The first 200 lines.
Jang Geum, Oh My Grandma-
Selesai!
Dia sudah merindukanku?
Halo, Pak Han.
Kau sudah bangun, Anak Baru?
Tentu saja.
Kita akan segera bertemu, untuk apa Anda menelepon saya?
Kupikir kita harus bertemu di kantor hari ini.
Apa?
Bukan di bioskop?
Aku baru saja mendapat panggilan dari Bu Lee.
Mendadak kita punya proyek penting yang harus diselesaikan,
jadi dia ingin kita ke kantor dan menyelesaikannya hari ini.
Oh, begitu.
Mari kita menonton film ...
malam nanti selesai bekerja.
Atau lain waktu?
Tidak, saya suka menonton film di malam hari.
- Saya menyukainya. - Baiklah kalau begitu.
Baik, Pak.
Kau berdandan sangat cantik.
Apa yang kau kenakan di hari seperti ini?
Apa kau mau kencan atau semacamnya?
Kencan apanya.
Saya melakukannya menuruti suasana hati saya.
Kau mau kencan? Kurasa tidak.
Rasanya segar.
Gimana, ya?
Proyek ini cukup mendesak,
jadi membutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan.
Oh, begitu.
Berapa lama?
Yah, saya tidak tahu.
Cukup ...
lama.
Apa ini?
Kau marah karena saya meneleponmu untuk bekerja di akhir pekan?
Saya hanya menghubungi...
yang terbaik di antara karyawan saya.
Tapi, kalau kau tidak senang dengan itu,..
saya benar-benar harus memberitahumu bahwa ...
Bukan begitu, Bu.
Saya hanya memiliki banyak pertanyaan tentang proyek tersebut.
Oh begitu. Yah, tidak perlu khawatir.
Saya memiliki banyak file untuk kamu atur,
jadi saya membuatnya menjadi satu folder untukmu.
Saya akan mengirimkannya melalui email.
Saya yakin kamu akan mampu menyelesaikan semuanya pada pukul 22:00.
Menyenangkan, bukan?
Dan untuk Manajer Han dan Manajer Won,
saya ingin kalian datang dengan garis besar...
rencana penjualan perusahaan kita untuk 2019.
Bukankah kita sudah membuat file untuk itu?
Bocah rusuh ini.
Itu karena Bu Lee ingin file yang lebih sempurna.
Betul!
Manajer Won, kamu benar-benar tahu apa yang saya inginkan.
Saya pikir itu akan selesai dalam waktu sejam-dua jam, kan?
Kalau kalian selesai lebih awal,...
kita bisa minum bir di bar keren di Itaewon.
Tidak, saya punya janji.
Jadi, saya akan pulang setelah selesai.
Saya akan segera membuat file yang rapi untuk Anda.
Oke, baiklah.
Ayo pergi.
Astaga, rambut palsu ini.
Bu Lee. Bu Lee?
Ya? Apa?
Ini filenya.
Kamu sudah selesai?
Kau mau pulang?
Yah, saya mau membantu Seung Ah ...
karena saya mentornya.
Kau bilang kau punya janji. Kamu sebaiknya pergi.
Aku yang akan merawat Seung Ah.
Aku yang terbaik, bukan?
Kalau begitu, kita bisa pulang bersama-sama.
- Yah ... - Manajer Won.
Bantu Seung Ah sampai selesai...
- dan kirimkan ke saya melalui email. - Jangan khawatir, Bu Lee.
- Ayo pergi. - Tapi ...
Ayo pergi.
Selamat bekerja, Anak Baru.
Aku akan pergi sekarang.
Manajer Han, tunggu saya.
Mari kita makan beberapa kue ikan bersama-sama.
Baiklah kalau begitu. Seung Ah.
Kita harus nyaman melanjutkan pekerjaan kita.
Tanya saja apa pun yang kamu butuhkan. Aku akan membantumu.
Tidak apa-apa. Terima kasih.
Haruskah aku memijat lenganmu?
- Apa kamu ingin kopi? - Tidak masalah.
Ini sudah lebih dari 22:30.
Terlalu malamkah untuk menonton film?
Manajer Han bahkan tidak menghubungiku. Dia begitu dingin.
"Anak Baru, pekerjaanmu sudah selesai?"
"Kapan seharusnya kita menonton film bersama?"
Tidak bisakah dia mengirimkan pesan seperti itu?
Aku tidak percaya dia belum menghubungiku sama sekali.
Dia harus melaporkan kepada mentornya apakah dia sudah selesai atau belum.
Dia begitu dingin.
Haruskah aku yang nge-chat dia duluan?
Dia yang akan menghubungiku duluan, kan?
Tidak usah.
Mari menunggu.
- Mas! - Buset dah.
