Monarca

Monarca

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

Monarca S02E05 NF-WEBDL-WEBRip
A Commentary by Sh1Ft3R
𝕹𝖊𝖙𝖋𝖑𝖎𝖝 𝕽𝖊𝖙𝖆𝖎𝖑

Tags

webdl
webrip
web
BRip
WEBDL
Published on: 2022-06-07
Downloads: 18
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

ENAM TAHUN SEBELUMNYA

GONZALO - 12 PANGGILAN TAK TERJAWAB

Ini Gonzalo. Aku sedang tak bisa menjawab.

- Tinggalkan pesan. - Angkat, sial!

Ayah?

Ayah dengar aku? Dia memintaku tak memberi tahu Ayah.

Tetapi tak adil seluruh keluarga tahu kecuali Ayah.

Apa?

Mereka akan adakan pesta pertunangan di rumah Nenek.

Pertunangan?

Dia akan menikah?

Ayah tak tahu.

Aku benar memberi tahu Ayah?

Aku tak mau Ayah berpikir aku memihaknya.

Tindakanmu benar.

Ayah harus datang.

Pertama, lupakan pemikiran bahwa Cecilia membunuh ayahmu.

Bagaimanapun ayahmu tak akan mau Cecilia Carranza dipenjara

sementara sepupumu menguasai Monarca.

Yang dia inginkan adalah kau menjatuhkan mereka.

Bagaimana caranya?

Itu tertulis jelas di surat yang kuberikan padamu.

" …dibangun atas dasar kebohongan. Kebohongan terbesar

adalah yang menutupi kematian saudara Ayah, Fausto."

Ayahmu yakin Fausto dibunuh.

Kau tak sadar? Jika itu terbukti,

artinya mereka menutupi kejahatan itu

dan mereka akan kehilangan warisannya.

- Tetapi menemukan buktinya sangat sulit. - Tidak.

Aku tahu di mana buktinya.

- Mereka akan kehilangan Monarca. - Benar.

Siapa penerusnya?

Lihat, aku sudah mencari preseden hukum.

Dengar, dalam urutan suksesi,

jika tak ada keturunan langsung, penerusnya adalah keponakan.

Tetapi menurut kasus ini,

mereka akan kehilangan warisannya.

Kaulah satu-satunya keponakannya.

Artinya Monarca akan menjadi milikmu.

Vegan.

Bebas gluten.

Bebas produk susu, ya.

Omega-3?

Apa itu Omega-3?

Ya, kurasa.

Sampai jumpa, terima kasih.

Dasar pencuri kecil!

- Ibu menelepon lama sekali. - Kenapa tampilanmu berubah?

Memangnya kenapa?

Entahlah, aku bosan berambut keriting.

Siapa namanya?

- Siapa? - Teman sekolahmu?

- Ibu melantur. - Apa Ibu melantur?

Camila, aku ibumu. Tentu Ibu tahu.

Jika iya, kalian akan diam?

Kami tak bermaksud jahat, kami hanya ingin kau terbuka.

Kenapa banyak tanya? Aku kehilangan selera.

Permisi, aku pergi.

- Kau menghindar. - Cami, sungguh? Pengecut!

Yang mana pun akan cocok.

Itu membantu.

Hei.

Kau tak mau memberi tahu ayahmu?

Tidak.

Kita tak butuh dia.

Hei, kemarilah.

Apa?

Mari bahas topik yang lebih menarik.

Apa yang kau lakukan?

Aku harus jemput orang tuaku di bandara.

Tetapi…

mereka masih harus mendarat…

Mengambil koper mereka,

lalu menelepon kita…

Putraku hampir tewas, dan aku tahu dari pengacaraku?

Putramu tak apa.

- Kupastikan dia dirawat dengan baik. - Bebaskan dia sekarang.

Penyerangnya sudah kami hukum.

- Mereka tak akan mendekati Pablo lagi. - Sial.

Kau dalangnya, ya?

Kau menyiksanya untuk memerasku.

Berapa, Bajingan?

- Berapa yang kau mau? - Ini bukan masalah uang.

Tetapi dia tak bisa bebas

dua bulan lebih awal. Aku akan diserang media.

Media akan menyerangmu

ketika mereka tahu kau menyiksa anak-anak di lapas.

Berapa?

Dua juta peso.

Setelah Pablo bebas, kau dapat uangnya.

Terima kasih.

Semuanya untukmu.

Bagus, Kawan.

Pablo…

aku tak mau kau sendirian.

Bawa salib ini.

Terima kasih.

Dia akan selalu bersamamu.

