The first 200 lines.
Pergi dulu! - selamat jalan!
Ayah bilang akan membelikanku termos warna pink.
Ah, Benar. Benar.
Ampun, belakangan ini ayah sering melupakan banyak hal. - Ada telepon dari Satou-san,
mengenai tanggal pengiriman. Bisa kau terima?. - Satou-san?
Bagaimana dengan termosnya? Sudah beli?
Melihat hasil dari CT scan, kelihatannya
anda menunjukkan gejala awal Alzheimer.
Miu, Putriku, dia baru berumur 7 tahun.
Kalau aku mengidap penyakit seperti ini, Kalau aku sampai melupakan segalanya,
Bagaimana dia melanjutkan hidup?
Bagaimana dia melanjutkan hidup?
Ayah tidak pernah menyimpan rahasia darimu.
Begitu juga Miu tidak boleh menyimpan rahasia dari ayah.
Bukankah kita pernah berjanji.
Oh ya Ayah, Bagaimana dengan itu?
Hasil Pemeriksaan Ayah.
Ti- Tidak ada masalah.
Ayah. - Oh?
Aku mau berangkat. - Hati-hati.
Ada apa?
Tidak ada.
Kau bisa terlambat. Pergilah.
Aku pergi.
Sampai nanti.
Aneh?
Apanya?
Apapun yang sedang dikerjakannya, dia sering berhenti dan mengehela nafas.
Aha.
Aha?
Itu pasti ... perempuan. - Perempuan?
Ayahmu punya kekasih.
Maksudmu? - Ibuku juga sering
bertingkah begitu.
Saat dia punya kekasih baru, dia selalu melamun dan menghela nafas.
Ibuku
punya kekasih baru.
Kekasih baru?
Ada apa Kei-san? Menghela nafas terus.
Hmm? - Pasti enak ya jadi kau
tidak ada yang perlu dikhawatirkan. - Maaf saja ya tapi
Aku juga punya. - Contohnya?
Contohnya?
Apa ya contohnya?
Hei Akio,
Apa yang akan kau lakukan kalau kau melupakan segala hal yang terjadi selama ini
Melupakannya? - Yang baik dan yang buruk.
Kebahagian dan Kepedihan.
Semuanya sirna.
Pasti menyenangkan. - Kenapa?
Kenapa, Soalnya aku bisa melupakan semua
saat-saat dimarahi ortu, senior-seniorku, juga yang lainnya.
Apa sepanjang hidup hanya itu yang kau terima.
Akan menyenangkan kalau bisa lupa.
Apa lagi ya yang ingin kullupakan? - Bukan
Maksudku bukan hal yang ingin kau lupakan...
Sudahlah. Kembali bekerja sana.
Jangan merasa sungkan. Katakan saja apa yang ada di pikiranmu.
Adalah sebuah kesalahan bertanya pada orang bodoh.
Bodoh? Itu tidak sopan pada Mune-san.
Bukan begitu Mune-san?
Bodoh. - Eh? Aku?
Kei,
Aku sudah memesan Kue Ultah untuk besok dari tempat biasa.
Trims.
Oh ya, aku lupa kalau besok Ultah Miu.
Hei Akio, jangan lupakan ultah miu dong.
Maaf.
Permisi. - Oh Kei,
Ini catatan anggaran belanja untuk besok.
Begitu ya.
Meeting dengan Dir.Manajemen Kurozuka Industri
jam 2 'kan. - Benar.
Aku mengandalkanmu lho. Ini adalah transaksi penting. - Baik.
Dan juga,
Mengenai Akane.
Kei-san, apa kau tau sesuatu? - Sesuatu?
Seperti alasan dia pulang?
Tidak.
Akane-chan tidak cerita?
Sudahlah. Pokoknya, jam 2. Jangan lupa ya.
Tentu.
Apa terjadi sesuatu dengan Takuya? Atau
masalah pekerjaannya? - Kalau kau kuatir,
kenapa tidak tanya Akane saja?
Bukankah kau sebagai ayahnya juga seharusnya kuatir?
Tentu saja aku kuatir, itulah kenapa aku tidak bertanya.
Kau tidak mengerti.
Kau tidak bertanya karena takut kan.
Bodoh! Saat aku bicara, disaat itulah aku menjadi tegas
Eh, Akane.
