Surgeons

Surgeons (外科风云)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

Surgeons E21 - By GoldenEto
A Commentary by GoldenEto
Quality Manual Translations. Please support and Rate. IF YOU WISH TO RESYNCH/RESIZE THE SUBTITLE, DO NOT REMOVE NOR REPLACE THE CREDIT/MARKING. TQ ^^

Tags

other
Published on: 2017-05-12
Downloads: 24
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

=Surgeons= =Brought to you by GoldenEto=

Alih Bahasa =GoldenEto=

Maaf aku sedang menelpon ayahku.

Hu tua, bagaimana ? Kenapa lama sekali melihatnya ?

Berikan pendapatmu.

Tidak buruk. Ada jiwa dalam gambarnya. Gayanya unik.

Zi Xuan, aku tidak masalah dengan ini. Nama temanmu Chu ...

- Chu Jun. - Chu Jun?

Namanya bagus.

Itu bisa jadi nama penamu. Tidak perlu pakai nama samaran.

Aku suka sekali dengan gambarmu. Aku baru mau mulai proyek baru. Aku sudah putuskan subyeknya.

Menurutku, kau cocok untuk tugas ini.

Bagus sekali ! Kalian langsung cocok.

- Terima kasih Kepala Editor Hu. - Sama-sama.

Untuk proyek ini

untuk tahap pertama kami akan buat serial 3 bulan. Jika ini lancar, kami tambah 5 lagi.

Sesudahnya kami akan keluarkan animasi, action figure, film, satu paket.

Ini bisa dijadikan serial televisi.

Jika kau tertarik, kita bisa diskusikan kontraknya sekarang.

Jangan khawatir, kompensasinya pasti besar.

Hu tua, kau orang baik ! Aku berhutang satu padamu.

Apa hubungannya denganmu ? Aku kagum pada bakat Chu Jun.

Terima kasih Kepala Editor Hu.

Aku ingin tahu, dalam proyek ini aku harus menghabiskan waktu berapa lama ?

Jika 2 kali penyerahan seminggu, kemungkinan 4 hari penuh.

satu hari untuk diskusi, satu hari untuk penyuntingan. Kau cuma bisa istirahat sehari.

Kalau begitu ... bukankah artinya 1 minggu penuh ?

Kurang lebih.

Aku tidak tahu berapa cepat pekerjaanmu, jadi kukira akan sedikit terlambat karena kau baru penyesuaian.

Aku cemas kau tidak akan punya banyak waktu dalam 3 bulan pertama.

Kau harus bersiap.

- Itu ... - Itu bukan masalah !

Masalah !

Jika terlalu menguras waktu, bagaimana aku bisa kerja di rumah sakit ?

Kau masih kerja di rumah sakit ? Yang Zi Xuan, bukannya kau bilang dia sudah keluar ?

- Aku ... - Siapa bilang aku keluar ?

Aku bilang begitu.

- Harusnya tidak ! - Harusnya tidak !

Dengar, aku berusaha keras mendapatkan pekerjaan ini untukmu.

Hu tua itu temanku.

Biasanya dia tidak akan memberi anak baru proyek besar.

Chu Jun, gajimu akan 3x lebih besar daripada di Renhe

begitu juga keuntungan lainnya.

Kalau kau kelelahan, aku bisa bicara dengannya untuk mencarikanmu asisten.

Kenapa kau bilang aku keluar?

Bukankah itu bagus?

Kau tidak bahagia melakukan pelatihan di Renhe.

Kau ingin menjadi komikus. Kenapa tidak dicoba saja ?

Apa kau kelamaan di luar negeri ? Kenapa impulsif sekali ?

Apa mengganti pekerjaan bisa dilakukan secara impulsif ?

Berapa lama kau perlu memikirkannya ?

Aku juga tidak tahu.

Aku harus bekerja.

230 meter. Lumayan.

Kau disini untuk bersantai. Kenapa cuma aku yang main ?

Ayo, cobalah.

