Lucifer

Lucifer

Download Indonesian Subtitle

Season 3

Release info

Lucifer S03E19 - Orange Is the New Maze Web-dl
A Commentary by atonim
Godfrey

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2018-03-28
Downloads: 48
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sebelumnya di Lucifer...

Hanya boleh ada satu makhluk abadi dalam hidup Detektif,

dan posisi itu sudah terisi./ Olehmu?

Detektif dan aku adalah tim. Tidak ada ruang untuk pihak ketiga.

Kau pria yang baik./ Kau pantas mendapat orang

yang akan membiarkanmu masuk, dan aku ingin diberi kesempatan.

Ibu! Lucifer bilang Ibu sudah pergi.

Apa aku mengenalmu? Kau mengenal Lucifer.

Kau mengenalku.

Dan aku muak dengan istri sok baikmu...

dan bocah bodohmu itu.

Charlotte Richards kembali.

Kurasa dia pantas mengetahui kebenaran.

Dia tidak mudah dimenangkan.

Kau ketakutan saat ini.

Apa?/ Karena ini muncul di antara dirimu dan Chloe.

Jangan konyol.

Sialan!

Tenang, Maze!

Mataku bisa tertusuk spatula.

Apa yang kau cari?

Dan kenapa kita bertemu di sini?

Kudengar kau sudah pindah./ Benar.

Aku lupa pisauku.

Pasti kutinggalkan di sekitar sini.

Oh, tidak.

Jangan salah satu belati Neraka-mu, itu kehilangan besar.

Bukan belati. Pisau.

Dibuat di, entahlah, Cina.

Ah. Benar, tak ternilai.

Aku tidak bisa menemukannya.

Air kelapa teh hijau.

Setidaknya ada ini.

Ini tidak ada di Neraka.

Apa maksudmu Neraka?

Aku sudah muak, Lucifer.

Aku muak dengan apartemen ini.

Semua manusia.

Seluruh Bumi.

Aku mau pergi. Sekarang.

Aku mau pulang.

Kau...

kau ingin aku menerbangkanmu ke Neraka?

Untuk selamanya? Itu agak sembrono, bukan?

Tidak. Dan aku sudah putuskan, jadi...

keluarkan sayapmu.

Bukan hal besar./ Salah.

Hal besar. Sangat besar.

Entah apa kau ingat, Maze, tapi terakhir kalinya...

aku mengantar seseorang dengan Uber Surgawi...

Si Detektif hampir mati.

Serius?

Kau menolak karena kau takut pada Ayahmu?

Bukan, aku hanya tidak ingin ada yang terluka.

Kau jelas butuh pelampiasan, bukan?

Melupakan soal Ameninda?

Tidak. Lindadiel?

Terserah. Soal masalah itu.

Bagaimana jika liburan di Catalina?

Kau pergi ke Neraka untuk Pierce,

pria yang bahkan tidak kau suka,

dan kau tidak mau melakukannya untukku?

Tidak.

Aku bersumpah, Lucifer,

kau akan menyesali ini.

Apa kau mengancamku, Mazikeen?

Oh, hei. Hei, Teman-teman.

Apa yang terjadi?

Jangan cemas, Detektif.

Maze baru saja mau pergi. Bukan begitu?

Oh.

Tunggu dulu. Maze, Maze...

aku berusaha menjelaskan kepada Trixie

bahwa pasti ada alasannya kau menyakiti perasaannya.

Semacam kesalahpahaman.

Atau setidaknya, kuharap begitu.

Tidak.

Aku hanya lupa barangku. Itu saja.

Maze.

Aku tidak pernah memintamu pindah.

Tidakkah kau lihat bahwa kau melakukan ini pada dirimu sendiri?

Jadi ini salahku?

Maze, ayolah.

Dasar iblis. Iya, 'kan?

Lucifer, memakinya tidak akan membantu.

Mungkin kau harus bicara padanya.

Kau tahu? Saat ini juga.

Sebaiknya jangan, Detektif.

Tampaknya dia butuh ruang. Yang besar.

Ini bukan waktu yang tepat...

bagimu untuk...

Hei.

Lucifer.

Halo, Letnan.

Apa yang kau lakukan di sini?

Aku tahu kalian semakin akrab,

aku hanya tidak menyangka akan melihatmu di sini.

Pada akhir pekan.

Memakai sandal yang tidak ada hubungan dengan pekerjaan.

