Release info

청춘월담-Our Blooming Youth-S01E10 230307 HDTV-NEXT-AMZN
A Commentary by YoungJedi
[1:03:36] EP.10 | Subtitle from AMZN synced to HDTV-NEXT.

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2023-03-07
Downloads: 40
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

DRAMA INI ADALAH KISAH FIKTIF

SEMUA KARAKTER, ORGANISASI, LOKASI, INSIDEN, DAN AGAMA

DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF

ADEGAN YANG MELIBATKAN HEWAN DIBUAT DENGAN PROPERTI DAN EFEK VISUAL

Maukah kau menjadi temanku lagi?

Yang Mulia.

Tak pernah sedetik pun...

aku bukan temanmu.

Aku berencana membuat keajaiban itu setiap hari.

Aku akan punya seorang teman, percaya padanya,

dan aku akan melindunginya.

Sampai bertemu di tempat latihan nanti.

Latihan memanah menjadi membosankan karena aku tak punya lawan untuk bersaing.

Ya, Yang Mulia.

EPISODE 10

Apakah kau senang punya teman lagi?

Kau tampak bahagia.

Kau tersenyum sepanjang jalan menuju ke istana.

Kenapa melihatku seperti itu?

Apakah kau juga mau menjadi temanku?

Apakah menurutmu pria dan wanita tak bisa berteman?

Bukan.

Hanya saja kebencian ini mulai memenuhi diriku lagi.

Saat kau mengusirku, aku sangat sedih.

Apakah kau merasa senang setelah mengusirku?

Itu kenapa aku meminta maaf waktu itu.

Aku minta maaf.

Itu saja?

Itu terlalu singkat dan sederhana.

Aku mau kau mengatakannya lagi,

tetapi lebih lama dan detail kali ini.

"Aku membutuhkanmu.

Aku mau kau tetap bersamaku."

Katakan itu kepadaku.

Aku merindukanmu, Jae-yi.

Kenapa kau tak mengatakan apa pun?

Bagaimana denganmu?

Kau mungkin tak memikirkanku selagi tinggal di Manyeondang.

Kenapa diam saja?

Tanpamu di sisiku,

Istana Timur terasa sangat kosong.

Apakah sesulit itu bagimu meminta maaf?

Aku meminta maaf dalam benakku.

Kau juga bicara kepada diri sendiri,

jadi aku tadi membatin.

- Tidak bisa. - Beraninya kau?

Kau menguping saat aku bicara kepada diriku.

Jadi, barulah adil kalau kau memberitahuku apa yang kau pikirkan.

Aku memikirkan sesuatu yang kau tak boleh tahu.

Ayolah, apakah kau serius?

Bukankah lebih baik daripada mengumpat di kursi?

Kau bahkan menendangnya.

Kau membayangkan aku kursinya, bukan?

- Cukup. - "Cukup"?

Ini curang.

Cukup, pergilah beristirahat.

Tidak, Yang Mulia, bagaimana aku bisa begitu?

Aku akan mengawalmu ke Istana Timur.

Sudah larut malam.

Pergilah beristirahat.

Kau mungkin saja berpakaian sebagai pria,

tetapi aku belum lupa kalau kau wanita.

Aku hampir lupa. Kalau kau kembali,

akan ada banyak camilan malam menantimu.

Jika lewatkan makan siang, tak ada yang beri makan siang.

Dia tak pernah menanyakanku apakah aku sudah makan malam.

Aku bukan orang tak rasional seperti yang kau pikir.

Sudah kuminta Tae-gang menyiapkannya.

Masuklah dan makan.

Yang Mulia.

Kau tak lapar?

Kita sudah berjalan berkilo-kilometer.

Wow!

Japchae dan tartar daging sapi!

Aku sudah lama tak melihat kalian.

Kue buatan istana semanis madu.

Manis sekali.

Maaf, Yang Mulia.

Aku sungguh tidak sopan.

Oh.

Makanlah, ini benar-benar enak.

Ini sangat enak.

Ayah belum tidur?

Yang Mulia sudah berubah.

Aku juga merasa begitu.

Aku tak tahu

Ayah menyiapkan kembang api untuk pernikahanku.

Bukankah Ayah bilang

mengadakan pesta yang terlalu besar

bertentangan dengan integritas cendekiawan?

Dengan kembang api, orang akan berkumpul dari semua tempat

dan seluruh desa akan menjadi ramai.

Kau putra ayah satu-satunya.

Orang-orang berkumpul, tertawa dan makan bersama

di pernikahan putra ayah

bukanlah pesta yang terlalu besar.

Ayah rasa sudah waktunya kita bersih-bersih di sini.

Itu sudah terlalu lama di sini.

Ayah akan kirimkan niternya ke Gaeseong lewat Biro Senjata.

Dia sudah meninggal.

Kau tak perlu repot-repot lagi mencari orang yang sudah meninggal.

Itu tak ada artinya.

Begitu Putri Mahkota dipilih,

ayah akan mencarikan pasangan baru untukmu.

Jadi, ingatlah itu.

Masa depan keluarga bergantung pada itu, jadi kita tak bisa terus menundanya.

