The first 200 lines.
- Lepaskan aku! - Ibu!
Ibu!
- Ibu! - Astaga.
Kenapa tenagamu kuat sekali?
Astaga.
Bagaimana bisa tenagamu begitu....
Rasanya seperti dihajar oleh tiga orang.
Aku hampir ma...
Ibu, kenapa Ibu seperti ini?
- Ibu, apa yang Ibu lakukan? Ayo keluar. - Tidak.
Tunggu di luar sebentar dengan ibu mertuamu.
Ada yang harus kubicarakan dengan nenekmu.
Sebenarnya ada masalah apa?
Keluar saja!
Astaga.
Astaga. Baik, Bu.
Yeon-Doo, ayo keluar.
Baik.
Ya ampun.
- Kamu baik-baik saja? - Ya.
Kamu pasti sangat terkejut.
Ya, aku baik-baik saja.
Tapi sebenarnya ada masalah apa...
Astaga, aku tahu.
Begini. Kita tunggu saja sampai mereka selesai berbicara.
- Astaga. - Baiklah.
Aku terkejut sekali.
Selama ini,
bagaimana anda bisa bertahan?
Apakah tidak ada satu pun keluarga anda yang tahu?
Melihat bagaimana anda bisa mengetahui harganya,
anda pasti bisa membaca angka, 'kan?
Ada banyak orang seperti itu di sekolahku.
Mereka adalah orang tua yang hidup merahasiakan itu sepanjang hidupnya...
...karena khawatir diremehkan dan direndahkan oleh orang lain.
Tampaknya anda sudah tidak ingin bicara. Aku akan pergi saja.
Berapa yang kamu inginkan?
Apa katamu?
Kamu sudah mengetahui kekuranganku.
Jadi, aku harus membayar harganya.
Uang atau barang, katakan saja.
Ambil apa saja,
dan jangan pernah mengatakannya.
Jangan sampai,
nenek tua ini dipermalukan.
Dipermalukan?
Ketahuan pura-pura bisa membaca buku itu, bukan sesuatu yang memalukan.
Anda orang yang sangat menyedihkan.
Bu Kang,
apakah ibuku berbuat salah padamu?
Tidak.
Akulah yang berbuat gaduh.
Maafkan aku atas keributan ini.
Ibu, memangnya ada masalah apa?
Apakah nenek menyakiti perasaanmu?
Bukan begitu.
Hari ini,
aku mengalami hal yang buruk di sekolah, karena itu aku marah tanpa alasan.
Aku minta maaf sekali lagi.
- Aku akan pulang. - Astaga.
Bagaimanapun, kamu sudah datang jauh-jauh kemari.
Kamu seharusnya melihat-lihat tempat tinggal Yeon-Doo sebelum pergi.
Itu benar, Ibu.
Bolehkah?
Aku datang untuk menjemput Nyonya Besar.
Astaga, Ibu mau pergi ke mana?
Ibu.
Selamat menikmati makan siangmu.
Selamat jalan.
Selamat jalan, Bu.
Ibu.
Ibu sedang memikirkan apa?
Rumah ini cocok untuk ditinggali berdua.
Jinjja bisa tinggal di sini sementara saat sudah lahir nanti.
Kamu tahu bukan itu maksudku.
Aku ingin bekerja di sekolah Ibu.
Apa?
Kamu ingin mengajar di Sekolah Old?
Ya.
Mengajar di akademi cukup memberatkan karena aku sedang hamil,
dan mengajar privat mengharuskan aku untuk berpindah-pindah tempat.
Jika Ibu mengizinkanku,
aku ingin bekerja di sana.
Kamu sudah punya suami dan mertua yang bisa diandalkan.
Jadi, untuk apa?
Aku tidak bisa menahannya lagi setelah bersenang-senang di sana.
Itulah yang kuinginkan.
Apa?
Selama ini, kamu tidak pernah bisa beristirahat dengan baik karena bekerja.
Saat aku ingin membuatmu istirahat,
aku tidak bisa melakukannya karena tidak mampu.
Kamu tahu betapa aku merasa bersalah?
Ibu.
Jika kamu ingin bekerja,
lakukanlah setelah kamu melahirkan anakmu.
Kamu harus menjadi pengajar nomor satu.
Belakangan ini, pembelian emas fisik atau pembukaan rekening tabungan emas...
- Besarkan volume suaranya. - ...semakin meningkat.
- Baik, Bu. - Harga emas internasional...
