The first 200 lines.
Alih Bahasa: Artha Regina
ANNE 1x01: Your Will Shall Decide Your Destiny
Kau harus cepat makan sekarang biar kau tepat waktu sampai ke stasiun kereta.
Semoga ini bukan keputusan bodoh...
...tapi sudah terlambat kalau mau membatalkannya.
Kita sudah buat keputusan, kita hanya harus berdoa demi yang terbaik.
Ny. Spencer akan memilih anak yang baik...,
...yang suka bekerja keras dan patuh saat diperintahkan.
Aku tidak bisa mentolerir anak lelaki yang malas atau yang suka merengut.
Aku takkan mau.
Terlepas dari semua kekhawatiran ini, aku lega...
...kau bisa menangani ladang kita.
Kau tidak bisa membeli kesetiaan.
Kau nanti datang hari ini?
Matthew Cuthbert, kau pasti tidak fokus.
Sejak kapan kau duduk di meja tanpa mencuci tanganmu?
Jangan lupa kau sendiri yang menetapkan rencana ini.
Kau sudah setuju sejak musim dingin...,
...jadi tidak ada gunanya mengeluh sekarang.
Bukannya aku tidak setuju. Karena aku memang tidak setuju.
Apa kau langsung berangkat setelah selesai mengurusi urusan di sini?
Ya.
Kau boleh berkeyakinan Rachel juga takkan lama lagi datang kesini.
Dia itu suka lapar akan gosip seperti orang kelaparan saja.
Aku sudah menyuruhmu kasih makan mereka setengah jam lalu.
Popoknya harus diganti, Ny. Hammond. Sup-nya sudah hampir siap.
Apa kau sudah memeras sapinya?/ Belum, tapi aku...
Sini!
Kau mau anak-anak ini mati kelaparan?
Berubahlah kau! Kau ini ternyata buat banyak masalah.
Kau hanyalah seonggok sampah hina!
Cepat!
Lihat saja nanti apa yang dikatakan suamiku soal ini, kalau dia sudah pulang.
Kau tak apa, sayang?
Aku lebih suka membayangkan daripada mengingat.
Kenapa kenangan terburuk itu kenangan yang paling diingat?
Aku juga tidak tahu. Istirahatlah saja.
"Jika seluruh dunia membencimu dan percaya kau itu jahat...,"
"...tapi hati nuranimu sendiri mengakui dirimu..."
"...dan mengampunimu dari rasa bersalah...,"
"...kau takkan merasa begitu, jika ada teman di sampingmu."
Aku suka Jane Eyre. Kau juga, 'kan?
Aku tidak pernah bertemu dengannya./ Setidaknya kau tahu dia.
Aku punya banyak pertanyaan untukmu soal Green Gables.
Tentu saja.
Menurutmu apa alasan Keluarga Cuthbert tak pernah menikah?
Apa salah satu dari mereka punya nasib asmara tragis?
Itu bukan urusan kita./ Tapi aku penasaran sekali!
Selamat siang.
Pak.
Apa kau bisa membantuku? Apa disini ada...
Gadis kecil? Kau tidak melihatnya? Dia ada di luar.
Dia itu tak mau masuk.
Tapi.../ Katanya dia lebih suka duduk di luar...,
...karena ada... Apa, ya, tadi?
"Karena ruang imajinasinya lebih lebar kalau berada di luar."
Harus kuakui, dia itu lain dari yang lain.
Aku saja dengar dia bicara sendiri di luar.
Tapi aku tidak mengharapkan seorang anak perempuan.
Aku mengharapkan anak laki-laki... untuk menjemputnya disini.
Ny. Spencer seharusnya sudah memberangkatkan...
...anak lelaki itu dari panti asuhan untuk kami.
Tapi Ny. Spencer turun dari kereta...
...dengan membawa anak perempuan itu...,
...dan menitipkannya padaku.
Katanya Ny. Spencer, kau yang akan menjemputnya.
Itu saja yang kutahu.
Tak ada lagi anak yatim piatu yang sembunyi di tempat ini.
Aku tidak mengerti.
Aku yakin anak itu pasti akan terlalu senang...
...cerita padamu setiap rincian dari apa yang terjadi dengannya.
Dia itu pintar bicara.
Semoga harimu menyenangkan.
Kurasa kau Matthew Cuthbert dari Green Gables.
Aku sangat senang bertemu denganmu. Aku tadinya mulai takut...
...kalau kau tidak datang dan aku membayangkan...
...semua hal yang mungkin mencegahmu menjemputku.
Aku sudah memutuskan kalau kau tak datang menjemputku...,
...aku akan pergi ke pohon sakura besar itu...
...dan memanjatnya dan menginap disana semalaman.
Aku juga takkan takut, dan malah sepertinya menyenangkan tidur...
...di pohon itu di bawah rembulan, bukan begitu?
Aku juga bisa membayangkan kalau aku sudah mengecewakanmu.
Aku sadar kalau aku ini tidak enak dipandang...,
...tapi meskipun aku kurus, aku sangat kuat.
Ketahuilah kalau aku sangat bersyukur...
...karena kau mengadopsiku.
Kau pun sangat melegakan untuk dipandang, Pak Cuthbert.
Ayo, ikut aku.
Aku saja yang membawakan tasmu.
Aku bisa membawanya. Tas ini tidak berat.
Semua barang-barangku memang ada di dalam sini, tapi tas ini tidak berat.
Lagipula kalau tas ini tidak dibawa dengan cara tertentu...,
...nanti tasnya jatuh dan langsung terbuka, jadi akulah yang harus membawanya.
Aku sudah tahu teknik membawa tas ini.
Aku sangat gembira tak terkira...