Aku tidak punya sarung tangan.

Kalau tahu, aku akan bawa sarung tangan steril dari rumah sakit.

Ini, pakai punyaku. Sedikit besar, tapi tidak masalah.

Ini pemukulnya. Kebanyakan pemula memakai ini.

Ini.

Jangan takut. Tidak akan ditertawakan.

Main tanpa takut.

Aku sudah kaku, kalau tidak pasti bisa 270.

Aku tidak percaya !

Waktu kubilang mau membawamu ke sini untuk main golf kenapa tidak bilang kalau kau bisa main ?

Kau tidak tanya.

Licik sekali. Aku tidak mau main lagi.

Tidak, tidak, tidak. Jangan pergi.

Kau tidak bisa membandingkan dirimu dengan aku . Aku sudah main ini sejak kecil dengan ayahku.

Ayahku dulu berbisnis di selatan. Olah raga ini sangat terkenal.

Ia sering main dengan kliennya.

Waktu 18 tahun aku sudah memukul 78.

Aku belum pernah lebih dari 17.

Masalahmu saat main golf adalah genggamanmu terlalu kencang.

Tekukan kakimu, membuat seluruh tubuhmu berputar.

Makanya tenagamu habis.

Mengerti ?

Jangan cuma minum air. Sini, main.

Aku ... aku tidak mau main lagi. Aku lelah.

Ayolah, tidak ada yang akan menertawakanmu. Mainlah tanpa takut.

Genggamanmu harus seimbang.

Bolamu selalu belok ke kiri.

Artinya tangan kananmu mengayun terlalu keras.

Saat menekuk kaki, bergerak menggunakan pinggul lalu diikuti tanganmu.

Ini, atur posisimu.

Buka kaki lebar.

Baiklah, tegapkan punggung lalu sedikit tekuk kaki.

Jangan gugup. Santai, santai.

Santai, tapi bukan berarti tidak menggunakan tenaga. Mengerti ?

Kau tidak olahraga ?

Tangan, punggung, pinggang, bokong.

Kenapa keringatmu banyak sekali ? Hari ini tidak panas.

Aku sedikit lemah. Aku perlu olahraga.

Ayo kita bertanding. Yang kalah traktir makan.

Kenapa tidak bilang saja ? Kau mau makan apa?

Pintar sekali. Lanjutkan main. Akan kuperhatikan.

Ayolah, Prof Zhuang.

Pukul !

- Mau pulang ? - Iya

-- Dah - Dah ...

Yang Yu? Aku searah denganmu. Mau kuberi tumpangan ?

Tidak usah, suster kepala.

Aku mau makan malam dengan teman dulu.

Baiklah. Kami duluan.

- Ya, sampai besok. - Dah.

Masih belum pulang ? Tidak masak makan malam buat ibumu ?

- Menunggu siapa ? - Kau tahu siapa yang kutunggu.

Ada apa ?

Belum lama ini dia semangat sekali.

Membelikan aku sarapan, mengantarku pulang.

Sejak mengerjakan platform portable denganmu

Ia semakin hari semakin dingin.

Katanya Ia mau pulang denganku hari ini untuk memperbaiki ledeng airku, tapi aku tidak bisa memintanya pulang sekarang.

Siapa itu ?!!

Kepala ?

- Ada apa ? - Sedang apa kau ?

Mengerjakan situs konsultasi. Aku baru mempelajarinya.

Kau cuma memikirkan pekerjaan.

Tidak mengerjakan urusan serius ?

Pekerjaan bukan urusan serius ?

Lagian, bicara saja. Kenapa malah memukulku ?

Pekerjaan lebih penting atau istrimu ?

Dia masih menunggu. Kau mau memperbaiki ledeng airnya, tidak ?

Iya, iya, iya.

Jika mau pergi, lekaslah. Pergi, nanti aku simpankan.

Makasih, Kepala.

Kepala.

Yang Yu masih belum istriku. Dia belum setuju kupacari.

Sana pergi.

