The first 200 lines.
Hei, nyanyilah.
Luar biasa.
Pak, boleh minta rokok?
Tidak.
Kumohon pak.
Ayolah.
Pak, beri aku satu isapan saja.
Tidak.
Hei, berhenti!
Hei, berhenti!
Hei, berhenti atau kutembak!
- Berhenti. - Ke sana.
Dia pergi ke sana.
LUKA
Halo.
Ya, dada.
Sial.
Oke. Aku segera datang.
Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan,
menuntut tindakan terhadap pelaku
kekerasan di Myanmar.
Bangladesh mengutuk pembunuhan Rohingya.
Hentikan. Hentikan.
- Muslim Myanmar... - Bersatu! Bersatu!
- Muslim Myanmar... - Bersatu! Bersatu!
- Muslim Myanmar... - Bersatu! Bersatu!
Pembakaran ribuan desa wilayah Rakhine di Myanmar
menandai puncak penganiayaan brutal terhadap Rohingya,
yang merupakan populasi minoritas di Myanmar.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak oleh angkatan bersenjata Myanmar, Tatmadaw,
telah menyebabkan eksodus massal Rohingya ke Bangladesh.
Bagi Asia, ini berubah menjadi krisis pengungsi terburuk abad ini.
Kemarahan terhadap rezim Myanmar terlihat di seluruh Bangladesh
dalam bentuk protes dan unjuk rasa di seluruh negeri.
Dhaka berada di bawah tekanan.
Balas dendam untuk Rohingya!
Balas dendam untuk Rohingya!
Balas dendam untuk Rohingya!
Selamat pagi.
Selamat pagi Pak.
Mereka meneleponmu pagi ini?
Hmm...
Selamat pagi Pak. Pagi, Pak.
Ayo cepat.
Kemarilah.
Cepat.
Ranjau darat di sepanjang perbatasan Bangladesh
menimbulkan ancaman mematikan bagi Rohingya yang melarikan diri.
Lebih dari 270.000 pengungsi
melarikan diri ke Bangladesh dalam beberapa bulan terakhir untuk menghindari penganiayaan.
Aku sedang mencoba! Kau--
Tidak, tidak, tidak...
- Katakan apa yang harus dilakukan, cepat! - Permisi!
Aku ada penerbangan lanjutan ke Dubai.
Protes tak hanya di Bangladesh dan Dhaka.
Tapi se-Asia. Tak ada pesawat terbang, Pak.
Kau tak bisa terbang!
- Aku tak mengerti-- - Tn. Nikolai...
Kami memberi member Silver
upgrade gratis ke Club Suite.
Aku bukan member silver.
Mulai sekarang, Pak. Inaya,
bisakah kau membantu Tn. Nikolai?
- Tentu. - Kami akan membuatmu nyaman
hingga situasi membaik.
- Ya, mari ikut aku.. - Oke. Terima kasih..
Kenapa kau tak lakukan ini?
Keluar, bawa orang banyak ke dalam dan beri mereka kamar gratis.
Apa yang kau lakukan, bodoh? Manajemen akan membunuhku!
Apa yang kau lakukan, bodoh!
Tak ada yang akan check-in dalam situasi ini.
Separuh kamar kosong.
Setidaknya restoran bisa untung dengan cara ini.
Lakukan apapun yang kau mau.
Buat mereka diam.
Teman-teman, silakan ke Lounge Bar.
Minuman ada di sana.
Kau bisa nonton berita, dan sepak bola di sana...
- Permisi... - Kemari, silakan.
...suamiku!
Apa, Bu?
Dia mengadakan pertemuan di Komisi Tinggi India.
Teleponnya tak bisa dihubungi. Panggilanku tak menjangkaunya.
Bisa mengatakannya dalam bahasa Inggris, Bu?
- Tak ada jaringan. - Jangan khawatir, Bu.
Tak ada jaringan karena protes. Mungkin itu sebabnya.
Aku punya teman di Komisi Tinggi India.
Jika mau, aku akan bertanya padanya.
Namaku Shaan Sengupta.
Tenanglah. Aku akan membantumu.
Arif, tolong bawa ibu ini untuk duduk dulu.
- Baik, Pak. - Hei!
Kau mau makan apa?
Kau saja yang makan semua ini.
Asalkan tidak masuk ke tenggorokanku.
Gadis kurang ajar!
Ada imarti?
Maaf, Bu, kuperiksa dulu.
Harap tunggu.
