Release info

아버님 제가 모실게요 Father I'll Take Care of You E28-170218
A Commentary by anyhow
[VIU Version] Perfectly synced for all versions. Saya hanya menyelaraskannya dengan semua versi dari episode 28 dan mengunggahnya. Selamat menonton 😊

Tags

other
Published on: 2017-02-19
Downloads: 4
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 28"

Di mana Seong Joon?

Entahlah, dia belum bangun.

Benarkah?

Aku akan memeriksanya. - Tidak usah, aku saja.

Seong Joon.

Seong Joon.

Ayah.

Kamu sedang apa? Kamu tidak menjawab panggilan ayah.

Apa yang sedang kamu pikirkan sampai tidak mendengar ayah?

Bukan apa-apa.

Kamu sangat berkeringat. Kamu sakit?

Tidak, aku baik-baik saja.

Lihat dirimu.

Aku tidak sakit. Aku baik-baik saja, Ayah.

Kamu yakin?

Tentu saja.

Keluar dan sarapanlah. Ibu mencemaskanmu.

Baiklah. - Ayo cepat.

Ya.

Ya, Kak.

Seong Joon, ambil koran pagi ini. Cepat ambil.

Apa?

Kita sudah menemukan Pengacara Han Seong Sik.

Baik, aku mengerti.

Ambil korannya agar Ayah tidak membacanya.

Astaga.

Ada yang meneleponku. Kita bicara lagi nanti.

Reporter Yim, apa yang terjadi?

Kamu sudah sarapan?

Aku baru saja mau sarapan.

Ibu sudah sarapan? - Ya, ibu makan roti tadi.

Ibu ke bawah untuk minum kopi.

Ibu bisa minum kopi selagi kami menyarap.

Sepertinya bisa. Ini korannya.

Aku selalu memberi tahu mereka untuk mengantarkannya dengan benar,

tapi mereka melemparnya dengan ceroboh.

Terima kasih.

Kamu belum berangkat kerja?

Ya, sebentar lagi.

Jeong Ae, tolong buatkan ibu secangkir kopi.

Baik. - Ayo.

Baiklah.

Kenapa kamu membaca koran selagi makan?

Dia benar. Itu mengganggu. Singkirkan.

Apa ini?

Ada apa?

Ada apa?

Bukankah ini foto Seong Hoon?

Apa yang terjadi?

Astaga, bukankah ini Seong Hoon?

Itu Seong Sik di sebelahnya.

Kenapa mereka ada di foto ini? - Apa yang terjadi?

Kenapa kedua cucuku ada di koran?

Ibu, tenanglah. Biar aku baca ini tentang apa.

"Pengacara terkenal yang terlibat dalam persekongkolan

Partai Minjeong dan Grup Seonghan

ternyata mantan pewara, Han Seong Sik."

"Dia dijadwalkan untuk diinterogasi oleh jaksa penuntut."

Astaga.

Hei, Seong Joon.

Apa ini? Kamu mengetahui soal ini?

Ya.

Aku ditelepon Kak Seong Hoon.

Apa yang dia katakan? - Apa yang dia katakan?

Itu...

Seong Joon.

Di mana Seong Hoon dan Seong Sik? Apa mereka ada di rumah?

Ibu.

Ada apa? - Ibu.

Jeong Ae. - Sayang.

Astaga, hei. - Ibu.

Ibu. - Jeong Ae, bertahanlah.

Cepat bawa dia ke kamarnya. Bagaimana ini?

Apa dia akan baik-baik saja?

Sayang, kamu tidak apa-apa?

Jeong Ae, astaga. Apa yang terjadi? Jeong Ae!

Lalu, kamu di mana? Aku bertanya kamu di mana!

Menurutmu di mana? Aku di kantor.

Aku bersama Kak Seong Hoon.

Reporter berkerumun di luar kantor.

Jadi, aku tidak bisa pergi.

Sayang.

Aku sungguh minta maaf.

Itu...

Tapi Sayang,

aku merasa sangat kotor.

Bisakah kamu membawakanku celana dalam baru?

Dasar bodoh!

Kamu ingin mengganti celana dalam saat situasi seperti ini?

Kamu tidak perlu memukulku.

Aku manusia. Aku berhak mendapatkan celana dalam baru.

Kakak tidak tahan denganmu!

Sudah kakak bilang,

jangan terlibat dengan Grup Seonghan dan Partai Minjeong.

Kakak.

Tolong jangan pukul aku. Apa pun itu, jangan pukul aku.

Kamu tidak pernah mendengarkan kakak.

Apa yang akan kamu lakukan dengan semua reporter itu?

Bagaimana kamu akan menangani penyelidikan jaksa penuntut itu?

