Reply 1997

Reply 1997 (응답하라 1997)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Reply 1997 Episode 13 HDTV XViD-iPOP
A Commentary by yootaefansic
this subtitle isn't mine, the original subtitle owned by a few subs team and translated into Indonesian by various translator. I just sync it into my own video files (various version so you have to checked the release names before use it) and I upload it

Tags

HDTV
hdtv
XviD
HD
Published on: 2013-07-09
Downloads: 39
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Credit DramaFever

Hei Joon Hee.

Tidak, aku tidak bisa pergi.

Kau tahu aku tidak pernah pergi ke acara reuni.

Mereka hanya meminta bantuan. Aku merasa tidak enak menolak mereka.

Biarkan mereka bicara di belakangku. Itu terjadi setiap saat.

Tuan Yoon, apakah kasusmu sudah selesai?

Aku akan menelponmu nanti.

Halo senior.

Mau kemana kau?

Sapalah. Ini teman kuliahku Kim Dae Ho.

Dia juga pengacara umum.

Halo. Aku Yoon Yoon Jae.

Dia adik kelasku di kampus.

Dia baru saja ditetapkan sebagai Hakim di Kantor Kejaksaan Umum Seoul.

Aku tahu. Siapa yang tidak tahu? Bagaimana kabar kakakmu?

- Dia baik. - Bagaimana kau tahu kakaknya?

Bukankah kakaknya adalah Yoon Tae Woong? Kau tak tahu itu?

Benarkah?

Kenapa kau tidak cerita padaku?

Kupikir kau sudah tahu.

Kenapa kakakmu menyumbangkan sahamnya?

Jika dia tidak melakukannya, kau tidak perlu ada disini!

Apa maksudmu? Mereka bilang dia meninggalkan perusahaannya supaya tidak membebanii adiknya.

Bagaimanapun, kalian berdua luar biasa.

Kau tahu segalanya tentangku.

Hakim cenderung transparan di bawah pengawasan publik.

Jika kau belum makan siang, kenapa kita tidak makan bersama?

Aku akan mentraktirmu.

Maafkan aku senior. Aku harus pergi ke suatu tempat.

Silahkan traktir aku lain kali.

Apa kau menolakku karena aku pengacara umum?

Tidak, aku hanya bersimpati. Kau kan tidak mendapat gaji banyak.

Gunakan uang itu untuk anakmu saja.

Sampai jumpa nanti.

Dan aku tidak makan dengan sesama pengacara. Belikan aku kopi saja lain kali.

Hakim berada di bawah pengawasan publi, selamanya.

Dia sedikit tidak fleksibel. Dia tidak pernah datang ke acara reuni.

Karena itu dia mencapai statusnya. Tapi dia cukup keren.

Aku hanya perlu memperbaharui surat izin mengemudiku.

Bisakah kau masak hari ini? Aku mau makan di rumah.

- Maafkan aku. - Terserahlah.

Oke. Sampai jumpa di rumah.

Jangan masukkan daun pakis di dalamnya. Aku tidak mau makan itu.

Oke.

Kakakku tidak memberiku sebagian dari sahamnya.

Aku bahkan tidak pernah melihatnya.

Satu-satunya yang kakakku berikan padaku adalah apartemenku...

dan Onata tua ini.

Enam tahun yang lalu, dia mencapai sukses yang sangat besar dengan I Like School.

Tahun lalu, dia sukses mengubah hidupnya sekali lagi.

Ini seperti website kecil pribadi.

Orang-orang dapat mennghias halaman mereka sendiri.

Mereka dapat mengubah warna, membeli lagu, dan menampilkan avatar.

Uang jenis apa yang akan mereka gunakan?

Uang cyber yang hanya dapat digunakan di website ini!

Buah Pohon Oak!

'Cyland' yang dia kembangkan menyebar dengan cepat dikalangan generasi muda.

Dan setiap orang akan segera mempunyai halaman pribadi mereka sendiri.

Berterima kasih dengan popularitasnya yang sangat tinggi, dia menjadi kaya.

Tapi dia memilih pergi untuk tantangan lainnya dan pindah.

Pada awal tahun, dia menyumbangkan semua uangnya...

dan mulai bekerja sebagai seorang profesor di kampusku.

Dia bukan satu-satunya orang yang memiliki awal yang baru.

Kami juga telah berubah banyak dalam kurun waktu enam tahun terakhir.

Hak Chan, yang berjanji untuk kembali dalam satu tahun...

kadang-kadang mengirim e-mail dan bilang kalau dia belajar membuat film.

Sung Jae memulai bekerja sebagai pekerja pelayanan publik di daerah pedalaman.

Waktu yang lama telah berlalu....

Yoo Jung akhirnya pindah ke Seoul.

Dia menyadari bakatnya sebagai guru TK.

Teman sekamarku Joon Hee, yang pernah takut akan darah...

sekarang sudah satu tahun menjadi dokter umum.

Dan akhirnya, Shi Won...

Aku tidak tahu tentangnya.

Aku tidak tahu apa yang sedang dia lakukan sekarang.

Itu tidak akan lama.

Aku berhenti untuk membeli kopi. Sekarang mulai hujan.

Aku telah menghindarinya selama enam tahun terakhir.

Sekarang aku bahkan tidak tahu apa yang dia lakukan.

Tunggu sebentar.

Sampai aku bertemu dengannya hari ini...

Selanjutnya.

Satu es Caramel Mocha yang besar.

- Apa kau mau pakai krim? - Ya, pakai yang banyak.

- Apa kau mau pakai krim? - Ya, pakai yang banyak.

Yoon Yoon Jae.

Lama tidak bertemu.

Lama tidak bertemu.

Bagaimana kabarmu?

