The first 200 lines.
"Episode 1"
- Astaga, itu Dan Oh! - Itu Dan Oh.
Hei, itu dia.
Ada beberapa hal
yang selalu terjadi kepada tokoh wanita.
Dan Oh.
Kenapa kamu tidak menjawab teleponku?
Dia ditakdirkan menjadi obsesi para pria tampan.
Hal seperti itu selalu terjadi kepada tokoh wanita.
Dan Oh, bisa tolong tendang ke sini?
Jangan melupakan si pembangkang penyendiri.
Dia pasti pemeran utama di antara para pemeran pria.
Lama tidak bertemu, Dan Oh.
Tapi aku tidak mau menerimanya semudah itu.
Maaf.
Seleranya norak sekali.
Hei, Nam Ju.
Ini milikmu, bukan?
- Kenapa dia? - Mereka jatuh cinta.
Astaga, ini mudah ditebak.
Karena itulah lebih menegangkan.
Pertemuan sesuai takdir,
hubungan asmara,
dan Pangeran Tampan berkuda putih.
- Kamu berkhayal. - Itu TK!
Nam Ju!
Itu Baek Kyung!
Hei, Nam Ju!
Astaga, itu TK!
Bukankah mereka keren?
Trio keren, TK.
- Mereka luar biasa. - Baek Kyung!
- Astaga. - Minggir, itu berbahaya.
Apa-apaan ini?
- Apa-apaan itu? - Apa yang terjadi?
- Astaga. - Apa yang terjadi?
- Hei, bangun! - Apa-apaan itu?
Maafkan aku.
Astaga. Maafkan aku.
Singkirkan tanganmu.
Maaf. Astaga.
Kamu merusak perlengkapan seni,
seragamku,
dan wajahku.
Kamu sudah gila?
Nam Ju.
Cukup.
Kamu baik-baik saja?
Kamu pikir dirimu hebat karena jadi bagian dari TK?
Kalian semua juga sama.
Kamu wanita pertama yang melakukan itu kepadaku.
Dan Oh.
Hai, Nam Ju.
Apa-apaan itu?
"Scops Owl" oleh Kim So Wol.
Saudariku yang hidup...
Kubilang jangan macam-macam denganku!
Astaga, aku melewatkan waktu belajar.
Kamu sangat menakutkan.
Aku mau belajar.
Astaga, aku melewatkan waktu belajar.
Dan Oh, kamu belajar?
Murid yang payah
selalu berpura-pura belajar giat sebelum ujian.
Lihat betapa bersihnya buku catatan kalian.
Kamu membelinya hari ini?
Kamu ingin aku memukulmu dengan buku ini?
Hari ini ada UTS?
Murid yang pintar
selalu berpura-pura tidak belajar tepat sebelum ujian.
Lihat betapa lusuhnya buku catatanmu.
Ini bahkan tidak bisa didaur ulang.
Kamu harus membuangnya untuk dibakar, tahu.
Astaga, kamu sangat gigih.
Dan Oh, kamu bilang tidak belajar,
tapi kamu belajar sangat keras.
- Ini tulisan tanganku. - Kamu bilang...
Baik, bersiaplah untuk tes.
Tunggu, tiga menit lagi!
- Astaga. - Astaga.
- Aku belum selesai membaca. - Tunggu, tes bahasa Inggris, bukan?
Aku belajar untuk bahasa Inggris. Bukan bahasa Inggris?
- Bahasa Korea? - Ini sastra.
Aku akan gagal.
"Bahasa Korea"
Tunggu, apa ini mimpi?
"UTS Semester Pertama, Hari pertama"
Baiklah, waktu habis.
Semuanya, letakkan pena kalian.
Tunggu, kita baru saja mulai.
"Nama, Eun Dan Oh Subjek, Bahasa Inggris"
Tolong.
"UTS Semester Pertama, Hari keempat"
- Aku sudah selesai. - Terima kasih!
"Bahasa Inggris"
Apa yang terjadi?
Terima kasih, Pak.
Akhirnya selesai. Ayo jalan-jalan.
- Mau makan pasta? - Baik!
UTS baru dimulai.
Apa?
Kalian bercanda?
Kamu belajar sekeras itu?
Kamu benar-benar kebingungan.
Ya! Ada lebih dari 200 yang suka!