...diperkirakan akan melambung, melampaui rekor tertinggi sepanjang masa,
di 2000 dolar per troy ons.
2000 dolar per troy ons.
2000 dolar per troy ons.
2000 dolar per troy ons.
Direktur dan istrinya sudah menunggu di Ruang Plum.
Ya.
RUANG MAGNOLIA
RUANG PLUM
Nyonya Besar?
Ya.
Di sana rupanya.
Supir Kim, kamu juga makanlah.
Baik, Bu.
Ada banyak menu baru di sini, jadi pilihlah makanan yang enak, Nenek.
Itu semua sama saja.
Astaga, membacanya saja merepotkan.
Pesan saja seperti yang kalian pesan.
Baik, Nenek.
Harga emas internasional melambung...
...dan akan melampaui 2000 dolar per troy ons.
Cheon-Myung, simpan baik-baik emas batangan yang kuberikan padamu.
Tidak ada yang tidak diketahui Nenek.
Sayang.
Aku membeli buku sejarah seni untukmu karena kamu menyukai buku seni.
Ini sejarah seni klasik karya Gombrich.
Sejarah klasik itu memang selalu menarik.
Terima kasih.
Dipermalukan?
Ketahuan pura-pura bisa membaca buku itu, bukan sesuatu yang memalukan.
Anda orang yang sangat menyedihkan.
Astaga, aku tidak bisa makan hari ini.
Kita pulang saja.
Ada apa, Nenek?
Apakah kamu tidak suka bukunya?
Makanan atau buku, semuanya memuakkan.
Supir Kim.
Sepertinya Nenek sangat marah pada kita.
Bagaimana ini, Sayang?
Ayo kita tanyakan pada peramal.
RESTORAN ILMIRI GEUMGYE JJIMDAK
- Pesanan Jjimdak Rose meja nomor tiga. - Baik.
Baik, sebentar.
Astaga, tunggu sebentar.
Ini pesanan kalian. Selamat menikmati.
- Apakah milik kami sudah siap? - Tunggu sebentar.
Paman!
Apakah pesanan meja nomor lima masih lama?
Ya, akan kuantar sebentar lagi.
Sedang Menyiapkan Bahan Pukul 03:00 - 05:00 Siang
Aku tidak berselera karena terlalu lelah.
Kita harus segera mencari pekerja.
Apakah tidak ada yang menghubungimu, Bu?
- Kak. - Ibu.
Ya, maafkan aku.
Tadi dia bertanya tentang pekerja, tapi apa yang sedang kamu pikirkan?
Ada nenek-nenek yang terus mengganggu pikiranku.
Belum ada pelamar yang menghubungiku.
Apakah aku harus menyebarkan lebih banyak pamflet?
Aku akan pergi membuang sampah.
Dicari Pekerja Paruh Waktu
Benar-benar.
Kapan ini jatuh?
Baik-baiklah pada anakmu.
Maksudmu, Soo-Gyeom?
- Dia bukan anakku, tapi cucu keponakanku. - Bukan anak ini,
tapi anakmu.
Baik-baiklah padanya.
Jangan bilang, aku punya anak...
Siapa dia?
Ji-Young?
Go-Eun?
Tahun ayam, kelahiran tahun 1981.
"Dengan bantuan seorang penolong, pertanyaanmu akan terjawab."
"Jangan menunda-nunda, segera carilah."
Bos Park.
Ini aku, Kang Dae-Sang.
Di mana tempat peramal yang mengetahui bahwa suamimu selingkuh saat itu?
Itu cukup jauh.
Baiklah, terima kasih.
Maafkan aku, Kak.
Tolong aku sehari ini saja.
Hei, kamu mau pergi ke mana?
Apa-apaan itu?
Halo?
Pekerja paruh waktu?
Mureobosal
Mureobosal.
Namanya saja tidak biasa.
- Benar, 'kan, Soo-Jung? - Benar.
Aku sudah membayar tiga kali lipat, jadi ayo kita tanyakan semuanya.
Pergilah!
- Apa-apaan itu? - Kamu baik-baik saja?
Siapa orang ini?
Aku minta maaf.
Dia datang menemui peramal kami tanpa melakukan reservasi.
Yang benar saja.
Aku orang yang tidak bisa menahan rasa penasaran.
Badanku bergerak lebih cepat dari otakku.
Aku Yeom Soo-Jung yang memesan jadwal konsultasi spesial pukul tujuh.
Peramal sudah menunggu di dalam. Silakan masuk ke dalam.
No comments yet. Be the first to leave one.