The first 200 lines.
"Episode 8"
Oh?! Seol...
Sudah lama aku tidak bertemu denganya. Haruskah aku mengejutkannya?
Setidaknya kalian memiliki hati nurani. Kalian membereskan kekacauan sebelum pergi.
Kami sangat berhati-hati, seperti yang kau tahu.
Oh, dia keluar.
Siap. Satu.
Dua.
Tiga. Dor!
Apa yang sedang kalian lakukan?
Yang sedang kami lakukan...
"Kami"?
Masalahnya... Saat masuk, dia bukan Go Woon... tapi saat keluar, tiba-tiba ada cahaya terang...
Itulah yang terjadi.
Apa maksudmu?
Itu... Go Woon adalah... Tidak. Seul Bi masuk dan...
Hyeong Woo, ini salah paham. Bukan seperti yang kau pikirkan.
Ini tidak masuk akal.
Rasanya aku mau mati.
Tunggu. Tunggu. Tunggu. Ssst.
Apa yang sudah terjadi?
Aku yakin melihat Seul Bi. Aku pergi ke sana mengikuti Seul Bi.
Tapi kenapa Go Woon yang ada di sana?
Ah, ini mimpi, 'kan? Ini pasti mimpi.
Aduh. Sakit.
Jika sakit, itu berarti ini bukan mimpi.
Aku... Aku Seul Bi.
Kau Seul Bi-ssi, ya?
Hyeon Woo!
Aku Seul Bi. Tunggu sebentar.
Aku membawa KTP-ku.
Tunggu. Ini dompet yang dibuat ayahnya Seul Bi-ssi.
Benar. Ini aku. Lee Seul Bi.
Bagaimana? Bagaimana dompet itu bisa ada padamu?
Tidak mungkin.
Sejak kapan kau melakukan itu?
Apa itu semacam kelainan genetik?
Bisakah kau berubah ke bentuk lain juga? Berubah jadi pria?
Biar kujelaskan semuanya.
Setelah aku menyelesaikan pekerjaanku.
Aku janji akan menceritakan semuanya.
Tidak apa-apa.
Hyeong, kau sudah datang?
Selamat pagi, Hyung-nim.
Noona, hai.
Kau mengejutkanku.
Kenapa kau begitu terkejut?
Hyeong Woo, aku sering melihatmu hari ini.
Tentang audisi yang kau katakan sebelumnya, bagaimana hasilnya?
Ya. Tentu saja.
Apa kau bekerja keras di pekerjaan paruh waktumu kemarin juga?
Ya. Tentu saja.
Apa kau sering bertemu Go Woon di kafe itu?
Ya, tentu saja. Hei!
Sering? Tidak!
Kenapa? Sepertinya kau sering memeluknya.
Memeluknya?
Aku hampir jatuh karena sangat terkejut dan...
Kenapa kau terkejut?
Bagaimana aku bisa tahu saat tidak bisa melihatnya?
Sebagai gantinya, jangan pernah memberitahu Jagga-nim tentang hal ini.
Tetap saja, ini...
Kumohon. Jaga rahasia ini.
Ya? Kumohon?
Kumohon.
Kenapa? Kau kenapa?
Aku hampir mati karena kelaparan.
Mangkuk ramen instan.
Moon Jeong Won. Kau tidak mau menjawab pertanyaanku, ya?
Adik-adikku, apa kalian sudah sarapan?
Permisi, Jagga-nim...
Dia memanggil kita untuk rapat.
Noona, kenapa kau menanyakan itu padanya?
Kenapa?
Benar, 'kan? Kenapa aku melakukan itu?
Kalian pasti haus.
Minumlah ini sambil makan.
Cepat habiskan makanan kalian dan keluar.
Apa itu tadi?
Sepertinya kalian diam-diam saling bertatapan.
Astaga.
Apa nama makanan ini? Kelihatannya sangat enak.
Kelihatannya enak.
Kita bisa membeli bahan makanan begitu kita sampai di sana, kan?
Ayo beli daging yang banyak. Kapan lagi kita bisa makan banyak daging jika kita melewatkan kesempatan ini?
Chuck flap tail.
Apa kalian akan pergi jalan-jalan?
Apa? Kami sudah memberitahu Noona tentang itu sebelumnya.
Tentang apa?
Jangan beri tahu Jagga-nim tentang hubungan kita.
Jaga rahasia ini.
Aku tidak ingin berada dalam suasana yang canggung dengannya,
Go Woon tidak menginginkannya?
Kalau begitu, kita harus
merahasiakan hubungan ini.
Rahasia.
Aku benar-benar lupa tentang itu.
Sudah berapa lama aku tidak pergi ke pantai?
Bermain di air. Good.
Mereka benar-benar...!
Kita tidak perlu bermain di air kalau begitu!
Bermain di air. No.
Hah? Kenapa kalian tiba-tiba membahas itu?
Bukankah Anda bilang kita akan hang out selama 2 hari 1 malam?
Akhir pekan ini.
