The first 172 lines.
Terkadang seorang pahlawan harus bertarung.
Di lain waktu, pahlawan harus bersembunyi.
Biarkan para pengejar mencariku ke mana-mana.
Mereka tak akan menemukanku.
Karena aku, Puss in Boots, adalah tukang sembunyi terhebat sepanjang...
Itu dia!
Apa, ketahuan lagi?!
Anak-anak ini sangat hebat dalam permainan ini.
Hore!
Kami akan menangkapmu, Puss!
Permainan sudah selesai, kucing!
Permainan belum selesai sampai kalian menyentuhku.
Kena! Kau yang jadi "pengejar", Puss!
Baiklah, ini menyenangkan, tapi ada hal yang harus kukerjakan.
Tapi, Puss, maukah kau bermain naik kucing?
Ha ha ha! Apa pun keinginanmu.
- Dan maukah kau menceritakan kisah? - Apa pun keinginanmu.
Dan maukah kau membuatkan kami minuman pepaya coklat?
Itu sedikit lebih awal untuk...
Kuuu-mooo-hooon?
Hmm. Apa pun keinginanmu.
Oh! Kau harus belajar untuk bilang tidak, Puss in the Boots.
Kau akan memanjakan anak-anak kalau kau selalu memenuhi keinginan mereka.
Nyonya, ketika aku masih seekor kucing yatim piatu kecil
tak ada yang pernah memberiku sesuatu tapi melihatku dengan pandangan curiga.
Jika aku bisa membawakan senyuman pada wajah anak-anak yatim piatu ini
dengan main kejar-kejaran atau sedikit minuman pepaya coklat,
bagaimana bisa kutolak?
Tak bisakah kau mengatakan kata "tidak"?
Katakan! Biar kudengar kau mengatakannya.
Pertanyaan yang sangat konyol. Tentu saja aku bisa.
Puss, maukah kau bermain lompat katak bersama kami?
Apa pun keinginanmu. Ooh!
Eh, akan kutunjukkan nanti.
Saat kau tidak mengharapkannya.
Lompat katak!
Bukan... begitu... cara bermain... lompat katak.
Puss in the Boots!
Oh, kau memanggang makanan penutup yang manis untuk anak yatim piatu
yang akan membuat mereka liar dan sibuk serta membuatku tak tenang membaca novel roman-ku!
Sekarang, aku tahu itu ulahmu.
Aku bisa mencium bau kayu manis.
Kau mencium bau kayu manis?
Ohh. Dan aku baru membaca sampai pada bagian
di mana Arturo membuka bajunya.
Ini bau kayu manis.
Jadi, hari pembalasan telah tiba.
Kenapa? Apa kau alergi?
Anak-anak, berkumpullah.
Aku harus menceritakan sebuah kisah.
Dulu sekali, aku membuat marah seorang penyihir jahat.
Masalah tentang ikan. Rinciannya tidak penting.
Tapi penyihir itu benar-benar menyayangi ikan itu.
Maksudku, sungguh, itu agak menakutkan.
Aku melarikan diri, tapi dia bersumpah membalas dendam.
Dia menciptakan Golem,
monster tinggi besar yang terbuat dari tanah liat dan dihidupkan oleh sihir.
Dia memerintahkan Golem itu untuk memburu dan membinasakanku.
Dia telah mengikutiku sejak itu.
Selalu berbau menyenangkan... seperti bau kayu manis!
Ooh. Jumlah kalian semakin banyak sekarang.
Itu kisah yang bagus.
Dan Golem itu tak pernah menangkapmu, Puss? Kau terlalu cepat bagi dia?
Dia terlalu lambat bagiku. Golem bergerak cukup lambat.
Jadi, selama ini, apabila aku mencium bau kayu manis,
aku harus pindah.
Berdasarkan baunya,
aku memperkirakan dia akan tiba di San Lorenzo dalam beberapa jam.
Apa itu artinya kau akan meninggalkan kami?
Tidak. Aku sudah muak melarikan diri.
San Lorenzo adalah rumahku sekarang,
dan aku tidak akan membiarkan kota ini dirusak oleh makhluk itu.
Aku akan tinggal, aku akan menghadapinya dan aku akan mengalahkannya!
Jadi, apa ada yang punya gagasan mengenai cara untuk mengalahkan makhluk itu?
Monster tanah liat raksasa? Tak bisa dihancurkan?
Punya kepalan tangan yang sangat besar untuk memukul?
Apa saja. Kita sedang menyumbangkan saran di sini, teman-teman.
Gunakan imajinasi kalian untuk memikirkan sebuah gagasan.
Aku punya ide! Sepeda yang dikayuh dengan tangan
sehingga kau masih dapat menggunakannya jika kakimu mati rasa!
Apa hubungannya hal itu dengan Golem?
Oh, Golem! Kukira kau mengatakan "transportasi alternatif."
Coba kulihat. Aku mempelajari Golem di sekolah alkimia.
Aku tahu semua tentang Golem.
