The first 189 lines.
- Ambil ini. - Baiklah.
Baik.
- Ini satu lagi. - Hei!
Sial.
Kau melempar sembarangan karena ini bukan milikmu?
Gong Ju-young, 17 tahun, murid SMA, pindah hari ini
Hei. Pesan makanannya sekarang.
Lee Kyung-woo, 17 tahun, murid SMA, teman Gong Ju-young
Bersiaplah untuk menangkap yang ini.
Astaga, hentikan.
"SCV siap."
Kim Byung-hoon, 17 tahun, murid SMA
Ini untuk orang berikutnya.
Hei.
Kau benar-benar...
Hanya ada kita bertiga di sini.
Astaga. Jika ada yang rusak,
salah satu dari kalian melakukannya.
Yang benar saja. Ini semua pakaian.
Hei. Ini pakaian favoritku.
Jika kalian akan seperti ini, pulang saja.
Apa maksudmu?
Kami seharusnya menikmati hidangan lengkap jjajangmyeon dan tangsuyuk.
Kau bercanda?
- "Tangsuyuk"? - Benar.
Astaga, kalian sama sekali tidak murah.
Hei. Aku akan meninggalkan sarang
dan mengambil langkah pertama menuju kemandirian.
Tapi kalian hanya mencari alasan untuk makan.
Orang tuamu membayar uang sewamu dan memberimu uang saku.
Bagaimana bisa itu mandiri? Kau hanya beruntung.
Astaga.
Astaga.
Gong Ju-young
Apa ini? Apa aku yang menggambarnya?
Maafkan aku.
Aku di sini. Aku di bus.
Pemberhentian ini adalah Ilsam-dong.
Apa ini? Kenapa dia terlihat seperti gambar ini?
Semua Pertemuan Pertama Biasanya Kebetulan
Episode 1, Pindahan, Pertemuan Pertama, Takdir
Kyung-woo: "Tidak."
- Apa yang kau lakukan? - Ju-young sedang tidur.
Kau nakal sekali. Sekarang pukul 08.30.
Kau akan terlambat di hari pertama sekolah?
Kenapa Ibu tidak membangunkan
aku?
Kyung-woo, tunggu aku.
Cepatlah.
Pak, bisa tunggu sebentar?
Kyung-woo, bisa tolong bayar ongkos busku?
Ini.
Saldo Anda tidak cukup.
Saldo Anda tidak cukup.
Apa tidak ada uang di sana?
Kau punya uang tunai?
Pak, bisa izinkan aku naik gratis hari ini?
Aku akan membayar dua kali lipat besok.
Bagaimana aku tahu kau sungguh akan begitu?
Aku pasti akan naik bus besok. Kumohon?
Besok aku libur. Lupakan saja. Turunlah.
Ada seseorang yang menunggu di belakangmu.
Maafkan aku.
Tarif untuk dua orang. Aku juga akan membayarnya.
Tarif untuk beberapa orang.
Terima kasih
banyak.
Kyung-woo, bukankah menurutmu dia cantik?
Siapa?
Dia.
Lalu?
Aku melihatnya kemarin saat pindahan.
Kurasa kami ditakdirkan bertemu.
Tidak, aku harus berpegangan.
Dia menangkapku.
Aku menangkapnya.
Maafkan aku.
Ini sangat memalukan.
Selamat datang ke SMA Informasi Isam.
Bapak yakin ada beberapa dari kalian
yang memilih SMA Informasi Isam karena tidak mau belajar.
Tapi selama kalian di kelas ini, bapak ingin kalian mengesampingkan
delusi itu sebelumnya.
Dokgo Moon, 45 tahun. lajang, wali kelas Ju-young dan kepala sekolah
Kurasa wali kelas kita sangat ketat.
Kudengar dia kepala sekolah. Itu menakutkan.
Mau ke kelas Kyung-woo saat istirahat?
Ayo.
Bapak tidak akan mempersingkat kelas karena ini hari pertama.
Jadi, belajarlah dengan baik.
Bapak harap kalian tidak menyulitkan di hari pertama kita.
Jo Yeon-sa, 38 tahun, lajang, wali kelas Ja-rim
Dia tidur.
Lupakan saja. Absen sudah selesai.
Mari bergegas sebelum kita kehabisan waktu.
- Kau mau pergi ke toko? - Ya. Ayo cepat.
Sial. Dasar bodoh.