Halo?

Halo, Prof Zhuang?

Kau di kantor ?

Aku libur 2 hari. Ada masalah ?

Aku ..

Tidak. Aku tidak akan mengganggumu.

Baiklah.

Tuan, teh anda sudah di meja.

- Baiklah, terima kasih. - Sama-sama

Siapa yang menikah ?

Kenapa mengintip ?

Aku cuma melihat sebentar. Ada gaun pengantin.

Adik kelasku. Dia kemarin menikah.

Kau tidak diundang ?

Undang. Aku tidak pergi.

Kenapa ?

Tidak kenapa-napa. Aku tidak ingin pergi.

Pemikiranmu terbuka.

Usiamu sudah segini, tapi tidak terburu-buru.

Kau sendiri tidak buru-buru. Buat apa aku buru-buru?

Di era ini, orang bisa menikah kapanpun mereka mau.

Siapa yang masih perduli soal usia ?

Lalu kenapa aku dengar ibumu mendesakmu terus ?

Kau dengar dari siapa ? Siapa yang ember ?

Chen Shao Cong?

Konyol. Jangan dengarkan dia lagi.

Orangtuaku sangat terbuka.

Aku bisa menikah kapanpun aku mau. Tidak menikah juga tak apa.

Aku akan punya anak kapanpun aku mau. Tidak punya juga tak apa.

Tapi kenapa aku dengar kau bertengkar dengan ibumu saat putus dengan Xue Luan ?

Aku kebanyakan bicara.

Chen Shao Cong itu ... Akan kujahit bibirnya.

Karena kalian bertengkar, berarti menurut ibumu Xue Luan tidak buruk.

Lalu kenapa kalian putus ?

Dia lumayan baik.

Kami cukup bahagia saat bersama.

Kami sering lembur bersama, makan hotpot panas bersama, dan melakukan operasi 30 jam bersama.

Begadang sepanjang malam juga tidak terasa melelahkan.

Belakangan, mungkin masih ada ... perbedaan pendapat diantara kami.

Kami tidak bisa lanjut bersama.

Jadi ...

Xue Luan sangat mengenalmu.

Dia teman sekolah dan rekan kerjamu selama bertahun-tahun, tapi masih tidak bisa bersamamu.

Bukankah akan semakin sulit bagimu untuk percaya orang lain ?

Jangan khawatir. Aku pasti akan menikah.

Aku kelamaan di rumah sakit selama 2 tahun ini.

Hanya saat bekerja aku merasa hidup.

Kau tidak begitu ?

Jadi kau tidak merasa hidup selama beberapa bulan ini.

Bukannya kau membawaku kesini untuk bersantai ?

Aku bahkan mengajarimu memukul. Sebaiknya kupukul saja dirimu.

Maaf, aku mengubah ini jadi pembicaraan serius.

Terlambat.

Awalnya aku mau minta ramen, tapi sekarang aku harus makan bebek panggang.

- Bagaimana kalau makanan Perancis ? - Bagus, malah lebih mahal.

Tambahkan sebotol anggur.

Tak masalah.

Yang Yu, Bibi bilang dia ingin makan tomat.

Aku sudah memotong sayurnya. Mau kumasakkan ?

Tidak, nanti akan kumasak sendiri.

Aku sudah menaruh pao di pengkukus. Perhatikan apinya.

Baiklah.

Kau sedikit flu.

Aku merebus obat flu untuk diminum. Jangan lupa meminumnya.

Kau bertele-tele sekali. Aku ini suster.

Keran tiga arahmu sudah karatan. Tidak bisa diperbaiki.

Aku menggunakan lakban anti air, jadi tidak akan bocor.

aku akan belikan yang berbahan stainless steel nanti, sekalian kugantikan.

- Kapan kau akan datang ? - Besok.

Aku akan menyelesaikan pekerjaanku, kalau besok tidak sibuk aku akan mampir kesini sepulang kerja.

Surgeons subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Surgeons

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left