Release info

보쌈: 운명을 훔치다ㅡBossam: Steal the Fate E19
A Commentary by CliffEdge
Terjemahan manual. NEXT Ver. | Durasi 01.04.43. Lama, soalnya Engsub-nya masih banyak bolong dan mistranslate kemarin. Dan baru lengkap tadi pagi. Dan untuk episode terakhir, entah nanti malam atau besok. Yang pasti aku nunggu Engsub lengkap.

Tags

other
Published on: 2021-07-04
Downloads: 47
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun

Pemirsa diharap bijak

Drama ini berdasarkan fakta sejarah.

Tapi beberapa tokoh, kelompok, dan insiden hanyalah fiksi sebagai pelengkap cerita.

Bossam - Steal the Fate Episode 19 Takarir Indonesia

- Ayo naik. - Mau kamu duluan?

Aku akan urus sisanya, jadi, cepat naik.

Siapa kalian?

- Cepat! - Cepat.

Cepat naik!

Kamu baik-baik saja? Apa kamu terluka?

Cepat!

Darah?

EPISODE 19

Kamu baik-baik saja?

Aku baik-baik saja.

Sebelah situ!

Berhati-hatilah.

Dayang Jo. Aku juga baik-baik saja.

Sepertinya mereka sudah melarikan dri dari para penjaga.

Siapa itu?

Kupikir takkan pernah melihatmu hidup lagi.

Apa yang sebenarnya kau lakukan?

Bagaimana bisa kau memanjat tembok untuk menemui Yang Mulia?

Kudengar statusmu dipulihkan. Apa aku keliru?

Ditarik kembali gara-gara Yi I Cheom.

Yi I Cheom. Jadi, dia lagi...

Tapi siapa wanita itu?

Apa dia istrimu?

Bukan. Dia bisa dianggap kakak dari istriku.

Lantas istrimu?

Jangan bilang dia mengalami kecelakaan!?

Sebenarnya dia datang bersama kami.

Tapi ketahuan saat dia memanjat tembok.

Maksudmu dia dibawa pergi oleh penjaga?

Untungnya, dia bisa melarikan diri, namun aku tak tahu dia di mana.

Mengerikan sekali.

Situasiku begini, jadi, aku tak bisa membantu.

Aku berniat keluar lagi untuk mencarinya.

Tapi kau bilang tak tahu dia di mana.

Kau terlalu gegabah.

Maafkan aku, tapi aku yakin dia menunggu aku menemukannya.

Bagaimana bisa aku diam saja dalam situasi ini?

Namun tak ada jaminan bahwa dia aman.

Dia kuat dan bijaksana.

Dia pasti akan bertahan sampai aku menyelamatkannya.

Sepertinya tak ada gunanya menghentikanmu.

Beri tahu dia.

Ada jalan rahasia untuk keadaan darurat.

Paling aman setelah patroli pagi, jadi, keluarlah sampai saat itu.

Apa kau berencana untuk membalas niat baik dengan kedengkian?

Apa kau takkan menepati janji untuk menunggu sampai fajar?

Maafkan aku.

Saat aku memikirkan bahaya apa yang dia hadapi,

aku jadi tidak sabaran.

Lubang kecil ini adalah jalur kehidupan bagi kami yang tinggal di Istana Gyeongwun.

Saat kami kekurangan makanan dan butuh obat karena sakit mendadak,

lubang inilah yang membuat kami tetap hidup.

- Aku pasti takkan ketahuan— - Tak boleh.

Meski aku memahami penderitaanmu,

tapi aku tak bisa menggantungkan hidupku dan Ibuku padamu.

Aku mohon padamu.

Wanita itu bukan sekadar istriku. Dia seseorang yang mengubah nasibku!

Hati-hati, hati-hati! Hati-hati...

Pergilah lebih dulu dan bawa putri ke Istana Barat sekarang.

Kamu menyuruhku untuk meninggalkanmu seperti ini di sini dan kembali?

Aku tak bisa melakukan itu.

Para penjaga akan berkumpul kembali sekarang.

Jika kau buang-buang waktu, mustahil bisa kembali ke Istana Barat.

Kamu membutuhkan perawatan sekarang.

Tapi ke mana kita harus pergi di tengah malam seperti ini?

Aduh, kamu harus duduk dulu sebentar.

Aku akan mengantar Dae Yeop dari sini. Kau harus kembali ke Istana Gyeongwun.

Beri tahu mereka bahwa aku aman, jadi, tak perlu khawatir dan tunggu aku kembali.

Ini aku.

- Apa yang terjadi? Seberapa parah lukamu? - Bukan luka serius.

- Aku harus segera memanggil tabib! - Aku baik-baik saja.

Aku butuh bantuan jadi, tolong panggil Sam Wol kemari.

Adik ipar!

Menantu!

Kau baik-baik saja, Bibi?

Kenapa kau...?

Keluarga kami bisa menerobos masuk ke sini, jadi, gunakan kamar Dayang Jo di belakang.

Kau harus kembali sekarang.

Makin lama kau menunggu, makin sulit untuk masuk ke istana barat.

Jadi, cepatlah!

Entah kapan kita akan bertemu lagi,

dan aku tahu bahwa tak tahu malu dan kejam untuk mengatakan ini,

tapi harus kukatakan dengan mulutku sendiri.

Silakan.

Aku sudah...

...menikah dengan pria itu secara resmi.

Kini,

aku istrinya.

Selamat atas pernikahanmu.

Tak perlu menatapku seperti itu.

Perasaanku padamu, kini sudah lenyap.

Aku hanya balas budi untuk semua perbuatan jahat...

