The first 200 lines.
Dasar gila!
Lihatlah kau sekarang...
kau benar-benar sudah berubah.
Lalu...
kenapa kau pipis di celana?
Apa aku sudah membuatmu terkejut?
Tidak. Air ketubanku pecah.
Air ketuban? Apa maksudmu?
* Anak tidur tenang. *
* Anak...*
* tidur tenang *
Kita harus segera membeli tiketnya, lalu...
- Fokus. Kita sedang rapat 'nih. - Aku tahu.
- Musim ke dua diadakan di Yordania. - Benar, Yordania.
Di tengah padang gurun Yordania, tersangka itu muncul dengan menaiki unta.
Itu harus jadi adegan awalnya.
Setelah itu, baru dia mencari emasnya sambil memulai petualangannya.
- Petualangan emas! - Petualangan emas dengan palu ajaib!
Ini harus menjadi musim yang paling menakjubkan dari MacGuffin.
McMuffin?
- MacGuffin! MacGuffin! - Bukannya itu nama menu sarapan?
Kapan Ho Goo kemari?
Aku tidak tahu. Dari tadi dia tidak mengangkat telponnya.
Dia juga tidak ada di rumah dan tokonya.
- Menurutmu dia ke mana? - Mungkin dia tertidur di tempat sauna.
Memangnya dia bisa kemana lagi? Dia sudah tidak ada tempat lain.
Halo?
Iya, Pak Manajer! Selamat Natal!
Ada yang bisa saya bantu?
Iya, iya, iya.
Iya.
Apa?
Pak, memangnya hanya bisa segini? Apa tidak bisa lebih cepat lagi?
Anda bisa tenang sedikit, tidak? Apa anda pernah dalam kondisi ini?
- Tangan saya saja sampai berkeringat! - Pak, lampu merah!
Do Hee, kau tidak apa-apa? Kalau sudah tidak tahan, teriak saja.
Ho Goo.
Keluarkan buku dari dalam tasku.
Buku, buku, buku.
Ini! Kenapa, kenapa? Sakit ya? Apa sakit sekali?
Sepertinya, bayinya sudah mau keluar.
Do Hee, apa kau sudah mau melahirkan? Di sini?
Kacau ini! Dia jangan sampai melahirkan di sini!
Do Hee, apa bayinya sudah mau keluar?
- Biar aku tangkap bayinya! - Jangan, gunakan jaket saya saja.
Jangan bergerak!
Buka halaman ke-32 yang sudah diberi warna.
'Proses kelahiran.'
'Disaat darurat...'
'anda harus segera mencari Rumah Sakit terdekat yang berjarak 5-10 menit.'
- Kita sudah di mobil ini berapa lama? - 45 menit.
Kontraksi terakhirku sudah 25 menit yang lalu.
Berarti kemungkinan kontraksinya bisa terjadi 20 menit lagi.
Kalau begitu, coba baca halaman ke-45.
- Pak! Lampu hijau! - Hah?
Lampunya sudah hijau. Jalan!
Jalan!
Tarik nafas dalam-dalam dan jangan panik.
Pertahankan terus. Saya akan kembali.
Kau tidak apa-apa?
Apa sakit sekali?
Aku tidak apa-apa.
Kondisiku tidak separah itu.
Apa yang tertulis di buku?
Di buku ini...
dikatakan, Perawat harus selalu memeriksa kondisi sang Ibu dan janin.
Baiklah.
Terima kasih.
Tidak apa-apa.
Aku harus segera pergi. Aku pergi ya. Daa.
- Kapan Suamimu... - Sebentar lagi dia datang.
Bukannya sebelum pergi sebaiknya aku menyapa Suami-mu dulu...
Sepertinya tidak usah ya. Aku ini kenapa sih?
Sampai nanti.
Hati-hati.
Pak, apa anda sudah mau pergi?
Iya, saya bukan keluarganya.
- Sebentar lagi Suaminya akan datang. - Hah?
Tadi Ibu itu bilang Suaminya sedang ke luar negeri dan tidak bisa datang.
- Ke... ke luar negeri? - Iya.
Ibu itu juga bilang kalau dia sebenarnya dari luar negeri dan baru datang.
Tapi kalau dilihat-lihat, dia mirip perenang itu ya.
Siapa tuh namanya?
Yang mendapatkan medali perunggu..
Do Do Hee.
Do Do Hee! Ibu itu mirip dengannya, kan?
Iya.
Dia memang mirip Do Do Hee.
Setelah kita memastikan organ vitalnya, kita akan langsung ke ruang persalinan.
Istirahat saja kalau terasa makin sakit tekan tombol ini.
Baik.
Apa Suami anda akan datang?
Tidak.
Saya sudah bilang, dia ada di luar negeri.
Oh iya, apa ada orang lain yang akan datang?
Tidak akan ada yang datang.
Hanya saya sendiri.
Saya akan melalui proses ini sendirian... apa tidak boleh?
Tentu saja boleh, saya hanya ingin memastikan supaya ada yang menjaga anda.
Apa anda bisa berbaring sebentar lagi?
Sebaiknya miring saja. Iya benar!
Elize Do...
- Halo! - Ho Goo! Kita dalam masalah!