Ini bukan Lucknow.
Aku mencoba mendidikmu tentang makanan lezat, tapi kau menolak untuk--
Lepaskan tanganku!
Makanlah tiramisu, mousse, dan ganache cokelat.
Hentikan terobsesi dengan imarti.
Ada yang bisa kubantu, Bu?
Maaf bu, kami tak ada imarti.
Apa mau tiramisu sebagai gantinya?
Kami di Waterlily Suite. Tolong kirim ke sana.
Oke, Bu. Tentu.
Kau aneh sekali.
- Pak, mereka ingin imarti di sini. - Tak berharga makanan itu.
- Sangat! - Yang dia pedulikan hanyalah imarti.
Kenapa dia harus menjadi tanggung jawabku?
Ayo.
Saat agitasi di Dhaka berubah menjadi lebih ganas
ada peningkatan kehadiran Angkatan Bersenjata Bangladesh di kota.
Bangladesh saat ini menangani
krisis pengungsi terbesar di Asia.
Kau orang india?
Ya.
Shaan Sengupta.
Bengali?
50% Bengali...
100% India.
Katakan, ada yang bisa kubantu?
Jika tak bisa tidur, maka
minumlah cokelat panas karena di sini sangat terkenal.
Tidak...
Bagaimana caranya jika seseorang ingin pergi ke India?
Kau bisa bantu?
Jika ada masalah dengan tiket atau visa,
- maka ke meja travel-- - Tidak, tidak, tidak.
Bagaimana caranya jika seseorang harus melarikan diri ke India?
Melarikan diri?
Maaf... Bu, aku tak paham.
Apa yang tidak kau pahami?
Kau tahu siapa aku?
Tentu saja, Bu. Kau menginap di suite yang paling eksklusif.
Kau adalah tamu Freddie Rahman.
- Ya-- - Safina!
Safina!
Dimana dia?
Safina, kau!
Aku telah mencarimu kemana-mana. Ini sudah larut malam.
Aku hanya minta dia untuk mematikan AC.
Ikut denganku!
Jika kau keluar lagi tanpa izinku,
Aku akan mematahkan kakimu.
Patahkan saja!
Ayo! Patahkan!
Lalu kubilang pada Freddie Rahman
siapa yang mematahkan kaki istrinya.
Safina, kembali ke kamar.
Aku akan memberimu pelajaran.
Dada, dia butuh bantuan. Dia sepertinya dalam masalah.
Kau akan dapat masalah jika ikut campur dalam urusan pribadi Freddie Rahman.
Sesuatu pasti telah terjadi.
Apa ada suami dan istri yang tidak bertengkar?
Apa itu tak terjadi di India?
Dada...
dia masih berusia 14 tahun!
Dia masih kecil. Tapi sekarang sudah jadi istrinya.
Ny. Freddie Rahman yang ke-3.
Kau sedang di Bangladesh, bukan India.
Itu diperbolehkan di sini.
Ayahnya tak masalah dengan itu.
Hukum di sini memperbolehkan.
Gadis itu pun tak masalah dengan itu.
Kenapa kau ikut campur?
Apa yang kukatakan pada hari pertamamu?
Apa aturan industri ini?
Kau ingat?
Mata dan telinga harus selalu terbuka.
Tapi kita juga harus ingat kapan harus menutupnya.
Jika kau terus ngintip kamar tidur bosmu,
Maka...
Paham?
Safina, dengarkan aku. Suamimu akan menyukainya.
Belilah parfum.
Belikan untukku juga.
Aku akan menunggumu di kamar.
- Mau mawar dan oudh? - Ya.
Dia suka mawar dan oudh.
Bukan ini.
Kami benar-benar kekurangan
staf sekarang, dan aku perlu...
- Boleh ku-- - Apa kakimu beroda?
- Boleh kuteleponmu kembali? - Kenapa tak bisa diam di satu tempat?
Atau kau menghindariku?
Tentu saja tidak, Bu.
Katakan. Apa yang bisa kubantu?
Bicaralah dengan temanmu yang di Komisi Tinggi India.
Aku ingin pergi dari sini.
Aku minta maaf, Bu.
Aku tak bisa membantumu dalam masalah ini.
Jika mau, kau bisa bicara sendiri dengan Komisi Tinggi India,
meskipun aku rasa mereka takkan bisa membantumu.
Dan kau?
Tak lakukan apa-apa?
Aku hanya seorang manajer malam, Bu.
No comments yet. Be the first to leave one.