The first 200 lines.
Ke sanalah.
Mata hitam terbuka lebar
Saatnya menyatakan
Tak ada ruang bagi dusta
Dan semua orang menunggu dirimu
Lalu aku sendirian, Duduk di samping telepon
Dan aku sendirian, di sisi jalan
Lalu aku sendirian, Duduk di samping telepon
Dan aku sendirian, di sisi jalan
Jackson ! Tidak !
Roger.
Kau pria mengagumkan, ya Dan kau pengacara hebat.
Kita tak seharusnya bersama.
Tidak, aku tak ingin menikahimu ! Apa kau gila ?
Kenapa denganmu ?
Roger, kita putus.
Ya Tuhanku !
Sial ! Ya Tuhan !
Pria brengsek !
- Apa dia menangis ? - Ya, dia menangis, dia tertawa.
Dia meneriakiku, terserah.
- Kau mematahkan hatinya, Mama. - Kulakukan hal yang benar.
- Ally, sampahnya ! - Itu tak benar. Oh, hei, Bryan.
- Bisa diambil orang lain ? - Biarkan dia !
Sekarang giliranmu !
- Ya Tuhanku ! - Kenapa dengannya ?
Kutemui kau di atas.
Ayolah, Bryan ! Dia pentas malam ini !
Ini dia, kuambil sampahnya, Bersihkan mulutmu.
Kau bisa pulang cepat jika kerjaanmu selesai.
Mulutmu harus tetap bersih, paham ?
Saat seluruh dunia tak ada harapan
Dan tetesan air hujan jatuh di sekeliling
Surga membuka jalur ajaib
Saat semua awan menggelapkan langit
Ada jalan raya pelangi yang bisa ditemukan
Oh, di mana kita ?
Kita, di sisi timur kota.
- Ada minuman lagi ? - Tidak.
Tidak, maaf, Jack.
Perlu waktu 1 jam 40 menit Sampai kita sampai ke sana.
- Sungguh ? - Ya.
Bisa kita cari di sekitar sini ?
Akan kucari sesuatu. Akan kucari sesuatu.
Bagaimana puteramu ? Berapa usianya ?
- 17 tahun. - Astaga.
Dia dapat beasiswa bermain bisbol di universitasnya.
- Wauw, itu bagus. - Aku bangga padanya.
Putera kecilku tak kecil lagi.
Aku tak mau pulang.
Kuharap bisa kucarikan kau tempat.
- Maaf, Jack, aku tak kenal wilayah ini. - Bisa berhenti di sana ?
- Kau yakin ? - Ya.
Baiklah.
Ini dia, sepertinya itu bar.
- Di sini ? - Apa namanya ? "Bleu Bleu"
Di sini, biar aku turun.
Oh, sial.
Tunggu, tunggu.
- Astaga, astaga, bukankah kau..,.. - Ini bar 'kan ?
- Ya, tapi bukan tempat untukmu. - Ada alkhoholnya ?
- Ya, tapi..,.. - Berarti ini tempatku.
Oh, sial ! Ini gila !
Apa kabarmu, papo ?
Apa kabarmu ? Aku baik saja jika bisa minum.
- Kau baik saja ? - Ya.
- Oh, ya, ada barnya. - Dia kenalanku, Giselle.
- Apa kabarmu ? - Oh ya, dia Jack.
- Oh ya, ya, akhirnya..,.. - Permisi, papo !
Ambilkan semua yang dia inginkan.
Aku pesan gin pakai es.
Langit di atas membiru..,..
Papo, wauw.
Astaga, aku sangat senang sekali.
- Hei, apa ini bar banci ? - Ya, papo, ya, ya.
Kami lakukan setiap Jumat malam. Yo, ini crazy. Sangat meriah.
Tadinya aku mungkin berhalusinasi..,..
- Atau semacamnya. - Semua orang disambut di sini.
Bajunya aneh - aneh.
Biar kubelikan kau minuman.
Baik, ya, wauw.
Kalian harus tampil hebat malam ini. Kalian harus tampil hebat, paham ?
- Aku siap. - Aku selalu siap.
Pastikan musik kalian sudah siap.
Jangan buat aku ikut membantu kalian.
Ini pertunjukkan profesional.
Oh, ya ! Kau masih di sini !
- Ini bagus, aku suka. - Semuanya baik saja ?
Ya, aku ngobrol dengan Nicki. Kau kenal Nicki ?
- Halo, Nicki. Apa kabarmu, sayang ? - Dia menceritakan kisah hidupnya.
- Mengesankan. - Temanku mau bernyanyi.
Kalian mengenalnya karena dia Dulu bekerja sebagai pelayan di sini.
Tapi malam ini, satu - satunya yang dia layani Adalah vokal Perancis luar biasa.
Dia sungguh bernyanyi, atau cuma pakai karaoke ?
Tidak, dia sungguh bernyanyi, papo. Sumpah, lihatlah, lihatlah.