Baik... Aku baik.

Bagaimana denganmu?

Sama.

Apa yang kau lakukan disini?

Aku harus melakukan sesuatu di sekitar sini.

Aksen Seoul yang bagus.

Kau tetap bicara dengan logat Busan.

Aku mau tetap begitu.

Ngomong-ngomong, apa kau sudah punya pacar?

Ya, aku punya.

Benarkah? Apa kau bertemu dengannya pada saat kuliah?

Tidak, dari Pelatihan Yudisial dan Lembaga Penelitian.

Itu sudah lama.

Hei Joon Hee. Apa kau tidak sibuk?

Apakah Yoon Jae punya pacar?

Dia tidak pernah mengangkat teleponku.

Baik. Terima kasih.

Kau tahu, teman.

Seperti teman pria dan teman wanita.

Aku yakin kau punya teman yang seperti itu juga.

Teman?

Teman?

Apa kau bercanda?

Aku tidak datang ke pertemuan alumni karena dirimu.

Aku pulang ke rumah sehari sebelum Hari Thanksgiving.

Aku membuat banyak sekali alasan yang tak masuk akal supaya tidak pulang saat tahun baru.

Kau membuat semuanya tidak berarti dalam satu tembakan.

Kau luar biasa, Sung Shi Won.

Kembali ke 1996, ke hari pertama kami saat masuk SMA.

Kembali ke 1997, ke air mancur dimana kita berbagi ciuman pertama kita.

Kembali ke 1998, ke malam aku menangis dan berteriak seperti orang gila.

Kembali ke musim dingin itu.

Aku mengulang lagi tentang Yoon Yoon Jae di tahun 90-an.

Bagaimana bisa dia berpikir untuk meneleponmu?

Aku tidak sengaja bilang kalau aku sudah punya pacar.

Bagaimana bisa dia...

Apa aku terlihat jelas saat sedang berbohong? Aku seharusnya hidup sebagai poker face!

Itu karena dia seorang penulis. Dia sangat kreatif.

Dan kau! Bagaimana kau bisa bilang padanya kalau aku tidak punya?

Bukankah kau punya itu? Rasa itu?

Tidak bisakah kau menebak situasinya?

Apa kau bisu?

Bagaimana bisa kau jadi pengacara?

Aku bilang padanya kalau kau punya pacar.

Benarkah?

Aku bilang padanya kalau kau sedang dekat dengan seseorang akhir-akhir ini.

Aku menggunakan penilaianku.

Apa kau bodoh?

Kau hanya merasa bersalah.

Mati saja kau.

Aku akan mati.

Aku akan mati.

Bagaimana aku mati?

Mati! Mati saja! Kenapa aku hidup? Mati saja!

Halo?

Apa kita akan makan diluar?

Bersiap-siaplah.

Ayah Yoo Jung meninggal.

Episode 13 Lain kali... Tidak, Sekarang

- Sampai jumpa. - Terima kasih.

Terima kasih! Selamat jalan.

Tuan, anda sudah kalah. Tutupi saja dengan kartu itu.

Apa yang kau lakukan dengan kedua kartu itu?

Jangan ambil itu. Akan lebih baik kalau kau melempar semuanya.

Selesaikan dan pulanglah.

Ayo, ayo.

Makanlah ini. Kau masih punya dua hari lagi.

Kau perlu menjaga kesehatanmu. Ibumu membutuhkanmu juga.

Ayahmu pasti orang yang baik. Lebih dari seribu orang datang hari ini.

Ayo makan bersama.

Aku tidak apa-apa.

Tidak, ayo makan bersama mereka.

Kalian bisa saja datang besok tapi kalian sangat tidak sabar.

Sudah lama aku tidak melihat kalian berdua seperti ini.

Sebenarnya aku ingin datang besok karena sudah terlalu larut sekarang.

Tapi aku mau datang dan melihatmu.

Berterima kasihlah pada ayah Yoo Jung, kita bisa bertemu lagi.

Aku harap Hak Chan disini juga.

Aku tidak masalah. Itu sudah berlalu.

Lihat? Tidak apa-apa. Itu kan sudah lama.

Aku SMS Hak Chan juga, tapi aku tidak tahu apakah sampai Hawaii.

Apakah ayahmu sakit?

Kau pengkhianat, berhenti menggunakan aksen Seoul. Itu terdengar aneh.

Kenapa kau menunjukku?

Bagaimana dengan Joon Hee dan Yoo Jung?

- Kau yang paling natural. - Kau benar-benar...

Tapi Yoon Jae, kau beradaptasi sangat cepat.

Joon Hee juga.

Itu sangat susah bagiku.

Kau bahkan tidak mau mencoba?

Kau tidak tahu bagaima kampusku.

Hei semuanya. Aku dari Busan.

- Aku dari Yangsan. - Gimhae.

- Geochang. - Geoje.

Masan.

Hapcheon.

Senang bertemu dengan kalian semua. Bersulang!

Bersulang!

Bagaimana bisa aku mempelajari aksen Seoul dalam lingkungan seperti itu?

Kalian ada di Busan hanya sementara.

Orang tua kalian akan menunggu. Kalian harus pergi.

Kalian sudah pasti lelah.

Setelah kau makan. Mereka bisa menunggu, jadi makanlah sesuatu.

Jadilah anak yang baik untuk orang tuamu selama kau bisa.

Jangan menyesalinya sepertiku.

Kau juga.

Yoo Jung, kau sudah dewasa.

Ayahmu sudah melakukan segalanya untukmu bahkan sekarang.

Aku terlalu sibuk bekerja di Seoul.

Aku tidak pulang ke rumah selama lebih dari setahun.

More Indonesian subtitles for Reply 1997

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left