The first 200 lines.
Gun?
Apa maksudmu?
Soo Ho.
Gun kita
belum meninggal.
Dia masih hidup!
Aku mungkin
gagal Ujian Pegawai Negeri hari ini,
tapi kuharap kalian semua yang belajar sukses
dan aku akan makan ini dengan penuh semangat.
Semoga berhasil!
Semoga berhasil.
Itu tampak enak.
Matikan.
Bagaimana menurutmu?
Apa menurutmu saluran makan YouTube-ku akan sukses?
Impianku adalah menjadi aktris.
Jika ini populer, para sutradara akan melihatnya, bukan?
Ya, melihat Kakak makan membuatku amat lapar.
Sayang!
Ada apa? Ada yang tidak beres?
Esther orangnya. Esther.
Pelakunya Jang Esther.
Pelaku apa?
Apa yang kamu maksud?
Bukan Tiffany, tapi Esther.
Kim Young Sook ingat orang yang mengadopsi Gun.
Sungguh?
Bedebah yang membawa keponakanku Jang Esther?
Kenapa wanita itu membawa Gun?
Siapa tahu?
Dia pasti dendam kesumat terhadap kita.
San Ha pergi menemui Soo Ho.
Tolong bantu aku memahaminya.
Gun kita
masih hidup?
Maaf, Soo Ho.
Putra kita
tidak mati.
Ibu menyerahkannya untuk diadopsi.
Diadopsi?
Dia menderita penyakit jantung
dan prematur.
Ibu bilang kepadaku
dan seluruh keluarga bahwa dia sudah mati,
lalu menyerahkannya untuk diadopsi.
Ibu bilang
tidak ada cara
kita bisa menyelamatkannya menimbang situasi kita saat itu.
Itulah alasannya
dia mencari orang
yang bisa membiayai operasi Gun.
Maaf.
Aku sungguh minta maaf.
Bagaimanapun, maksudmu,
ada kemungkinan Gun masih hidup.
Terima kasih.
Terima kasih banyak.
Tapi
apa maksudmu Esther membawanya?
Aku tidak tahan memikirkan Jang Esther yang membawa Gun.
Itu membuatku cemas.
Dia punya anak sendiri.
Dia tidak akan melakukan hal buruk kepada Gun.
Tepat sekali. Kenapa Esther membawa Gun?
Dia menipu kita dan melakukan itu kepada Kak Soo Ho!
Setelah kami menemukanmu,
ibuku berusaha menemukan Gun
dan mencari ke mana-mana.
Kami baru saja tahu
bahwa Esther
yang membawa Gun.
Aku menunjukkan foto Esther
ke pegawai pusat adopsi
dan dia bilang memang Esther.
Dia bilang Esther yang membawa Gun.
Kamu tidak tahu Esther mengirim Gun ke mana?
Tidak apa-apa. Ayo.
Esther pasti tahu ke mana Gun kita dikirim.
Bagaimana
jika dia tidak memberi tahu kita?
Kita akan membuatnya bicara
apa pun yang terjadi.
Jangan pergi.
Jangan pergi. Kumohon
bicaralah denganku...
Dengan kami.
Tolonglah, Esther.
Kenapa kalian kemari? Aku sudah lelah diinterogasi.
Kumohon.
Mari bicara
semenit saja.
Ada apa?
Kamu tampak ingin membunuhku belum lama ini.
Kenapa berubah?
Kudengar
kamu mengambil Gun kami.
Gun?
Siapa Gun?
Anakku
dan Soo Ho.
Anak kami.
Kalian berdua punya anak?
Jangan berpura-pura bodoh.
Aku sudah mengonfirmasi kamu menyuap
pegawai pusat adopsi
dan membawa Gun.
Katakan kepadaku.
Di mana Gun?
Kepada siapa kamu menyerahkannya?
Aku tidak tahu.
Apa yang kalian bicarakan?
Kalian muncul tiba-tiba dan menanyakan anak kalian.
Pegawai itu bilang
kamu tahu dia anakku, lalu mengambilnya.
Kenapa kamu melakukannya?
Kenapa kamu mengambil putraku?
Keluarkan aku.
Lalu aku akan memberi tahu kalian.
Gun, bukan?
Akan kuberi tahu di mana dia,
jadi, minta polisi mencabut tuntutan dan berdamai denganku.
Apa kamu
memanfaatkan anak kami untuk bersepakat soal kejahatanmu?
Bagaimana bisa kamu melakukan itu?
Kita
tumbuh di panti asuhan.
Kamu tidak ingat betapa kita iri dengan anak-anak berorang tua?
Katamu setelah dewasa dan punya anak,
kita tidak akan pernah mengabaikan anak-anak kita
apa pun masalah yang menimpa kita.
Katamu kita tidak boleh membuat mereka merasakan
kesedihan yang kita derita.
Katamu kita harus membuat mereka anak-anak paling bahagia
di dunia.
Bagaimana bisa kamu dari semua orang
melakukan ini kepada seorang anak?
Aku mau melihat Do Ri, itu alasannya.
Seperti kalian yang mau menemui putra kalian,
aku mau keluar dan menemui Do Ri.
Bukankah itu wajar sebagai orang tua?
Esther, kenapa kamu...
Apa wanita pusat adopsi itu
masih punya tahi lalat di antara alisnya
seperti Buddha?
Itu sudah lama sampai aku nyaris tidak ingat Gun ke mana.
Tapi
jika kalian mau berdamai
dan mengeluarkanku dari sini,
ingatanku mungkin
akan kembali.
Lupakan jika kalian tidak mau.
Berhenti.
Jika tidak mau mengeluarkanku, jangan kembali.
Esther!
Tidak!
San Ha!
Astaga. San Ha. /- San Ha!
Ada apa? Apa yang tidak beres?
Ayah, Kak San Ha pasti pingsan.
Kak Soo Ho menggendongnya.
Apa?
Akan kujelaskan nanti setelah membaringkannya.
Baik. /- Berikan sepatunya.
Astaga. Apa yang terjadi? /- Sini.
Astaga.
Apa yang terjadi kepada San Ha?
Kami pergi menemui Esther
soal Gun.
Apa katanya?
Kalian sudah bertanya kepadanya?
Biarkan San Ha beristirahat dahulu.
Mari bicara di luar.
Ayo.
Astaga.
Astaga.
Ibu
terlalu malu untuk menghadapimu.
Maaf, Soo Ho.
Ini semua salah ibu.
Dahulu
melihat situasi kita,
ibu merasa kita tidak bisa menyelamatkannya
dan ibu hanya mau menyelamatkannya.
Maaf.
Ibu sungguh minta maaf.
Tidak perlu, Bu.
Ibu melakukan itu untuk menyelamatkannya.
Itu pasti
amat berat bagi Ibu selama ini.
Ibu bahkan tidak bisa memberi tahu siapa pun.
Ibu seharusnya menjaga dia apa pun yang terjadi.
Tidak. Ibu seharusnya memberi tahu San Ha.
Lantas, kita tidak akan mencarinya seperti ini.
Bagaimanapun,
Gun masih hidup berkat Ibu.
Jangan terlalu menyalahkan diri Ibu.
San Ha. /- San Ha.
Soo Ho.
Maaf.
No comments yet. Be the first to leave one.