Dear My Friends

Dear My Friends (디어 마이 프렌즈)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

Dear My Friends E09 160610 Life Is Really Very Beautiful, Isn't It? HDTV H264-SS
A Commentary by Artha Regina
Dear My Friends mengisahkan kehidupan orang berjiwa muda yang menjalani kehidupannya bersama dengan para orang tua yang sudah berusia senja. Drama ini mengingatkan kita bahwa hidup tidak akan berakhir hanya karena kau sudah tua. Thanks for using this subt

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2016-06-12
Downloads: 44
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kau sudah putus dengan Dong Jin?

Kami tidak harus putus.

Kenapa kau pacaran dengan Dong Jin lalu kau meninggalkan Yeon Ha?

Ibu.

Aku di sini untuk mewawancaraimu.

Apa?

Ibu ingin...

...aku menulis novel...

...tentang Ibu dan bibi.

Makanya aku datang untuk mewawancaraimu.

Kenapa kau putus dengan Yeon Ha?

Kau menyukainya?

Kau pacaran dengannya?

Kita harus mulai darimana?

Waktu Ibu lahir?

Atau dari ingatan Ibu saja?

Haruskah kita mulai dari sana?

Kau mengencaninya, bukan?

Aku yakin itu.

Tapi kenapa kalian putus?

Dia mengkhianatimu?

Seperti Dong Jin?

Dia lumpuh.

Ibu sendiri yang menyuruhku jangan menikah dengan pria cacat.

Jadi kami putus.

Tidak, akulah yang mencampakkannya.

Aku memang sepenurut itu padamu.

Kita mulai wawancaranya?

Bagaimana kalau dari...

Dimulai dari...

...waktu kita mengunjungi nenek waktu aku enam tahun.

Kita mulai dari sana saja.

Kau tidak ingat?

Aku ingat jelas sekali.

Ibu.

Kenapa kau dulu berusaha membunuhku?

Tidak ingat? Waktu di ladang.

Ladang apa?

Apa...

Tidak... Kau sudah gila?

Omong kosong apa yang kaubicarakan?

Kau serius tidak pacaran dengan Dong Jin?

Tapi kenapa dia menciummu?

Kenapa kalian berpelukan?

Tidak ada wanita waras yang memeluk pria beristri.

Jangan coba-coba seperti itu.

Itu cuma kesalahan kok./ Kesalahan?

Alasan saja kau ini.

Kau penurut?

Apa kau sepenurut itu sampai...

...kau memutuskan untuk menghancurkan istrinya?

Lelucon apaan itu.

Aku akan menunggu.

Kau tak lebih berharga dari kotoran anjing di jalanan!

Teganya kau, padahal kau tahu apa yang ayahmu lakukan pada ibumu ini!

Apa? Kesalahan?

Beraninya kau mengatakan hal seperti itu?

Selamat datang.

Hei./ Iya?

Bersihkan mejanya.

Ada pelanggan datang./ Baik.

Satu tangsuyuk dan tiga jjamppongs?/ Iya.

Bagaimana dia padaku?

Aku ini ibunya.

Darimana dia belajar memandangiku seperti itu?

Aku harusnya jangan terlalu toleran padanya.

Panas.

Taruh es.

Ada pelanggan berumuran 30 tahun datang malam ini.

Beri mereka banyak hidangan gratis. Aku mau pulang sekarang.

'Kan sudah kubilang biar aku saja yang menggorengnya.

Kita sendirian malam ini./ Pasti kita bakalan sibuk.

Kalau kau punya waktu buat ngobrol, cepak kerja.

Aih.

Lezat.

"Bu, ini Dong Jin."

"Ini kesalahpahaman. Wan dan aku bukan seperti yang Ibu pikirkan."

"Tidak..."

Bohong.

Apa dia tidak bisa memutuskan?

Dia akan berangkat ke Amerika Serikat dengan istrinya.

Aku harusnya menendang dia lagi.

Kau menjual ini pakai plastik juga tidak?

Aku mau sesatu plastik.

Aku cuma bertanya padamu.

Jual atau tidak?

Kami hanya menjualnya dalam bentuk paket...

Kenapa kasar padaku?

Kau duluan yang kasar padanya.

Maaf.

Aigoo. Sebentar lagi sampai kok.

Jeong A.

Jeong A.

Kenapa juga kau ikut? Pergi saja ke gereja.

Menjengkelkan sekali.

Jeong A.

[Dear My Friends, Bukankah Hidup Itu Begitu Indah?]

Ommaya.

Bisa ada hantu di sini.

Pemandangannya bagus.

Tentu saja. Kita sudah berjalan ke atas gunung selama 30 menit.

Kau terlalu tua jalan menanjak.