Apa? Kau butuh apa?
Kenapa kamu masuk?
Kau ini. Kenapa kau tidak mengunci pintunya?
Aku menguncinya. Aku yakin aku melakukannya.
Astaga, apa kuncinya rusak lagi?
Bukannya baru dibenerin beberapa waktu yang lalu?
Mas! Kenapa malah masuk lagi?!
- Kuncinya patah. - Ya, aku juga tahu.
Aku baru aja bilang begitu.
Berhenti buka-tutup pintu!
Tak ada yang pantas untuk dilihat. Berhenti ribut-ribut.
Apa? Tidak ada yang pantas untuk dilihat?
Aku cukup yakin ada yang menarik perhatianmu, kok.
Ada sesuatu yang besar di sini.
Lihat otot perutku. Aku yakin Mas melihat ini!
Sejak kapan aku bersikap sok keren begini?
Aku duluan yang harus menghubunginya.
Lo? Dia meneleponku.
Halo?
Oh, Anak Baru. Kau sudah bisa mengangkat telepon?
Ya, saya sudah di depan rumah saya.
Kamu bekerja hingga larut.
Aku menelepon untuk memberitahumu...
kalau kupikir sudah terlalu malam untuk menonton film.
Lalu, bagaimana kalau besok?
Yah, bisa diatur.
Anda suka genre apa?
Entahlah. Kau sendiri?
Saya suka aksi, roman, dan erotika.
Apa erotika sedikit terlalu banyak?
Sebentar, ya, Pak. Pintunya kenapa ini?
Anak Baru. Anak Baru.
Ada apa? Halo? Halo?
Pak, tolong bantu saya.
Nyebelin banget kunci sialan ini.
Tunggu. Aku akan segera ke sana.
- Mas, mau ke mana? - Kau sudah telepon polisi?
Sudahlah. Aku yang akan melakukannya.
Polisi?
Apa terjadi sesuatu?
Pasti kau sangat kaget. Minumlah.
Terima kasih.
Mbak, apakah ada yang hilang?
- Ya. - Apa itu?
Tolong beri tahu saya secara khusus segala sesuatu yang terpikirkan oleh Anda.
Pakaian saya.
Barang yang saya ingat ...
adalah celana dalam sutra pink.
Celana dalam.
Dan korset bra putih dengan tali.
Aku benar-benar menyukai yang satu itu.
Apa tadi?
Ada string di tengah-tengahnya seperti korset.
Jadi, kalau kau menariknya, payudaramu akan montok.
Wah, aku belum membukanya bahkan. Benar-benar baru kubeli.
Ada satu lagi.
Ini adalah apa yang tertulis di kotak.
"Ini akan mengubahnya dari B ke C cup."
"Bra ajaib yang akan mendorong dan mengumpulkan payudaramu."
Saya pikir itu apa yang dikatakan.
Saya bahkan kehilangan bantalan aqua volume gel.
- "Aqua"? - "Aqua"? Apa itu?
- Mereka bantalan bra. - Oh, bantalan bra.
Mereka tidak hanya bantalan bra biasa. Mereka benar-benar lembut dan ...
Cukup, Anak Baru. Tak perlu dijelaskan.
- Kita sudah mendapat penjelasan. - Baik.
Jadi tidak ada lagi yang hilang selain pakaian Anda?
Ya.
Kampret, dasar brengsek!
Saya yakin bahwa dia cabul.
Baru-baru ini, telah ada beberapa kasus di mana si pencuri ...
masuk ke rumah wanita lajang dan mencuri hanya pakaian mereka.
Saya rasa ini dilakukan oleh orang yang sama.
Mungkinkah...
dia orang yang Anda lihat?
Ya, ini adalah orang yang saya lihat. Itu dia.
Anda benar-benar beruntung.
Dia bahkan membawa senjata. Ini bisa saja lebih buruk.
Dan dia memiliki kebiasaan selalu datang kembali ke rumah ...
orang yang jadi korban pencuriannya.
Saya pikir akan aman bagi Anda untuk tinggal di tempat lain sementara ini.
Begitukah?
Apa yang akan saya lakukan? Orang tua saya tinggal di luar negeri.
Saya satu-satunya yang tinggal di Seoul.
Haruskah saya ke sauna karena sekarang sudah cukup malam.
Anda dapat pergi ke rumah pacar Anda.
- Apa? - Ya?
- Yah. - Yah ...
Dia bukan pacar saya.
Dia atasan saya.
Maafkan saya. Saya pikir kalian pacaran.
Saya minta maaf.
Anak Baru, keselamatanmu itu penting. Jadi, ke rumahku saja dulu.
Apa? Ke rumah Anda?
No comments yet. Be the first to leave one.