The first 200 lines.
Aku
adalah So Dam, dan So Dam adalah aku.
Jadi, aku seharusnya tidak pernah memaafkanmu.
Aku mengerti. Aku sungguh mengerti.
Tapi aku tidak tahan
untuk terus-menerus menyimpan perasaan...
Aku juga takut.
Aku takut
pada akhirnya aku mencintaimu.
Ini cukup.
Ini cukup untuk sekarang.
Pak.
Mari kita fokus pada perasaan kita saat ini.
Mari khawatirkan hal lain
setelah rasa kasmaran kita menghilang.
Apa kamu pikir So Dam akan baik-baik saja?
Dia seharusnya baik-baik saja.
Akan kupastikan tidak ada yang terjadi padanya.
Di mana semua sekretarismu...
Berapa lama ini akan berlanjut?
Seseorang harus mengakhiri itu.
Ji Yoon.
Aku benar-benar berusaha keras untuk tidak melukaimu.
Aku mencoba memberikan keinginanmu dengan mencoba bertunangan.
Dan aku bahkan berpikir untuk pergi ke Amerika bersamamu.
Seo Jun.
Dia
sudah menjadi sahabatku selama 17 tahun sejak SMP.
- Namanya Myung Ji Yoon. - Apa yang kamu lakukan?
Dan dia adalah
seseorang yang ingin kujadikan pacarku.
Maafkan aku.
Nona Myung Ji Yoon ada di sini.
Apa yang harus aku katakan kepadanya?
Katakan padanya untuk datang ke kantorku nanti.
Sudah kubilang aku tidak mau menjadi temanmu!
Apa akan seperti ini perlakuanmu kepadaku?
Apa aku tidak ada artinya bagimu?
Makin lama aku mengulur waktu, kamu akan makin terluka.
Terima kasih atas perhatiannya.
Aku tidak akan pernah menerimamu walau kamu kembali sambil menangis
setelah berpacaran dengan seseorang
yang tidak cocok dan tidak selevel denganmu.
Baik.
Apa hubungan kita
benar-benar berakhir?
Jika kamu mau,
aku selalu menerima menjadi temanmu.
Aku tidak akan pernah lagi menginginkanmu sebagai apa pun.
Aku akan membunuhmu
jika kamu menyakiti Seo Jun.
Aku tidak percaya dia memintaku untuk membayangkan
bagaimana perasaanku
jika Eun Byeol menjadi pengganti demi menyelamatkan hidupku.
Dasar berandal kejam.
Bagaimana dia bisa mengatakan hal seperti itu?
Masuk.
- Bu Choi. - Ya?
Seorang pria bernama David Kim dari Irvine ingin bicara.
Ingin kusambungkan?
David Kim dari Irvine?
- Siapa itu? - Apa yang harus aku lakukan?
Aku rasa dia tidak mau menutup telepon.
Sambungkan saja dia.
"Presdir, Choi Seo Hyung"
Ya, ini Choi Seo Hyung. Apa yang bisa aku bantu?
David Kim?
Tidak, aku tidak begitu ingat.
Siapa kamu?
Baek Choon Mi?
Bu Hong! Di mana Bu Hong?
Astaga, apa yang terjadi?
Panggilan telepon...
Kamu akan menerima panggilan telepon.
Panggilan telepon apa?
Broker di Irvine yang disebutkan Baek Choon Mi.
- Apa? - Dia meneleponku,
jadi, aku mengatakan kepadanya untuk meneleponmu saja.
Apa yang harus kita lakukan?
Semua mulai tidak terkendali.
Apa yang akan aku lakukan?
"Penasihat, Hong Baek Hee"
Halo?
Baek Choon Mi?
Aku tidak yakin.
Hei. Berhentilah berbohong padaku.
Siapa ini?
Kita seperti bermain kartu sekarang.
Aku berbicara tentang kita bertiga. Kamu, Choon Mi, dan aku.
Tapi untungnya,
aku punya semua kartu penting yang kalian berdua butuhkan.
Bagaimana? Mau aku naikkan taruhan sedikit?
Mari kita bertemu.
Choon Mi berkata dia akan membayar tiket pesawatku.
Jika kamu hanya penjahat yang terbujuk tiket pesawat,
aku tidak mau berurusan denganmu. Selamat tinggal.
Bu Hong! Apa kamu sudah gila?
Bagaimana kamu bisa menutup telepon seperti itu?
Apa kamu bertindak sesuka hati karena itu bukan urusanmu?
Bisakah kamu berhenti emosi?
Apa kamu ingin menghancurkan segalanya?
- Nona Yoon. - Ya, Bu.
Bu Choi akan pulang awal hari ini. Tolong antar dia pulang.
Baek Choon Mi.
Kamu baru menyatakan perang.
Aku yang traktir.
- Ke mana dia pergi? - Ke kamar mandi.