Kutemukan kau, Jang Ga-ram.

Namun, dia seorang pria. Bagaimana kau bisa sebut dia Jang Ga-ram?

Dia tampak jauh lebih kurus di gambarnya.

Banyak wanita menyamar menjadi pria untuk menghindari chusoeryeong.

Aku yakin itu dia.

Kita tangkap dia sekarang?

Ya, ampun.

Bagaimana kalau pemburu bayaran datang mencariku?

Ya, ampun, aku gelisah tiap hari.

Tidak, entah aku hidup atau mati,

itu untuk Nona Jae-yi.

- Entah kenapa dia meninggalkan Gaeseong. - Kenapa kita harus tahu alasannya pergi?

Min Jae-yi mungkin masih hidup.

Dia datang jauh-jauh ke Hanyang menyamar sebagai pria

mungkin untuk menemui majikannya, Min Jae-yi.

Kau akan menangkap Jae-yi dan menyerahkan keduanya?

Ke mana kita sebaiknya menyerahkan mereka untuk mendapatkan imbalan kita?

Sebaiknya serahkan ke Kepala Bagian Han.

Gadis kurang ajar itu telah menodai reputasi bangsawan...

Kau masih perlu banyak belajar.

Apakah kau punya rencana lain?

Aku mau menyerahkan mereka kepada Penasihat Negara Kanan.

Penasihat Negara Kanan akan menggunakan mereka sebagai apa?

Kau tak dengar kalau dia

membeli informasi dari seluruh penjuru negeri?

Dia akan bayar melebihi Kepala Bagian Han karena dia salah satu penasihat negara.

Jadi, itu yang terjadi

Putra Mahkota membuktikan Penasihat Negara Kiri tak bersalah

untuk menyelamatkan temannya beserta keluarganya.

Dia akan menjadi raja yang bijak.

Astaga, dia sungguh usil.

Kau akan tak apa-apa, Tuan?

Kau sungguh berpikir aku memulai semua ini tanpa rencana cadangan?

Terima kasih sudah memberitahuku apa yang terjadi.

Kalau begitu, aku sebaiknya pergi, Tuan.

Apakah kita mendapat kabar?

Kabar apa?

- Kau sungguh tak tahu? - Ya.

Soal surat bertuliskan "Song, Ga, Myeol..."

Jaga bicaramu!

Kalau kita dapat kabar, pasti mengenai itu.

Kita pasti tak dihubungi sebab itu masalah desa.

Seseorang mungkin mengenali dia meski memakai topeng.

Kudengar kau ke Kantor Syamanisme.

Kenapa kau membuat keributan?

Jika terbakarnya pohon prem istana terkait dengan syaman Kantor Syamanisme,

maka ada kaitannya denganmu.

Kau tahu sebanyak apa?

Bagaimana kalau ada yang mendengarmu?

Memangnya aku tahu apa? Aku hanya melakukan yang disuruh.

Jika sudah lakukan yang disuruh,

kita bisa pulang, bukan?

Bagaimana jika tidak?

Kita harus terus hidup dengan nama dan kampung halaman palsu?

Aku harus mendapatkan kembali namaku.

Ayo kembali saja ke Desa Naeahn...

Berhenti melantur dan kemasi barang...

untuk dikirim ke Desa Naeahn.

Biksu itu akan segera ke sini.

Apakah pohon prem yang terbakar itu tak terkait dengan Penasihat Negara Kiri?

Kalau begitu, apakah pencuri Byeokcheon benar-benar merencanakan sesuatu?

Astaga, bagaimana kau tahu aku suka minum-minum?

Kau sungguh sangat baik.

Aku merasa sangat senang.

Kau cukup keren hari ini.

Saat kau bersikap serius di gudang Kepala Bagian Han,

itu membuatku tenang.

Kau memikirkan Kepala Bagian Han?

Tidak.

Aku hanya teringat lilin yang kulihat di gudangnya.

Begitu tahu kebenarannya, kau akan bisa membersihkan namamu

dan menyalakan lilin-lilin itu.

Kepala Bagian Han orang yang luar biasa.

Ayahku butuh waktu lama untuk memilihnya sebagai suamiku.

Namun, aku menyukai dia tanpa mengetahui...

kalau dia orang yang baik.

Apa maksudmu?

Menikah tak pernah merupakan pilihanku.

Pikirkanlah.

Pernikahan adalah janji antarkeluarga.

Jadi, menyukai dia

lebih baik daripada membencinya.

Namun, bukankah katamu kau jatuh cinta pada Seong-on,

itu cinta pada pandangan pertama?

Aku tak punya waktu jatuh cinta padanya. Kami hanya bertemu sekali saat kecil.

Aku hanya memutuskan untuk menyukai dia.

Kau sebaiknya melakukan yang sama

karena kau akan segera menikah.

Kau tak perlu memberitahuku harus apa.

Kalau begitu, apakah kau berencana membenci Putri Mahkota?

Aku akan melakukan apa yang kumau.

Kau tak bisa merencanakan

menyukai atau membenci seseorang.

Ya, ampun, ini buruk.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left