The first 200 lines.
Nyanyian Phoenix
Episode 30
Penuh dengan keberanian di dalam, diwujudkan dalam pertempuran seseorang; pada akhirnya adalah pantang menyerah dan tidak bertahan dari penghinaan apapun. - Guo Shang (Himne untuk yang Gugur) dari Sembilan Nyanyian oleh Qu Yuan
BUNUH!
Kau baik-baik saja? - Aku baik!
Mo Chou?
Hati-hati!
Mo Chou, kau baik-baik saja?
Aku tak apa, hati-hati!
Berlari?
Qu Yuan!
A-Apa yang kau lakukan?
Lepaskan aku! Aku ingin menyelamatkannya! - Kau tak bisa pergi!
Apa kau gila! Jika kau pergi sekarang kau cuma mencari mati!
Qu Yuan! Qu Yuan!
Qu Yuan!
Menteri Perang! Kabar buruk! Tuan Muda Kedua telah diculik!
Apa!
Qu Yuan? Cepat bantu Jenderal Qu ke tempat duduk terhormat.
Tak perlu. Aku bisa duduk sendiri.
Aku tak mengira kita bertemu di tempat seperti ini.
Memang Perdana Menteri Zhang, lama tidak bertemu.
Bagaimana ini? Menjadi tawanan perang pasti merasa tidak baik, kan?
Bagaimana jika kita melakukan pertukaran?
Kau berjanji setia kepadaku, dan aku akan menjanjikan posisi pejabat tinggi dan penghasilan yang bagus.
Perdana Menteri Zhang, kau mulai bermimpi bahkan sebelum kau menutup matamu.
Aku akan memberimu tiga hari.
Kau pikir aku akan setuju?
Aku peringatkan, ini adalah perkemahan Qin.
Jangan ragu melakukan sesuatu sampai terpaksa berbuat lebih banyak!
Ah, jangan kasar pada Jenderal Qu.
Aku sarankan kau kembali dan memikirkan ini baik-baik.
Jangan terburu-buru menjawabku.
Tentu. Sesudah kehebohan ini, aku cukup lelah. Aku ingin beristirahat.
Baiklah. Bawa Jenderal Qu kembali untuk beristirahat.
Baik.
Perdana Menteri, aku yakin kita harus membunuh Qu Yuan
sesegera mungkin, jangan sampai dia menimbulkan masalah di kemudian hari.
Tidak. - Kenapa?
Dia Qu Yuan, anak kesayangan Qu Boyong.
Dengan dia di tangan kita, kenapa kau masih cemas Chu tidak menyerah?
Pengawal! Bawa dia keluar, eksekusi dia!
Menteri Perang, pertimbangkan kembali!
Tak ada yang memohon pengampunan!
Jika bukan karena aku, Adik Yuan takkan ditangkap oleh pasukan Qin.
Jika kau tidak begitu suka minum, bagaimana mungkin Qin menghancurkan seluruh gudang perbekalan!
Ayah...
Mohon hukum aku Ayah.
Anak tidak berbakti.
Potong lehermu sendiri untuk menebus kesalahanmu. Tak perlu merepotkan aku untuk melakukannya.
Tuan Muda Pertama, jangan!
Menteri Perang! Meskipun Tuan Muda Pertama bersalah pada hal ini,
pada saat ini kita tidak tahu apakah Tuan Muda Kedua hidup atau mati.
Jika kita mengeksekusi Tuan Muda Pertama sekarang, itu hanya akan membuat orang-orang kita sedih dan musuh gembira.
Kenapa tidak membiarkannya menebus kesalahannya dengan memberikan pelayanan. Itu lebih baik daripada mati seperti ini!
Tuan Muda Pertama, katakan sesuatu!
Ayah, jika kau memberiku kesempatan menebus kesalahanku,
aku bersedia memimpin serangan ke perkemahan Qin dan menyelamatkan Adik Yuan!
Dengan caramu sekarang, bagaimana kau bisa menyelamatkan Yuan'er!
Tidak masalah jika aku bisa, aku tidak bisa membiarkannya saja.
Setidaknya aku harus mencoba!
Jika kau ingin melakukan sesuatu, maka lakukan sesuatu yang bermanfaat!
Ayah, menyelamatkan Adik Yuan bukan sesuatu yang bermanfaat bagimu?