Kak.

Jangan membahas hal itu.

Penyelidikan oleh jaksa penuntut...

Aku takut sekali.

Tunggu. - Hei.

Hee Sook, kamu akan melakukan apa dengan kekacauan ini?

Kurasa aku harus ke kantor.

Bagaimana bisa? Ada sekelompok reporter di sana.

Aku akan mencari cara, Hye Joo.

Tolong jaga anak-anak. Aku akan pergi sekarang.

Hee Sook. Hee Sook!

Apa yang harus kulakukan?

Han Seong Sik, sudah kuduga akan begini jika terlibat politik.

Hei, ada apa?

Ayah. - Di mana Hee Sook?

Ada apa sebenarnya?

Hee Sook baru saja pergi untuk menemui Seong Sik.

Benarkah yang dikatakan artikel tentang dia? Benarkah itu?

Itu...

Seong Hoon berkata itu kemungkinan benar.

Astaga, bagaimana cara kita menangani masalah ini?

Ibu.

Ah In.

Omong kosong macam apa ini?

Sudahlah, jangan marah.

Ibu sangat kesal sampai ingin mati saja.

Bagaimana kalian akan menyelesaikan ini?

Ibu, tenanglah. Ada anak-anak.

Ayo naik.

Astaga, Seong Sik.

Ibu, apa yang terjadi?

Jangan khawatir. Bukan apa-apa.

Lalu, kenapa Nenek Buyut menangis?

Percayalah, itu bukan apa-apa.

Apa yang kalian lakukan? Bukankah kalian harus ke sekolah?

Ibu akan mengantar kalian ke sekolah. Bersiaplah. Cepat.

Cepat. - Baiklah.

Astaga, aku harus bagaimana?

Bagaimana kami akan melewati ini?

Ya, Ayah.

Ayah bisa mengantarkan Ah In ke bus kuning dari TK-nya.

Bus yang sama akan menurunkannya. Ayah bisa menjemputnya di sana.

Baik, Ayah. Terima kasih.

Tunggu, bau apa ini?

Apa salah satu dari kalian memakai toner ayah kalian?

Kenapa?

Apa kamu memakai toner ayahmu?

Ya, memang kenapa?

Bibi tidak tahan mencium bau minyak rambut dan tonermu.

Jangan buka jendelanya.

Angin dingin bisa membuat tenggorokanku sakit.

Apa?

Ibu bilang aku harus berhati-hati dengan udara dingin.

Ibu bilang tubuh adalah aset terbesar penyanyi opera.

Ya ampun.

Hei, Han Chang Soo.

Bibi enggan memberimu selamat karena kamu mau jadi penyanyi opera.

Sudah cukup.

Belum lama ini, kamu buang air besar di celana.

Bibi!

Astaga. - Berhenti membahas masa laluku.

Aku bukan lagi aku yang dahulu.

Begitukah?

Baik, hiduplah sesukamu.

Ini. - Apa ini?

Ini daftar buku nyanyian Jerman dan Italia yang aku butuhkan.

Ibuku pergi membelinya, tapi habis.

Aku yakin Bibi bisa menemukannya di toko buku hari ini.

Bibi tidak sempat untuk membelinya. Kenapa tidak membeli sendiri?

Aku ada les sepulang sekolah.

Apa? - Tolong belikan. Sampai nanti.

Tunggu. Chang Soo!

Bibi sangat sibuk hari ini. Astaga.

Ji Hoon, kenapa diam saja? Turun.

Kamu tidak sekolah?

Ibu, apakah kita akan pindah?

Apa? Kenapa tiba-tiba kamu membicarakan itu?

Ibu tahu. Kita tinggal satu rumah dengan Chang Soo.

Jadi, mantan ibuku masih mencampuri kehidupanku.

Ji Hoon. - Aku sangat ingin pindah.

Kini percuma saja memiliki ibu baru.

Ji Hoon, ibu juga kesulitan dengan masalah itu.

Tolong cari cara agar kita bisa segera pindah

atau aku akan mati kehabisan napas.

Sial.

Apa? "Sial", katanya? Baik. Sial.

Chang Soo, tunggu aku.

Dia juga anak kecil

yang tidak tahu betapa keras orang tuanya bekerja.

Ini membuatku gila.

Astaga, punggungku sakit.

Kenapa? Ada yang ingin kalian bicarakan denganku?

Kamu siapa?

Kamu ingin tahu aku siapa?

Aku bekerja di kedai teh.

Maksudku, kafe

di lantai dua.

Aku Nyonya Jeong. Kenapa?

Begitu, ya.

Aku baru pulang dari bepergian. Ada keributan apa ini?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left