Release info

철인왕후ㆍㆍMr Queen-E19 NEXT
A Commentary by CliffEdge
Durasi 01.10.48. Malam ini episode terakhir :(

Tags

other
Published on: 2021-02-14
Downloads: 44
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SEMUA TOKOH, KELUARGA, DINASTI, DAN INSIDEN DALAM DRAMA INI HANYALAH ISENG BELAKA

Kalo ente kagak paham gak usah dipikir, kita aja yang terjemahinnya kagak paham.

EPISODE 19

Siapa kau?

Apa yang kau lakukan pada So-yong?

Lepaskan aku!

Jika kau tak mau mati, jawab aku.

Aku tak melakukan apapun.

Aku hanya membuka mata, dan sudah ada dalam tubuh wanita ini.

Dimana So-yong yang asli?

Akupun tak tahu.

Aku sungguh tak tahu apa dia masih hidup atau mati.

Aku akan membunuhmu.

Orabeoni.

Sejak kapan kau bukan So-yong yang asli?

Sejak aku terbangun setelah jatuh ke danau.

Kau bilang kau tahu segalanya tentang So-yong dan aku.

Tiba-tiba aku teringat semua ingatan wanita ini.

Aku menemukanmu.

Berdiri...

jika kau tak mau mati disini.

Gengamlah tanganku, hanya sampai kau bisa kabur dari sini tanpa cedera.

- Kau merencanakan apa? - Jika kau masih ingat,

artinya So-yong masih hidup di dalam dirimu.

Jadi, hiduplah.

Kau harus hidup.

Sudah kuduga.

Wanita yang kau cintai...

Jangan lakukan ini.

Aku tak mau menyakitimu, jadi, minggir.

Kau hanya peduli pada dirimu sendiri!

Kejar mereka!

Menteri Perang telah melanggar perintah!

Mulai sekarang, kalian mengikuti perintahku!

- Ya, pak! - Ya, pak!

Kau banyak berdarah.

Kita harus hentikan pendarahannya.

Apa ini?

Ini catatan perencanaan pengkhianatan.

Lindungi dirimu dengan ini.

Kau masih ingat bermain petak umpet waktu kita masih kecil?

Aku akan menghitung sampai 10,

jadi, lari dan sembunyilah.

Ikutlah bersamaku.

Pria itu mengejar kita.

Itu tak ada gunanya.

Pergilah.

Dan jangan pernah menengok ke belakang.

Aku tak mau.

Selamatkan So-yong.

Cepat.

Sudah kubilang, aku akan menghitung sampai 10

1... 2... 3...

5... 6...

Siapa yang mengirimmu?

Siapa lagi?

Itu ayahmu.

9... 10!

Sudah kubilang, jangan menengok ke belakang.

Kejar Ratu!

Orabeoni.

Sini mendekat. Jalannya bareng aku.

Aku akan memakai hiasan rambut saat bertemu Raja untuk kali pertama.

Jadi, bantu aku memilihnya, ya Orabeoni?

Meski tak terlalu mevvah,

tapi aku ingin desainnya istimewa.

Lihat ke depan...

Aku...

selalu melihatmu.

Aku bahkan melihat sisi lain dirimu...

yang tidak kau ketahui.

Kenapa...

Kenapa aku...

tidak mengenalinya?

Innalillahi wainna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah.

Kim Byeong-in bin Kim Jwa-geun. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya.

Amin, Ya Rabbal 'alamin.

Dia tidak mungkin pergi jauh. Temukan dia!

Kemana dia pergi?

Cari dia dengan teliti!

- Ya, pak. - Ya, pak.

Sebelah sana!

Apa yang bisa kulakukan dengan ini sendirian?

Aku bahkan tak tahu di mana aku sekarang.

Apa yang bisa kulakukan?

Aku tak bisa berbuat apa-apa disaat semua orang mati tepat di depan mataku!

Aku tak bisa berbuat apa-apa!

Tamatlah sudah.

Tak peduli seberapa keras kau mencoba,

jika memang ditakdirkan tidak terjadi, maka takkan terjadi.

Baiklah. Tangkap aku.

Lagipula, semuanya sudah berakhir.

EPISODE 19 ORANG YANG KEMBALI DARI NERAKA

Ratuku.

Kau masih hidup.

Syukutlah.

Sungguh syukurlah.

Kini semuanya baik-baik saja.

Kau masih hidup, jadi, semua akan baik-baik saja.

Hanya itu yang aku butuhkan.

