Old Bicycle (늙은 자전거)

Old Bicycle (늙은 자전거)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Old Bicycle 2015 BluRay x264 AAC FMZM
A Commentary by Doyan_Nonton
fmoviez.org

Tags

BluRay
x264
Published on: 2019-02-17
Downloads: 21
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

(Ditulis dan disutradarai oleh Moon Hee-yung)

Choi Gil-Jae putramu, bukan?

Aku tidak pernah punya putra bernama itu.

Pak.

Aku tidak tahu apa yang terjadi diantara kalian...

...tetapi Tn. Choi Gil-Jae..

Tetapi sebulan yang lalu dia meninggal karena kecelakaan.

Dasar bodoh.

Sepertinya dia berkelahi dengan geng saat pulang setelah minum-minum.

Diamlah!

Kalau kau memintaku menguburkan orang yang pergi atas kemauannya sendiri...

...kau salah tempat.

Pergilah.

Pak, pemakamannya sudah dilaksanakan.

Mereka tidak bisa menghubungi pihak keluarga mana pun...

...jadi sesuai hukum, dia dikremasi.

Kalau begitu sudah beres. Kenapa kau kemari?

Putra Choi Gil-Jae?

Benar. Itu aku.

Choi Gil-Jae adalah ayahku.

Kenapa?

Karena kau sudah mengonfirmasi...

...tolong isi formulir ini...

...lalu cap dengan segelmu.

Kalau tidak punya segel, kau bisa memakai sidik jarimu.

Apa ini?

Oh, ini formulir yang menyatakan kalau kau menjadi wali anak ini.

Apa?

Wali?

Maksudmu aku harus mengasuh anak itu?

Sembarangan.

Kakek!

Kau hanya perlu mengijinkanku tinggal di sini.

Kalau kau tidak mengisinya, aku harus memasukkannya ke yayasan.

Dia lebih rela mati daripada masuk ke sana.

Sebuah yayasan?

Yayasan apa?

Panti asuhan!

Itu bagus.

Kalau begitu langsung bawa dia ke sana.

Pak.

Tolong pikirkan baik-baik.

Aku sudah selesai berpikir!

Tetapi dia cucumu.

Sudah kubilang dia bukan cucuku!

Kau tidak akan menyesal?

Poong-do.

Ya?

Aku mau menolongmu...

Tetapi tidak mudah.

Menurutku kau harus masuk ke yayasan.

Tidak ada gunanya.

Aku akan kabur kalau kau memasukkanku ke sana.

Kabur?

Kau tidak punya tempat tujuan.

Poong-do!

Poong-do!

Ini arak beras!

Anak nakal, sayang sekali!

Itu seperti darahku!

Kelakuan kalian sama.

Minum-minum di siang hari.

Ini sebabnya aku tidak bisa tenang.

Lagipula..

Kakek!

Bagaimana alkohol bisa menjadi darahmu?

Anak nakal..

Maksudku itu lebih berharga dari darahku.

Kenapa kau kemari dan bukan masuk yayasan?

Aku akan tinggal di sini.

Siapa yang akan membawaku ke yayasan?

Pergi.

Bunuh saja aku!

Kakek!

Kakek!

Kakek!

Cepatlah!

Kebiasaanmu buruk! Kenapa tidur di sembarang tempat?

Aku tidak pernah memintamu untuk mengantarku.

Kau mengerti, bukan?

Kau sukarela mengantarku.

Diam!

Anak nakal..

Kau terlalu banyak bicara.

Semua ini dari pengalaman.

Baiklah.

Kau sudah lama hidup.

Tentu saja!

Aku pernah mengumpulkan kardus dan membagi brosur untuk mencari makan.

Aku juga pernah menjadi kurir.

Aku tidak mengantarmu dengan gratis.

Wow, sebuah kapal!

Kau pernah naik kapal?

Kakek, nanti kalau aku membelinya, kau mau naik bersamaku?

Tidak, hentikan.

Tadinya aku ingin mengantarmu dengan gratis.

Kakek.

Apakah kau punya teman?

Tidak, anak nakal.

Kenapa tidak?

Astaga.

Anak nakal.

Bisakah kau tutup mulutmu agar kita bisa berjalan dengan tenang?

Kau tidak punya pertanyaan untukku?

Anak nakal!

Mulutmu tidak pernah istirahat?

Cobalah memanggilku Poong-do.

Apakah kau akan diam kalau aku melakukannya?

Poong-do.

Ayolah.

Karena kau sudah mengucapkannya...

...ucapkanlah seperti ini, "Poong-do."

Poong-do.

Baik, kakek. Ayo!

Astaga, tidak sopan!

Ayo!

Tempat ini bukan milikmu!

Aku bangun pagi untuk ini.

Kau bau alkohol!

Kemari dan lihatlah.

Yang ini.

Kau melihat yang ini, bukan?

Matamu bagus.

Kalau kau meletakkannya di samping tempat tidur...

...kau akan langsung punya anak.

Hei, hei, hei.

Kalau itu bisa menghasilkan anak, tak ada yang mustahil di dunia ini!

Berhenti bermain-main.

Pak, ini palsu, bukan?

Itu hanya sebuah batu.

Ayolah pak, kau boleh punya tempat yang lebih luas.

Minggir.

Tuan.

Walaupun tidak asli, ini masih bisa bekerja.

Kalau kau letakkan di kasurmu dan gosok sampai mengilap...

...kau akan bisa punya anak.

Kau tidak tahu?

Kalian pikir aku ini bodoh?

Bahkan anak-anak tidak akan tertipu.

- Kau bodoh. - Sampai jumpa.

Bukan itu maksudku.

Pak, pak!

Ada apa?

Apa ini?

Pak.

Berapa harganya?

Yang itu..

Berikan saja kepadanya $130.

Apakah itu tidak jadi masalah?

Ya!

$130.

Ini, $130.

Kau anak yang pintar.

Suatu hari kau akan menyelamatkan negara ini.

Ini untuk jajan.

Sampai jumpa!

Terima kasih!

Mari kita bagi rata.

$50 untuk kakekku karena sudah menjadi umpan.

Mau ke mana kau?

Kakek!

Apa?

Apakah kau khawatir?

Tidak! Kenapa aku harus khawatir?

Aku akan melihat-lihat pasar.

Fokus pada bisnismu.

Anak nakal!

Benar-benar tidak sopan!

Siapa itu?

Dia cucuku.

Apa yang kau lakukan?

Penelitian pasar.

Berikan itu kepadaku.

Kubilang berikan kepadaku.

Mi-ja.

Tunggu, hei!

Hei, nak!

Nak!

Apakah kau memanggilku, "nak"?

Apa kau lihat ada orang lain di sini?

Benarkah?

Apa yang kau inginkan?

Nona.

"Nona?"

Apa kau lihat ada orang lain di sini?

Kau sangat lucu!

Tetapi aneh kalau kau memanggilku "Nona."

Panggil aku kakak."

Kalau begitu...

...panggil aku Tn. Poong-do, bukan "nak."

Baiklah.

Tn. Poong-do.

Kak.

Kau benar-benar lucu.

Kau cucu Tn. Choi, bukan?

Beritanya sudah menyebar?

Bukan, bukan soal itu.

Aku langsung tahu karena melihatmu memakai sepedanya.

Apakah wajah kami mirip?

Tidak..

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left