The first 197 lines.
Diterjemahkan oleh domeh Jakarta, 29 Januari 2018
Kenapa orang itu?
Saat lonceng itu berbunyi, dia ada di sana.
Jodoh?
Apa benar dia calon Suami-ku?
Apakah lonceng ini bisa dipercaya?
Apa benar dia jodohku yang sebenarnya?
Kenapa kau tiba-tiba berhenti?
Aku hampir kehilangan setan itu!
Ma Wang, tidak usah main piano lagi. Sudah selesai.
Ma Wang, aku bilang berhenti.
Ma Wang!
Ma Wang! Kau sudah gila, ya?
Aku 'kan sudah bilang, cukup pakai CD saja tidak usah mainkan pianonya.
Sudah lama aku tidak main piano! Aku jadi tidak bisa mengontrol diriku.
Katamu baru pertama kali?
Memangnya tidak bagus, ya?
Waktu sewa gaunnya sudah habis. Cepat lepaskan gaunnya.
Baik.
Kenapa ribet banget? Jadi susah bangunnya, kan.
Hei, Sekretaris Ma, kenapa kau kasih gaun seperti ini?
Sudah tidak ada yang pakai gaun begini.
Sam Jang yang memilih sendiri gaun ini.
Aku pikir gaun ini yang paling bagus.
Kalau lengangmu diisi angin, kau bisa terbang loh.
Ini model 30 tahun yang lalu.
Kalau nanti kau menikah, sebaiknya aku saja yang pilihkan gaun-mu.
Modelnya jadul banget. Aku sampai tidak tahan melihatnya.
Tren kekinian itu bajunya agak lebih terbuka dan kesannya mewah.
Sudah tidak ada yang pakai sampah seperti ini.
Kalian ini kenapa, sih? Dia tetap cantik 'kok walau pakai sampah seperti ini.
Kau cantik, tenang saja. Pakai apapun kau tetap cantik.
Ini 'kan bukan pernikahan asliku, siapa yang perduli apa yang aku pakai?
Karena acara sudah selesai, ayo kita cari makan.
Biasanya ada sup ekor sapi di pernikahan, ayo kita makan itu.
- Aku kerbau, tapi kau mengajakku makan sup ekor sapi?/- Lah, memangnya kenapa?
- Tidak mau. - Sapi di sup.
- Tetap saja sapi. - Ya sudah, deh.
- Sup kepala sapi saja! - Kau sendiri saja!
Ayo!
Aku akan pesan tempat di restoran!
Ah, dasar gila! Kacau nih.
- Tapi sup kepala sapi memang enak. - Wah! Kacau nih!
Bagaimana kalau ini pernikahan sungguhan?
Kau sedang apa?
Kau suka gaun itu, ya?
Kau ingin menikah?
Tidak! Menikah apa? Menikah dengan siapa?
Kita sudah menikah dua kali!
Hari ini dan waktu itu.
Waktu itu?
Yang waktu itu, apanya yang menikah?
Kita bisa mengulanginya lagi. Aku suka.
Cepat kemarilah.
Tidak, aku tidak mau menikah denganmu.
Maksudku, ayo cepat kita mau pergi ke restoran.
Nanti kau boleh menikah denganku lagi.
Berapa kalipun kau mengulangnya, aku mau jadi Suamimu.
Ayo cepat.
Sepertinya aku mau jadi gila nih.
Aku merasa bisa dengar suara lonceng itu.
Ma Wang, berarti penderitaannya Sam Jang juga berakhir?
Ah, soal ucapannya waktu itu ya.
Berarti aku tidak perlu takut kalau Geum Gang Go itu lepas, ya.
Kalau begitu tidak ada yang perlu aku takutkan lagi.
Sekarang dia sudah tenang karena tidak takut lagi pada si kampret itu.
jadi itu alasannya dia memilih gaun itu.
Kalau dia memilih gaun yang bagus, kecurigaanku berarti benar.
Tapi si Dewa Agung tetap bilang kalau dia cantik walaupun pakai itu.
Karena Geum Gang Go itu dia jadi tergila-gila padanya.
"Cinta menjadikan dunia serasa kecil dan cinta membuat orang jadi luar biasa...
bagaikan Dewa. Itulah kekuatan Cinta" kata Victor Hugo.
Jadi, karena Geum Gang Go, Dewa Agung menganggap dia bagaikan belahan jiwanya.
Tepat. Apa jangan-jangan Victor Hugo pakai Geum Gang Go juga, ya?
Kok, dia bisa tahu sejauh itu?
Orang jatuh cinta juga seperti itu.
Bukankah seharusnya kau paham tentang cinta juga, Ma Wang?
Karena kau juga punya belahan jiwamu, kan?
Mungkin, belahan jiwaku saat ini sedang menjalani kehidupan di dunia ini.
Kira-kira, penderitaan apa lagi yang sedang dia jalani saat ini?
Polisi
Babi, apa ini kencan pertama kita?
Karena hubungan kita sudah diketahui semua orang,
kau ingin menggodaku di depan umum, ya?
Cumi-cumi, kita akan putus di sini.
Kau pilih pria lain di sini dan kencanlah dengan pria itu.
Kalau kau butuh energi tambahan, aku akan bantu.
Setelah itu keluarlah dari tubuh ini.
Kenapa? Kau tidak suka tubuh yang aku pakai ini?
Aku suka. Aku juga suka tubuhnya Alice.
Tapi aku maunya kencan dengan dia yang asli.