Sulit kupercaya Ju Da jatuh
tepat ke pelukan Nam Ju
seolah-olah dia merencanakan ini.
Beraninya dia melakukan itu kepada Nam Ju.
Aku tidak akan membiarkannya.
Lihat wajah Sae Mi. Itu karya seni.
Su Chul, tutup mulutmu.
"Su Chul, tutup mulutmu."
- Kamu sungguh ingin mati? - "Kamu sungguh ingin mati?"
- Sialan! - Astaga.
Kemari!
Aku ingat sampai bagian ini.
Ju Da jatuh karena Nam Ju.
Lalu aku tidak ingat.
Apa ini?
Aku pasti gila.
Jangan khawatir. Orang tidak menggila semudah itu.
Tidak, ingatanku benar-benar menghilang.
Apa itu efek samping dari operasi jantungku?
Atau karena obat baruku?
Dokter Lee, apa aku akan mati?
Aromanya sedap.
Tolong sampaikan terima kasihku kepada ayahmu.
Dokter Lee.
Kudengar kamu mengurangi waktu tidur
untuk belajar dengan giat.
- Sungguh? - Cuacanya makin panas,
dan gadis dengan jantung lemah sepertimu
memaksakan diri.
Ini bukan hari pertamaku sakit.
Berapa kali harus kukatakan kejadiannya tidak begitu?
Aku berteleportasi dan mendengar suara-suara aneh.
Kamu sangat sehat.
Tidur yang nyenyak akan memperbaiki dengungan di telingamu.
Untuk masalah teleportasi...
Mengurangi baca komik akan meringankan itu.
Aku sedang tidak bercanda!
Ini gejala sementara yang bisa dialami semua remaja.
Itu bukan masalah serius, jadi, jangan khawatir.
Benar. Bukan masalah serius.
Sebenarnya ini masalah besar.
Tenanglah.
Pasti hanya aku remaja di negara ini
yang mengalami gejala seperti itu.
Kupikir penyakit jantung sudah cukup.
Astaga, aku menjalani kehidupan yang dinamis.
Kenapa ini terjadi kepadaku?
Apa Kyung juga mengganggumu belakangan ini?
Cinta tidak berbalas juga bisa menyebabkan stres.
Aku sangat frustrasi. Kenapa kamu membahasnya?
Anak-anak zaman sekarang amat bersemangat untuk jatuh cinta.
Sumpah. Ada yang salah di sini.
"Fakta baru. Kamu gagal mengingat objek dan nama orang."
"Kamu juga tidak ingat kejadian di masa lalu."
Itu bukan aku.
"Penyakit Alzheimer"
"Kamu kesulitan bicara dan tidak memiliki pertimbangan."
"Kamu tak bisa menjalani kehidupan sehari-hari."
"Saat keadaan memburuk, kamu berhalusinasi."
Berhalusinasi?
"UTS Semester Pertama, Hari pertama"
Tapi itu hanya berlangsung sebentar.
Selain itu, aku baik-baik saja.
Jadi, apa penyakitku?
Kamu mampir ke rumah sakit?
Tidak?
Bukankah ayah sudah bilang
kamu harus bersama Dan Oh
setiap kali dia pergi ke rumah sakit?
Aku tidak tahu.
Kamu tidak tahu berapa banyak bisnis milik Pimpinan Eun?
Kenapa kamu melepaskan kesempatan itu?
Maafkan aku.
Keluar.
Keluar.
Sial.
Kyung.
Selamat pagi.
Kudengar kamu pergi ke rumah sakit.
Apa? Bagaimana kamu tahu?
Ayahku bilang ayahmu khawatir.
Aku baik-baik saja. Itu bukan apa-apa. Aku hanya stres.
Apa kamu begitu ingin kuperhatikan
sampai melibatkan keluargaku dalam hal ini?
- Apa? - Beginilah caramu menjalani
pertunangan kita.
Terkadang, aku...
Lupakan saja.
Aku benar-benar sakit.
Aku tidak bisa mengingat beberapa hal belakangan ini,
dan mendengar suara-suara.
Dan Oh. Salahkan saja penyakit jantungmu seperti biasa.
Jangan memaksakan diri.
Dasar...
Aku pergi ke rumah sakit karena benar-benar sakit.
No comments yet. Be the first to leave one.