Release info

놀면뭐하니 How Do You Play E28 NEXT VIU
놀면뭐하니 How Do You Play? E28 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2020-02-02
Downloads: 22
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Ramyeon Kehidupan"

"Tiba-tiba Jae Seok harus mengelola restoran ramyeon"

"Satu-satunya menu utamanya"

"Adalah ramyeon yusanseul pertama di dunia"

"Ini kali pertama dia memasaknya"

"Sudah 30 menit lamanya!"

"Dia terus kebingungan dan frustrasi"

"Aku tidak bisa melakukan ini"

"Pelanggan terus berdatangan"

"Dia dipaksa melakukannya"

"Otot seksi seorang pria"

"Yang memasak ramyeon"

"'Ra Sek' telah lahir"

"Sung Kyu terus melewati batas"

"Kisah cinta yang tidak kita pedulikan"

"Kisah cinta Sae Ho yang tidak terbalas"

"Gu Ra dan Myung Soo, dua pria sebaya"

"Aku ingin memukul mulutmu"

"Ra Sek akhirnya merasa puas"

"Kalian bertahan dengan baik"

"Kata-kata penyemangat yang hangat"

"Diikuti dengan berita terbaru"

"Dia mengakui bahwa dia berkencan"

"Mereka bicara jujur soal keluarga"

"Jangan bilang begitu!"

"Jangan? Jangan membicarakan keluarga?"

"'Ramyeon Kehidupan' adalah tempat tawa tercipta"

Acara memasak dan makan tidak cocok untukku.

"Ramyeon Kehidupan"

"Ramyeon Kehidupan"

- Itu menyenangkan. Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Aku tadinya ingin bertemu Byung Jae hari ini.

Kubilang aku ada di sini dan dia bilang akan menunggu di bawah.

Aku menggunakannya karena ada di sini.

- Siapa yang datang? - Itu Byung Jae.

- Byung Jae. - Hei.

- Halo. - Hai.

Apa kabar?

- Selamat tahun baru. - Sungguh.

Aku mendoakan Byung Jae dan Sae Ho sukses di tahun mendatang.

- Selamat tahun baru. - Semoga tahun baru ini juga baik.

- Tanpa masalah. - Ya, tanpa masalah.

- Tidak ada masalah... - Hei!

"Saat itu"

Astaga.

"Seorang pria yang penuh kasih sayang"

"Astaga"

"Dia datang"

"Waktunya telah tiba"

"Jung Jun Ha, yang penuh kasih sayang, berjalan masuk"

Ini momen bersejarah.

- Hei. - Jun Ha.

Lama tidak berjumpa.

- Aku menantikanmu. - Sudah lama sekali rasanya.

- Aku menantikanmu. - Untuk melakukan apa?

- Duduklah di sini. - Kalau begitu, kami akan pergi.

- Lama tidak berjumpa, Byung Jae. - Selamat tahun baru.

- Hei, duduklah... - Sae Ho.

Katakan kepadanya pertengkaran besar bisa terjadi.

- Kami akan pergi sekarang. - Sampai jumpa.

- Ini tempat yang menyenangkan. - Ya.

- Ramyeon apa... - Duduk di sini.

- Aku akan meletakkan tasku. - Duduk di sini.

- Kenapa kamu gemuk sekali? - Apa?

Bukankah dia bertambah gemuk?

- Aku sedikit menggemuk. - Astaga.

"Memeriksa"

- Sudah lama sekali sejak... - Ya.

Kita bertiga syuting bersama.

Kamu benar.

Sudah lama sekali.

Senang bisa bertemu lagi.

Aku kebetulan membawakan acara ini sendirian.

Aku sering memikirkan kalian. Aku merasa sangat kesepian.

- Kamu ingin aku melakukan apa? - Kamu ingat?

Aku mengatakan hal seperti itu kepadamu.

- Apa? - Kamu ingat?

Lihat? Pada akhirnya, semua orang pergi

dan Jae Seok memandu "Infinite Challenge"-nya sendiri.

"Haha bergegas keluar saat syuting 'Infinite Challenge'"

"Jae Seok melanjutkannya tanpa peduli"

"Acara ini sebenarnya..."

"Ini program penyintasan?"

"Program ini soal siapa yang tersisa?"

"Dia orang terakhir yang bertahan?"

- Kamu bilang begitu. - Ya.

Aku melihatmu sebagai Yu San Seul.

Melihatmu menyanyikan "Redevelopment of Love"...

"Jika aku di sana bersamanya,

aku akan melakukan hal lain, tapi sama serunya." Kupikir begitu.

Ada banyak sekali klip video kita.

- Kita ada di banyak festival lagu. - Ya.

Aku berpikir, "Aku bisa bernyanyi dengan mereka."

Aku merasa ditinggalkan.

Aku tidak bisa melakukan itu sendirian.

Ada hal-hal yang kusesali.

Tapi aku tidak pernah berpikir

seharusnya aku berusaha lebih baik.

Lagi pula, aku tidak akan bekerja lebih keras.

Bahkan sekarang, bekerja keras...

Aku tidak pernah mencapai potensi penuhku.

- Kamu tidak pernah berubah. - Myung Soo...

Tapi kurasa aku lebih bugar daripada sebelumnya.

Apa yang kita lakukan hari ini?

Aku memasak ramyeon untuk Myung Soo. Kamu mau?

Kami tidak melakukan apa pun. Kamu salah paham.

Kita di sini bukan untuk tampil di program televisi.

