The first 200 lines.
Permisi. /- Siapa itu?
"Episode 42"
Ada surat untuk Anda.
Nona Choi Go Ya tinggal di sini? /- Ya.
Ibu. /- Kami pulang.
Katanya kamu dapat surat.
Anda Nona Choi Go Ya?
Ya, ada apa? /- Tolong tanda tangan di sini.
Sampai jumpa. /- Terima kasih. Sampai jumpa.
Ada apa? /- Entahlah.
Pengadilan Keluarga Seoul? /- Apa?
Kenapa mereka mengirimkan surat?
"Petisi"
Ini sebuah petisi.
Petisi? /- Petisi?
Sepertinya ada seseorang yang menuntutku.
Siapa yang melakukan itu?
Kenapa ada orang yang mau menuntutmu?
Sebentar.
"Terdakwa harus membayar satu juta dolar kepada penggugat"
Tidak mungkin.
Ada apa?
Ada apa? Beri tahu ibu.
Ibu. Bagaimana ini?
Berikan kepadaku.
Apa ini?
"Terdakwa, Choi Go Ya, harus membayar penggugat,
Choi Tae Pyung, satu juta dolar, dan 2.000 dolar setiap bulan
sampai penggugat mati sebagai nafkah keluarga."
Apa? Kamu bicara apa?
Kenapa Go Ya harus memberi dia uang?
Orang yang menuntutnya adalah ayahnya.
Tapi kenapa?
Dia meminta Go Ya menafkahinya.
Apa ini?
Apa yang dia lakukan? Kamu tahu apa yang terjadi?
Aku tidak tahu.
Kenapa kamu tidak tahu? Bagaimana bisa kamu tidak tahu?
Kenapa kamu membiarkannya mengirimkan ini kepadamu?
Tenanglah, Bibi Yang Sook.
Mungkin Go Ya yang paling syok sekarang.
Go Ya!
Bibi Yang Sook.
Astaga. Dia mau ke mana?
Bibi baik-baik saja?
Astaga.
Halo, San Deul.
Ibu memasak sup iga dengan abalone untukmu.
Cuci tanganmu. /- Ibu harus menemui Bibi Yang Sook.
Kenapa? Jika tidak penting ibu akan ke sana setelah makan.
Makan malamku tidak penting.
Ada apa?
Sesuatu terjadi kepada mereka? /- Sulit dipercaya.
Masa bodoh jika dia pamanku. Aku hanya ingin memukulnya.
Kenapa? Dia melakukan sesuatu lagi?
Kak Yang Sook.
Kakak menerima petisi?
Dia sungguh menuntut Go Ya? Sungguh?
Choi Tae Pyung!
Mungkin mereka sudah menerimanya sekarang.
Kurasa begitu.
Lalu kenapa kamu diam?
Astaga.
Baru saja dibicarakan.
Ayolah, jawab teleponmu.
Kenapa kamu menelepon ayah?
Aku harus menemui Ayah sekarang.
Tidak bisa sekarang. Ayah sedang makan
bersama istri ayah.
Kalau begitu hubungi aku begitu Ayah selesai.
Aku akan menunggu di tempat biasa.
Apa katanya?
Kedengarannya dia gemetar ketakutan.
Menurutku dia sudah melihat petisi itu.
Aku yakin dia terkejut. Mungkin dia tidak menduganya.
Kamu bisa melakukan ini?
Tentu saja.
Kuberi tahu sekali lagi, ini bukan lelucon.
Kamu melakukan ini karena kesal merasa dimanfaatkan.
Kita melakukan semua yang mereka minta.
Setidaknya mereka harus membayar usaha kita.
Tentu saja. Aku sangat serius.
Selain itu, jika memikirkan saat di mana aku
tidak bisa membantah Go Ya karena investasi, itu membuatku...
Kamu tidak paham, bukan?
Aku harus berhenti bekerja karena dia.
Apa? Sungguh?
Ya.
Mereka mendatangi tempat kerjaku dan membuat kehebohan.
Bahkan ada polisi.
Apa? Benarkah?
Aku harus berhenti karena terlalu malu bekerja di sana.
Jadi, ini bukan hanya soal uang.
