Season 1

Release info

Soredemo Ayumu wa Yosetekuru S01E05 Bilibili id
A Commentary by furosty
Bilibili Retail

Tags

other
Published on: 2022-08-06
Downloads: 6
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 168 lines.

Senior.

Ada apa, Ayumu?

Apakah hari ini berdiri terlalu dekat?

Benarkah?

Aku bilang kau terlalu dekat.

Bagiku ini masih jauh.

Tu...tunggu dulu.

Jika terus mendekat... akan berciuman.

Akan berciuman!

Barusan...

Mimpi pertama tahun ini.

(Episode 5: Karena Aku Ingin Mengenalmu Lebih Jauh)

Namun, kenapa bisa bermimpi seperti itu?

Apakah karena aku ingin berciuman dengan Ayumu?

Tidak, tidak, sama sekali tidak.

Selamat pagi, Senior.

Ayumu?

Kebetulan sekali.

Senangnya bisa bertemu Senior

saat liburan musim dingin.

Jadi, kau kemari ingin membeli apa?

Buku tentang shogi.

Namun, aku tidak tahu bagaimana memilihnya.

Biar kubantu memilihnya.

Eh, bolehkah?

Biar kulihat

Biar kulihat

buku yang bermanfaat bagi Ayumu.

buku yang bermanfaat bagi Ayumu.

Jangan difoto!

Tidak, aku sedang merekam video.

Lebih tidak boleh!

Dua buku ini saja.

Terima kasih, Senior.

Sama-sama.

Ah, ini dia.

Akhirnya ketemu, yang tahun lalu tidak terbeli.

Buku yang ini.

Sungguh Ingin Menembakmu.

Begitu, ya. Senior juga membaca komik ini.

Tentu saja, aku juga seorang gadis SMA.

Ini komik percintaan.

Dan ada unsur organisasi juga di dalamnya.

Ini sangat terkenal.

Kalau begitu aku juga beli satu.

Eh, apa katamu?

Terima kasih telah berlangganan.

Buku yang baru dibeli Ayumu

juga kubaca saat pertama kali bermain shogi.

Begitu, ya?

Aku sangat merekomendasikannya.

Harus manfaatkan liburan musim dingin agar maju lebih pesat.

Aku juga harus berusaha lebih keras.

Biasanya apa yang Senior lakukan untuk meningkatkan keahlian shogi?

Soal itu...

Sambil berjalan, aku bermain shogi dalam pikiranku.

Dalam pikiran.

Ya, meskipun bukan bentuk nyata,

tapi dapat dilakukan di waktu luang.

Anggap saja seperti senam otak.

Maukah mencobanya sekarang?

Baik.

Taruh Raja, 72 Kuda, 81 selangkah ke semua arah.

Sisi Penyerangan 93 perak.

Aku masih ada benteng dan jenderal perak.

Kenapa?

Senior yang sedang bermain shogi sudah mulai merayakan kemenangan.

Apa yang sedang kau pikirkan?!

Apakah Senior sedang memikirkanku?

Itu...

Kau lapar, Senior?

Sekarang malam tahun baru.

Restoran apa yang masih buka?

Di sana.

Halo.

Kau lihat, ini masih buka.

Urushi?

Ini adik kelasku.

Halo, namaku Tanaka.

Ternyata kau. Aku pernah mendengar Urushi membicarakanmu.

Mohon beri tahu aku secara detail.

Jangan, jangan asal bertanya. Sangat memalukan.

Kami kebetulan bertemu di toko buku, lalu merasa lapar.

Ternyata begitu.

Di sini bisa bermain shogi.

Di sini akan dijadikan basis shogi?

Benar-benar tidak tahan, dasar bocah.

Selesai makan, segeralah pulang.

Aku paham.

Aku pesan okonomiyaki dengan keju.

Apakah baginya kita merepotkan?

Tidak apa-apa.

Manajer restoran hanya agak galak dan kasar.

Huh!

Manajer restoran barusan berkata bahwa di sini basismu bermain shogi.

Benar.

Sejak aku kecil,

kakek dan pemilik restoran sudah berteman.

Bukan teman, tapi musuh.

Terkadang bahkan bisa main shogi di sini dari pagi hingga malam.

Benar-benar. Aku jadi repot.

Kakek Senior pasti master shogi, 'kan?

Ya.

Namun, dia sudah tiada.

Maaf atas kesalahanku.

Tidak apa-apa, dia telah meninggal bertahun-tahun yang lalu.

Setelah itu, meski aku sering datang makan okonomiyaki,

tapi sudah lama aku tidak bermain shogi di sini.

Lagipula tidak ada yang menemaniku bermain.

Ini adalah tempat yang penuh kenangan bagi Senior.

Ini, sudah jadi.

Selesai makan segeralah pulang.

Itu... Pak Pemilik Restoran.

Ya?

Setelah makan, bolehkah kita bermain shogi sebentar di sini?

Sebentar saja sudah cukup.

Huh! Tidak bisa.

Mohon pengertianmu.

Ayumu, tidak apa-apa.

Namun...

Huh. Namun saat makan, itu terserah kalian.

Ya, 'kan? Dia hanya bermulut kasar.

Ayumu, aku potong, ya.

Eh.

Baik. Silakan, Senior.

Begini cara Senior memotong okonomiyaki.

Aku bisa memotongnya seperti bentuk pizza.

Eh, sejak kecil aku memotongnya seperti ini.

Mungkin tiap keluarga punya cara memotong yang berbeda.

Itu...

Bisakah kau menceritakan tentang masa kecil Senior?

Ya, tidak masalah.

Hei!

Ketika masih kecil, dia hanya minum jus jeruk, tidak suka minuman bersoda.

Pak Manajer, tolong berikan Senior segelas jus jeruk.

Sekarang aku masih bisa meminumnya?

Dan juga...

Dia makan okonomiyaki panas-panas hingga lidah terbakar dan menangis.

Saus disemprotkan ke mana-mana.

Memalukan sekali.

Benarkan dia sering bermain shogi di sini?

Ah, benar.

Benar-benar. Sudah cukup.

Tempatku bukan tempat main shogi.

Makanlah selagi hangat.

Baik.

- Selamat makan. - Selamat makan.

Lezatnya.

Ngomong-ngomong, apakah sejak kecil Senior begitu imut?

Mulai lagi?!

Ya, waktu dia kecil...

Ah, lezat sekali. Aku sangat kenyang.

Benar-benar lezat.

Meong.

Meong.

Kucing, Senior. Itu kucing!

Eh, ini kan Kin.

Kin?

Ini kucing rumahku.

Ternyata Senior memelihara kucing.

Sepertinya agak mirip Senior.

Maksudnya mirip?

Bukankah ada pepatah, hewan peliharaan mirip dengan pemiliknya?

Oh, ya, kutunjukkan sesuatu yang hebat.

Kin, jabat tangan.

Wah, kucing ini sangat pintar.

Hehe, ya, 'kan, ya, 'kan?

Karena katamu hewan peliharaan mirip pemiliknya,

When Will Ayumu Make His Move? subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for When Will Ayumu Make His Move?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left