Semuanya mati.

Dayang Choi,

Hong Yeon, dan Kim Byeong-in juga.

Semuanya mati.

Kim Byeong-in mati?

Dia mati gara-gara aku.

Semuanya mati gara-gara aku.

Tenanglah.

Ratuku, tenanglah.

Hong Yeon dan Dayang Choi...

baik baik saja

Yang Mulia!

Hong Yeon!

Yang Mulia.

Kau baik-baik saja?

Aku baik-baik saja. Bagaimana dengan Dayang Choi?

Yang Mulia!

Dayang Choi.

- Ya ampun. Dayang Choi. - Yang Mulia.

Seperti yang kuduga. Dunia di luar istana berbahaya.

Pasti sakit banget, 'kan?

Sakit sampe pingin meninggoy.

Ah~ Gimana atuh...

Aigoo...

Tapi jangan khawatir...

karena itu artinya aku gak sekarat.

Jika ini luka kritis, aku bahkan takkan merasakan kesakitan.

Tapi dia menebas pedangnya padamu.

Yah, bisa dibilang aku beruntung?

Mundur!

Dan dia juga main pedangnya gak jago-jago banget.

Aku beneran ngira hal buruk menimpa kalian!

Yang Mulia.

Yang Mul... Yang Mulia...

Ah, maaf, maaf, maaf!

- Kau baik-baik saja? - Ya.

Maaf, maaf!

Tapi dari mana saja kau, Yang Mulia?

Aku juga mencarimu.

Tapi gak ketemu-ketemu.

Banyak orang mencarimu.

Tapi ujung-ujungnya, Raja-lah yang menemukanmu.

- Yang Mulia. - Kami merindukanmu!

Aku sangat bersyukur kau selamat.

Ah~ Serius, deh!

Astaga.

Ini harus dibersihkan.

Kau sedang mengandung.

Kenapa kau malah datang jauh-jauh ke sini?

Kamu gak pulang-pulang, sih.

Jadi aku datang menemuimu.

Kau selalu mengejutkanku.

Aku tak punya pilihan.

Karena tanpamu di istana,

seperti mati lampu, ya sayang.

Cuma ada kegelapan.

Oh, iya.

"Mati lampu" adalah--

Kau tak perlu menjelaskannya. Aku tahu bagaimana perasaanmu.

Karena aku merasakan hal yang sama.

Aku merindukanmu.

Daripada sakit karena luka luar,

hatiku lebih sakit.

Aku takkan pernah meninggalkanmu sendirian lagi, Ratuku.

Maafkan aku.

- Apa kau terluka parah? - Aku baik-baik saja.

Jika aku punya obat, aku akan sehat kembali.

Apa kau mengetahui kelompok yang menyerangmu?

Aku melihat wajah yang sangat familiar.

Mereka pengikut Donghak!

Aku melihat Raja.

RAJA BELUM MATI.

KLAN KIM YANG TAMAK MENCOBA MEMBUNUH RAJA DAN MEMFITNAH ORANG YANG TIDAK BERSALAH

RAJA BELUM MATI

Tunggu.

Keadaan darurat sudah diumumkan.

Beraninya seorang wanita berkeliaran sendirian?

Aku ratu yang dilengserkan, Jo.

Karena kini aku malu untuk menunjukkan wajahku,

Aku hanya ingin menghirup udara segar mumpung tak ada orang di sekitar sini.

Tidak aman keluar belakangan ini. Tolong cepat masuk kembali.

Aku mengerti. Terima kasih atas kerja kerasnya.

Klan Kim yang tamak mencoba membunuh Raja...

dan memfitnah orang yang tidak bersalah.

Takdir memutuskan untuk menyelamatkan nyawa Raja.

Apakah dapat diterima untuk mengisi takhta yang tidak kosong?

RAJA BELUM MATI

Tuanku! Tuanku!

Tuanku, di jalanan, ini...

Ada apa ribut-ribut, sih?

Ya ampun.

RAJA BELUM MATI

Kalau begitu, Yang Mulia juga...

tidak pergi untuk pemulihan.

Seperti yang diduga,

Kim Byeong-in menari diatas tangan Tuan Kim Jwa-geun.

Aku tidak percaya dia bahkan meramalkan pengkhianatannya.

Tuan Kim ingin kita tetap bungkam tentang kematian Kim Byeong-in.

- Ya, Ayah. - Pokoknya,

kau harus membuat koneksi dengan Tuan Kim Jwa-geun kali ini.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left