The first 200 lines.
Hei, kau ngomong apa?
Aku dapat nilai tertinggi di pemrograman komputer, bro.
Selama ini aku jadi orang baik, padahal aku bisa meretas akun mana pun.
Apa? Kau mau aku meretas akun mantanmu?
Kau perlu membayarku.
Nanti kita telponan lagi, aku harus pergi, bro.
Oke bro. Sampai jumpa.
Kalian sudah tumbuh besar?
Kalian sudah makan?
Semuanya dapat bagian.
Tunggu giliranmu.
Sialan...
- Sial! Ada orang datang. - Tunggu!
Oh maaf.
- Bro, apa kabar? - Hey.
Siapa yang di pintu keluar bersamamu tadi?
Kau benar-benar punya nyali.
Jangan sampai ketahuan, atau kau bisa dapat masalah besar.
Kau mengintip? Itu kau?
Namanya Beth dari lantai sembilan.
Aku tidak bisa ngentot di ruangan unitku, jadi kami main di depan pintu darurat.
Ngomong-ngomong, aku punya tetangga baru.
Dia berbeda. Cantik dan seksi, bro.
Dia masuk lewat pintu keluar.
Kau selalu seperti itu, tapi kau tidak pernah mencoba.
Kau sangat pemalu, itu sebabnya kau masih perjaka.
Kau tampan. Banyak perempuan yang menyukaimu.
Kenapa kau menyia-nyiakannya?
EJ, aku sebenarnya mau.
Tapi aku takut. Aku satu-satunya anak yang diandalkan keluargaku.
Untung saja sepupuku mengizinkanku tinggal di kondominiumnya.
Semuanya terasa sulit.
Lihat Lewis, dia menghamili seseorang.
Padahal dia menggunakan kondom.
Dia harus berhenti kuliah.
Dan kau, bukannya kau tertular PMS
karena menggunakan kondom palsu?
Selain itu, aku lebih suka menghabiskan uangku untuk beli makanan.
Bro, itu dia tetanggaku.
Bro, kau sudah mengerjakan apa yang kuminta?
- Hei, bro! - Oh, bukankah sudah kukerjakan?
Aku sudah membuka akun pacarmu.
Kau bisa membaca semua pesannya.
Kenapa kau tidak menyalin kata sandinya, agar kau tidak kehilangan aksesnya.
Bukan bro, yang kumaksud rekening bank ibuku.
Mereka memotong uang sakuku.
Aku hanya perlu mentransfer sedikit ke rekeningku.
Maaf bro, kami tidak mau melakukan itu.
Itu terlalu berisiko dan berbahaya.
Aku akan melipatgandakan pembayarannya.
Bahkan tiga kali lipat.
Maaf bro. Aku benar-benar tidak bisa melakukannya.
Coba cari orang lain. Ada banyak yang bisa.
Maaf, aku sungguh tidak bisa membantu.
- Ayo pergi? - Ayo.
Kupikir kau akan menerimanya?
Dia akan membayar tiga kali lipat.
Kau penakut.
Kau gila?
Tenang, bro.
Aku seorang penipu.
Aku tidak mau terlibat dalam masalah seperti itu.
Terserah.
Hei, ulang tahunmu sebentar lagi?
Apa yang akan kau lakukan?
Ayo ke tempat makanan laut itu.
Tempat makanan laut apa? Apa yang akan kita lakukan?
Aku tahu tempat lain yang bisa kita kunjungi.
- Kau tahu di mana? - Di mana?
Kemari.
- Permainan? - Bukankah di sana bisa tertangkap?
Aku tak sabar ingin pergi, tapi berbahaya bro.
Itu sudah lama sekali. Aku masih hidup, kan?
Dan aku masih belum punya anak.
Itu tentang tekniknya bro.
Pergilah sendiri.
Kau selalu memfantasikan tetanggamu.
Kau akan meledak.
Kau gila!
Ayo pergi.
Jangan takut. Ini terkadang terjadi.
Ini lift tua, tapi aman.
Tenang.
Aku hanya tidak nyaman berada di ruang sempit.
Aku merasa tercekik.
Tunggu sebentar, nanti akan bergerak lagi.
Ngomong-ngomong, aku Alex.
Kau pasti baru di sini.
Jika kau butuh sesuatu,
seperti cuka, kecap, atau merica, beri tahu aku.
Aku tinggal di sebelah.
Cuka, kecap, merica? Aku membuat adobo?
Hei, itu dilarang.
Tidak dilarang jika tidak ketahuan.
Kau orang dari unit sebelah, kan?
- Mau duduk? - Tentu.
Dengan siapa kau tinggal di unitmu?