...yang dilakukan ayahku.

Jika tak ada yang ingin kau katakan, kembalilah sekarang.

Aku akan pergi usai berpamitan dengan bibimu.

Tolong ... lekas pulih.

Semoga Tuhan melindungi perjalananmu.

Bagaimana mereka bisa melepaskan diri dari kita?

Seseorang pasti sudah membocorkan informasi.

Bukankah itu Baginda? Bagaimana pun, dia adalah putrinya.

Jika dia sungguh peduli dengan putrinya, keadaan takkan menjadi seburuk ini!

Pasti ada tikus yang memperingatkan mereka sebelumnya.

Kenapa semua itu penting?

Jika kehilangan mereka, kita harus cari cara untuk menangkapnya lagi terlebih dulu!

Maafkan aku.

Bagaimana pun caranya, kita harus menemukan putri dan Kim Dae Seok.

Jika kita kehilangan mereka sekarang, semua rencana kita akan hancur!

Cari di mana pun mereka berada dan jangan lewatkan apa pun.

Kita harus menemukan dan membunuh mereka. Paham?

- Ya. - Ya.

Tak bisa begini. Pendarahannya takkan berhenti.

Pergilah ke kamar pria dan ambilkan akar anggrek pasu atau notoginseng .

Ya, Nyonya.

Kenapa kau ada di sini?

Kumohon pura-puralah tak melihat dia di sini.

Kau tahu betul apa yang akan terjadi jika, kakak mengetahui ini.

Jadi, kumohon ... pura-puralah tak melihat dia.

Jangan Dae Yeop!

Aku tak bisa biarkan dia pergi begitu saja. Jika Paman mengetahui ini, putri akan mati.

Kau lupa berapa kali dia membantumu?

Aku tak berniat buruk padamu. Aku juga tahu betul kau banyak membantu.

Namun, tak bisa kubiarkan putri mati. Maafkan aku.

Itu tak akan terjadi.

Bahkan Baginda tahu dia masih hidup.

Mengetahui itu, dia takkan mudah terluka.

Kau keliru. Paman berencana untuk melengserkan raja.

Kau pikir dia takut pada raja?

Biarkan dia pergi. Dia takkan pernah membuka mulutnya.

Pria ini sudah berjanji setia kepada Paman.

Dia hamba yang paling setia.

Dia punya bekas luka besar di punggungnya!

Saat mencoba menyelamatkanmu dan aku...

...dia menerima tebasan dari pedang pamanmu.

Pria ini menerima tebasan pedang...

...yang tertuju padamu dan aku.

Kau harus segera mendapatkan perawatan.

Akan kuambilkan notoginseng .

Kamu berada di sini semalaman?

Tolong jangan terlalu khawatir.

Bukankah kamu bilang dia kuat dan bijaksana,

jadi, dia pasti akan bertahan sampai kamu datang untuknya?

Benar.

Dae Yeop adalah putraku.

Dan ayah kandungnya...

...adalah mendiang Pangeran Imhae.

Kau pasti sudah menduganya.

Kau sama sekali tak terlihat terkejut.

Bukan begitu.

Hanya saja ... melihat bibi memperlakukannya dengan penuh kasih sayang selama ini...

Kini semuanya masuk akal bagiku.

Alasan aku mengungkapkan semua ini padamu, karena aku punya permintaan.

Silakan.

Tak bisakah kau...

...pergi dari kehidupan Dae Yeop-ku?

Ada yang ingin kukatakan juga.

Silakan.

Kini aku sudah menjadi istri orang lain.

Kami bahkan mengadakan pernikahan resmi.

Apa kau membicarakan cucu Tuan Kim Je Nam?

Ya.

Kau sudah siuman?

Bagaimana dengan putri?

Dia baru saja pergi ke istana barat.

Kau bilang baru saja?

Jangan banyak bergerak. Pendarahan lukamu baru saja berhenti.

Jika dia akan pergi, seharusnya pergi tadi malam.

Plis atuh! Kalem.

Jika lukamu terbuka lagi...

Malam hari saja cukup berbahaya.

Dia pasti akan ditangkap jika mendekati tempat itu sekarang.

Seharusnya kau mencegahnya pergi dengan cara apa pun!

Sudah, tapi...

...suaminya menunggu.

Dia cemas suaminya akan mencarinya dan membuat masalah.

Bagaimana bisa aku menghentikannya saat dia bilang tak takut mati?

Haruskah aku mengikatnya dengan paksa?

- Hyung-nim. - Sst!

Apaan— Bagaimana kamu bisa sampai di sini?

Kenapa kamu di sini? Bagaimana dengan dia?

Em... itu... Begini...

Kamu kenapa?

Bukan apa-apa.

- Bagaimana— - Putri...?

Bukankah dia di rumahmu?

Dia bilang dia pergi ke istana barat. Kau tak bertemu dengannya?

Apa lukamu baik-baik saja?

Hei tunggu!

Kok larinya ngebut amat padahal abis ditebas pedang?

Siapa kau?

Lepas... Lepas!

Jika kamu ditangkap juga, bagaimana dengan putri?

Dia benar, Ba Wu. Dia tak bisa membantu karena terluka.

Kamu harus selamat dulu agar bisa menyelamatkannya, ya, 'kan?

Hyung-nim, pergilah ke Istana Gyeonwun. Kamu ingat lubang itu, 'kan?

Bossam: Steal the Fate (Bssamunmyeongeul Humchida / 보쌈: 운명을 훔치다) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Bossam: Steal the Fate (Bssamunmyeongeul Humchida / 보쌈: 운명을 훔치다)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left