A Star Is Born

A Star Is Born

Download Indonesian Subtitle

Release info

A-Star-Is-Born-2018-SEMUA-BRRip-BluRayRip-720p-480p-1080p WWW SEBUAH-DONGENG COM
A Commentary by Pein Akatsuki

Tags

brrip
BluRay
720p
720
1080
480p
480
Published on: 2019-04-07
Downloads: 229
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ke sanalah.

Mata hitam terbuka lebar

Saatnya menyatakan

Tak ada ruang bagi dusta

Dan semua orang menunggu dirimu

Lalu aku sendirian, Duduk di samping telepon

Dan aku sendirian, di sisi jalan

Lalu aku sendirian, Duduk di samping telepon

Dan aku sendirian, di sisi jalan

Jackson ! Tidak !

Roger.

Kau pria mengagumkan, ya Dan kau pengacara hebat.

Kita tak seharusnya bersama.

Tidak, aku tak ingin menikahimu ! Apa kau gila ?

Kenapa denganmu ?

Roger, kita putus.

Ya Tuhanku !

Sial ! Ya Tuhan !

Pria brengsek !

- Apa dia menangis ? - Ya, dia menangis, dia tertawa.

Dia meneriakiku, terserah.

- Kau mematahkan hatinya, Mama. - Kulakukan hal yang benar.

- Ally, sampahnya ! - Itu tak benar. Oh, hei, Bryan.

- Bisa diambil orang lain ? - Biarkan dia !

Sekarang giliranmu !

- Ya Tuhanku ! - Kenapa dengannya ?

Kutemui kau di atas.

Ayolah, Bryan ! Dia pentas malam ini !

Ini dia, kuambil sampahnya, Bersihkan mulutmu.

Kau bisa pulang cepat jika kerjaanmu selesai.

Mulutmu harus tetap bersih, paham ?

Saat seluruh dunia tak ada harapan

Dan tetesan air hujan jatuh di sekeliling

Surga membuka jalur ajaib

Saat semua awan menggelapkan langit

Ada jalan raya pelangi yang bisa ditemukan

Oh, di mana kita ?

Kita, di sisi timur kota.

- Ada minuman lagi ? - Tidak.

Tidak, maaf, Jack.

Perlu waktu 1 jam 40 menit Sampai kita sampai ke sana.

- Sungguh ? - Ya.

Bisa kita cari di sekitar sini ?

Akan kucari sesuatu. Akan kucari sesuatu.

Bagaimana puteramu ? Berapa usianya ?

- 17 tahun. - Astaga.

Dia dapat beasiswa bermain bisbol di universitasnya.

- Wauw, itu bagus. - Aku bangga padanya.

Putera kecilku tak kecil lagi.

Aku tak mau pulang.

Kuharap bisa kucarikan kau tempat.

- Maaf, Jack, aku tak kenal wilayah ini. - Bisa berhenti di sana ?

- Kau yakin ? - Ya.

Baiklah.

Ini dia, sepertinya itu bar.

- Di sini ? - Apa namanya ? "Bleu Bleu"

Di sini, biar aku turun.

Oh, sial.

Tunggu, tunggu.

- Astaga, astaga, bukankah kau..,.. - Ini bar 'kan ?

- Ya, tapi bukan tempat untukmu. - Ada alkhoholnya ?

- Ya, tapi..,.. - Berarti ini tempatku.

Oh, sial ! Ini gila !

Apa kabarmu, papo ?

Apa kabarmu ? Aku baik saja jika bisa minum.

- Kau baik saja ? - Ya.

- Oh, ya, ada barnya. - Dia kenalanku, Giselle.

- Apa kabarmu ? - Oh ya, dia Jack.

- Oh ya, ya, akhirnya..,.. - Permisi, papo !

Ambilkan semua yang dia inginkan.

Aku pesan gin pakai es.

Langit di atas membiru..,..

Papo, wauw.

Astaga, aku sangat senang sekali.

- Hei, apa ini bar banci ? - Ya, papo, ya, ya.

Kami lakukan setiap Jumat malam. Yo, ini crazy. Sangat meriah.

Tadinya aku mungkin berhalusinasi..,..

- Atau semacamnya. - Semua orang disambut di sini.

Bajunya aneh - aneh.

Biar kubelikan kau minuman.

Baik, ya, wauw.

Kalian harus tampil hebat malam ini. Kalian harus tampil hebat, paham ?

- Aku siap. - Aku selalu siap.

Pastikan musik kalian sudah siap.

Jangan buat aku ikut membantu kalian.

Ini pertunjukkan profesional.

Oh, ya ! Kau masih di sini !

- Ini bagus, aku suka. - Semuanya baik saja ?

Ya, aku ngobrol dengan Nicki. Kau kenal Nicki ?

- Halo, Nicki. Apa kabarmu, sayang ? - Dia menceritakan kisah hidupnya.

- Mengesankan. - Temanku mau bernyanyi.

Kalian mengenalnya karena dia Dulu bekerja sebagai pelayan di sini.

Tapi malam ini, satu - satunya yang dia layani Adalah vokal Perancis luar biasa.

Dia sungguh bernyanyi, atau cuma pakai karaoke ?

Tidak, dia sungguh bernyanyi, papo. Sumpah, lihatlah, lihatlah.

