The first 200 lines.
Aku tahu kau mempercayai Profesor Choe In Hyeok.
Aku juga tahu kau ingin bergantung padanya.
Tapi tidakkah kau tahu arti "larangan mengoperasi" bagi seorang dokter bedah?
Kau kira hanya sekedar peringatan?
Lalu bagaimana dengan anak itu?
Usianya baru 5 tahun. Kau akan membiarkannya meninggal begitu saja?
Jika profesor masuk ke RO, dia akan dipecat.
Kau ingin itu terjadi?
Akan kulihat ke bagian Bedah Umum.
Apa yang harus kita lakukan?
- Hyeon kecil. - Nenek di sini.
Aku di sini menemanimu.
Kau harus bertahan.
Anakku. Anakku.
Profesor.
Aku Lee Min U dari UGD.
Kita menerima pasien kecelakaan lalu lintas berusia 5 tahun.
Bukankah kau diinstruksikan untuk menyerahkan pasien kecelakaan lalu lintas ke bagian Bedah Umum?
Aku sudah mencoba menghubungi mereka.
Kalau begitu tunggu saja.
=Aku sudah menghubungi mereka berkali-kali.=
Ketika kau melaporkan kepada atasan, sertai dengan informasi yang mendasar.
=Itu yang paling dasar .=
=Kalau kau sudah menghubungi Bagian Bedah Umum...-=
Profesor.
Dia adalah pasien kecelakaan lalu lintas berusia 5 tahun.
=Kami hanya melakukan CT. Dia ditabrak truk sekitar jam 5 sore.=
=Tekanan darahnya sekitar 60.=
=Dan kondisinya sangat tidak stabil.=
Beberapa saat lalu, haemoglobinnya 6.8.
Cukup.
=Sekarang...=
=Situasinya sangat kritis.=
=Sekarang mereka melakukan CPR kepadanya.=
=Aku tidak bisa terhubung dengan Bedah Umum.=
=Dia memerlukan operasi darurat.=
Seonbae. Aku dari UGD.
Kau tidak lihat sekarang aku sedang sibuk?
Cepat!
Cepat!
Remas darahnya!
Apa yang kau lakukan?
1, 2, 3, 4, 5...
Minggir.
Profesor.
Denyut nadinya kembali.
Siapkan RO. Kirim dia ke sana dalam 15 menit.
Profesor, kami menerima pemberitahuan tentang...
Aku tahu.
Ini operasi darurat.
Pasien laki-laki berusia 5 tahun.
Beritahu keluarganya bahwa kita harus melakukan operasi.
Kondisinya sangat kritis.
Tidak. Kita akan segera membawanya begitu walinya menandatangani surat persetujuan.
Baik.
Ya. Professor Choe In Hyeok yang bertugas.
Jika dokter dari bagian bedah datang, kemungkinan kita kan bertukar.
Ya.
Aku tahu. Ya.
Ya.
Apa kita perlu menurunkan semuanya, jika pasien usia 5 tahun?
Tanpa urutan prioritas?
Karena kasus yang sangat penting, lebih baik kau lihat.
Jika tidak, kami tidak akan menghubungimu.
Ini kasus mendesak yang memerlukan operasi sesegera mungkin.
Sejak kapan dokter magang memutuskan perlu atau tidaknya dilakukan operasi?
Aku akan turun setelah urusanku di sini selesai.
Jadi, kembali dan tunggulah di sana.
Dokter.
Dasar.
Apa yang kalian berdua lakukan?
Apa yang kau lakukan?
Kau disini?
Kau, ikut denganku. Ayo.
Kau dalam larangan operasi.
Kau ingin kuingatkan pemberitahuan yang sudah diketahui seluruh rumah sakit?
Aku akan menghubungi kepala bagian Na
dan memintanya untuk menelepon bagian bedah.
Kau sebaiknya tetap berada di luar.
Pura-pura saja kau tidak tahu.
Aku tidak bilang bahwa itu harus aku.
Selama seseorang berkeinginan untuk melakukannya, Aku akan memberikan yang terbaik.
Jadi, dapatkan dulu ruang UGD.
Suster Sin, disini.
Apa yang kau rencanakan?
Membujuknya.
Aku akan menelepon bagian bedah.
Kau akan berakhir jika kau masuk dalam operasi ini.
Kau juga tahu bahwa situasi seperti ini sudah diberitahukan melalui email.
Apakah itu untuk kejadian seperti ini?
Ya.
Apa aku kembali karena aku takut?
Apa aku tidak melakukan apa-apa seperti pengecut dan melihat pasien mati?
Hanya mempertahankan posisiku,
Apa harus aku menghiraukan pasien?
Apa kau ingin aku menjadi dokter seperti itu?
Kenapa si kunyuk itu tidak mengangkat teleponnya?
Kau, jangan berani-beraninya melakukan apa-apa.
Jika seorang ahli bedah tidak mengoperasi pasien mati,
lalu dia tidak bisa dipanggil seorang ahli bedah.
Lalu bagaimana dengan Pusat Trauma?
Bagaimana bisa kau berubah?
Kau bukan orang seperti itu.
Itu karena kau suka disini.
Dan karena kau menyukai pekerjaan ini.
Juga tidak ada lagi Pusat Trauma di luar sana.
Ini harus dilakukan dengan nyawa anak itu.
Bagiku, hanya ini pekerjaanku.
