han Keol.
Dan kau juga Seon Ki.
Jangan membuat rencana nanti malam.
No comments yet. Be the first to leave one.