Kami baru dari pantai.

Ya.

Pembunuhan pantai.

Ada pembunuhan di pantai.

Kasus baru. Aku mau memberitahumu.

Tapi tidak jadi karena aku tahu kau...

benci...

pasir.

Benar.

Mayatnya dalam peti es itu? Aku yakin Nn. Lopez akan...

menemukan petunjuk dari itu.

Kalau begitu...

semoga beruntung dengan pembunuhan pantaimu.

Apa kau mau tinggal atau..?

Pembunuhan pantai?

Maaf. Aku panik.

Karena dia rekan kerja, dan kau rekan kerja.

Mungkin kita harus bicarakan soal pekerjaaan,

batasan hidup. Lagipula, aku tidak tahu...

jika kau ingin semua orang tahu bahwa kita berkencan.

Aku tidak peduli siapa yang tahu.

Kau tidak peduli?

Tidak. Jika kau ingin pelan-pelan, tidak apa.

Tapi dari posisiku, aku siap.

Jadi, aku sedang beli kopi, melakukan kegiatanku,

dan seorang pria menarik lenganku.

Benarkah? Pria seperti apa?

Pria kulit hitam tinggi dan serius.

Botak.

Botak yang seksi?

Ya. Kau mengenalnya?

Tidak.

Hanya menggambarkannya.

Aku bisa membayangkannya kini.

Dia memanggilku Ibu.

Mengatakan hal aneh.

Kedengarannya dia gila.

Untungnya kau tidak akan bertemu dia lagi.

Itu masalahnya.

Dia kembali.

Benarkah?/ Lalu dia mengaku...

bisa memberitahuku tentang ingatanku yang hilang.

Yang dikatakannya kemudian sangatlah tidak masuk akal.

Ya, harusnya dia dijauhi.

Siapa pun dia.

Mungkin kau harus melupakannya,

terus maju, seperti yang kau lakukan.

Kau harus dengar segila apa ceritanya.

Dia bilang Lucifer adalah adiknya.

Kurasa itu mungkin jika salah satunya diadopsi.

Dan dibesarkan dengan logat berbeda.

Ya, itu.../ Lalu dia bilang...

..aku ibu tirinya. Tapi dia pria dewasa.

Ayahnya pasti sudah tua sekali.

Benar.

Memangnya aku akan menikahi pria tua...

dan melupakan semua tentangnya.

Bukan begitu?

Charlotte, kurasa pria ini,

siapa pun dia,

tidak peduli pada kebaikan dirimu.

Itu masalahnya.

Dia tampak sangat peduli padaku.

Setidaknya pada aku yang dulu.

Pria ini tidak bohong.

Setidaknya dia percaya...

bahwa dia mengatakan kebenaran.

Yang artinya...

aku harus menyelidiki ceritanya. Benar?

Benar.

Dia menyakiti dirinya sendiri.

Maksudku, dia kehilangan semua temannya.

Maze jelas menjadi tidak terkendali,

aku mencemaskannya.

Dia sering seperti ini.

Maze hanya butuh pelampiasan, itu saja.

Aku menyuruhnya melakukan itu, aku yakin dia akan segera sadar.

Terima kasih.

Hei, Ella. Apa yang kita punya?

Pertengahan 30-an, pria, luka tusukan bertubi-tubi.

Tidak ada tanda pengenal, jadi kuperiksa sidik jarinya lewat IBIS.

Baik. Detektif, menurutmu...

ini berkaitan dengan pembunuhan pantaimu?

Aku benci pembunuhan pantai.

Jahat sekali. Biarkan orang berenang.

Tidak ada pembunuhan pantai.

Jadi apa yang dilakukan Pierce di rumahmu?

Kami berkencan.

Benar.

Benar. Sudah kuduga.

Bagus untukmu, Detektif.

Apa sudah kubilang bahwa korbannya pria?

Kau lihat daun telinganya?

Besar. Lebar. Daun telinga lebar.

Tidak memberi petunjuk apa pun. Tapi aku bisa teruskan.

Dan tembakan... Oh, tunggu, lihat.

Kamera keamanan. Baik.

Akan kulihat apakah kejadiannya terekam.

Lepaskanlah, Teman. Meski Pierce dan Decker...

sangat serasi bersama, aku tahu perubahan itu sulit.

Nn. Lopez, tolong. Cukup.

More Indonesian subtitles for Lucifer

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left