Baunya seperti acar lobak busuk. Kau sudah sikat gigi?
- Aku mengumpulkan bau semalaman untukmu. - Astaga.
Kenapa kau datang ke kelas orang lain dan membuat bau tempat ini?
Ahn Kyung-min, 17 tahun, murid SMA, tidak pernah berpacaran
Kalian masih SMP?
Berteman sejak SMP
Lagi?
Cepat.
Hei, bagaimana?
Astaga, panas. Itu membuatnya lebih buruk.
Wang Ja-rim, 17 tahun, murid SMA, kerahnya ditarik
Kau gila.
Yang Min-ji, 17 tahun, murid SMA, terkena sendawa
Oh Ah-ram, 17 tahun, murid SMA, punya sabuk hitam
Astaga. Kau menarik kerahnya?
Kau melakukan hal legendaris di hari pertama sekolah.
Itu kecelakaan.
Menurutmu, Wang Ja-rim merasakan hal yang sama?
Dia mungkin berpikir kau ingin berkelahi.
Wang Ja-rim? Namanya Wang Ja-rim?
Itulah yang kudengar.
Kenapa kau tidak bilang dia ada di kelasmu?
Aku sibuk tidur.
Periku menatapku dengan jijik karenamu.
Teman-teman, bukankah ini takdir?
Aku bertemu dengannya dua hari berturut-turut
dan kami seangkatan di sekolah yang sama.
Selain itu, dia membayar ongkos busku
dan aku bahkan menarik kerahnya.
Aku tidak tahu menarik kerah adalah takdir.
Kurasa saat mengungkapkan perasaanmu, kau akan menendangnya.
Astaga. Dengarkan saja aku.
Romansa antara pria dan wanita dimulai dengan kecelakaan.
Kau bilang namanya Wang Ja-rim.
Namaku Gong Ju-young.
Kami terdengar seperti pangeran dan tuan putri.
Bukankah ini takdir?
Komik romansaku sudah dimulai!
Tutup mulutmu.
Takdir apanya?
Bagaimana bisa dia sudah jatuh cinta hanya setelah berpapasan?
Astaga, aku ingin memukulnya dengan shigan.
Karena ini takdir.
Berkat kau, aku bisa segera mengeluarkan barang-barangku.
Terima kasih atas bantuanmu.
Mampirlah ke rumahku.
Ibuku bilang akan membungkuskan lauk untukmu karena kau tinggal sendirian.
Benarkah? Aku suka jangjorim.
Tutup mulutmu dan terima saja apa yang diberikan kepadamu.
Baik, Pak.
- Astaga. - Tunggu.
Ada apa?
Pintu masuk
Hei. Kurasa dia tinggal di kompleks apartemen ini.
Lihat.
Rumahku di sana, dan rumahnya di sini.
Apartemen Wang Ja-rim, rumah Kyung-woo, studio Ju-young
Aku merinding.
Kau masih bisa bilang ini bukan takdir?
232 langkah
Dengan logika itu, tempatku lebih dekat.
23 langkah
Apartemen Wang Ja-rim, rumah Kyung-woo.
Selain itu, kami satu kelas.
Astaga.
Baiklah. Kalau begitu, jika kita melihatnya
besok pagi pukul 08.30, berarti itu takdir.
Lihat? Kami bertemu lagi.
Kami ditakdirkan bersama.
Kau gila.
Kita sudah menunggu selama 20 menit.
Aku hampir terlambat karenamu.
Kalau begitu,
jika kami membeli minuman yang sama di toko sekolah,
ini takdir.
Susu Pisang, Coca-Cola, Sprite
Lihat? Kami ditakdirkan bersama.
Pisang putih di dalamnya.
Beruang kutub berwarna putih.
Beruang kutub seperti Coca-Cola.
Kau mau dihajar beruang kutub?
Apa ini? Kapan kau tiba di sini?
Itu bukan urusanmu.
Jika Wang Ja-rim memakai rok, dia takdirku.
Katakan saja dia takdirmu jika dia bernapas.
SMA Informasi Isam
Bagaimana kau bisa merobek rokmu di awal semester?
Aku tahu.
Kau yakin ini bukan pertanda?
Mungkin kau ditakdirkan menjalani tahun sekolah yang meriah.
Apa maksudmu? Aku tidak percaya hal seperti itu.
SMA Informasi Isam
No comments yet. Be the first to leave one.