Aku cuma tidak bisa mengabaikan nyawa hanya karena posisi belaka.
Lagi. Coba sekali lagi.
Kau keluar, cepat.
Aku tidak bisa bekerja jika kau disini.
Bahkan aku tidak dapat melakukan pekerjaan yang hanya 10 menit.
Tolong, pergilah. Kumohon padamu.
Aku harusnya pergi ke rumah sakit lain.
Keluarkan itu!
Lagi. Kita coba lagi.
Tolong, pergi secepatnya. pergi.
Keluarkan itu!
Sekarang, berdasarkan CT,
ini adalah epidural hematoma. - = Epidural hematoma - sejenis pendarahan otak = -
Edema otaknya lebih serius. -= edema otak - pembengkakan di depan, bagian atas dari otak =-
Oleh karena itu...
Secara menyeluruh, kemungkinan bahwa otaknya akan menderita beberapa kerusakan.
Apa maksudmu, ahli bedah tidak mungkin menyelamatkannya?
Itu, kita tidak bisa yakin.
Bukankah kau memeriksa dia sebelumnya? Bagaimana bisa kau tidak yakin?
Kita masih harus melakukan MRI untuk lebih akurat.
Lalu, tidak bisa hanya kau yang mengambilnya?
Apa itu sangat mahal?
Bagaimana bisa kita mengambil MRI sekarang?
Dia mempunyai beberapa saluran dimana-mana.
Jika kita melepaskan segalanya dan menghentikan pengobatan infus sekarang,
bahkan anak itu tidak mungkin masuk operasi dalam keadaan sadar.
Memasukkan dia ke operasi tepat waktu
adalah satu-satunya cara, kita dapat menyelamatkan nyawanya.
Menyelamatkan nyawanya?
Ayahnya Hyeon kecil...
Dokter, tolong selamatkan dia.
Kita hanya punya anak ini untuk 3 keturunan.
Tanpa Hyeon, kita tidak bisa bersemangat lagi.
Setelah operasi, bisakah dia hidup dengan sendirinya?
Ini, Aku tidak bisa janji.
Walaupun demikian, sekarang dia perlu segera dioperasi sehingga dia bisa hidup.
Kemungkinan dia menjadi bodoh, atau menjadi tidak sadar,
bagaimana bisa kau mengatakan 'operasi' begitu mudah?
Apa yang sedang kau bicarakan?
Tolong selamatkan dia, dokter.
Yang kita butuhkan adalah hidupkan dia.
Aku hanya punya dia cucu satu-satunya di usia 70 tahun.
Ibu.
Jika operasinya gagal, dia akan jadi bodoh!
Itu sebabnya kukatakan kepadamu beberapa waktu yang lalu.
Aku menginginkanmu mempunyai anak lagi.
Tapi apa yang kau bilang? Kau bilang bahwa yang kau perlukan adalah menumbuhkan anak dengan baik. Bagaimana dengan sekarang?
Kau melakukannya dengan baik. Serahkan saja pada ahli bedah, sekarang.
Ahli bedah yang dilarang tidak bisa melakukan operasi apapun .
Apa ahli bedah datang?
Profesor, apa kita hanya meninggalkannya disini?
Jika dia mengalami gangguan kesadaran secara permanen,
atau dibiarkan dengan cacat tetap,
orang yang bertanggung jawab akan menjadi walinya.
Jika kita tidak dapat melewati rintangan ini, dan bersikeras melakukan operasinya,
keluarganya akan berantakan.
Tunggu sebentar.
Lalu jika keluarganya menyerah, apa kita hanya akan duduk disini dan tidak melakukan apa-apa?
Meskipun demikian, kita telah melakukan yang terbaik.
Bahkan jika kita telah melakukan yang terbaik, jika dia tidak bertahan, maka dia tidak bertahan.
Lalu, siapa yang kami coba untuk melakukan yang terbaik?
Berikan sedikit lagi waktu pada keluarganya.
Tapi tidak ada lagi waktu tersisa.
Kita hanya dapat bertanggung jawab, jika mereka memilih operasi.
Tunggu 5 menit lagi.
Profesor.
Apa yang kau lakukan sekarang?
Namun, kita harus menyelamatkan pasien.
Bagaimana jika, dia tidak bertahan?
Siapa yang akan bertanggung jawab, jika operasinya gagal?
Lalu, apa kita hanya menyerah begitu saja?
Jika kita tidak melakukan operasi sekarang,
anak itu akan mati.
Profesor, tekanan darahnya turun lagi.
Pompa darahnya lebih keras lagi dan naikkan infusnya.
Jika operasi, bisa kau menyelamatkannya?
Jika tidak mungkin, apa kau akan menyerah?
Aku akan mencoba yang terbaik.
Tapi yang lebih penting, jika kita tidak mengoperasinya sekarang,
semuanya yang anak itu punya, termasuk semua usaha kita,
akan sia-sia, paling banyak dalam 2 jam.
Maka operasi.
Mana formulir ijinnya? Aku ingin tanda tangan itu.
Aku kepala keluarganya.
Biar aku yang tanda tangan.
Siapkan UGD segera.
Aku akan melakukan operasi ini.
Apa?
Siapa yang ingin membantuku?
Aku akan melakukannya.
Aku ingin berpartisipasi juga.
Aku juga.
No comments yet. Be the first to leave one.