Tapi, kurasa kita tidak bisa pergi.
Kita perlu memperbaiki naskah sekarang untuk minggu depan.
Apa Anda belum membaca emailku?
Aku sudah mengirimkan naskah untuk minggu depan juga.
Aku juga.
Kerja kalian sangat cepat di saat seperti ini.
Anda tidak akan menggunakan alasan sibuk agar tidak bisa pergi, kan?
Aih, tidak mungkin. Anda bukan tipe orang yang akan mengatakan dua hal dengan satu mulut.
Benar, 'kan?!
Mengatakan dua hal dengan satu mulut. No, No.
Jagga-nim adalah pria yang menepati janjinya.
Ayo bermain di air.
- Hore! - Hore!
Bermain di air!
Bayi hiu, du ddu du du ddu. Kue manis, ddu du ddu du ddu.
Ahjussi! Ahjussi!! Ahjussi!!!
Bisakah Anda memberiku kopi yang bisa mempertahankan penampilanku selama dua hari tanpa berubah?
Tidak ada kopi seperti itu.
Aku sangat membutuhkannya.
Sekali saja.
Baik. Baik. Aku akan belajar lebih keras untuk membuatnya.
Sebentar lagi akhir pekan.
Karena ini adalah perjalanan dengan rekan kerjaku, aku tidak boleh absen.
Bagaimana ini?
Ahjussi, mari kita melakukan perjalanan bisnis untuk minum kopi bersamaku.
- Sepakat? - Ya ampun, kepalaku sakit.
Aku tidak bisa mengendarai mobil lebih dari dua puluh menit.
Aku harus menyirami rumput juga. Apa kau tahu berapa banyak hal yang harus kulakukan?
Aku akan melakukan semuanya untukmu.
Apa yang harus kulakukan?
Tolong beritahu aku.
Baik.
Aku punya satu keinginan.
Apa itu?
Wanita yang di sana.
Pergi dan tanyakan padanya bagaimana pendapatnya tentangku.
Maksudku, karena aku masih lajang, hari-hari terasa sangat panjang (kesepian).
Setiap malam bahkan terasa lebih lama.
Aku bosan makan sendirian juga.
Bahkan pada mitos Yunani, para dewa penuh cinta...
Kau bilang akan mentraktirku. Kenapa kau membelikanku sundaeguk lagi?
Karena sundaeguk yang Ye Na beli dan yang aku beli itu berbeda.
Kau pandai bicara.
Ini dia.
Aku tidak makan...
Kau pasti melakukan segala macam trik.
Ye Na, selamat makan.
Ini. Aku sedang merasa senang.
Tiket asli!
Ini sangat mahal. Ini akan sangat menyenangkan.
Kapan kita pergi?
Pergilah menontonnya dengan Oh Go Woon.
Kau ingin aku pergi menonton musikal ini dengan Seul Bi?
Kenapa kau menyebutkan nama Seul Bi? Aku tidak menyebutkan namanya.
Aku harus membersihkan telingaku.
Itu kursi yang sangat bagus.
Dengan itu, menangkan hatinya Oh Goo Woon.
Paham?
Aku ingin pergi bersamamu bukan dengan Go Woon.
Pergilah selagi aku mau membantumu. Astaga, kau sungguh pemalu.
Itu sebabnya aku tidak banyak berharap pada pria.
Astaga. Bagaimana...
Aku tidak ingin berkencan dengan pria lagi.
Tidak lagi?
Bisa-bisanya dia menolakku dengan cara seperti itu?
Bagaimana bisa Dewa tidak tahu itu?
Apa? Apa yang tidak kuketahui?
Dia bilang dia tertarik pada Anda.
Apa?
Meskipun dia tidak tertarik pada pria, dia tertarik pada Ajusshi.
Itu sebabnya dia duduk di sana setiap hari.
Kau tidak berbohong, kan?
Kalau begitu, sepakat untuk melakukan perjalanan bisnis kopi?
Sepakat.
Tanpa Go Woon Noona, kita tidak bisa mendapatkan keseimbangan sempurna antara makanan manis dan makanan gurih.
Aku setuju.
Dan juga, kemana perginya Jeong Won, bukannya makan siang bersama kita?
- Entahlah. - Heol.
Jeong Won dan Go Woon Noona diam-diam saling bertatapan di ruang camilan tadi.
Seperti ini.
Mungkin Jeong Won dan Go Woon Noona...
...diam-diam...
Diam-diam...?
...ingin makan sesuatu yang enak ?!
Kembalilah bekerja setelah kalian selesai makan.
Hai.
Apa kau sibuk?
Apa kau makan dengan lahap?
Wah. Lihatlah betapa kecilnya wajah Seol Hyeon.
Bukankah dia cantik?
Aku tidak melihat apa-apa...
Apa yang kau tahu?
Seol Hyeon mengingatkanku untuk istirahat sebentar hari ini.
Bahkan cara dia berbicara sangat cantik.
Apa yang membawamu datang... ke sini?
No comments yet. Be the first to leave one.