Tidak akan mudah membersihkan semua japchae dari rambutnya.
Haruskah aku membantunya?
Aku dikenal bermental kuat.
Tapi mentalmu jauh lebih kuat daripada mentalku.
Itu karena kamu belum pernah membesarkan anak.
Ketika kamu memarahi anak-anak,
mereka tidak akan pernah mendengarkanmu
jika ibu dan ayahnya sama-sama keras terhadap mereka.
Yang satu perlu memarahi, dan yang lain perlu menghibur.
Itu sebabnya kamu akan pergi ke kamar mandi dan membantunya
membersihkan japchae dari rambutnya? Ya ampun.
- Hei, Sayang. - “Sayang”?
Yoon Tae?
Kamu ingin tahu kenapa aku tiba-tiba menutup telepon tadi?
Aku menelepon untuk menanyakan jalan ke suatu tempat,
tapi sekarang semuanya sudah beres.
Baik, sampai jumpa.
Kamu seharusnya memintanya untuk datang.
Apa kamu akan memberitahunya?
Tentu saja. Aku memergokinya selingkuh.
Apa yang akan kamu dapatkan dari memberitahunya?
Apa kamu pikir si pelit itu akan memberimu mantel bulu?
Tidak, dia bahkan tidak akan membelikanku syal.
Jadi, maksudmu kita harus membiarkannya lolos begitu saja?
Apa kamu gila?
Kamu ingin aku membiarkan perselingkuhan kakak iparku?
Aku belum pernah merasa semarah
dan seemosi ini sejak lama sekali. Rasanya sangat menyenangkan.
Seo Kyung.
Celaka kamu sekarang.
Dia adalah putri kedua Grup LX.
Kita harus menggunakan ini untuk memeras uang darinya.
Jika kita mendapat satu juta dolar dari setiap anak perempuan,
kita akan dapat menikmati hidup kita selama beberapa tahun ke depan.
Satu juta dolar dari setiap anak perempuan?
Dasar wannita berengsek.
Apa kamu membersihkan semuanya dari rambutmu?
Astaga, ada satu di sini.
Soo Kyung bisa sedikit bodoh.
Aku harap kamu mengerti.
Apa kamu menelepon...
Siapa? Pelatih golf?
- Bukan. - Yoon Tae?
Kenapa? Apa kamu merindukan dia?
Haruskah aku memintanya untuk datang?
Apa kamu belum meneleponnya?
Aku tahu bagaimana berurusan dengan Yoon Tae dan Soo Kyung.
Dan uanglah yang paling memotivasi mereka
Uang?
Tapi Soo Kyung seperti tempayan berlubang.
Itulah sebabnya kamu membutuhkan mediator seperti aku.
- Mediator? - Ya.
Beraninya kamu menatapku? Perbuatanmu tidak terpuji!
Astaga, kamu membuatnya jadi berantakan.
Bagaimana seorang pezina bisa begitu percaya diri?
Kamu pezina paling percaya diri yang pernah kulihat.
- Apa? - Ini belum selesai kubersihkan.
Apa kamu tidak tahu cara berbicara?
Kenapa kamu memakai kekerasan alih-alih membicarakannya?
Apa kamu tidur dengannya?
Berapa kali kamu tidur dengannya?
Sejak kapan kamu mulai tidur dengannya?
Aku tidak pernah tidur dengannya.
Aku rasa mereka belum intim.
Kurasa mereka senang hanya dengan saling berciuman.
Apa masalah kalian?
Lihat? Dia tidak menunjukkan tanda-tanda introspeksi.
Telepon Yoon Tae.
Jika kamu akan meneleponnya, kamu sudah melakukannya.
Aku tahu kamu hanya mengancam untuk mendapatkan uang.
Dasar...
Belum ada tiga menit sejak dia membersihkan diri.
Tahan amarahmu.
Soo Kyung.
Katakan padanya apa yang kamu inginkan.
Aku ingin transfer sejumlah uang ke toko yang aku kelola.
Apa?
Yoon Tae akan memberikannya padaku begitu dia menjadi ketua.
Kenapa dia memberimu yang menjadi milikku tanpa seizinku?
Jadi, apa kamu menolak?
Astaga, nilainya sangat besar.
Setidaknya berikan dia waktu untuk berpikir.
Kamu tidak perlu langsung menjawabnya.
Bagaimana jika aku menolak?
Apa? Kamu akan menolak?
Dasar kamu...
Apa aku perlu menelanjangimu di depan semua orang
untuk membuatmu sadar?
Kenapa kamu berbicara seperti nenek-nenek?
Aku tidak bisa sepakat dengan orang yang tidak bisa kupercaya.
Walaupun aku memberimu uang,
kamu akan memberi tahu kakakmu jika tiba-tiba ingin.
Jadi, kenapa aku membuat kesepakatan denganmu?
No comments yet. Be the first to leave one.