Season 2

Release info

那片星空那片海第二季 The Starry Night, The Starry Sea Season 2 E 05
A Commentary by SULTAN_KHILAF
[EPISODE 5] Follow IG: @sultan_khilaf_sub dan kunjungi www.sultankhilafsub.wordpress.com ^^

Tags

other
Published on: 2017-11-07
Downloads: 8
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 191 lines.

Malam Berbintang, Lautan Berbintang Bagian 2

Tuan Muda kami sudah lama mendengar nama Nona Lu. Kami datang khusus untuk mengunjungi anda.

Nona Lu...

Tuan Muda, apakah Nona Lu pendengarannya agak terganggu?

Kalau begitu, coba agak mendekat lagi.

Nona, akal anda menggunakan plum menggantikan peach sangat bijaksana.

Tentu saja, memang apa yang belum saya lihat?

Kamu pikir saya tidak bisa menangani sekedar anak Gubernur?

Nona Lu...

Apakah anda puas dengan adegan komedi tadi?

Nona, sekarang apa yang harus kita lakukan?

Apa lagi? Lari!

Hati-hati!

Lepaskan nona saya.

Kenapa bisa kamu? Bukankan kamu penjual bola teh hijau? Mengapa sekarang kamu Tuan Muda Qin?

Itu karena saya khawatir kamu tidak hidup dengan baik di pabrik kapal.

karena itulah saya menyamar menjadi penjual makanan dan mengunjungimu dua hari sekali.

Kau tahu aku?!

Katakan... kamu sengaja berencana untuk mendekati saya, apa tujuanmu?

Jalan Wuliu. Festival Lentera Musim Gugur

Kamu sudah lupa dengan suami kecilmu?

Suami kecil?

Bukankah kita sudah pernah menikah di bawah pohon bunga?

Suami kecil.. jadi kamu? Suami kecil!

Kalau kau sudah mengenali aku, mengapa kamu tidak segera katakan?

Aku sudah menunggu kamu sepuluh tahun. Apalah artinya menunggu dua hari lagi?

Nona, Tuan Muda Qin, jadi anda berdua sudah lama kenal?

Ah Li, saya sudah kembali!

Kalian diatas, kerja lebih cepat. Dan kalian juga.

Petugas Li, apakah hari ini anda lihat Lu Li?

Saudara Julan, tidak tahukah kamu?

Lu Li sudah dibawa pergi oleh keluarganya.

Dia tinggal dimana?

Ini... saya juga tidak tahu.

Hei, saudara Julan, kamu mau kemana?

Saya mau mencari Lu Li.

Chang Le itu besar. Mau cari kemana?

Nona, apakah kamu ada masalah?

Kali ini aku kembali, aku tidak punya waktu untuk berpamitan dengan teman-teman di galangan kapal.

Saya takut dia mengkhawatirkan saya.

Nona, anda kan tidak lama tinggal di galangan kapal

Bagaimana anda dan teman ini jadi sudah begitu dekat?

Dasar anak kecil, tentu saja kamu tidak mengerti.

Saya tahu.

Nona, kemungkinan besar kamu sudah jatuh cinta dengan teman ini

Kamu jangan bicara sembarangan!

Saya tidak bicara sembarangan...

Saudara Julan, apakah kamu sudah menemukan tempat tinggal Lu Li?

jangan khawatir. Tidak ada hal yang susah di dunia ini, hanya orang yang kurang berminat memecahkannya.

Bagaimana kalau begini? Saya akan sebarkan ke saudara-saudara yang lain di galangan kapal untuk cari tahu.

Aku sudah dua hari melarikan diri

Semakin lama saya tunda, semakin berbahaya untuk Tuan.

Tidak, aku tidak bisa menunggu lagi

Bukankah itu orang yang punya hutang padaku dan sekarang tinggal di rumahku?

Cari dengan teliti.

Orang bertutup kepala, berhenti!

- Hadang dia! Berhenti!

Jangan ikut campur

Benar. Bila dia tertangkap, bukankan saya juga akhirnya bisa hidup dengan tenang?

Saya suruh anda berhenti. Apa anda tidak dengar saya?

Kalian semua lebih baik berhenti!

Istriku!

Dalam masa tenang dan damai ini, di siang hari bolong,

kalian pria-pria besar ternyata mengganggu wanita baik-baik

Kalian semua katakan! Apakah hukum masih berlaku?

Kau pergi. Ini bukan urusanmu.

Aku punya cara sendiri.

Kamu, bila perlu apa-apa, minta ke saya.

Kamu... siapa kamu?!