Kau mau kemana? - Keluar.
Oke, baiklah. Hati-hati.
Hati-hati. - Aku pergi.
Yang barusan itu sungguh tegas.
Ini semua tentang Timing. Timing.
Sudah kubilang kan, Ibuku dan
Ayahmu keduanya single
Orang dewasa yang single ingin mempunyai kekasih.
Benarkah? Polosnyaa ~. Dasar anak-anak.
Tapi Kotaro juga anak-anak.
Dadah.
Jadi kau tidak bisa datang malam ini?
Besok?
Oh tidak.
Aku bisa mati kesepian. - Kan,
Ibuku sedang bicara dengan laki-laki. - Benarkah?
Ya. - Ucapkan lebih keras.
Ahaha. Aku juga. Aku juga mencintaimu.
Hubungi aku lagi ya?
Lihat? Dia menghela nafas.
Mengerti? Ayahmu juga pasti punya seorang kekasih.
Hidup itu memang begitu.
Jangan mengeluh. Sampai nanti.
Aku pulang. - Selamat datang.
Ibu bicara dengan laki-laki lagi ya?
Ahaha, Kotaro lucu deh,
cemburu ya. - Siapa yang cemburu.
Maaf.
Kei-san.
Ini saja. Aku membelinya untuk seseorang.
Semuanya 1,575 yen.
Baik.
Ini silahkan.
Sampai jumpa, aku duluan.
Itu pasti... perempuan.
Ayah pulang.
Ada apa?
Eh?
Ayah ke toko buku?
Ah, ya. em, saat pulang sekalian ke toko buku.
Buku apa yang ayah beli?
Ini buku untuk orang dewasa.
Buku orang dewasa? - Benar.
Jadi em,
Anak-anak tidak boleh melihatnya. =_="
Sebentar lagi makan malam siap.
Hm? Ada apa?
Ada sesuatu di muka ayah ya?
Ayah - Hm?
Apa ayah punya pacar?
Apa tadi kaubilang?
Ayah punya pacar, kan?
Kenapa?
Kau melamun dan mengehela. Saat seseorang melakukan itu,
bukankah artinya dia punya seorang kekasih?
Kau dengar dari siapa?
Kotaro yang bilang.
Sepertinya cuma itu yang kau dengar. - Bukankah orang dewasa yang sendiri
selalu ingin punya seorang kekasih?
Memang ada orang yang seperti itu.
Tapi ayah berbeda.
Ayah tidak punya kekasih dan tidak pernah berpikir untuk punya.
Kenapa?
Karena ayah punya Miu.
Miu adalah harta ayah.
Harta yang paling berharga di dunia ini.
Kau tidak percaya?
Kalau begitu kenapa ayah sering menghela belakangan ini?
Itu karena...
mungkin karena terlalu capek. - Sungguh?
Sungguh ~.
Apa maksud tatapanmu itu?
Oh gawat. - Kesini.
Hentikan. - Haha serangan kelitik.
Oke. Cukup.
Cepat dimakan.
Haaaai ~.
Kei-san.
Sedang apa sudah selarut ini?
Tidak ada,
Hanya ingin sedikit menikmati angin malam.
Kei-san sendiri? Sedang apa?
Aku...
kau lihat kan. Aku sedang merokok.
Jadi kenapa kau tiba-tiba pulang?
Bertengkar dengan suami?
Atau mungkin masalah pekerjaan?
Kei-san itu ...
mengenai buku yang kau beli tadi sore?
Oh itu...
Sudah kubilang kan? Kubeli untuk seseorang.
Untuk siapa
Kau tidak perlu tahu soal itu.
Malam.
Kei-san.
Kei-san?
Kei-san!
Sudah beres itu.
Apa kau mulai pikun?
Masih terlalu dini untuk Kei-san menjadi pikun.
Akio, Siapa yang kau bilang pikun?
Hei Kei-san, itu hanya bercanda.
Kei-sam! Apa yang kau lakukan disini?
Apa maksudmu?
Kenapa kau masih disini?
Jam 2 Hari ini ada pertemuan dengan Kurozuka Industri.
Pertemuan jam 2?
Bukankah dokumennya sudah kuberikan padamu kemarin?
Ah!
No comments yet. Be the first to leave one.