The first 179 lines.
PERSEMBAHAN NETFLIX
Saat kita jatuh hati,
apa pun bisa kita lakukan pada orang yang membuat kita jatuh hati.
Katrol!
- Vin… - Sial.
Hari ini kita jadi ngerjain proposal bareng, 'kan?
Kayaknya nanti malem aku kirimin ke surelmu aja, ya.
Nanti kamu tinggal revisi.
Sori ya, aku buru-buru.
Vin, jangan lupa, ya.
Nara!
Nara!
Nara, awas!
Woi!
- -
Kamu enggak apa-apa?
Kamu yang enggak apa-apa?
- Aku enggak apa-apa. - Eh!
Lu tahu kan ini tempat apa?
Ngapain lu naik sepeda di sini?
Lu enggak punya mata?
- - Lu punya mata? Kok enggak dipakai?
- Hei… - Ned, udah, Ned.
Santai aja dong sama cewek.
Untung lu cewek. Tapi kalau cowok lu
mau lanjutin jadi lebih panjang, ya udah boleh aja.
Emang kenapa kalau gue cewek?
- Nara… - Dia bukan cowok gue!
- - Udah…
- Jangan kabur lu! - Udahlah.
- - Udahlah, enggak apa-apa.
Aduh… Ini es krim aku?
Ya.
Aduh, sori banget ya, Vin.
- Enggak apa-apa. Nanti kita beli lagi. - Sayang banget.
- Dia Nara. - Ayo.
Cewek pertama yang membuatku mengenal apa itu jatuh cinta.
Nanti aku bantuin.
Ayo, Niko!
- Semangat, Niko! - Van, oper, Van!
- Vin, bingung deh aku, Vin. - Hem?
Si Niko itu kan juara satu di kelas.
Kok bisa sih dia enggak tahu kalau aku suka sama dia?
- Hai, Niko. - Hai, Nara.
Hai.
Ya… Gimana ya, Ra? Yang di pikiran Niko kan cuma basket.
Segitiga siku-siku.
Sama jajar genjang.
Dia enggak bisa memikirkan keindahan yang lain.
Hah?
Maksudnya?
Maksudnya, perasaan Niko itu kurang dua sendok, Nara.
Tapi kita itu udah pernah ngobrol seru banget, Vin.
Dia tahu tentang tari lagi. Keren banget enggak sih?
Terus?
Terus…
Habis itu dia enggak pernah ngajak aku ngobrol lagi.
Setiap kali aku pengin deketin dia,
dianya malah berbelok ke arah lain.
Gue tahu rasanya gimana.
Mencintai seseorang, tapi orang itu enggak pernah nyadar.
Hah?
Hah?
- Apa itu tadi, lu omong apa? - Enggak.
Itu kutipan dialog dari film.
Tapi aku lupa film apa.
Tumben banget, kutipan dari film.
Biasanya kutipan dari Darwin, atau Einstein gitu.
Ya.
Apa artinya hidup aku tanpa kamu, Vin?
Hah?
Siapa lagi yang mau menampung kegalauanku ini?
Oh, ya…
Sahabat selamanya?
Sahabat selamanya.
- - Hati-hati.
Nara!
Nara!
Tunggu sebentar, ya.
Vin, kamu pulang duluan aja, ya. Aku mau diantar sama Niko.
Oke.
- Dah. - Dadah.
- Hati-hati, Lu. - Dah, Vin!
Mungkin Tuhan memang mengutusku hanya cukup untuk menjadi sahabatnya.
Ada apa lagi?
Aku putus sama Arman.
Lebih tepatnya,
dia yang mutusin aku.
Kenapa?
Enggak jelas.
Sebenarnya aku kurang apa sih, Vin?
Aku jarang nelfon, dibilang kurang perhatian.
Aku sering nelfon,
dibilang terlalu ngatur.
Aku baik sama orang,
dibilang tebar pesona.
KEBAHAGIAAN DIMULAI DARI SINI
Udah…
lupain aja cowok itu.
Cowok kayak gitu, enggak layak dapat cinta kamu, Nara.
Jangan sedih-sedih lagi, ya.
KEBAHAGIAAN
Tenang aja,
aku enggak akan biarkan si Arman itu ngancurin kebahagiaan aku.
Kasih aja aku waktu seminggu dan segalon es krim,
maka semuanya akan baik-baik saja.
"Segalon es krim"?
- Siap, Bro . - Oke, Bro .
Aku percaya satu hari nanti,
aku pasti akan ketemu orang yang tepat,
yang enggak akan ninggalin aku, dan enggak akan nyakitin aku.
Setiap kali dia patah hati, aku selalu menjadi pelerai sedihnya.
- Pas. - Pas.
Setiap kali dia ditinggalkan,
aku selalu menjadi rumah pulangnya.
Nara.
Sampai kemudian…
dia akan jatuh cinta lagi kepada cowok lain.
Entah untuk berapa lama.
Nara.
- Nara, ketinggalan, 'kan? - Ya.
- Terima kasih, Ma. -Ya udah, hati-hati ya, Sayang.
Ya.
Kevin, pulangnya jangan malam-malam, ya.
- Siap, Tante. Tenang… - Ya, Mama.
- Dah. - Dadah!
Dah!
Kamu sarapan apa sih? Berat banget, tahu?
Ih, enak aja! Resek!
- Lihat aja! Tunggu! - Hei!
Hati-hati, nanti Nara-nya jatuh.
Siap, Jenderal!
Saya juga dihati-hatiin dong! Enggak asyik.
Itu dengerin.
Hei, Nara! Dari sana, sumpah, terlalu cepat, Nara!
Eh!
Kamu enggak apa-apa?
- Maaf, ya. - Ya.
- Ada yang luka, enggak? - Enggak apa-apa. Aku kan jagoan.
Hei, Jagoan.
Enggak apa-apa, 'kan?
Jangan kebanyakan bengong, nanti nambah lo berat badannya.
Garing.
Aku enggak jadian sama Bimo.
Oh, ya?
Dia enggak serius ternyata.
Main-main doang.
Udah kuduga.
Segitu doang, gitu?
Sahabatnya lagi patah hati, dihibur kek… apa kek…
Apa? Pake rumus fisika?
E=mc2.
E, energi kamu terbuang percuma.
M, makan hati. Dikali C, cinta kuadrat, cinta yang berlebihan.
Enggak lucu.
Seharusnya tuh kamu enggak segampang itu ngasih hati kamu ke cowok.
Ya, kalau kamu enggak mau disakitin terus.
Itu kenapa alasan kamu sendiri terus?
Karena takut tersakiti.
Kata siapa aku sendiri?
Aku berdua, kok.
Sama kamu.
Vin, kok aku enggak pernah dengar kamu cerita tentang seseorang ke aku, sih?
Eh…
Aku…
Eh…
Aku…
selama ini…
Apa?
Kamu bener.
Enggak akan segampang itu lagi ngasih hati aku ke cowok.
- Harus fokus sama diri sendiri. - Nara…
Apa sih? Ayo, nanti telat.
Dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh...
- Lima, enam, tujuh, delapan. - Lompat!
Satu, dua, tiga, empat.
- Lima, enam, tujuh, delapan. - Semangat.
- -
Semoga sukses!
No comments yet. Be the first to leave one.