The first 200 lines.
"Home for Summer"
"Lee Young Eun, Yoon Sun Woo"
"Kim Sa Kwun, Lee Chae Young"
"Kim Sun Ho, Na Hye Mi"
"Kim Ye Ryung, Kim Hye Ok, Lee Han Wi"
"Kang Seok Woo, Moon Hee Kyeong"
"Song Min Jae"
"Home for Summer"
"Episode 4"
Geum Hui!
Seok Ho!
Apakah ini hari peringatan kematian ibuku?
Bukan, tapi besok.
Benar. Aku lupa.
Kenapa kamu menyiapkannya sekarang?
Agar aku sempat membeli apa pun yang lupa kubeli besok.
Kamu memang begitu.
Apa yang kamu beli? Kamu membeli banyak sekali.
Aku ingin makan enak sesekali.
- Akan kubayar semuanya. - Baiklah.
Tidak usah. Aku akan membayar belanjaanku.
Itu untuk hari peringatan ibuku. Aku ingin berbakti sebagai putranya.
Aku tahu uangmu tidak banyak.
Uangku cukup untuk membeli ini.
- Boleh aku minta diantar? - Ya.
Aku tidak tahu kamu memasak.
Tentu saja. Aku tinggal sendiri bertahun-tahun.
Jun Ho tidak bisa memasak, bukan?
Aku yakin dia bahkan tidak bisa merebus ramyeon.
Sudah kuduga.
Ibu kandung dan ibu tiri kami
selalu memanjakan Jun Jo.
Begitukah?
Tentu saja.
Jun Ho tidak pernah membicarakan ibunya?
Katanya, dia sudah melupakannya. Dia bahkan melarangku membahasnya.
Astaga, ini sudah sangat lama. Dia seharusnya melupakannya.
Kamu benar.
Kamu juga belum mendengar tentang dia, bukan?
Ya, entah dia masih hidup atau sudah meninggal.
Biar kulihat.
Berapa yang akan kamu tawarkan?
Kamu sebaiknya menyimpannya.
Kenapa? Aku ingin menjualnya.
Kami tidak berbisnis dengan barang palsu seperti ini.
Apa? Ini tidak palsu.
Ini asli!
Maka kamu sebaiknya memakainya karena kamu menganggapnya asli.
Astaga.
"Ujian Tertulis Penata Rambut Kualifikasi Nasional"
"Kirim untuk menandai"
"Selamat! Anda mendapat skor sempurna"
Geum Dong.
Wang Geum Dong.
Pergi ke mana dia?
Astaga, Ayah. Jangan memaksakan diri.
Berikan kepadaku. Biar aku saja.
Ayah bosan berbaring di kasur.
Kenapa kamu mencari Geum Dong? Dia keluar tadi pagi.
Benarkah? Skor ujiannya keluar hari ini. Ke mana dia pergi?
- Sudah keluar? - Ya.
Masuk dan beristirahatlah. Biar aku saja.
Baiklah.
Ya, Sue Yeon?
Bagaimana menurutmu?
Tentu saja, aku lulus. Ya.
Ya.
Ya. Skorku?
Tentu saja, aku mendapatkan skor sempurna.
Hei. Aku cukup pintar untuk melakukan itu.
- Ayah. - Kenapa?
Geum Dong lulus ujian.
Dia lulus ujian? Siapa yang memberitahumu?
- Geum Dong mengatakannya. - Benarkah?
Astaga.
- Hei. Telepon ibumu sekarang. - Baiklah.
Hai, Ibu. Geum Dong lulus ujian pegawai negeri sipil.
Benarkah?
Ibu tidak terkejut.
- Beri teleponnya kepada Geum Dong. - Geum Dong?
- Baiklah. Tunggu. - Aku pulang.
Geum Dong.
Ini. Ibumu menelepon.
Ya, Ibu. Kenapa?
Bagus, Nak.
Apa maksud Ibu?
Kakak memberi tahu Ibu bahwa kamu lulus ujian pegawai negeri sipil.
Siapa yang bilang?
Hei. Kenapa kamu berlagak itu tidak benar?
Kakak mendengarmu memberi tahu temanmu bahwa nilaimu sempurna.
Kakak.
Nak, kamu mau makan apa?
Ibu akan membelikan apa pun yang kamu mau saat pulang.
Ibu, bukan begitu masalahnya.
Putraku lulus ujian pegawai negeri sipil.
Astaga. Itu bagus. Selamat, Bu Na.
Geum Dong, selamat.
Terima kasih.
Kamu hendak mengejutkan kami?
Kamu kesal karena kakak merusaknya?
Kerja bagus, Nak.
Ayah bangga kepadamu.
Sakit.