Pendekar terhormat, bila kamu mau menyentuh seseorang, maka sentuh saja saya.

- Biarkan istri saya pergi..... sentuh saya saja. Ayo kita pergi!

- Ayo... Jalan!

Karena wanita ini punya suami, pasti dia bukan orang yang kita cari.

Saya lepaskan kamu hari ini. Jalan.

Ini cara yang kamu pikirkan?

Selama berguna, baguslah!

Jangan bilang apa-apa. Ayo kita pulang dulu.

Hei, berhenti disana.

Katakan.

- Katakan apa? - Katakan kejahatan apa yang kau lakukan sampai orang-orang itu mencoba untuk menangkapmu.

- Aku sudah katakan bahwa itu bukan urusanmu. - Hei!

Sekarang, kau makan, minum, dan hidup dari kepunyaanku.

Aku bahkan barusan menyelamatkanmu dan kau mengatakan padaku bahwa itu bukan urusanku?

Aku tidak mengatakannya untuk kebaikanmu. Jangan tanyakan lagi.

Tidak! Kau harus menjelaskannya kepadaku hari ini.

Kau.. apa yang ingin kau lakukan? Apakah kau mencoba membalas kebaikanku dengan kejahatan?

Aku memang mencoba untuk membalas hutang kebaikanmu padaku.

Bukankah kau berkata bahwa aku adalah istrimu?

Kalau begitu biarkan aku berikan tubuhku sebagai bayarannya.

Kau.. jangan mendekat! Jangan begini! Aku lebih baik menjadi giok hancur

daripada sebuah pot yang tidak pecah. Aku sebersih es dan semurni batu giok! (Lebih baik mati dalam kemuliaan daripada hidup dalam penghinaan)

Aku.. berhenti! Berhenti! Aku tidak akan bertanya lagi, bisa?

Mataku juga tidak sebenarnya buta. Aku sudah tahu bahwa kau bukanlah orang jahat.

Karena kau tidak mau bicara, pastinya kau memiliki alasan untuk itu. Aku tidak akan menanyakannya lagi.

Tetapi diluar sangat berbahaya. Lebih baik kau menurut dan tinggal dirumahku saja.

- Ma Dachun. - Ya?

Terima kasih.

Kau tiba-tiba sesopan ini, aku sangat tidak terbiasa.

Kau setidaknya memberitahu namamu padaku, bukan?

Namaku Yin Hu.

Yin Hu..

Siapa?

Aku Qiu Feng. Aku diperintahkan oleh Tuan Lu Xiao

- untuk memintamu datang ke kediamannya. - Oh...

Ini adalah tahun takdirku. ( Tahun sial )

Para kakak, kalian sudah bekerja sangat keras. Kenapa kita tidak makan camilan dan istirahat dulu?

Ini sepertinya kurang pantas.

Jangan khawatir. Disini hanya ada kita bertiga. Tidak ada yang akan tahu.

- Cepat kemari. - Ayo.

Kuberitahu kau. itu sangat enak. Bagaimana?

- Enak. - Cepat. Cepat.

Yang itu enak.

Kakak, kebetulan sekali.

- Tuan. - Tuan.

Kenapa? Berencana untuk menyelinap keluar lagi?

Bagaimana mungkin? Aku tidak menyelinap keluar untuk bermain. Aku..

Lebih baik jika tidak. Cepat masuk kedalam.

Tuan, aku sudah mengundang Tuan Ma.

Tuan Ma apanya? Mungkinkah Ma Dachun?

Benar.

Karena kau menganggur dirumah dan tidak melakukan apapun, kenapa kau tidak mengikuti Tuan Ma dan membaca lebih banyak buku?

"Mengingat saat aku berangkat untuk berperang, daun muda poplar dan dedalu teraduk dengan angin.

Dalam perjalanan pulang sekarang, kepingan salju terbang melintasi langit satu demi satu.

Jalannya berlumpur dan sulit untuk dilalui. Sangat lapar dan haus, sangat lelah.

Hatiku penuh sentimen, tubuhku penuh kesedihan. Siapa yang benar-benar bisa mengerti duka citaku?

Orang yang mendengar ini akan benar-benar merasakan kesedihan dan orang-orang yang melihatnya akan meneteskan air mata. " Alangkah bagusnya puisi ini.

Katakan, hei, ada apa dengan nonamu?

Bacakan saja puisimu. Berhenti membuat ulah atas segalanya.

"Ikan elang menyanyikan lagu mereka diatas beting di tepi sungai. Seorang wanita cantik yang lembut dan halus membuat pria mulia rindu untuk menikahinya.

