The first 200 lines.
Corpse Prison : Part One
Aku merasa agak mual.
Apa kita belum sampai juga ?
Sebentar lagi.
Aku haus.
Bisa berhenti sebentar di minimarket
Banyak maunya..
Kau keluar saja, terus jalan kaki
Terserah.
Ayolah, Sagiri.
Kau ikut hanya agar lulus kelas ini kan.
Memangnya kau tidak.
Kau benar-benar ingin lulus..
Kau tidak akan lulus kalau hanya sekedar ikut-ikutan.
Apa ? Apa maksudmu ?
Ini bukan karyawisata.
Kau harus membuat laporan kegiatan..
penelitian ini, jika kau ingin lulus.
Kau bohong, Kau baru bilang sekarang soal itu ?
Kerjaanmu kan tidur sepanjang perjalanan.
Diam.
Sial.
Kau buatkan laporanku juga ya.
Apa, Tapi...
Kau keberatan ?
Tidak, akan kubuatkan.
Jalan ini tidak ada di peta. Apa kita tidak salah
Aaa...
Aku tidak yakin.
Apa?
Tapi sepertinya kita berada di jalur yang benar.
Ini satu-satunya jalan menuju ke Desa Yasaka.
Tapi ini aneh..
Kenapa tidak ada tandanya disekitar sini.
Menyembunyikan tanda desa kadang berguna juga pada masa lalu.
Supaya tidak didatangi orang jahat.
Kita mungkin akan menemukan kebiasaan yang unik di desa ini.
Soalnya desa ini terisolir dari dunia luar.
Celaka.
Maaf.
Kita dapat masalah.
Kau tidak mendorong kan?
Kau yang tidak mendorong.
Kau baik-baik saja Sayori?
Sayori ?
Profesor.
Kau tidak apa-apa ?
Aku baik-baik saja.
Mari kita istirahat sebentar.
Baik.
Pemandangan yang indah.
Hari mulai gelap.
Apa kita akan bermalam di mobil.
Tidak mungkin.
Kita bisa mati kedinginan.
Aku ingin pulang ke rumah.
Hey Disini. Tolong berhenti.
Syukurlah.
Kepala Desa mengirim kami untuk mencarimu.
Untung kami punya persedian bensin.
Untung ada kalian.
Tidak ada pom bensin setelah kami keluar dari jalan utama.
Kami takut, kami pikir kalian diserang oleh beruang.
Kalian beruntung.
Rumah kepala Desa tidak jauh lagi. Kalian hampir sampai.
Terima kasih banyak.
Lihatlah para wanita seksi ini.
Penduduk desa pasti akan melompat kegirangan.
Kita diberkahi.
Menakutkan.
Jangan khawatir Mereka tidak berbicara tentangmu.
Namaku Amano, Kepala desa.
Kalian sudah menempuh perjalanan yang panjang untuk kesini.
Aku Ashihara dari Hirasaka University.
Terima kasih telah mengizinkan kami untuk mengadakan penelitian di sini.
Aku Kagosaka. Senang bertemu denganmu.
Dan mereka, para siswa kami.
Senang bertemu denganmu.
Senang bertemu denganmu.
Kamar Kalian ada di lantai atas. Anggap saja rumah sendiri.
Aku tidak bisa membantu Karena kami memang tidak memiliki pembantu.
Dimana istrimu?
Dia sudah lama sekali sakit, dan hanya berbaring di tempat tidur.
Maafkan atas ketidaksopananku.
Tidak apa-apa.
Ini anakku, Takahiko.
Senang bertemu denganmu.
Bicara yang keras.
Dia anaknya memang agak pemalu
Oii Takahiko.
kau lihat para wanita yang luar biasa ini.
Mengapa kau tidak dekati salah satunya?
Ayah. Kumohon,
Ayolah. Kau suka yang mana ?
Hentikan.
Kau kenapa ?
Maafkan aku.
Bolehkah Aku melihat benda itu ?
Ini adalah topeng Sarutahiko-no-kami.
Menurut legenda, desa ini didirikan olehnya.
Dia memberikan topeng ini Kepada kami Keluarga Amano, dan meminta kami menjaga desa ini.
Bapak Kepala desa ini, generasi ke-berapa ?