Pengorbanan yang tidak masuk akal tidak bermanfaat!
Jadi kita akan membiarkannya saja?
Dan membiarkan Adik Yuan...
Kau pikir aku tak ingin menyelamatkan Yuan'er?
Ayah, karena kau ingin, lalu kenapa tidak kau lakukan!
Karena aku bukan hanya seorang ayah,
aku juga Jenderal Besar Chu!
Aku tak boleh kalah seluruh perang karena satu orang!
Ayah, apa kau tak pernah berencana menyelamatkan Adik Yuan sama sekali?
Memenangkan perang ini lebih penting daripada nyawanya.
Aku tak mengira
bahwa kau berdarah dingin seperti ini.
Ini adalah perang.
Baiklah.
Aku takkan membawa pasukanmu, aku akan pergi sendiri!
Jika kau ingin menyelamatkan Yuan'er, maka lakukan seperti yang diperintahkan dan tetap tinggal!
Ini adalah perintah!
Berhenti berteriak, bukan kau yang terluka.
M-Melihatnya saja r-rasanya sakit.
K-Kau mau apa? - Tak usah peduli.
Apa kau mau menyelamatkannya?
Lepaskan.
K-Kau tidak boleh pergi! K-Kau terluka!
Berhenti mengatakan hal tak berguna.
Kau masih tak bisa melupakan Qu Yuan, iya kan?
Lepaskan!
Baiklah, silahkan pergi!
Bagaimana ini a-akan menyelamatkan dia? Kau cuma m-mencari mati.
M-Merasa tidak begitu yakin sekarang?
Lihat, p-prioritas utamamu sekarang
adalah menyembuhkan lukamu.
Begitu kekuatanmu pulih,
maka kau bisa pergi menolong... s-s-siapapun yang kau suka.
Q-Q-Qu Yuan ini sangat tidak beruntung.
Bagaimana bisa dia d-ditangkap oleh pasukan Qin?
Dan p-p-pasukan Qin itu,
bagaimana mereka berhasil menemukan g-gudang perbekalan kita?
Rasanya seolah seseorang memandu mereka.
Benar, aku juga merasa itu aneh.
Sepertinya mereka sudah tahu saat datang.
Kalian juga berpikir ini aneh?
Benar, Menteri Perang. Kita selalu sangat berhati-hati mengenai perbekalan.
Selain dari orang-orang yang menjaga perbekalan, yang lainnya tidak tahu rinciannya.
Kenapa ketika pasukan Qin datang, mereka bisa menemukan lokasi tepatnya gudang perbekalan.
Aku juga berpikir itu aneh.
Sepertinya tak peduli apa yang kita lakukan, masih sulit melawan pencuri di rumahmu sendiri.
Kita perlu menyelidiki masalah ini dengan jelas.
Jika kita tidak menangkap pengkhianat ini, maka masalahnya takkan berakhir.
Ya!
Siapa yang bisa menjadi mata-mata ini?
Mungkinkah dia?
Siapa yang kau curigai?
Li Yi,
semalam kau pergi ke mana?
Apa maksudmu dengan itu?
Gudang perbekalan terbakar. Semua orang pergi,
kecuali kau.
Lalu kau mencurigaiku?
Tidak, tidak, bukan begitu. Tidak, tidak...
Q-Qiu Xin, dia, dia tidak bermaksud begitu.
Dia hanya tak sengaja mengatakannya. Qiu... Qiu Xin...
Tempat kediaman Penasihat Agung Zi Shang
Lihatlah, sulit bagiku untuk dapat keluar dan menemuimu
saat Yang Mulia tidak di tempat, tapi lihatlah wajahmu yang muram itu.
Bagaimana aku tidak gelisah, masalah sebesar ini.
Jika tersebar, kepalaku bisa dipenggal!
Masalah apa? Yang membuatmu takut seperti itu!
Qu Boyong telah menemukan segel keluargaku di beberapa jenazah tentara Qin.
Jika dia melaporkan hal ini pada Yang Mulia, maka tidak peduli berapa banyak kepala yang kumiliki, tidak akan cukup untuk dipenggal oleh Yang Mulia.
Hanya masalah ini?
Untung aku sudah membuat rencana sebelumnya,
dan menaruh Chang Tian sebagai mata-mataku di dalam tentara.