Pergilah.

Ibu.

Kenapa kita di sini, Sofía?

Katamu ini sementara, tetapi tampaknya kau menetap.

Aku juga ingin ini berakhir dan kembali ke Monterrey.

Kalau begitu, kapan tepatnya? Bulan apa, tanggal berapa?

Karena ini tak baik untuk Nico.

Tidak.

Jangan begitu.

Kau bersikeras Nico harus datang, meski aku menentangnya.

Aku mencoba bersabar, tetapi kau membuatnya sulit.

Berhenti mencoba, Ignacio.

Kau tak membantuku.

Kenapa selalu menentangku?

- Aku selalu… - Maaf.

Aku ingin bertanya apa Nico bersama kalian.

Kau lihat dia di sini?

Dia tak ada. Aku periksa ruang keluarga, kamarnya…

Dia tak ada?

- Dari mana kau, Nati? - Aku dari toko obat.

Hubungi polisi di resepsionis. Akan kucari dia.

- Sudah kucari. - Ini mustahil.

Patricia Beltrán?

- Halo. - Hai, ada yang bisa kubantu?

Aku ingin melakukan tes DNA.

Tentu. Lewat sini. Ikuti aku.

Masuklah.

Ada berbagai tes.

Untuk saat ini, sebaiknya lakukan tes liur,

tetapi tes darah lebih baik.

Aku ingin tes ini dirahasiakan, keluargaku tak boleh tahu.

Baiklah.

Kita bisa gunakan tisu sekali pakai.

Apa pun dengan air liur,

seperti rokok atau permen karet.

Bahkan gelas minum,

untuk tiap anggota keluarga.

Jika salah satunya sudah wafat?

Hei, kau melihat anak ini? Dia putraku.

Dia memakai kacamata dan ransel. Kau lihat dia?

- Tidak, Bung. - Terima kasih.

Sudah periksa CCTV?

Aku harus yakin dia meninggalkan hotel.

Sedang kami periksa.

Butuh waktu untuk mengunduh video dari peladen.

Cepat, ada anak yang hilang.

Halo?

Aku segera ke sana.

Begini…

Hari ini sepupuku bertunangan,

aku ingin kau datang denganku dan bertemu ibuku.

Aku mau, tetapi kurasa ini bukan waktu yang tepat.

Aku benci membohongi ibuku, aku juga ingin kau menemuinya.

Apa menurutmu Ny. Cecilia Carranza

akan suka aku mengencani cucunya?

Apa kau takut pada wanita 72 tahun?

Tidak, aku takut pada pemilik yayasan.

Kau tak akan dipecat karena mengencaniku.

Kurasa tak ada yang akan setuju kau mengencani pria yang jauh lebih tua.

Jika kita ingin hubungan ini berkembang,

kurasa kita harus merahasiakannya untuk sementara.

Aku janji kita akan temukan saat yang tepat untuk memberi tahu mereka.

- Ya? - Baiklah, tak perlu buru-buru.

Batu, kertas, gunting!

Batu, kertas, gunting!

Nak!

Dari mana saja kau?

Kenapa kau pergi?

Aku tak suka saat Ayah dan Ibu bertengkar.

Maafkan Ayah, ya?

- Mau es krim lagi? - Ya!

- Untuk kalian juga? - Ya.

- Lemon? - Lemon.

Kau kutelepon begitu dia menghubungiku.

Terima kasih banyak.

Aku takut setengah mati.

Aku tak bisa bayangkan.

Tinggal di hotel itu membuat kami penat.

- Ini hanya sementara. - Tidak.

Pasti berakhir.

Kurasa tidak, ini berbeda. Perilakunya tak sehat.

- Cepat sekali! - Terima kasih.

Terima kasih.

- Bersulang. - Nicolás.

Kau tak apa?

- Kenapa kau kabur? - Maaf, Bu.

Berjanjilah kau tak akan mengulanginya.

Terima kasih.

Tetapi lain kali, telepon aku langsung.

Ayo.

Dah, Bibi.

Semoga berhasil.

Terima kasih.

Saat aku sampaikan ide Hotel Monarca pada ayahku 18 tahun lalu,

dia bilang itu ide terbodoh yang pernah dia dengar.

Dia tak punya visi, ya?

Pemerintah menyulitkanku dengan perusahaan konstruksi

dan kartel mempersulit distilasi.

Ayahku dan saudara-saudaraku tak bisa melihatnya,

tetapi jaringan Hotel Monarca

adalah masa depan perusahaan ini.

More Indonesian subtitles for Monarca

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left