Aku harus melihat putri sulungmu datang dan memohon maaf kepadaku.
Baiklah. Mereka sudah mengetahui segalanya.
Aku tidak bisa diam saja.
Ini bukan hanya soal uang.
Aku terbaring di rumah sakit, berusaha memberikan ginjalku.
Setidaknya mereka bisa bersikap baik kepadaku, tapi mereka memukuliku.
Aku kesal jika memikirkannya.
Lihat ini. Aku masih memar.
Tunggu dan lihat saja.
Ini giliran kita menunjukkan kepada keluarga tidak tahu malu itu
siapa kita yang sebenarnya.
Mau bersulang?
Ya.
Untuk kemenangan kita.
Bersulang. /- Bersulang.
Terima kasih.
"Salep Lemon Diet"
Aku mau pergi.
Astaga, kamu berdandan.
Kurasa kamu tidak akan langsung pulang ke rumah.
Benar. Aku tidak akan pulang ke rumah.
Belakangan ini di rumahku sangat muram.
Lantas?
Kamu mau minum?
Tidak. Kurasa itu tidak akan membantu.
Ayo ke tempat yang lebih baik. /- Ke mana?
Kamu menemukan kelab baru?
Tidak. Tempat yang lebih baik.
Hei, Pelatih!
Lintah itu lagi. Aku pergi, ya.
Apa dia baru saja mengabaikanku?
Hei, mau ke mana? Kamu tidak bekerja?
Lihatlah tubuhku!
Aku bisa melihatnya.
Dia mau ke mana?
Katanya dia akan pergi ke tempat yang bagus.
Tempat yang bagus? /- Ya.
Dia mau ke mana?
Rasanya enak.
Choi San Deul...
Tidak ada.
"Sekolah Dasar Mokwoo"
Biar kulihat.
Aku menemukannya.
Aku pernah mengajar di sekolah itu juga.
Sungguh? Siapa namamu?
Choi San Deul.
Choi San Deul?
Ya, aku ingat.
Kamu berhenti mengajar untuk menjadi...
Aku harus bicara denganmu.
Apa yang kamu lakukan?
Apa yang kamu lakukan?
Jelaskan kenapa kamu menyeretku kemari.
Tolong selamatkan aku.
Apa?
Tidak ada keluargaku yang tahu
bahwa aku berhenti mengajar.
Begitu rupanya.
Jika ibuku tahu
bahwa aku berhenti,
aku akan berada dalam masalah besar.
Jadi, tolong kasihani aku
dan rahasiakan hal ini.
Juga dari Go Woon dan sepupuku.
Baiklah.
Akan kurahasiakan.
Aku merasa kasihan kepada Pak Choi
dan ibunya yang tidak tahu hal itu.
Hai, Ji Seok.
Kakak baru mau pulang bekerja.
Hari ini?
Baiklah. Sampai bertemu di sana.
Apa yang wanita itu lakukan di sini?
Tidak.
Halo.
Hai, Ibu.
Aku harus melakukan sesuatu.
Kenapa?
Jangan cari aku malam ini. Aku akan bersenang-senang.
Apa?
Apa kata Ibu?
Dia mengirim apa? Petisi?
Syukurlah.
Apa yang terjadi kepadanya?
Hari ini dia agak berbeda.
Aku bisa terlambat.
Di mana itu?
Aku yakin menaruhnya di sini.
Bukankah itu punyaku?
Ini sudah lama di meja Anda.
Aku lelah, jadi, aku meminumnya.
Kenapa kamu meminum minumanku?
Kukira Anda tidak akan meminumnya.
Kenapa? Apa seharusnya aku tidak meminumnya?
Apa sudah kedaluwarsa?
Bukan begitu. Itu dari seseorang...
Lupakanlah. Minum saja. Aku mau pergi.
Tunggu, Pak Min.
Kenapa?
Kenapa tadi Anda bergegas keluar?
Kapan? /- Saat kubilang kopi sudah diantar,
lalu Anda bergegas keluar.
Aku harus ke kamar mandi.
Astaga.
Itu pasti sangat mendesak.
Anda tampak sangat terburu-buru.
No comments yet. Be the first to leave one.