- Bagus. - Aku akan istirahat di kamar.
Tentu. Ayah yakin kamu tidak bisa tidur karena menunggu pengumuman.
Tidurlah di kamarmu.
Baiklah. Silakan.
Kakak. Aku harus menelepon Kakak.
Ayah yakin ibumu sudah meneleponnya.
- Begitukah? - Ya.
Astaga. Kak Geum Ju keterlaluan.
Hai, Kak Geum Hui.
Selamat, Geum Dong.
Kakak, dengar. Sebenarnya...
Ibu terdengar sangat bahagia.
Terima kasih. Ibu dan Ayah depresi karena kakak.
Tapi kamu membuat mereka bangga dan bahagia.
Kakak akan mampir bersama Jun Ho nanti malam.
Geum Dong, kamu mau sesuatu?
Kakak akan membelikanmu hadiah untuk merayakan lulus ujian.
Tidak usah. Aku tidak membutuhkan apa pun.
Ya. Aku harus menutup telepon sekarang.
Sampai jumpa.
Bayi.
Ibu tidak akan mengharapkan hal lain jika kamu datang untuk kami.
Kamu akan datang, bukan?
Omong-omong, dia sedang hamil.
Apa yang kamu pikirkan?
Bukan hal penting.
Aku mendengar kenalanku sedang hamil.
Itu mengganggumu?
Kamu mau ibu carikan pria pintar dari keluarga miskin?
Alangkah lebih baik jika dia juga perhatian.
- Ayo. - Baiklah.
Kamu terlihat sangat cantik.
- Hai, Bibi Yong Soon. - Hai.
Kenapa kamu kemari tanpa meneleponku?
Aku ingin membuatkan doenjang-jjigae untuk Kak Yong Jin.
Membuat doenjang-jjigae? Mendadak begini?
Kudengar Kak Yong Jin tidak sempat makan doenjang-jjigae.
Sopir itu... Maksudku, suamimu yang memberitahumu?
Ya.
Maaf jika mengecewakanmu.
Tapi kami ingin pergi sekarang.
Kamu tidak keberatan membuatnya sendirian?
Tentu. Omong-omong, Kak Gyeong Ae.
Ini mengenai suamiku, Su Cheol.
Baiklah, Sopir itu, maksudku,
ada apa dengan suamimu?
Su Cheol itu bukan
"sopir itu, maksudku, suamimu".
Cukup katakan dia suamiku.
Aku tahu dia suamimu.
Kakak sudah tahu.
Kakak selalu menyebutnya "sopir itu, maksudku, suamimu",
jadi, kukira Kakak tidak tahu.
Kalau begitu, bersenang-senanglah.
Terkadang dia seperti menguasai Ibu di genggamannya.
Itulah yang ibu rasakan.
Dia terkadang menakuti ibu.
Ayo. Astaga. Yang benar saja.
Benar juga.
Sang Won kembali ke Korea.
Anak nakal itu. Ibu bahkan tidak peduli jika kembali.
Ini sudah enam tahun. Ibu masih marah kepadanya?
Kapan dia kembali?
Entahlah.
Kamu tidak perlu menghindarinya karena ibu.
Ibu mau aku mengurusnya?
Astaga. Berhentilah marah kepadanya kecuali kalian akan putus hubungan.
Seandainya Ibu membiarkan dia menikahi wanita itu,
kini ibu pasti memiliki cucu yang manis. Itu pasti seru.
Kamu melantur lagi.
Aku penasaran apakah wanita itu baik-baik saja.
Dia pasti sudah menikah, bukan?
- Dia mungkin sudah punya anak? - Ibu sudah menyuruhmu diam.
"Panti Asuhan Malaikat"
Halo?
Bu Yang, ini aku, Yeo Reum.
Astaga, Yeo Reum. Ada apa kamu menelepon?
Kamu melakukan panggilan telepon ini sendiri?
Atau direktur itu membantumu?
Aku melakukannya sendiri.
Luar biasa. Kamu sudah dewasa.
Bu Wang, kamu tidak datang menemuiku lagi?
Tentu saja, aku akan datang menemuimu.
Kamu pasti merindukan aku, bukan?
Ya.
Maafkan aku, Yeo Reum.
Aku belum bisa menemuimu karena sakit.
Aku akan menemuimu setelah sepuluh malam.
Setelah sepuluh malam?
Yeo Reum, sedang apa kamu di sini?
Kamu bicara dengan siapa?
Berikan kepadaku.
Halo?
Halo. Ini Wang Geum Hui. Apa kabar?
Ya.
Apa? Yeo Reum telah diadopsi?
- Kapan? - Tadi pagi.
No comments yet. Be the first to leave one.