Matamu menjatuhkan diriku
Tawa yang tersesat dalam mulutnya
Inilah gambaran tanpa sentuhan
Atas pria yang jadi milik-ku
Saat dia merangkulku
Dia berbisik kepadaku
Aku melihat kehidupan melalui mawar merah jambu
Dia mengatakan kata cinta
Setiap hari mengatakannya
Dan itu berarti bagiku
Itu merasuki hatiku
Bagian dari kebahagiaan
Yang kutahu dialah penyebabnya
Cintanya hanya untuk-ku
Cintaku untuk dia di hidup ini
Dia bilang bersumpah atas nyawanya
Dan begitu aku melihatnya..,..
Maka aku merasakannya sendiri
Jantungku berdegup
Ada yang mau goyangan Perancis malam ini ?
Dia untuk-ku, Aku untuknya seumur hidup
Dia bilang bersumpah atas nyawanya
Maka aku merasakannya sendiri..,..
Aku melihat kehidupan..,..
Melalui mawar merah jambu
Ya, sayang ! Ya, sayang !
Oh, sial.
- Oh, papo, kau menangis ? - Sedikit.
Kau harus menemuinya.
- Mengapa begitu ? - Kau harus menemuinya
- Tidak, aku tak mau menemuinya. - Ayolah.
Donte, kau punya lap, sayang ? Terima kasih.
Nn. Ally, kau menyanyikan lagu Perancis, Mungkin depan mau pilih yang lain ?
- Aku tak tahu. - Lihatlah dia, pintar bahasa asing.
- Nyanyilah lagu Maroko. - Tidak.
- Ini temanku, Jackson Maine. - Hei.
- Dia Jackson Maine. - Hei, apa kabarmu ?
- Hei ! Ya Tuhanku ! - Dia temanku, Ally.
- Hai. - Hei.
- Sudah kuduga ternyata kau. - Bagaimana menurutmu ?
- Sudah kuduga ternyata kau. - Memang aku.
Terima kasih ! Kau mau duduk ?
- Tidak, sepanjang malam ini kau berdiri. - Kau tamu kami.
- Kau tak keberatan ? - Mau minum ?
- Aku kemari melihat pertunjukkan kalian. - Keren.
- Ya, ya. - Tanda tangani payudaraku.
- Tentu, akan kulakukan. - Ya Tuhanku.
- Ambil spidolnya. - Biasanya di sini, BPS.
- Ya ? - "Bawa Payudaramu Sendiri"
Ya Tuhanku ! Itu bukan payudara aslinya ?
Wauw !
Mengapa kau di sini ?
- Maaf ? - Mengapa kau di sini ?
Malam ini aku bermain di sekitar sini. Aku musikus.
- Bagaimana pertunjukkanmu ? - Baik - baik saja.
- Baik, ini dia. - Terima kasih.
- Apa tak masalah ? - Astaga.
Mau yang sebelah mana ?
- Keduanya, aku tak peduli ! - Jalang !
- Bagaimana kalau di tengah ? - Astaga, Jackson Maine !
- Biarku..,.. - Astaga !
Oh, dia pasti memamerkannya.
- Kau harus meniupnya. - Kutulis yang besar.
- Oh, itu sudah cukup. - Terima kasih banyak !
Kalian semua harus pulang, Kalian tahu peraturannya.
Kalian harus pergi dari sini !
Aku tak mau kehilangan keperawananku Atau izin usaha barku..,..
Karena kalian, cepat pergi !
- Itu benar. - Cukup minumnya !
- Cepat pergi ! - Halo, selamat tinggal, Roger.
Bersenang - senanglah !
- Bawa minumannya keluar ! - Kau sering melakukannya ?
- Melakukan apa ? - Bernyanyi.
Ya, ya, mereka sangat baik padaku.
Mereka biasanya tak membiarkan Wanita bernyanyi di tempat ini..,..
Tapi mereka suka suaraku.
Mereka sering memohonku bernyanyi.
Ini suatu kehormatan. Aku bisa jadi bagian dari mereka.
Itu alismu yang asli ?
Tidak, tidak.
Kubuat dari plester.
Oh, jadi itu tempelan ?
Boleh kulepas ?
Ya, tentu.
Luar biasa sekali karya mereka.
- Lihatlah ini. - Yap, memang begitu.
- Kutaruh di bawah sini. - Baik.
Ini dia.
Mengapa kau menutup matamu ?
Karena aku tak punya alis lagi.
Tidak, tidak, intinya supaya aku bisa melihat wajahmu.
Ya, ini dia.
Mengapa kau kemari ?
Temanmu yang membawaku kemari. Aku senang dia melakukannya.
Boleh kutraktir minum ?
Oh, aku harus ganti baju, Rambutku dicat..,..
- Dan alisku..,.. - Itu bukan rambut aslimu ?
Tidak, rambutku seperti warna rambutmu.
- Baik. - Aku menyemirnya dengan..,..
- Riasan. - Aku ingin melihat warna aslinya.
Akan kutunggu kau.
Ya, baik. Tentu.
Ya, jika kau mau menunggu. Akan kutemani kau minum.
Tentu.
Jalang, bisakah turun dari panggung Dan bantu aku menutup bar ?
No comments yet. Be the first to leave one.