The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Ayo, cepat!
- Yakin tak mau aku menyetir? - Kau bicaralah.
Kami akan masuk. Dua patroli mengikuti kami.
Jauhkan mereka.
- Kuulangi. Adang mereka. - Dilarang masuk. Properti pribadi!
Hei, kau tak boleh masuk.
Ibu.
Kita semua…
punya rahasia.
TIGA HARI SEBELUMNYA
Ana María Carranza,
kau ditahan atas pembunuhan Fausto Carranza.
Lepaskan aku, Bajingan! Lepaskan aku!
Aku dibawa ke mana?
Aku perlu bicara dengan pengacaraku.
Ganti bajumu dengan ini.
Lihat apa yang terjadi saat kau mengabaikan kreditormu?
Kenapa kau menyuruhku kemari?
Kau memintaku membakar agave-mu,
karena kau akan berurusan dengan Monarca dan lainnya.
Apa yang kudapat?
Tak ada.
Nihil!
Aku perlu waktu lebih.
Tentu saja.
Kita semua perlu sesuatu.
Siapa yang memberimu kemeja itu?
Apa pentingnya?
Intinya aku memilikinya.
Videomu akan sampai ke media, Laborde.
…agar semua berjalan lagi, kita butuh perjanjian baru.
Aku butuh dua kali lipat.
- Dengar, Manis… - "Manis", kau berengsek.
Ini…
bukti bahwa ayahmu tak tewas karena serangan jantung.
Dengan kemeja ini, aku bisa menuntutmu atas pembunuhan
dan menuntut keluargamu sebagai kaki tangan.
Bagaimana ibumu akan bertahan dipenjara?
Rodolfo, kau Jaksa Agung dan putraku menyerahkan diri.
Setelah kabur ke Portugal.
Ya, tetapi dia kembali tanpa paksaan.
Dia juga mengaku bersalah. Lagi pula, kau akan dapat pujian.
Tidak, dia tak bisa diadili sebagai orang dewasa. Dia 17 tahun.
Aku tahu, tetapi karena media mengikuti ceritanya,
aku mendapat banyak tekanan untuk menjadikannya contoh.
Baik.
- Berapa? - Ini bukan tentang uang.
Apa yang kau inginkan? Apa yang kau butuhkan? Beri tahu kami.
Apa yang kau mau?
Menjadi presiden.
Tetapi kampanye tak murah. Pertama, terus beri aku bagian
dari tiap proyek pemerintah Monarca.
Kedua, kubur video itu selamanya.
Ini yang kubutuhkan,
dua dari setiap lima truk Monarca akan membawa produkku.
Bagian lima persenku yang kita sepakati tetap sama.
Lima.
Tetapi dia masuk penjara remaja.
Hukuman empat bulan, lalu dibebaskan saat berusia 18 tahun.
Tak ada tuntutan atas pelarian. Lalu untuk satu juta lagi,
akan kupastikan dia ditempatkan di bangsal untuk orang-orang…
dengan kedudukan yang sama.
Dan kau jamin Pablo akan aman di sana.
Dia akan diawasi,
tetapi itu tetap penjara. Aku tak bisa menjamin.
Kau takkan jadi presiden.
- Dengar baik-baik… - Kau dengarkan aku!
Sebanyak apa pun uang yang kau curi dari Monarca,
kau takkan pernah menjadi presiden. Tahu kenapa?
Karena orang muak dengan pencuri sepertimu berkuasa.
Jika ucapanmu benar, katakan padaku…
kenapa kami terus menang?
Kita sudah sepaham atau aku harus bertanya pada adikmu?
Akan kulakukan.
Aku tak mendengarmu.
Akan kulakukan, Sialan.
Baiklah.
Itu yang ingin kudengar, Carranza.
Ayo.
Cecilia.
Cecilia!
Apa yang kau lakukan?
Apa yang kau lakukan, Cecilia?
Kulakukan hal yang sama sepertimu, Fausto.
Melindungi keluargaku.
Kau membuatku muak, Joaquín.
Mereka membunuh paman kita.
Apa?
- Kau membunuh Agustín? - Apa maksudmu?
Rumahnya dibobol, dia dibunuh.
Aku ingin membunuhnya demi Ayah, tetapi itu bukan aku.
Halo, Sayangku.
Ibu senang kau di sini.
- Ibu tak apa? Ada apa? - Ya, Ibu tak apa,
ini tentang Monarca.
Tidak, dengarkan Ibu, Andrés.
Ibu mohon!
Aku tak memberikannya!
Aku muak kau mengkhianatiku, Joaquín.
- Kenapa tak kau bakar? - Persetan ibumu.
- Ibu kita sama. - Ada apa?