Jika dia tidak mencegat dan membunuh si pembawa pesan, aku takut laporan ini sudah sampai di tangan Yang Mulia.
Orang-orang Qin yang payah itu!
Kau menjual budak padanya, tidakkah ada hal lain yang dapat mereka lakukan selain daripada pergi berperang?
Dan melawan Chu dari semua negara lainnya. Bukankah ini memaksaku untuk mati?
Langit mempunyai mata.
Lihatlah kepalamu, bukankah masih duduk sempurna di lehermu?
Aku punya rencana yang dapat menjamin keselamatanmu.
Cepat katakan padaku, apa rencanamu?
Bukankah kau selalu khawatir Qu Boyong akan kembali dan membeberkan semuanya?
Benar...
Kalau begitu jangan biarkan dia kembali. Beres bukan?
Tapi kaki Qu Boyong menempel pada tubuhnya, bagaimana aku dapat menyuruhnya untuk kembali atau tidak.
Apa yang kumaksudkan adalah jangan biarkan dia kembali dalam keadaan hidup.
Ini... mudah bagimu untuk bicara.
Ini seharusnya tidak begitu sulit.
Apa kau masih ingat putra tertua Qu Boyong?
Qu You, kenapa dia?
Kau masih ingat siapa ayah kandungnya?
Sima An?
Waktu itu, Sima An adalah seorang jenderal di bawah Qu Boyong.
Karena dia mabuk dan membuat masalah, dia membunuh Sima An.
Jika Qu You tahu penyebab kematian ayahnya,
bagaimana kau pikir dia akan bereaksi?
Tapi, Qu Boyong membesarkan dia selama bertahun-tahun.
Dan kau bahkan adalah Penasihat Agung.
Ketika suatu hal menjadi sangat mendesak, kau tidak mempunyai ide.
Bahkan jika Qu You tidak tega membunuh ayah angkatnya,
tapi jangan lupa, di dunia ini masih ada orang lain,
yang lebih mengharapkan kematiannya.
Siapa?
Zhang Yi.
Kau harus cepat mengantarkan ini pada Jenderal Chang Tian tanpa ada masalah.
Pelayanmu siap.
Ini waktunya makan.
Sudah tiga hari. Apakah kau mau mati kelaparan?
Makan.
Sudah bosan hidup? Kau pikir kau berada di Chu? Jika kau tidak mau makan, baiklah.
Apa yang kau lakukan? - Perdana Menteri.
Perdana Menteri, kau datang?
Beraninya kau bicara pada Tuan Bupati Qu seperti itu? Apa kau sudah bosan hidup?
Aku tidak berani, aku tidak berani.
Tuan Qu, bagaimanapun, kau tetap perlu makan sedikit.
Hanya jika kau makan kau akan memiliki tenaga untuk mengutuk aku.
Aku tidak peduli untuk mengutukmu.
Berpihaklah pada kami, tidakkah kau mau memikirkannya lagi?
Itu jawaban satu-satunya yang akan kau dapat dariku.
Zhang Yi, aku tidak akan pernah menjadi temanmu seumur hidupku.
Kita bukanlah orang yang berjalan di jalur yang sama.
Kenapa bukan?
Karena aku tidak akan menjadi sepertimu,
seekor anjing yang melayani Negara Qin di pagi hari dan melayani Chu di sore hari. (Mudah berpindah kubu)
Beraninya kau!
Dan siapakah kau?
Aku...
Qu Yuan, Qu Yuan.
Kau sudah dikalahkan olehku. Kenapa kau masih bicara dengan sombong?
Kau benar. Aku, Zhang Yi, adalah seekor anjing.
Jika kau belum pernah menjadi seekor anjing, bagaimana kau bisa tahu menjadi anjing itu buruk?
Kau tidak tahu malu.
Paling tidak seekor anjing tahu pada siapa ia mengibaskan ekor dan siapa yang harus digigit.
Siapa yang menyangka bahwa Perdana Menteri Zhang bahkan mempunyai alasan yang logis untuk menjadi seekor anjing.
Saat perang ini berakhir,
dan ketika Negara Chu-mu di bawah kakiku,
aku tidak berpikir kau bahkan akan memiliki kesempatan untuk menjadi seekor anjing.
Zhang Yi, kau meremehkan kami bangsa Chu.
No comments yet. Be the first to leave one.