...bahwa aku akan menjadi anak milikmu dan adikmu.
Sangat gembira! Aku sebelumnya tidak pernah menjadi milik siapa pun.
Maksudku, kau dan adikmu sudah seperti dari cerita fiksi.
Dua pekerja keras, orang baik...,
...kesepian sepanjang hidup mereka di rumah sunyi mereka...,
...rindu akan kasih sayang seorang anak.
Dan aku akan berusaha menjadi anak perempuan terbaik...
...dibandingkan siapapun.
Aku yakin aku pasti bisa.
Sejujurnya, pengalamanku tak banyak diadopsi seperti ini.
Karena aku biasanya tidak diadopsi ke rumah-rumah jadi anak perempuan...,
...jadi kau bisa membayangkan betapa...
...bersyukurnya aku, dan betapa senangnya hatiku.
Dan aku juga sudah berpikir terus menerus...,
...dan aku sudah berniat kalau aku harus patuh...,
...dan berbakti pada kalian dan harus periang...
...agar bisa menceriakan suasana rumah...
...karena kalian sudah lama tinggal bertahun-tahun...
...tanpa keceriaan seorang anak yang bahagia...
...dan imajinasinya yang luas.
Apa kau selalu menginginkan anak perempuan?
Selalu dalam hatimu?
Aku pernah membaca "seorang anak perempuan adalah seorang gadis kecil..."
"...yang akan tumbuh menjadi temanmu"
Dan aku merasakan sensasi saat mengatakannya keras-keras.
Oh, dia cantik sekali.
Siapa namanya?
Itu kuda.
Dia tidak punya nama?
Tapi nama yang tepat itu sangat penting.
Dari penampilan dia ini... sepertinya nama yang tepat adalah Belle.
Halo, Belle. Kau sangat cantik...,
...dan aku yakin kita akan berteman baik.
Kuda.
Dah, pohon!
Pohon sakura itu teman pertamaku di pulau ini.
Menurutmu apa arti pohon cherry, yang putih itu?
Aku tak tahu.
Artinya pengantin wanita, tentu saja!
Pengantin wanita yang mengenakan pakaian serba putih dengan kerudung.
Aku belum pernah melihat pengantin wanita, tapi aku...
...pernah membayangkan seperti apa pengantin itu.
Aku sendiri pun tidak pernah berharap menjadi pengantin.
Aku begitu jelek, tidak ada orang yang mau menikahiku.
Kecuali kalau dia seorang pendeta asing.
Kurasa pendeta asing mungkin tidak punya syarat khusus.
Tapi aku juga berharap suatu hari nanti aku punya gaun putih...,
...yang dilengkapi kepulan indah di bagian lengannya.
Itulah ideal kebahagiaan duniawiku yang tertinggi.
Apa aku terlalu banyak bicara?
Orang selalu bilang aku banyak bicara...,
...dan tampaknya bicaraku ini membuat orang jengkel.
Apa kau ingin aku tidak bicara? Kalau kau mau, aku bisa berhenti bicara.
Aku bisa berhenti bicara kalau aku sudah bertekad, walaupun sulit sebenarnya.
Aku tidak keberatan kau bicara.
Syukurlah.
Sudah kuduga kau dan aku bisa saling kenal dengan baik.
Lega rasanya aku bisa bicara sesuai kehendakku...,
...dan tidak disuruh kalau semua anak itu tak boleh bicara banyak.
Aku selalu disuruh begitu.
Orang-orang selalu menertawakanku karena...
...aku menggunakan kata-kata yang berat.
Tapi kata-kata yang kupakai itu kata yang menarik, deskriptif...,
...seperti... kata "terpesona" dan "agung"!
Kalau kau punya ide besar, kau harus menggunakan...
...kata-kata yang besar juga untuk mengungkapkannya, bukan begitu?
Yah...
Sepertinya begitu.
Misalnya:
Aku terpesona oleh pemandangan yang agung ini!
Hati-hati.
Sore, Rachel.
Aku sudah menaruh ceret-nya.
Kau mau duduk?
Aku tidak ingin mengganggu kalau kau sedang menunggu kedatangan orang.
Kami punya banyak waktu. Matthew juga pulangnya masih lama.
Aku cukup ketakutan waktu kulihat Matthew berangkat hari ini.
Aku bisa membayangkannya.
Aku tidak bisa membayangkan kemungkinan apa yang membuat dia...
...meninggalkan ladangnya di tengah siang hari tadi.
Aku takut kalau dia pergi buat memanggil dokter.
Oh, aku cukup sehat./ Oh.
Syukurlah. Oh, ya, ampun.
Tentu saja, kalau dipikir-pikir lagi...,
...tak masuk akal kalau Matthew menyempatkan diri...
...buat memakai pakaian bagus seandainya tak ada hal yang darurat.
Tidak... tidak akan.
Tidak. Memang.
Oh, demi Tuhan, Marilla.
Matthew itu berangkat ke stasiun kereta api Bright River.
Ah. Begitu.
Bright River.
Dia rupanya mau menjemput pembantu
Ya dan tidak.
Kami ini berencana mengadopsi seorang anak lelaki dari panti asuhan....
...di Nova Scotia, dan anak itu tiba hari ini.
Matthew sudah pergi menjemputnya.
Marilla Cuthbert...,
...kalau kau tadi bicara soal si Matthew menemui...
...kanguru dari Australia, aku tidak mungkin sekaget ini.
Tapi, anak yatim piatu?!
Kenapa kau berkeputusan mengadopsi anak?
Karena aku akan memberitahumu:
...kau sudah membuat keputusan bodoh...,
No comments yet. Be the first to leave one.