Ibu meminta kalian kemari untuk bicara.
Laborde menelepon Ibu.
Dia bilang dia punya kemeja Ana María
yang ternoda oleh darah Fausto.
Apa itu benar?
Maaf, Ana María,
tetapi kau dalam situasi sulit.
Kau tak bisa memimpin Monarca lagi.
- Ibu bilang apa? - Kau dengar Ibu.
Kutinggalkan hidupku dan kembali ke Meksiko
untuk mengelola Monarca,
karena itu keinginan ayahku, tetapi Ibu selalu menghalangiku,
menghambatku lagi dan lagi, kini Ibu ingin aku keluar?
Ibu meminta kami menutupi kebenaran tentang Ayah
demi melindungi keluarga ini,
tetapi kapan Ibu melindungiku dari psikopat ini
yang memberikan kemejaku pada Laborde dan menyulitkanku?
- Itu bukan aku! - Itu bukan perbuatan Joaquín.
Itu akan memberatkan situasinya dan kita semua.
Ibu yakin itu perbuatan Agustín.
Aku senang, Bu. Ibu akhirnya sadar…
Diam. Setelah kau membakar agave-nya
dan berkomplot dengan monster itu,
Ibu pasti gila jika membiarkanmu mengelola Monarca.
Kalian berdua tak kompeten.
Mulai hari ini,
Andrés menjadi direktur Monarca.
- Tidak. - Andrés?
Jangan lakukan ini padaku, Ibu. Tidak lagi.
Ibu tak bisa merampas yang menjadi hakku sejak awal!
Apa yang Ibu lakukan?
Memimpin perusahaan bukan permainan berebut kursi.
Andrés tak bisa mengisi peran itu.
Itu butuh keberanian yang tak dia miliki.
Dia hanya bersantai di pantai, berleha-leha…
- Itu tak benar. - Tidak?
Berapa lama sampai salah satu pacar lelakinya
akan mencoba memeras keluarga ini?
Jangan bilang Ibu tak tahu, karena Ayah tahu!
- Hentikan, Andrés! Jangan ganggu dia. - Andrés.
Andrés.
Andrés?
Andrés!
Cukup.
Cukup.
Biarkan saja.
Biarkan saja.
Aku bersumpah kau akan menyesali ini.
Lihat Ibu.
Kau akan berlutut padaku, memintaku kembali ke Monarca
untuk menyelamatkanmu dari kekacauanmu sendiri.
Aku bersumpah.
Sudahlah.
Aku tak percaya! Sudah kuduga!
Sudah kuduga, kau kepala keluarga ini yang sesungguhnya.
Kaulah yang bijaksana,
yang memiliki karisma, dan berkepala dingin.
Ayahmu…
Ayahmu akan sangat bangga padamu.
Di mana pun dia berada,
aku yakin dia mengawasimu.
Jadi, inilah waktunya menunjukkan kepada semua orang
bahwa kau adalah Andrés Carranza.
Ada apa?
Aku tak memercayaimu.
Ini bukan saatnya meragukan hubungan kita.
- Kita bersama hanya demi Pablo. - Itu tidak benar.
Kita bersama karena aku mencintaimu.
Dan karena kau membutuhkanku.
Kini kau menjadi raja, kau lebih membutuhkanku.
Karena, selain kekuasaan,
kau akan punya musuh.
Di situlah aku berada, di sampingmu,
menjagamu agar kau bisa berkuasa dengan tenang.
Ingatlah yang bisa kita lakukan bersama, Sayang.
Kita harus tetap kuat untuk yang akan terjadi.
- Mulai kini… - Ximena.
Kau harus belajar untuk menutup mulutmu.
Kita kemari agar aku bisa mengelola perusahaan ini
dan dia merampasnya dariku.
Lalu untuk apa kita di sini?
Aku ingin kehidupanku lamaku.
Sekarang? Tidak. Kurasa kau tak berpikir jernih.
Dia bahkan tak memberiku kesempatan. Kesempatan nyata.
Bagaimana anak-anak?
Kita tak bisa memaksa mereka pindah
di tengah tahun ajaran, hanya karena kau berubah pikiran.
Menurutku kau bersikap egois.
Ada apa denganmu? Kukira kau senang akan kembali.
Ini catatan tentang Fausto Carranza…
- Martin? - …dari tahun 1996.
- Martin? - Kau tahu? Mungkin aku tak mau kembali.
Aku merasa buruk. Aku hanya butuh sedikit dukungan.
Kau tak butuh dukunganku. Kau ingin aku mematuhimu!
Ana María…
Halo? Dasar kau…
Sial!
Aku juga butuh catatan kematian
No comments yet. Be the first to leave one.