Lagipula, aku tidak pernah ada skandal selama ini.
Kau takut ketenaranmu berkurang di mata para wanita alay itu, ya?
Tidak. Aku kesal karena kau merusak kesempatan emasku.
Kesempatan?
Ada seorang perempuan yang sudah kuanggap seperti adikku.
Dan dia ingin jadi orang terkenal.
Tapi kau merusak kesempatannya.
Ada perempuan yang kau suka?
Si zombie? Jadi kau ingin buat skandal dengan si zombie?
Yang jelas, sekarang kita harus urus masalahmu dulu.
Pilih satu pria.
Aku akan cari pria yang lebih hebat dari si babi itu, dan masuk ke tubuhnya.
Sebentar lagi mereka keluar.
Aku tidak mau melakukan ini.
Sepertinya, lebih baik aku pergi saja dari sini.
Kau harus menemaniku.
Oh, mereka keluar.
- Ayah mereka sedang sibuk, saya yang menjemput mereka./- Iya, saya diberitahu.
Halo anak-anak.
Katanya Om Jonathan yang mau datang.
Aku yang datang.
Harusnya memang Om Jonathan yang datang,
- tapi karena dia sibuk, jadi Tante Perumahan deh yang jemput./- Iya.
Ini Om Oh Gong.
Siapa yang kau panggil Om? Aku tidak mau dipanggil Om.
Jangan panggil aku Om.
- Baik. - Baik.
Kakak, jadi kita harus memanggilnya apa?
Sekretaris Son.
Diterjemahkan oleh domeh Jakarta, 29 Januari 2018
Tolong jaga anak-anak ini ya, aku mau ke bank sebentar.
Apa boleh aku kunci mulut anak-anak ini?
- Coba saja kalau berani. - Kau pasti menyesal.
Pantas saja anak buahmu hanya satu, ternyata tidak ada yang kuat meladenimu.
Nanti aku sedih nih.
Satu jam saja, ya.
Aku tidak akan lama.
Aku yang mengawasi kalian.
Jangan tanya macam-macam.
Aku tahu kau pasti terpaksa menjaga anak orang lain.
Kami tidak akan ajak kamu bicara, Sekretaris Son.
Hei, kamu sedang gambar apa?
Timun, ya?
Dinosaurus tahu!
Dinosuarus apanya? Itu timun.
Ini dinosaurus herbivora.
Brontosaurus.
Gambarmu itu lebih mirip mentimun ketimbang brontosaurus.
Kita lanjutkan saja gambarnya.
Gambar apa lagi?
Tolong, jangan ganggu kami, Sekretaris Son.
Itu dinosaurus lagi? Kacau.
Itu dinosaurus apa?
Brontosaurus.
Lagi? Hei, dinosaurus yang kamu tahu cuma brontosaurus saja, ya?
Yang lain tidak tahu.
Kalau tahu yang lain, coba sebutkan! Coba!
Hei, bocah yang itu.
Kakak-mu ini hanya tahunya dinosaurus mentimun yang mirip brontosaurus ini.
Iya, kan? Memangnya di TK cuma diajari ini, ya?
Atau kau yang tidak belajar?
Kenapa jadi nangis?
Berhenti. Jangan menangis.
Ya sudah. Ya sudah. Aku akan tunjukkan dinosaurus untuk kalian.
Kalau aku tunjukkan dinosaurus, jangan nangis lagi ya.
- Nah, lihat nih. - Wah!
Sudah cukup?
Sepertinya itu anak-anak yang dari TK tadi.
Ayo.
Ke mana mereka?
Oh? Kenapa kau ke rumahku?
Kakak yang memintaku datang, masak untuk anak-anak itu.
Begitu ya?
Berhubung aku di sini, tadi aku sekalian saja membersihkan kulkasmu.
Aku tidak tahan melihatnya berantakan begitu.
- Iya. - Terima kasih.
Pemilik perusahaan pembuat kulkas,
datang membersihkan kulkasku?
Oh, Jeo Pal Gye.
Hari ini, panggil aku PK.
Kakak menyuruhku menyanyi dan beri tanda-tangan untuk mereka.
Aku pamit dulu ya, soalnya aku ada konser di Singapura, sudah telat nih.
PK datang ke rumahku hanya untuk menyanyi?
- Bu Ja, kau datang juga. - Iya.
Son Oh Gong memintaku menemani mereka gambar.
Terima kasih ya.
Tapi kemana si kampret itu?
Aku tidak tahan mengurus anak kecil.
Kenapa mereka tiba-tiba nangis? Bikin kaget monyet ini saja.
Kami tidak cocok.
Nanti kita lanjut mainnya di rumah ya.
Han Byul, kita pulang yuk.
Tidak mau, aku tidak mau pulang.
Aku juga tidak mau pulang.
Tadi kami lihat brontosaurus,
dan kami bertemu Pak Bos dan PK juga!
Kalian banyak nonton TV, ya?
Bukan di TV, tapi langsung loh. Kami juga bertemu kakak yang matanya bisa copot.
Anak-anak, sebaiknya kalian pulang dulu. Ibu kalian sudah menunggu loh.
Kami tidak mau.
Kami tidak mau.
Han Byul tidak boleh nakal, ayo kita pulang.
Tante Perumahan ini galak loh.
Nanti kalian diomelin, loh.
Aku mau menikah dengan Sekretaris Son dan tinggal di sini.
Han Byul, kamu harusnya menikah dengan jodohmu.
No comments yet. Be the first to leave one.