Biasanya hanya aku, tapi terkadang, pamanku berkunjung.
Dan kau? Bagaimana denganmu?
Hmm...
Oh, hanya aku.
Sepupuku mengizinkanku menggunakan tempat itu karena dia di Amerika.
Keluargaku ada di provinsi ini.
Oke.
- Aku di sini kuliah. - Apa jurusanmu?
Software Engineering.
Kebanyakan hal-hal geek tapi itulah keahlianku.
Aku pandai mengutak-atik komputer dan gadget.
Apa yang kau lakukan?
Aku lupa kata sandinya.
Coba kulihat.
Ini, coba periksa.
Wow, kau benar-benar pandai dalam ini.
- Kau seorang hacker? - Sst.
Gila.
Terima kasih.
Oh maaf!
Setelah kau menyentuhnya,
kau harus merasakannya.
- Meleleh. - Hah?
Es krimmu meleleh.
- Oh... - Permisi.
Jika kau tidak sibuk, aku bisa membuatkanmu camilan.
Sebagai ucapan terima kasih sudah memperbaiki ponselku.
Hah?
Kau tidak mau?
Tentu saja aku mau.
Oke.
- Oh, masuklah. - Hei.
Apa pekerjaanmu?
Aku guru sejarah.
Keren...
Menurutmu begitu? Kau di tahun berapa?
Aku di tahun keempat.
Ah, benarkah? Berapa usiamu?
Delapan belas, aku dipercepat dua tahun. Jadi, aku akan segera lulus.
Oh... ini...
- Hadiah terima kasihku. - Terima kasih.
Enak?
Tentu. Tapi... apa ini?
Oh, bukan apa-apa, aku hanya bingung mau buat sesuatu.
Kau mau ke beranda?
- Tentu. - Ayo.
Sepertinya kau menyukai tanaman.
Ini punya bibiku. Dia memintaku untuk merawatnya.
Aku juga semakin menyukainya.
Aku juga menyukai tanaman. Kami punya pertanian kecil di provinsi ini sebelumnya.
Tapi kami harus menjualnya saat ayahku sakit.
Sekarang tidak ada lagi yang tersisa, hanya aku yang mereka andalkan.
Itu sebabnya aku mengambil risiko di sini di Manila,
tapi rasanya aku tidak pantas ada di sini.
Aku juga.
Kau tahu perasaan mengikuti arus,
- ...mengetahui... - ingin ambil jalan yang berbeda.
Tepat sekali. Itulah yang kurasakan.
Bagaimana denganmu?
Rencanaku pergi ke Dubai.
- Itu negara terbuka, kan? - Mhm.
Jadi, kau hanya perlu tiket pesawat dan paspor.
Mereka bilang bayarannya bagus untuk profesional IT di sana.
Aku sudah punya paspor, tinggal ongkosnya saja.
Jika aku dapat kesempatan,
Aku akan pergi ke sana meskipun aku tidak menyelesaikan kuliah.
Luar biasa,
itu rencana aku juga, pergi ke Dubai.
Aku punya teman yang tinggal di sana
dia bilang gaji guru di sana bagus.
Itu sebabnya aku menabung untuk ongkosnya.
Benarkah? Kalau begitu ayo pergi.
Kita mungkin ditakdirkan untuk satu sama lain.
Mungkin kompatibel?
Aku akan ikut kau ke sana, oke?
Tanaman itu hampir tidak bisa bertahan.
Yang itu tidak terlalu diperhatikan.
Tapi sekarang setelah kau merawatnya, ia pasti akan hidup.
Maukah kita menyiramnya?
- Oh sial, kau harus pergi. - Hah?
- Ada apa? - Pamanku akan datang.
Dia galak, dia tidak mengizinkanku menerima tamu.
Kau harus pergi.
- Oke, sampai jumpa besok. - Oke. Ayo.
Kau tidak bosan di kondominiummu?
Tidak.
Kau sudah lama menetap di sana.
Tidak perlu lagi berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Jangan bertingkah lagi dan berakhir entah di mana.
Kau punya banyak ayam sekarang.
Banyak
tapi yang ini adalah favoritku.
Aku memberinya makan Enertone .
Saat kuberikan ini pada ayamku,
mereka tumbuh dengan baik.
Dan lebih berpeluang menang.
Bahkan di praktiknya, kau bisa melihatnya dalam kondisi bertarung.
Begitulah caraku menjaga ayam favoritku. Harus dimanja.
Tapi jika membuat kekacauan,
Aku akan menghukumnya.
Sama sepertimu, kau kumanjakan.
- Apa itu? - Aku dari pesta.
Ini hari ulang tahunku, aku membawakan kue untukmu.
No comments yet. Be the first to leave one.