- Maksudku... - Tidak ada misi.

Bukan itu maksudku. Apa yang dia lakukan?

- Kamu hanya menangis. - Buat aku mengerti.

- Untuk apa aku menangis di sini? - Mengeluhlah sedikit!

Bicarakanlah hal-hal yang membuatmu kesal.

Aku sudah lama tidak bekerja, jadi, sentuhanku hilang.

Katakan kamu ingin tampil di program televisi!

- Kenapa kamu berakhir seperti ini? - Kenapa kamu bilang begitu?

- Kamu... - Aku sibuk.

Televisi adalah hal yang kamu sukai.

Inikah yang kamu harapkan?

- "Kamu terkepung." - "Kamu dikepung."

"Jung Jun Ha. Lari ke gudang kedua sekarang."

"Park Myung Soo. Pergi ke helipad."

"Helipad dengan suhu seperti ini?"

Lalu aku diseret keluar.

"Yu Jae Seok." Narasi itu.

"Buka kulkas di belakangmu."

Mari makan ramyeon.

- Ya, makanlah ramyeon. - Aku akan makan ramyeon.

Jun Ha selalu memasak untuk kita.

- Aku akan memasak hari ini. - Lakukanlah.

Jangan terlalu konyol setelah makan ramyeon.

Jangan lakukan hal-hal yang sudah kuno.

Jangan bilang, "Itu enak." Lakukan hal lain.

"Saat memikirkan Jun Ha"

"Kamu secara otomatis memikirkan acara makannya"

"Melahap suapan besar"

"Peniruannya sangat bagus hingga dia hampir seperti kerasukan"

Aku mengharapkan respons darimu setelah kamu mencicipinya.

Ada beberapa menu yang bisa kamu buat?

- Apa yang kamu... - Aku suka ramyeon pedas.

- Ramyeon pedas? - Ya.

Baiklah, aku akan membuat ramyeon pedas.

- Kamu pakai banyak bubuk cabai. - Tidak.

Tidak, bukan begitu. Aku tadi juga agak skeptis.

Aku memberi Myung Soo

- hidangan lezat hari ini. - Terima kasih, Bung.

Melakukan tugas untukmu selama 12 tahun terakhir akhirnya terbayar.

"Sudah 13 tahun lamanya, jadi, dia tidak dapat cukup tugas?"

- Kamu tahu. Kamu tahu itu. - "Kamu tahu"?

Jun Ha, sebenarnya aku baru membicarakan ini.

Kita semua memiliki perbedaan dalam kondisi, energi,

dan banyak aspek lain, tapi aku terus melanjutkan.

Tidak, bukan itu masalahnya.

Kamu menjaga keseimbangan kita. Begitulah kita bisa berlanjut

tanpa kehilangan anggota.

Ini belum berakhir. Kita bisa melakukannya lagi.

Ada apa denganmu? Apa yang dia katakan?

Kamu datang untuk memohon sebuah acara? Ada apa denganmu?

Aku tidak perlu memohon. Aku punya lima acara berbeda.

Lima sudah cukup.

Aku punya lima acara dan acara radio sendiri.

Aku tidak memohon. Maksudku, kita harus menikmati pekerjaan kita.

Lalu kenapa kamu tidak melakukannya selama 13 tahun terakhir?

- Apa? - Bagaimana kamu bisa bilang begitu?

Kenapa aku tidak menikmati acara?

- Aku senang selama 13 tahun. - Jika kamu bilang begitu

setelah datang ke sini, itu membuatmu terlihat...

Kalau begitu, kamu akan keluar? Katakan padanya kamu akan keluar.

Aku memulai hal baru mulai pekan depan.

Apa yang kamu mulai? Acara televisi?

Kalau begitu, selamat. Selamat.

- Senang melihatmu sukses. - Tentu saja.

Pagi ini aku makan yusanseul, yang tidak pernah kupesan.

Benarkah? Kenapa kamu tiba-tiba makan itu?

Aku memakannya karena memikirkanmu.

Tapi yusanseul enak.

Palbochae, yangjangpi, dan yusanseul adalah tiga sesuatu.

Tiga sesuatu apa?

"Mereka mulai lagi"

Itu semua hidangan paling populer.

Tidak, yusanseul tidak populer. Bukan tiga sesuatu.

Itu salah satu dari tiga besar bagiku.

- Jika itu selera pribadi... - Kamu mau berkelahi?

Yusanseul menjadi lebih populer belakangan ini.

Kamu mencoba berusaha keras sekarang?

Kamu sangat termotivasi hari ini. Kamu bahkan memakai riasan.

- Ini bukan riasan. - Hei, Jun Ha.

Jangan sampai mengembang. Jangan sampai minya lembek.

- Aku suka mi padat. - Baiklah.

Langsung sajikan padaku setelah memasukkannya.

Tapi beberapa orang suka mi yang sudah mengembang.

- Haruskah aku mengaduk telurnya? - Telur? Jangan.

- Masukkan saja dan jangan diaduk. - Jangan dikocok?

- Itu seperti keripik. Kamu mau ini? - Coba kulihat.

- Itu sempurna. - Tidak mungkin.

- Aku suka seperti itu. - Beri sedikit waktu lagi.

Hei, itu agak berlebihan

Tapi kamu suka makanan pedas. Haruskah kutambahkan bubuk cabai?

Kamu harus pikirkan sendiri.

- Aku membuatnya sesuai seleramu! - Aku hanya pelanggan.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left