The first 194 lines.
Tadi aku mendapat sebuah kartu pos dalam kotak pos,
Song Yoo-Min yang mengirimnya.
[Song Yoo-Min, ini adalah nomor ponselku yang baru untuk Kakak Jae-Kyeong.]
Tertulis nomor ponsel yang baru diatasnya.
Apa artinya?
Aku mengkhawatirkanmu.
Kamu tidak perlu khawatir hal lain?
Kamu harus hati-hati, Youn-Cheol.
Ada musuh yang tidak kita ketahui.
Aku tahu.
Kamu bercanda.
Aku lebih percaya pada uang ini daripada kamu.
Ada masalah apa sepagi ini?
50 miliar won,
sudah mendapatkannya.
50 miliar won.
Aku yang mendapatkannya,
di gudang kedai kopi.
Kita melarikan diri dengan uang ini,
mengerti?
Halo?
Sayang.
Sayang, ada masalah apa?
Halo?
Mati saja, ada masalah apa lagi?
Halo?
Youn-Cheol.
Halo, bisa dengar aku bicara?
Halo?
Mati saja!
Bocah.
Sial!
Bagi saja uang ini.
Dengan baik-baik,
bagi setengah.
Bolehkah?
Aku hampir tidak bernyawa.
Kamu memperlakukanku dengan keras.
Bukankah sudah janji ketika menemukan uang ini,
maka bagi setengah.
Dan juga,
bagaimanapun perkataan orang, hubungan kita,
kita adalah keluarga.
Sekarang tidak lagi.
Walaupun tidak termasuk dalam hukum,
tetapi bagaimanapun masih ada rasa cinta.
Rasa cinta.
Cinta ini hebat sekali.
Maaf.
Benar-benar maaf.
Aku.
Aku.
Aku melakukan ini karena tidak ingin hidup susah.
Tinggalkan uangnya.
Aduh.
Aduh, kepalaku.
Aduh, sekarat.
Mati saja.
Setengah saja.
Bolehkah?
Memberimu lebih.
Mati saja.
Sayang,
kamu berhasil.
Ini 50 miliar won ?
Hanya ada setengah.
Kenapa bisa?
Kakak iparku mengambil setengahnya.
Kenapa dia bisa?
Sepertinya sudah direncanakan sejak lama.
Bagaimana dia tahu uang di sini?
Karena itu
aku juga bingung tentang ini.
Kenapa ini?
Suami.
Itu adalah istriku.
Youn-Cheol.
Youn-Cheol.
Youn-Cheol.
Youn-Cheol!
Youn-Cheol!
Youn-Cheol, sadarlah!
Youn-Cheol!
Youn-Cheol!
Youn-Cheol!
Apakah kamu baik-baik saja?
Sudah sadar?
Apakah kamu baik-baik saja?
Is… Istriku.
Ada apa ini?
Aku sedang menggoreng biji kopi.
Tiba-tiba ada orang,
menyetrumku dari belakang.
Siapa?
Aku juga tidak tahu.
Aku merasa ada sengatan listrik dipunggung,
dan langsung pingsan.
Seluruh lantai penuh dengan biji kopi.
Kamu berkelahi dengan orang lain?
Tidak ada.
Bagus sekali.
Beruntungnya kamu tidak apa-apa.
Mungkin saja,
orang ini yang membunuh Song Yoo-Min kemarin?
Sulit dikatakan.
Jadi bagaimana sekarang?
Serahkan padaku saja.
Kamu seharusnya istirahat.
Apa yang akan kamu rencanakan?
Aku akan menggantikanmu membalas dendam.
Tidak peduli siapapun itu musuhnya,
harus tertangkap.
Surat kiriman paket hilang.
Kamu di sini.
Dia di mana?
Katanya pergi mencari penjahat.
Mana uangnya?
Maaf sayang, tadi sakit sekali?
Aku pikir aku tak ada nyawa lagi.
Tetapi, ini setimpalkan?
Aku mengakui uang ini.
Aku tidak bisa membayangkan wajahnya.
Tercuri 50 miliar, seperti apa ekspresinya?
Apa yang sedang kamu lakukan?
Tidak mudah untuk mengambil uang itu.
Aku hanya ingin mencoba sekali.
Kamu letakkan saja, kamu pikir sedang syuting film?
Harus mengambilnya kembali.
Cepat ambil.
Jangan terlalu bingung.
Tujuannya adalah kakak iparmu.
Jika ketahuan oleh istriku lagi,
tidak tahu apa yang akan terjadi.
Mungkin saja membunuh orang lagi.
Berdasarkan kesimpulanku, yang membunuh Song Yoo-Min,
adalah istriku.
Dia adalah wanita menakutkan yang bisa melakukan segalanya.
Itu keterlaluan.
Istrimu,
di luar imajinasi.
Kita keluar negeri saja,
jika bisa pergi lebih jauh.
Aku tahu.
Seharusnya berikan aku waktu untuk membereskan koper,
jika pergi terlalu cepat, maka akan sangat dicurigai.
kita harus bertindak seperti biasa, betemu ketika malam,
dan pergi bersama ketika waktunya.
Bagusnya pergi kemana?
Amerika Aelatan?
Eropa Utara?
Yang penting pergi dari sini,
kemanapun boleh.
Apakah kamu masih ingat,
orang yang ke sini dengan membawa surat kiriman paket yang robek?
Sepertinya tidak di sini.
Tolong Anda lihat apakah ada di sini?
Benar.
Orang ini.
Orang ini.
Bersulang.
Ayo kita duduk dengan
alas uang ini.
Selamat tinggal.
Bocah.
Ayah akan membelikanmu ponsel dan buku yang terbaru.
Sekarang sudah kaya.
[Aku ingin menggunakan racun yang mereka rencanakan padaku,]
Lihat kamera pengawas nomor 2.
Senior.
Hotel sudah mendeteksi hasil sidik jari didepan pagar hotel.
Bagaimana?
Mereka menganalisis letak jari pada pagar.
Seperti memegang pegangan pada kamar,
seperti ini.
Seperti ini, berputar seperti ini.
Berputar.
Apakah menyulapnya di dalam?
Dia didorong oleh orang lain,
dan bergegas memegang pegangan.
Dan akhirnya tewas.
Benar.
Pasti dia yang membunuhnya.
Aku juga menanyakan tamu kamar sebelah sebagai buktinya,
mendengar teriakan Song Yoo-Min dari dalam kamar,
dan ada satu suara ledakan.
Tunggu sebentar.
Berhenti.
- Maju kedepan sedikit. - Kamu kenapa?
Ada orang bergegas lari dari belakang hotel.
Berhenti.
Putar.
Berhenti.
Perbesar sedikit.
Waktu yang sama dengan kematian Song Yoo-Min.
No comments yet. Be the first to leave one.