9-1-1: Lone Star

9-1-1: Lone Star

Download Indonesian Subtitle

Season 3

Release info

9-1-1 Lone Star S03E11 Prince Albert in a Can-DSNP-WEBDL
A Commentary by Sh1Ft3R
𝗗𝗶𝘀𝗻𝗲𝘆 𝗛𝗼𝘁𝘀𝘁𝗮𝗿

Tags

webdl
web
WEBDL
Published on: 2022-03-26
Downloads: 28
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

911, apa situasi daruratmu?

Tolong aku… Dia akan membunuh kami.

Aku di sini, Bu. Kami akan kirim bantuan kepadamu.

Bisa beri aku alamat lokasimu?

Di 660 Monte Vista. Lekas.

- Dia sudah gila. - Kukirim polisi sekarang.

- Siapa namamu, Bu? - Susie.

Aku bersama bayiku juga.

Baiklah, Susie. Dengarkan, namaku Grace.

Bantu aku, tarik napas dalam-dalam. Jelaskan kejadiannya.

Siapa yang ingin menyakitimu?

Pacarku. Namanya Mark.

Mark Poling. Dia teler berat.

- Maksudmu dia pakai metamfetamina? - Ya. Dia pengedarnya.

- Dia bersenjata? - Entahlah. Mungkin.

Mark Poling pakai metamfetamina tersangka bersenjata

Ada banyak senapan di rumahnya.

Dia mulai meremukkan dan melempar barang. Katanya dia akan membunuh kami.

Aku tahu kau takut, tapi kumohon tetaplah tenang.

Kalian berdua di tempat aman sekarang?

Kami bersembunyi di lemari.

Coba lirihkan suaramu saja.

Susie, aku harus tahu letak lemari itu,

agar timku bisa menemukanmu.

Kami di kamar belakang di ujung lorong, sisi kiri.

Kurasa aku dengar dia.

Hus, Sayang. Ibu mohon, hus.

Tercium bau gas. Kurasa dia menuang bensin…

Ya Tuhan, dia serius.

Katanya dia akan membakar kami. Dia akan membakar rumah…

Hei!

Hei! Susie?

TERPUTUS

Susie, kau mendengarku?

POLISI

Maju!

Tim A, kami sudah tiba.

Aku mau setiap jalan dalam radius empat blok dari sini ditutup.

Pasang perimeter di halaman depan.

Para Petugas, jaga sisi selatan rumah.

Jaga tetangga tetap di dalam.

Kita tak butuh penonton terjebak dalam baku tembak.

Ya, Pak.

- Bongkar muatan. - Petugas Reyes.

Kapten Strand.

Pakai rompi dan helm sekarang.

Kami yakin ada tersangka bersenjata di dalam bersama dua sandera.

Salah satunya bayi.

Tahu keadaan mereka?

Tidak. Tersangka membisu.

Dia tak menjawab telepon, atau panggilan dari negosiator.

Aku butuh timmu bersiap di belakang truk,

sampai SWAT masuk dan mengamankan TKP.

Damkar perlu masuk bersamamu.

Tak boleh.

Operator mengatakan tersangka teler dan bersenjata.

Mereka juga berkata rumah ini terisi bensin.

Satu peluru meleset, rumah itu meledak, kalian terjebak.

Baik, tapi tetap di belakang kami dan kurangi beban.

Sersan. Beri mereka rompi dan helm.

- Ya, Pak. - Baik.

Batang Halligan dan tabung damkar saja.

Bawa slang 44 mm untuk cadangan.

Jika rumah itu meledak, kita cepat masuk.

Ayo. Cepat!

Tersangka pria kulit putih. Buka mata kalian.

Cepat!

Ini APD. Keluarlah jika kau di sini.

Tetaplah waspada…

Cepat! Periksa kamar belakang.

Pergilah ke kiri.

Kamarnya kosong.

Kamar mandi kosong.

Ini 363H20. Aku melihat seorang pria bertudung,

yang tampak baru saja keluar dari belakang rumah di Plainview.

Tersangka menuju ke timur, aku mengejar.

Dimengerti, 363H20. Kukirim mobil kepadamu sekarang.

Carlos, hati-hati.

Periksa jendela-jendela.

SEMUA TEMBAKAN KEPALA JAMINAN 100%

Ada orang di sini?

Astaga, ini menyeramkan.

Hei, Kapten.

Operator berkata mendengar tangisan bayi di telepon.

Ya.

Ya, aku tidak dengar tangisan bayi.

Benar.

Polisi! Diam di tempat!

Apa yang terjadi, Teman?

Mark Poling?

Mana pacarmu, Mark?

Apa?

Amber?

Dia… Dia sudah pergi.

Apa maksudmu? Pergi ke mana?

- Entah, Teman. - Kau melukainya, Mark?

Kapan?

Aku tak melakukan apa pun.

Kurasa tak ada yang bersembunyi di situ.

