The first 134 lines.
Aku memang sudah memutuskan untuk pergi ke Benua Begaritt, tapi...
Jika Sylphy menangis saat kuberi tahu,
rasanya keyakinanku akan goyah.
Aku mencoba berdiskusi dulu dengan Elinalise.
Aku ini menyuruhmu untuk tinggal.
Ya, tapi tetap saja...
Apa boleh buat, kalau begitu ayo pergi berdua.
Terima kasih banyak.
Aku juga baru pertama kali ke Benua Begaritt,
tapi perkiraan kasarku butuh delapan bulan untuk sekali jalan.
Itu jauh lebih cepat dari perhitunganku.
Petuah orang tua memang beda.
Bisa berhenti menyanjungku begitu?
Tapi yang jadi masalahnya
adalah kutukanku.
Selama perjalanan, aku tidak akan melakukannya denganmu.
Ya, benar.
Apa tidak bisa memakai alat sihir yang dibuat Kak Cliff?
Bukankah itu bisa meringankan kutukanmu?
Kalau harus membawa itu,
berarti aku harus memberi tahu Cliff tentang perjalanan kita.
Kau masih belum memberitahunya?
Ya.
Tolong dibicarakan dengan baik.
Ini bukan perpisahan, tapi untuk yang akan datang.
Benar juga, ya.
Pulang pergi butuh 16 bulan.
Tergantung seberapa parah kondisi di sana, akan butuh dua tahun.
Aku harus berpamitan dengan benar pada semuanya.
Silakan masuk.
Ada apa?
Tidak biasanya datang di jam seperti ini.
Sebenarnya aku datang untuk menyampaikan sebuah berita buruk.
Berita buruk?
Aku akan melakukan perjalanan menuju Kota Labirin Rapan di Benua Begaritt.
Kurang lebih butuh dua tahun untuk pulang pergi.
Begaritt? Kota Labirin Rapan? Dua tahun?
Aku minta maaf padahal sudah berjanji akan membantumu.
Tapi bagaimanapun juga aku harus pergi ke sana.
Dua tahun.
Kalau begitu, permisi.
Tunggu sebentar.
Coba lihat ini.
Ini?
Peta yang memuat lokasi
lingkaran sihir teleportasi yang tersebar di seluruh dunia.
Yang tertulis di halaman itu adalah
lokasi lingkaran sihir teleportasi dari Sharia menuju Benua Begaritt.
Bukankah kau bilang tidak ingat lokasinya?!
Soalnya aku dibungkam.
Tapi tidak salah lagi aku pernah dengar nama Kota Rapan.
Dari Bazaar yang ada di dekat lingkaran sihir teleportasi ini,
kau tinggal jalan ke utara sebulan untuk sampai ke sana.
Satu bulan, katamu?!
Masih sempat untuk persalinan Sylphy.
Tapi jangan disebarkan, lo.
Lingkaran sihir teleportasi itu teknik terlarang.
Akan langsung dihancurkan kalau sampai ada negara yang tahu.
Terima kasih, Nanahoshi.
Aku tertolong.
Aku hanya membayar utangku.
Cepatlah pulang untuk membantu penelitianku, ya.
Baik!
Aku ingin pergi menolong Ayah dan Ibu.
Baiklah, serahkan perkara rumah padaku.
Maaf aku tidak bisa menjaga janji untuk tidak pergi tiba-tiba.
Sudah kamu jaga, kok. Tidak tiba-tiba sama sekali.
Kira-kira akan berapa lama? Sekitar dua tahun?
Sebenarnya aku bisa memakai
lingkaran sihir teleportasi dari bantuan Nanahoshi.
Jadi kemungkinan aku bisa pulang saat persalinanmu.
Teleportasi?! Apa tidak apa-apa?!
Tenang saja, aku pasti akan pulang.
Baiklah.
Aisha.
Ah, iya?!
Tolong, ya.
Seharusnya tidak masalah.
Kalau tidak bisa, minta tolonglah ke orang yang sekiranya bisa diandalkan, ya.
Jangan mencoba melakukan semuanya sendiri.
Baik.
Norn.
Iya, Kak?
Kalau Sylphy dan Aisha terlihat kerepotan, bantulah mereka, ya.
Baik!
Oh, iya, setidaknya biar kita tentukan nama anak kita sebelum aku berangkat.
Na-Nama?! Rudy...
Kenapa Kakak bilang begitu?
Kakak...
Kalau kamu memberi nama anak kita sebelum berangkat,
nanti kamu tidak bisa pulang.
Sial! Jadi itu pertanda kematian di dunia ini, ya.
Kalau begitu begini saja.
Namanya baru diberikan setelah Kakak pulang.
Sampai saat itu kita panggil saja dengan Rudeus Junior.
Baiklah.
Apa Sylphy tidak masalah?
Ya.
Sylphy.
Ya.
Karena sudah memutuskan untuk pergi,
aku memberi salam ke semua kenalanku.
Aku belum bertemu Badigadi sejak saat itu.
Yah, paling dia juga sehat.
Aku mengajukan cuti ke Wakasek Jenius.
Aku juga diberi izin meminjam buku tentang teleportasi dan Benua Begaritt.
Untuk berjaga-jaga saja.
Rencana perjalanannya begini.
Dalam satu pekan
menuju hutan tempat lingkaran sihir teleportasi.
Melakukan teleportasi dari sana menuju Benua Begaritt,
kemudian menuju Rapan selama satu bulan.
Lalu secepatnya menyelamatkan keluargaku
dan kembali dengan rute yang sama.
Persiapannya sudah selesai.
Rudeus, persiapannya sudah selesai?
Ya, tidak ada masalah.
Rudeus.
Memang belum selesai, tapi sudah berhasil dibuat versi kecilnya.
Ini cukup elastis, jadi tidak masalah dipakai dari luar.
Kuserahkan Lize padamu.
Baik.
Cliff...
Lize, setelah kau pulang, ayo adakan upacara pernikahan.
Kutukanmu memang belum lepas,
tapi ayo beli rumah dan tinggal bersama.
Selama ini aku tidak melakukannya, makanya kamu jadi khawatir, kan?
Apa aku cuma banyak omong saja.
Cliff...
Aku ini wanita jahat yang ingin pergi diam-diam, lo.
Upacara pernikahannya akan pakai adat Milis, apa tidak masalah?
Walau Lize bukan penganut Milis.
Cliff, aku mencintaimu! Lebih daripada siapa pun di dunia ini!
Rudy.
No comments yet. Be the first to leave one.