The first 200 lines.
Sub bY NETFLIX
Lalu untuk apa ke sini?
Jika bukan uang dan seks, apa yang kau cari hingga datang ke sini?
Jika memungkinkan,
aku ingin melihatmu
sekali lagi.
Aku ingin
melihat matamu lagi.
Mata?
Kau memiliki
tatapan yang sama dengan orang yang aku kenal.
Siapa dia?
Orang berkarakter buruk.
Tolong aku!
Bantu?
Atau tidak?
Tunggu.
Seorang wanita
dengan tatapan
tanpa kehangatan.
Apa wanita itu
menakutkan?
Aku menyukainya.
SEKOLAH DASAR
Aku menyukai gadis itu.
BAB 2 GADIS BERSEPATU MERAH
RUMAH SAKIT JIWA OK
Apa sekarang kau berusaha menggodaku?
Aku mengingatkanmu dengan seorang gadis dalam kenangan indahmu?
Aku tak pernah bilang kenangan itu indah.
Walaupun begini, kau tetap menyukaiku?
Jangan salah sangka.
Itu bukan kenangan yang indah.
Begitu?
Tapi,
makin buruk kenangan itu,
makin bertahan lama di hatimu.
PENERBIT SANGSANGESANG
Hei! Kenapa kau biarkan mereka bertemu?
Seharusnya kau menghentikannya.
Penulis Ko tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan.
Apa dia pernah memberi kabar?
Astaga. Bukan main.
Jika tak bisa berpikir,
seharusnya gunakan keberanianmu.
Sialan! Aku merasa rugi sudah menggajimu.
Aku ingin memukulnya sekali saja.
Sampaikan kepada Pak Lee
bahwa aku mengerti kesulitannya.
Apa?
Meskipun begitu, dia tak perlu repot-repot.
Suruh dia berhenti menghubungiku.
Ya ampun.
Kau pasti sudah menunggu lama. Jalanannya macet sekali.
Sambil berbincang denganku, silakan minum ini.
Tidak. Terima kasih.
Kau sudah mau pergi?
Jangan lupa minta tanda tangan Nona Ko.
Tanda tanganku?
- Bukan begitu... - Kau tadi memintaku
untuk mendapatkan tanda tangan Nona Ko.
Jadi, ucapanmu soal mataku
dan seorang gadis dalam kenanganmu itu
hanya demi tanda tanganku?
Tidak.
Bukan uang atau seks,
ternyata maksudmu tanda tanganku?
Tidak seperti itu.
Bagus sekali.
Sambil jumpa penggemar dadakan,
- kita bisa minum ini... - Aku akan berikan
tanda tanganku.
Ini buku terbaruku, baru saja dicetak.
Baiklah.
Sebutkan namamu.
Namamu?
Moon...
Sang-tae.
Sang-tae? Ini untuk keponakanmu?
Untuk kakakku.
Rupanya kakakmu penggemarnya.
Penggemarnya dari banyak kalangan usia dan berbagai negara.
Basis penggemarnya besar.
Selamat.
- Anggap saja ini sebagai... - Ini.
KISAH HIDUP ZOMBI
Aku pamit.
Sampai jumpa lagi.
Tidak akan terjadi.
Dia harus membawa minuman madu ini.
Pak Moon!
Pak Moon!
Pak Moon. Tunggu sebentar.
Tunggu sebentar...
Maafkan aku.
Untuk menyatakan rasa menyesalku,
tolong terima minuman madu ini.
50.000 WON
Ini terlalu banyak untukku sendiri.
Mungkin bisa kau bagikan dengan teman-temanmu.
- Begitu? - Ya.
Haruskah begitu?
Astaga! Jangan!
Jangan... Tidak!
Astaga.
Aku tidak butuh ini.
Jangan ikuti aku.
Tapi... Tunggu.
Selama sepuluh tahun membereskan kesalahan Mun-yeong,
tak pernah ada yang menolak minuman madu ini.
Aneh sekali.
Perasaanku tidak enak.
Haruskah kuberikan dua kotak?
Cantiknya.
Aku menginginkannya.
Aku menginginkannya.
Aku menginginkannya.
Apa kau memanggilku?
Kau mau pekerjaan sungguhan, 'kan?
Ya, tolong perintahkan aku apa pun.
Selidiki lelaki yang baru saja keluar itu.
- Apa? - Jika Pak Lee sampai tahu,
aku akan merobek mulutmu, jadi, selidiki diam-diam.
KISAH HIDUP ZOMBI BUKU TERBARU KO MUN-YEONG, SEGERA TERBIT
KISAH HIDUP ZOMBI
JAE-SU
Ya. Kami sedang makan.
Tadi pagi pemilik rumahmu datang dan mengomel padaku.
Air liurmu menempel. Jorok.
Air liurmu jorok.
Saat bersin tutup mulutmu,
atau bisa menularkan penyakit.
Kabar kakakmu sangat baik.
Sejauh ini.
Kau pergi ke mana pagi-pagi sekali? Bekerja paruh waktu?
Apa? Ko Mun-yeong?
Tanda tangannya?
Baiklah.
Dia mendapatkannya.
Astaga! Tunggu sebentar.
Tunggu! Aku belum selesai makan.
Tunggu!
Sang-tae. Datanglah ke acara peluncuran buku baruku.
Kau bisa mendapat tanda tangan dan foto bersama.
Mari bersenang-senang bersama.
Mun-yeong menantikanmu.
Kedip.
Ada apa dengan wanita ini?
TOKO DISEWAKAN
Apa? Kau memintaku ke mana?
Itu...
Aku harus mengemas barang pindahan,
bicara dengan pemilik rumah, dan...
Aku mau busana yang membuat penampilanku
seperti mahasiswa Universitas Oxford.
Aku juga harus membereskan semua pekerjaan paruh waktuku.
Kenapa kau bertele-tele sekali? Jangan basa-basi.
Jadi, kau memintaku pergi dengan Sang-tae
untuk menghadiri acara wanita itu?
Ya.
Baiklah. Kirimi waktu dan lokasinya.
Terima kasih, Jae-su.
Kau lebih suka aku atau Sang-tae?
Kau pemalu sekali. Menggemaskan sekali.
Selamat datang.
Ju-ri.
Kau buka toko ayam goreng lagi?
Kau senang sekali?
"Sang-tae!
Datanglah ke acara peluncuran buku baruku.
Tanda tangan.
Dapat tanda tangan dan foto bersama.
Mari bersenang-senang bersama.
Mun-yeong menantikanmu. Kedip."
"Sang-tae!" Asyik.
Harus seperti mahasiswa Universitas Oxford.
Astaga, bagus sekali.
Sang-tae. Coba baju ini.
Ini terlihat keren.
Terlihat keren...
Seperti apa ekspresi wajah yang keren?
Ekspresi wajah yang keren.
Ekspresi wajah yang keren.
Ekspresi wajah yang keren.
- Bir ini gratis. - Tapi...
Aku harus kembali sore ini, tak ingin minum bir.
- Soda? - Aku minum soda saja.
Sodanya gratis.
Kudengar kau pindah ke rumah sakit di pinggir kota?
Ya.
TOKO DISEWAKAN
Kau akan pindah ke tempat lain lagi?
Kau mengenalku. Aku sering berpindah-pindah.
Orang terakhir yang tak suka menetap di suatu tempat.
Gipsi terakhir.
Apa semua baik-baik saja?
Seperti yang kau lihat.
Bukan kau,
tapi Gang-tae.
Ya. Dia baik-baik saja, mengeksploitasi tubuhnya untuk bekerja.
No comments yet. Be the first to leave one.