Golem milik kita sendiri bertempur dengan Golem jahat!
Cerdas! Kau yakin kau tahu cara membuat Golem?
Semua ada di sini di buku tebal yang misterius dan angker ini.
"Kitab Mantra Jahat Bayi yang Pertama."
Aku mendadak merasa ragu.
Tinggal sepercik arcanum corallinum lagi dan voila!
Lihatlah! Yang perkasa, kuat, tak terbendung...
Kue?
Aku tak punya baking powder, jadi aku menggantinya dengan baking soda.
Siapa sangka hasilnya akan berbeda seperti ini?
Ini sia-sia. Aku tak punya pilihan selain membunuh Golem itu
sebelum dia mencapai kota.
Membunuhnya? Kenapa kau tidak berbicara dengannya saja?
Bilang saja kau tidak menyimpan dendam padanya.
Mungkin dia merasakan hal yang sama.
Seperti yang dikatakan buku ini:
"Mematuk musuh hanya dilakukan oleh burung. Masalah harus diselesaikan dengan kata-kata."
Tidak, Golem tidak akan berhenti hingga tugasnya selesai walau apa pun yang terjadi.
Satu-satunya cara untuk mengalahkan makhluk kejam ini adalah dengan kekerasan.
Warga San Lorenzo,
Aku harus pergi ke gurun pasir untuk melawan Golem.
Untuk berjaga-jaga jika aku tidak kembali, aku akan mengucapkan selamat tinggal.
Vina. Kebersamaan kita selama ini sangat berarti bagiku.
Semoga sifat keingintahuan-mu membantumu menjalani kehidupanmu.
Apa kau tahu pohon bisa mencium rasa takut?
Jangan menangisiku!
Aku akan merindukanmu, cantik!
- Kau, Tuan! - Hah? Hah?
Aku tidak kenal siapa dirimu.
Kurasa kau tinggal di daerah sana.
Meskipun demikian, aku punya banyak hal yang ingin kusampaikan kepadamu.
Ya, ini bisa berlangsung lama.
Aku dibesarkan untuk mencintaimu seperti saudara!
Saudara yang namanya tidak kuketahui!
Carlos, mungkin? Juan? Roberto?
Bukan, bukan. Kevin.
Halo-o-o?
Ooh, aromamu seperti sarapan pagi. Aku Dulcinea.
Ahem. Dan siapa kau...?
Hancurkan kucing sepatu bot.
Oh, ya. Aku tahu kucing sepatu bot sedang melakukan pemanasan,
tapi dia benar-benar orang yang hebat.
Aku yakin jika kalian duduk dan berbicara, kalian akan menemukan banyak kesamaan.
Jadi, bagaimana menurutmu?
Oh! Hei!
Permisi!
Sekarang, kau dengarkan, Tuan.
Hanya karena kau besar tidak berarti kau boleh mendorong orang.
Seperti yang dikatakan dalam buku ini...
Oh, di mana bagian tentang kelinci yang memulai perkelahian dengan semut?
Hmm. Pakaiannya bagus.
Maaf. Golem tidak terbiasa berbicara.
Golem suka sulaman.
Membuat kain jadi cantik.
Golem suka benda-benda yang cantik.
Maaf, aku diberitahu bahwa kau hanya gumpalan tanah liat tanpa pikiran.
Golem dulunya begitu,
tapi Golem sudah mengikuti kucing sepatu bot selama bertahun-tahun, mengelilingi dunia.
Golem melihat benda-benda cantik.
Seni, alam, sulaman.
Oh, makhluk yang malang.
Dipaksa untuk menghabiskan hidupmu mengejar Puss in Boots.
Pada akhirnya, Golem merasa kita semua mengejar sesuatu, 'kan?
Kadang-kadang aku mengejar tikus.
Aku tidak bangga akan hal itu.
Dan kau, Walikota Temeroso,
semoga kau terus memimpin San Lorenzo dengan keterampilan yang sama cerdas
di mana kau begitu ahli memilih tempat persembunyianmu.
Aku akan berusaha, Tuan Puss.
Oh, kau hebat.
Warga San Lorenzo, aku harus menyingkat hal ini.
Karena aku tidak suka perpisahan yang berlangsung lama.
Kami sudah berada di sini selama lima jam!
Jadi, tanpa basa basi lagi, aku menawarkan kalian semua...
Puss, lihat siapa yang kutemukan!
- Sang Golem! - Tidak apa-apa, dia bersamaku.
Dulcinea, hati-hati!
Dia monster biadab yang haus darah!
Kota yang cantik.
Banyak warna.
Meskipun air mancurnya sedikit berlebihan.
Puss, kau tak akan percaya.
Golem itu sebenarnya sangat manis dan lembut.
Dia telah menceritakan semua tentang perjalanannya mengelilingi dunia.
Golem suka benda-benda cantik.
Lihat? Dia tak ingin menyakitimu.
Makhluk aneh, apa itu benar?
Itu benar. Golem tak ingin menyakitimu.
No comments yet. Be the first to leave one.