Operator. Kurasa kita ditipu.

Maaf?

Tak ada orang di dalam lemari,

tak ada tanda keberadaan bayi di rumah ini.

Celaka.

Petugas Reyes, kau dengar?

Mark, lihat aku.

- Letakkan pisaumu, ya? - Petugas Reyes, ini Operator.

Tolong jawab.

- Mark, letakkan pisaumu. - Ini kacau.

- Petugas Reyes… - Dia menelepon kalian?

- Hei! Letakkan pisaumu! - Aku tak bersalah!

Aku tak tahu ada apa ini, Teman.

Letakkan senjatamu!

- Aku tak bersalah. - Letakkan pisau!

- Aku hanya… - Letakkan senjata, Mark.

- Letakkan senjata! Sekarang! - Aku tak bersalah.

- Letakkan pisau! - Aku tak bersalah! Aku…

Setrum!

Operator? Tersangka bersenjata pisau.

Aku menyetrumnya. Menahannya sekarang.

Hei. Ayo. Berbaliklah.

Mark, ayo. Cepat.

Ya Tuhan.

Operator, kode tiga!

Aku butuh bantuan EMS sekarang.

Luka tusuk parah, banyak darah.

Petugas Reyes, kau terluka?

Bukan aku. Tersangka kena pisaunya sendiri.

Dimengerti, Petugas Reyes.

Ambulans sudah di TKP, mereka di perjalanan.

Tetaplah bersamaku, ya?

Carlos…

Carlos, aku saja.

Dia kena pisaunya.

- Dia tak mau meletakkannya. Dia… - Tak apa.

- Aku tidak… Aku tak bermaksud… - Baiklah.

- Tak apa. - Selamatkan dia.

Selamatkanlah.

- Hilang denyut nadi. Dia tak bernapas. - Memulai kompresi dada.

Apa yang terjadi?

Dia kena pisaunya sendiri.

Katakan kalian menemukan pacarnya dan bayinya.

Apa?

- Tak ada korban. - Apa maksudmu?

Dia sendirian di rumah itu. Sepertinya semua itu gurauan.

Gurauan?

Operator? Panggil koroner.

Dia sudah mati.

Laba-laba mungil menaiki talang…

Menuruni…

Hei.

Hei, keluarga.

Bagaimana dengan para petinggi?

Diputuskan bahwa aku mungkin harus cuti sebentar.

Ayolah, mereka menyalahkanmu karena ini?

Tidak, bukan begitu.

Ternyata pria yang mati itu memang dikenal sebagai pengedar.

Jadi, menurut APD, rivalnya yang menelepon.

Mereka melakukan itu terkadang. Saling mengadukan kepada polisi.

Menyamakan skor. Disebut panggilan palsu.

Mereka tahu siapa pelakunya?

Panggilan itu melewati alamat IP palsu.

Bukan, kurasa maksudku adalah semua orang setuju itu bukan kesalahanmu.

Ya. Tidak.

Tak ada yang menyalahkanku. Aku dibebaskan dari tanggung jawab.

Lalu, kenapa kau diskors?

Aku tidak diskors. Aku hanya ambil cuti.

Jadi, ini bukan…

Mereka tak menyalahkanmu, kau menyalahkan diri sendiri.

Maksudku aku tak memercayai diriku sekarang.

Karena ada tanda-tandanya, tapi aku melewatkan semuanya.

Sayang, apa maksudmu "tanda"? Bicara apa kau ini?

Si penelepon mengatakan pria itu meremukkan barang,

bahwa dia akan membunuhnya.

- Benar. - Aku tak menanyakan caranya lolos.

Kemudian, bersembunyi di lemari tanpa diketahui oleh si pria.

Kudengar bayinya menangis.

Lalu, semua kecurigaanku langsung sirna.

Grace, tugasmu bukanlah mencurigai.

Tugasmu adalah menolong orang.

Aku tak menolong siapa pun.

Kubuat seorang pria terbunuh.

Menurutku wajar saja jika kau mendadak tak mampu bekerja

setelah kejadian seperti ini.

Tapi aku juga ingin kau tahu,

kau operator terbaik di negara bagian Texas…

kita tak bisa membiarkanmu marah pada dirimu sendiri.

Aku tak tahu harus marah kepada siapa lagi.

Bagaimana dengan bedebah yang memperalatmu?

Itu bukan kau dan bukan Carlos.

Siapa pun penelepon itulah yang membunuhnya.

Aku melupakan Carlos. Kau bersamanya di TKP saat pria itu mati?

Ya.

Bagaimana keadaannya?

Dia tampak seperti dirimu sekarang.

Sayang, aku tahu kau sedang gusar,

tapi bisakah kau mengurangi hantaman kemurkaan itu sedikit?

Bukan hantaman kemurkaan.

Syukurlah, ada bel.

Ronde usai.

More Indonesian subtitles for 9-1-1: Lone Star

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left