Aku generasi ke-41.
Aku ingin Takahiko mengambil alih, tetapi seperti yang Anda lihat, dia belum siap.
Ini Tengu?
Sarutahiko-no-kami.
Dia membimbing Ninigi-no-mikoto dari surga ke bumi dalam Mitologi Jepang.
Aku tidak tahu soal itu
Ada sebuah cerita tentang ini.
Sarutahiko-no-kami adalah suami Amanouzume-no-mikoto dari Amano-iwa-yado.
Kau tahu kisah itu.
Aku akan tunjukkan topeng Uzume nanti.
Terima kasih banyak.
Kepala Desa, Semua sudah siap.
Baiklah.
Kita akan segera memulai upacara penyambutan bagi kalian.
Ini sangat menarik.
Aku tidak mengerti sama sekali.
Bagus, Kita sudah selesai.
Tadi Itu adalah "Upacara Potong Kaki".
Terima kasih.
"Potong Kaki ?"
Iya
Itu tadi merupakan upacara untuk menyambut wanita dari dunia luar.
Sekarang kalian sudah resmi menjadi bagian dari warga Desa Yasaka.
Upacara untuk menyambut wanita dari luar.
Aku bangga bisa melihat upacara langka seperti tadi.
Terima kasih.
Dengan senang hati
Nah, Sepertinya makan malam sudah siap.
Selamat menikmati hidangan malam ini.
Profesor. Aku menghargai ini.
Tidak tidak.
Terima kasih.
Terima kasih juga.
Takahiko. Kenapa kau diam saja ?
Ambil ini dan ajak bicara gadis-gadis itu.
Takahiko. Ayo sini.
Tuangkan untuk ku.
Aku yang memintanya duluan
Ternyata kau lebih memilih pria muda yang tampan ya.
Kalian juga tampan kok
Benarkah ?
Takahiko. Kamu mengganggu. Pergi ke tempat lain.
Jangan begitu.
Itu jahat.
Kau cemburu?
Yah, semacam itu lah
Silahkan.
Terima kasih, tapi.. Aku tidak minum.
Baiklah
Maaf.
Tidak apa-apa.
Aku tidak bisa berbuat apa-apa.
Profesor.
Maukah kau mengajarinya cara mendekati perempuan ?
Aku tidak tahu.
Sebenarnya, aku juga tidak terlalu ahli soal itu.
Aku tidak percaya.
Kau bisa merayu perempuan cantik ini untuk bergabung di kelas mu
Tidak, bukan karena itu
Aku bersumpah kepada Tuhan, Aku menganggap mereka tidak lebih hanya sebagai murid.
Apa kau bersumpah Kepada Sarutahiko-no-kami , Dewa kami ?
Ya, Aku bersumpah.
Bagaimanapun, kami menghargai kedatangan kalian.
Aku agak khawatir apa kau benar-benar akan menepati janjimu atau tidak.
Tapi aku tahu kau bisa diandalkan.
Baiklah Ayo kita minum lagi.
Silahkan..
Apa ada masalah ?
Tidak ada.
Yang tadi itu upacara apa ?
Aku juga tidak tahu.
Kita tanyakan pada prof nanti.
Baikklah
Aku agak curiga dengan makanan ini...
Ini daging apa ?
Aku tidak tahu, tapi rasanya enak.
Boleh tau ini daging apa ?
Itu daging Beruang, Keistimewaan Desa Yasaka,
Sarutahiko dan beruang, dewa gunung. Merkea pelindung kami.
Beruang disini suka daging wanita muda.
Jangan menakutiku.
Ayo cicipi.
Terima kasih.
Aku mau ke kamar mandi.
Hai.
Tunggu.
Ada apa ? Ada apa ?
Isuke. Apa yang sedang kau lakukan?
itu untuk Michiyo?
Baik, Berkan padanya.
Iya
Dia orang yang merawat istriku selama ini. Namanya Isuke.
Dia agak kurang..
Memotong ayam pada jam segini..
Aku minta maaf sudah membuat keributan.
Siapa yang tidak takut. Dia terlihat seperti monster.
Isuke adalah Isuke.
Mari kita kembali berpesta.
No comments yet. Be the first to leave one.