The first 101 lines.
Tohru, ada yang menjemputmu!
Ada yang menjemputku?
Tohru...
Tohru.
Dia dicampakkan, bukan?
Dia dicampakkan.
Sungguh menyakitkan.
Kalau kau butuh bantuan,
katakan saja.
Baiklah. Terima kasih.
Kau baik-baik saja?
Tentu saja.
Aku begitu bersemangat sekarang!
Tentang Kyo...
Pria itu...
- Maaf. - Tunggu!
Jangan pukul kepalamu.
Apa keadaan di rumah baik-baik saja?
Apa banyak pakaian yang harus dicuci?
Apa rumah sudah dibersihkan?
Apa masih ada cadangan tisu toilet
di rumah?
[Aku tidak bisa terus bertahan di tempat yang sama.]
[Awalnya, aku sungguh berpikir hal itu tidak penting.]
Tunggu.
Aku tidak bisa mengendalikan diriku.
Saat ini, aku...
Aku
hanya memikirkan diriku sendiri.
Aku hanya menyesali perbuatanku.
Aku hanya bicara semauku.
Aku berpura-pura tidak menyadari perasaanmu.
Aku jelas mengerti kalau aku
mungkin tidak punya kesempatan untuk meminta maaf
atau menemuimu lagi.
aku tetap diam dan membiarkan hal serupa terulang.
Seolah aku tidak tahu apa-apa.
Maaf.
Aku membuatmu menangis.
Maaf karena membuatmu begitu terluka.
Ini yang terakhir.
Sekali saja sudah cukup.
Aku tidak butuh kesempatan kedua.
Bisakah kau memberiku kesempatan terakhir kali ini?
Aku ingin bersamamu.
Jika terus hidup,
aku ingin bersamamu.
Harus bersamamu.
Karena aku menyukaimu.
Apa artinya...
Jadi,
bolehkah aku tetap di sisimu?
Bolehkah aku menggenggam tanganmu
dan menemanimu?
Kita sudah berpegangan tangan.
Biar kuberi tahu ini lebih dahulu.
Ini sudah kali kedua.
Kapan?
Kau harus mengingatnya sendiri.
Jika tidak,
aku akan kesepian.
Baiklah.
Bolehkah aku memelukmu?
Meski aku akan langsung berubah...
Bersamaku
berarti tubuhku yang aneh juga akan membuatmu menderita.
Kyo.
Kau tidak tahu?
Aku
sangat menyukaimu.
Aku sangat menyukaimu, Kyo.
Itu membuatku
tidak terkalahkan.
Begitu rupanya. Kalau begitu,
aku juga tidak terkalahkan.
Tidak ada yang perlu ditakutkan
asalkan kau ada di sini.
Selamat tinggal.
Aku sangat iri padamu.
Kau benar-benar
jauh lebih murni daripada aku.
Aku sama sekali tidak murni.
Jangan menggolongkan orang
dengan kata "murni"
dan menjauhkan diri dari semua orang.
Jika menurutmu aku murni,
sebenarnya kau
juga murni.
Kau menangis karena kesepian dan takut.
Kau sangat murni dan tanpa cela hingga terlihat memilukan.
Aku mencoba menghancurkan dunia yang kau dambakan.
Tidak peduli itu benar atau salah.
Aku tetap menyakitimu begitu dalam.
Tapi...
Meski begitu,
aku tetap ingin berteman denganmu.
Kau sangat menyebalkan.
[dia bisa bertemu banyak orang yang tinggal di sana.]
[karena sangat kuat dan berbeda dari yang lain.]
[Tamu yang tiba-tiba datang ini membuatnya bingung.]
[Dia tak pernah meninggalkan pria itu sedetik pun.]
No comments yet. Be the first to leave one.