Matamu menjatuhkan diriku

Tawa yang tersesat dalam mulutnya

Inilah gambaran tanpa sentuhan

Atas pria yang jadi milik-ku

Saat dia merangkulku

Dia berbisik kepadaku

Aku melihat kehidupan melalui mawar merah jambu

Dia mengatakan kata cinta

Setiap hari mengatakannya

Dan itu berarti bagiku

Itu merasuki hatiku

Bagian dari kebahagiaan

Yang kutahu dialah penyebabnya

Cintanya hanya untuk-ku

Cintaku untuk dia di hidup ini

Dia bilang bersumpah atas nyawanya

Dan begitu aku melihatnya..,..

Maka aku merasakannya sendiri

Jantungku berdegup

Ada yang mau goyangan Perancis malam ini ?

Dia untuk-ku, Aku untuknya seumur hidup

Dia bilang bersumpah atas nyawanya

Maka aku merasakannya sendiri..,..

Aku melihat kehidupan..,..

Melalui mawar merah jambu

Ya, sayang ! Ya, sayang !

Oh, sial.

- Oh, papo, kau menangis ? - Sedikit.

Kau harus menemuinya.

- Mengapa begitu ? - Kau harus menemuinya

- Tidak, aku tak mau menemuinya. - Ayolah.

Donte, kau punya lap, sayang ? Terima kasih.

Nn. Ally, kau menyanyikan lagu Perancis, Mungkin depan mau pilih yang lain ?

- Aku tak tahu. - Lihatlah dia, pintar bahasa asing.

- Nyanyilah lagu Maroko. - Tidak.

- Ini temanku, Jackson Maine. - Hei.

- Dia Jackson Maine. - Hei, apa kabarmu ?

- Hei ! Ya Tuhanku ! - Dia temanku, Ally.

- Hai. - Hei.

- Sudah kuduga ternyata kau. - Bagaimana menurutmu ?

- Sudah kuduga ternyata kau. - Memang aku.

Terima kasih ! Kau mau duduk ?

- Tidak, sepanjang malam ini kau berdiri. - Kau tamu kami.

- Kau tak keberatan ? - Mau minum ?

- Aku kemari melihat pertunjukkan kalian. - Keren.

- Ya, ya. - Tanda tangani payudaraku.

- Tentu, akan kulakukan. - Ya Tuhanku.

- Ambil spidolnya. - Biasanya di sini, BPS.

- Ya ? - "Bawa Payudaramu Sendiri"

Ya Tuhanku ! Itu bukan payudara aslinya ?

Wauw !

Mengapa kau di sini ?

- Maaf ? - Mengapa kau di sini ?

Malam ini aku bermain di sekitar sini. Aku musikus.

- Bagaimana pertunjukkanmu ? - Baik - baik saja.

- Baik, ini dia. - Terima kasih.

- Apa tak masalah ? - Astaga.

Mau yang sebelah mana ?

- Keduanya, aku tak peduli ! - Jalang !

- Bagaimana kalau di tengah ? - Astaga, Jackson Maine !

- Biarku..,.. - Astaga !

Oh, dia pasti memamerkannya.

- Kau harus meniupnya. - Kutulis yang besar.

- Oh, itu sudah cukup. - Terima kasih banyak !

Kalian semua harus pulang, Kalian tahu peraturannya.

Kalian harus pergi dari sini !

Aku tak mau kehilangan keperawananku Atau izin usaha barku..,..

Karena kalian, cepat pergi !

- Itu benar. - Cukup minumnya !

- Cepat pergi ! - Halo, selamat tinggal, Roger.

Bersenang - senanglah !

- Bawa minumannya keluar ! - Kau sering melakukannya ?

- Melakukan apa ? - Bernyanyi.

Ya, ya, mereka sangat baik padaku.

Mereka biasanya tak membiarkan Wanita bernyanyi di tempat ini..,..

Tapi mereka suka suaraku.

Mereka sering memohonku bernyanyi.

Ini suatu kehormatan. Aku bisa jadi bagian dari mereka.

Itu alismu yang asli ?

Tidak, tidak.

Kubuat dari plester.

Oh, jadi itu tempelan ?

Boleh kulepas ?

Ya, tentu.

Luar biasa sekali karya mereka.

- Lihatlah ini. - Yap, memang begitu.

- Kutaruh di bawah sini. - Baik.

Ini dia.

Mengapa kau menutup matamu ?

Karena aku tak punya alis lagi.

Tidak, tidak, intinya supaya aku bisa melihat wajahmu.

Ya, ini dia.

Mengapa kau kemari ?

Temanmu yang membawaku kemari. Aku senang dia melakukannya.

Boleh kutraktir minum ?

Oh, aku harus ganti baju, Rambutku dicat..,..

- Dan alisku..,.. - Itu bukan rambut aslimu ?

Tidak, rambutku seperti warna rambutmu.

- Baik. - Aku menyemirnya dengan..,..

- Riasan. - Aku ingin melihat warna aslinya.

Akan kutunggu kau.

Ya, baik. Tentu.

Ya, jika kau mau menunggu. Akan kutemani kau minum.

Tentu.

Jalang, bisakah turun dari panggung Dan bantu aku menutup bar ?

More Indonesian subtitles for A Star Is Born

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left