- Apa yang harus kita lakukan? - Ada apa?
- Mereka mau memecat kita? - Apa?
Sangat disayangkan.
Tapi seperti yang kalian ketahui, 'The Death of Suspect 'X'....
Itu bagian puncaknya!
Iya, puncaknya justru tidak begitu bagus dan jumlah pembacanya sangat sedikit.
Manajer, anda tidak bisa menilai hasil karya kami seperti itu!
- Penggemar kami sangat banyak. - Maaf.
Keputusannya sudah dibuat.
Pak Manajer, tolong jangan begini! Pertimbangkan lagi!
- Pak Manajer, tolong pertimbangkan lagi! - Tae Hee, aku harus pergi.
Apa?
Kau sudah gila ya? Mau apa lagi kau ke sana?
Aku takut hal yang buruk terjadi.
Dia sedang hamil.
Paling sebentar lagi bayi itu akan lahir.
Lalu, apa urusannya denganmu?
Ini aneh. Harusnya kalau dia sudah menikah, beritanya sudah ada di mana-mana.
Anehnya, sampai saat ini tidak ada satupun yang memberitakan tentang itu.
Dan, mengenai Suaminya yang ada di luar negeri itu juga aneh.
Dia juga bilang pada pihak Rumah Sakit kalau dia orang luar negeri.
Anehnya lagi. Dia tidak menggunakan namanya sendiri!
Aneh, memang aneh... tapi yang lebih aneh itu kau!
Kang Ho Goo. Temanku. Sahabatku!
Kalau sekarang kau menghilang, Chung Jae sudah jelas akan mengamuk!
Dan kalau Ho Kyung tahu kau berhubungan dengan wanita hamil...
dia pasti akan membunuhmu.
Pak Manajer.
Iya, Tae Hee memang benar.
Sebenarnya, memang aku yang aneh.
Saat ini, aku berhubungan dengan wanita hamil...
Jangan begitu lah.
Tapi aku tidak boleh diam saja. Tidak boleh.
Kalian 'kan tahu, bukan aku yang memutuskannya seorang diri.
Hanya saya sendirian.
Saya akan melalui proses ini sendirian... apa tidak boleh?
Menurutku, yang jadi bukan urusanku adalah...
mencari tahu siapa bayi itu.
Kita sudah lama berkerja sama. Apa anda tega?
- Mungkin ini takdirnya. - Ini pasti takdir.
Takdir yang memaksaku harus berpisah dengan Do Hee.
- Apanya yang takdir? - Kenapa kalian menekanku?
Kalian tahu 'kan, aku cowo melankolis.
Aku tidak boleh lemah...
ataupun mengeluh lagi.
- Tolong perhatikan kami! - Kenapa kalian seperti ini?
Kalau begitu, coba merokoklah didepanku.
Dengan begitu, aku bisa menyakiti diriku sendiri.
Dan, yang ada di perutku ini mungkin juga bisa hilang.
Aku tidak mau...
- Ini hari Natal! Natal! - Tolong bantu kami! Tolong!
Aku belum sempat membuat permintaan! Tolong bawa ini bersamamu!
Aku takut!
Aku tidak bisa berdiam diri lagi!
Tae Hee, aku minta maaf! Chung Jae, aku mencintaimu.
Sampai nanti, Pak.
Hei!
Jangan perdulikan dia!
Namaku Ho Goo.
Karena aku, Kang Ho Goo.
[Mari melewati hari Natal bersama keluarga.]
Ini termos.
Beberapa handuk.
Dan juga kaus kaki.
Banyak orang bilang, perempuan sering kedinginan saat ingin melahirkan.
Tapi, ada satu yang tidak aku beli.
Kau sedang apa?
- Matras bayi! - Kenapa kau ke sini lagi?
Anu...
Tadi aku tidak sengaja mendengar obrolanmu...
kau bilang, kau hanya sendirian.
Tidak ada yang menemani saat persalinanmu.
Kenapa kau menyembunyikan nama aslimu?
Lalu, kenapa juga kau memakai kacamata aneh itu?
Apa kau benar-benar sudah menikah?
Lagipula, aku juga penasaran dengan wajah bayimu.
Masih banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan padamu.
Kenapa?
Memangnya kau siapa?
Kalau begitu aku tidak tanya.
Aku tidak akan tanya. Aku tidak akan tanya apa-apa.
Aku hanya ingin menemanimu.
Sampai bayimu lahir.
Mungkin hal buruk bisa saja terjadi.
Pasti lebih menakutkan kalau kau melewatinya sendirian.
Kenapa kau seperti ini?
Kenapa kau melakukan ini untukku?
Kau tidak ada alasan untuk melakukan semua ini.
Kembalikan semua barang-barang ini, mengerti?
Oh iya, sekalian ongkos taksinya biar aku ganti.
Berapa tadi ya harganya? Kalau tidak salah 7600 won...
Apa kau ada kembalian?
Kita 'kan teman.
Kau yang bilang kita ini teman.
Kalau begitu harusnya kau tidak keberatan kalau aku menemanimu, kan?
Aku tidak keberatan membayar ongkos taksi itu.
Dan tidak ada yang aneh, saat teman membelikan temannya hadiah.
No comments yet. Be the first to leave one.