Bayam air yang tidak rata membuat air mengalir ke kiri dan kanan. Gadis berbudi luhur yang elegan membuat seseorang mencarinya siang dan malam."

Aku pergi tanpa pamit. Wu Julan pasti sangat sedih.

Apakah dia akan menyalahkanku?

Zixuan, ada apa dengan nonamu?

Apakah dia terkena penyakit legendaris dari kegilaan?

Coba katakan lagi! Jika kau berani, katakan sekali lagi!

Apakah kau percaya bahwa aku akan membuatmu melihat seperti apa kegilaan itu?

Lu Li, makan.

Terima kasih, Kakak Julan.

Maaf, lidahku terselip.

Kurasa setelah Lu Li pergi, dia juga membawa jiwamu.

- Apakah kau yakin? - Ya, aku yakin.

Orang yang membawa para duyung lainnya hari itu adalah Wu Julan.

Saat Wu Julan memasuki perkapalan adalah tidak lama setelah Imam Agung diculik.

Dari titik ini, orang ini sangat mencurigakan.

Tidak peduli apa identitas Wu Julan ini, siapapun yang menghalangiku harus mati.

Kakak Julan, saudara kami sudah pergi menanyakan keberadaannya tetapi kami masih belum bisa mendapatkan kabar tentang Lu Li.

Jika kita tidak bisa mencarinya dalam sehari, maka carilah selama dua hari.

Jika tidak menemukannya dalam dua hari, carilah selama setahun.

Meskipun Chang Le besar,

pasti ada saat dimana aku bisa menemukan Lu Li.

Hei, oh ya! Kakak Julan, apakah Lu Li menyebutkan hal spesial atau barang

yang bisa menjadi petunjuk kita?

Wu Julan, aku merasa bahwa pesta lentera Chang Le tidak akan kehilangan pemandangan indah didepan kita.

Aku tidak percaya.

Kau tidak percaya? Kalau begitu lihatlah sendiri.

Kebetulan akan beberapa hari lagi adalah pertengahan musim gugur. Bagaimana jika kita mengagumi lentera bersama?

Ah Li pernah berkata sebelumnya bahwa dia akan membawaku untuk mengagumi Pesta Lentera Pertengahan Musim Gugur.

Pertengahan Musim Gugur?

Hari ini.

Tuan Muda, jika kau ingin sebuah bunga lentera, beli saja. Kenapa kau harus membuatnya sendiri?

Apa yang kau tahu?

Bukankah ini hanya sebuah lentera yang rusak? Apa yang harus ditangiskan? Cengeng!

Berhentilah menangis.

Ini untukmu.

Meskipun lentera bunga ini lumayan jelek, tetapi aku membuatnya sendiri.

Ini pemikiran yang penting, mengerti?

Lentera bunga ini tidak jelek sama sekali.

Namaku Lu Li. Mari kita bermain bersama mulai sekarang.

Baiklah.

Nyonya, aku punya ide.

Kita bisa menggali terowongan bawah tanah untuk keluar seperti yang tertulis di novel.

Dia dan aku berjanji untuk bertemu malam ini. Setelah kau selesai menggali terowongan, rambutku sudah memutih.

Nona, aku mendengar dari seseorang bahwa seluruh saluran air terhubung.

Bagaimana jika kita berenang melalui kolam?

Saluran air yang terhubung adalah sungai, danau, dan laut. Kolam ini di kediaman kita, setidaknya, terhubung ke ...

toilet.

Nona, kau sangat menjijikkan.

- Kakak. Tuan Muda Qin. - Nona Lu.

Tuan Muda Qin, kau dan adikku adalah teman bermain sejak kecil. Kenapa kalian berdua harus sesopan itu?

Tuan Muda Qin datang hari ini untuk mengundangmu untuk melihat pesta lentera.

Mengundangku melihat pesta lentera?

Tidak apa-apa, Ah Li. Jika kau sudah punya janji, kita bisa pergi lain waktu.

Tidak.. Aku tidak punya acara lain.

Kalau begitu kenapa kau masih tidak bergegas dan mempersiapkan diri?

Baik, aku akan segera bersiap.

Ayo.

Ah Li,

- Ini-- - Qin Hao, aku sangat berterima kasih padamu untuk hari ini.

Jika bukan karenamu, mungkin saat ini aku masih terjebak dirumah.

Tetapi malam ini, aku masih ada urusan lain. Mari kita berpisah disini.

Aku pasti akan berterima kasih padamu di lain hari.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left