Aigoo. Menanjak bisa buat olahraga.

Bus datang lewat sini.

Tekanan airnya bagus.

Tidak, jangan tempat ini.

Tempat ini jauh dibandingkan tempat anakku di Filipina.

Aku bisa naik mobil dan pesawat biar bisa sampai ke sana...,

...tapi kesini...

Kau sendiri yang menyuruhku cari tempat di lingkungan rumahmu.

Makanya aku melihat tempat ini.

Juga, Filipina itu lebih jauh dari sini.

Kenapa kau selalu berpikiran buruk? Aku suka disini.

Aku tidak mengijinkanmu pilih tempat ini.

Ahjussi, boleh tunjukkan kita tempat lain?

Apa?

Tunggu, aku belum pakai sepatu.

Tidak, tempat ini juga tidak bisa.

Tempat ini sudah bagus untuk seharga 50.000 dolar.

Jika bagus, Ahjussi yang tinggal di sini. Aku tidak mau.

Kau yang bukan tinggal di sini. Mau kemana?

Tinggal sajalah dengan aku.

Pulang sana dan jangan menghalang-halangiku.

Aigoo.

Aku tidak bisa menunjukkan tempat lagi! Cuma segitu tempat yang ada!

Aigoo...

Sepertinya bagus disini.

Aku dulu tinggal di tempat seperti ini waktu aku menikah.

Tapi kau itu tidak muda lagi. Rumah ruangan bawah tanah?

Bukannya terlalu elap?

Kau butuh sinar matahari kalau sudah tua.

Kau nanti bisa kena osteoporosis dan depresi.

Benar, aku perlu matahari...

Ada apa?

Sup pollack. Masukkan banyak merica bubuknya.

Kek. Bisa tolong bantu aku?

Sini.

Bukan yang ini. Yang kecil itu.

Apa itu?

Tisu toilet.

Yang ini?

Batu bata untuk dekorasi.

Semoga kau tersambar petir.

Seok Gyun bilang apa?

Dia ingin sup pollack.

Kenapa berisik-berisik? Pergi sana.

Aku belum pernah diteriaki baru-baru ini.

Kau punya kehidupan yang damai.

Mau kemana?

Beli pollack.

Kapan kau cerai?

Setelah aku dapat tempat tinggal.

Jangan membuatkannya sup atau jangan bercerai.

Kau aneh sekali.

Kau harus mendiskusikannya dengan dia sebelum pindah.

Dia bisa terkejut kalau kau mendadak melakukan itu.

Biarkan dia terkejut.

Tak ada bedanya. Cuma jadi tambah berisik.

Kau sudah beritahu anak-anak? Mereka juga bisa terkejut nanti.

Aku menyukai rumah yang pertama.

Kau sebaiknya pergi saja. Aku mau melihat lagi rumah itu.

Aku akan menunggumu di pertigaan.

Nanti kau bisa lihat Sungai Han.

Ibu, kenapa dulu kau berusaha membunuhku?

Choong Nam Unni.

Hei, Joo Yeong rupanya. Mana bibimu?

Profesor Yang, kau sungguh membuat mahakarya hari ini.

Ada sejuta cerita untuk setiap foto.

Aku akan membeli semua itu jika aku punya uang.

Kau mau menjualnya padaku setengah harga?

Hentikan. Kemiskinanlah yang menjadikanku sekarang ini.

Kemiskinan bagi seorang seniman bukanlah kekurangan.

Aku setuju. Banyak orang tidak memiliki filosofi seperti itu lagi.

Yang mereka pedulikan hanyalah uang.

Foto-foto ini sungguh hebat.

Kalau saja ada yang kutawarkan...,

...aku akan membeli vas itu darimu.

Ini Bibi Nan Hee.

Kalau bukan soal hidup atau mati, katakan padanya teleponnya nanti saja.

Bibi, dia bilang Bibi teleponnya nanti saja kalau bukan soal hidup atau mati.

Teman-teman dosennya lagi bertamu.

Sepertinya dia kurang tertarik pada teman-teman tuanya.

Hei!

Ini bukan soal hidup atau mati...,

...tapi katakan padanya kalau teman-teman tua juga penting.

Hei, Nan Hee.

Traktir aku minum.

Tidak bisa, aku lagi syuting.

Besok saja bagaimana?

Bu. Di sana...

Aku tidak luang setiap hari. Ya sudah, kembalilah bekerja.

Kenapa dia cuci baju? Dia harusnya pulang.

Yeon Ha padahal sempurna.

Dia mau kemana? Katanya mau tunggu di sini.

Dia sudah beli pollack atau tidak sih?

Kalian seperti taman bungan.

Kau darimana?

Mana ibumu?

Sini, sini.

Coba tangkap aku.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left