The Angel Next Door Spoils Me Rotten

The Angel Next Door Spoils Me Rotten

お隣の天使様にいつの間にか駄目人間にされていた件

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

[Crunchyroll] The Angel Next Door Spoils Me Rotten - 01
The Angel Next Door Spoils Me Rotten S02E01 CR WEB-DL Indonesian ID
A Commentary by Crunchyroll
Official Crunchyroll subtitles · The Angel Next Door Spoils Me Rotten S02E01 WEB-DL · Indonesian · ripped 2026-08-17

Tags

webdl
anime
Published on: 2026-08-17
Downloads: 1
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Itu…

Pa-Pagi.

Pa-Pagi.

Di sebelah rumahku tinggal seorang malaikat.

Lalu, aku dan malaikat di sebelah ini…

Salah.

Aku dan Mahiru Shiina, orang yang pertama kali

kusukai seumur hidup ini sedang berpacaran secara resmi.

Bu-Bukan begitu.

Aku tidak membencinya.

Hanya saja, bagaimana mengatakannya…

Mendekat satu sama lain sebagai kekasih begini membuatku sedikit malu

dan juga agak tidak tenang.

Itu…

Sebenarnya aku sendiri juga tidak terlalu tenang.

Mungkin karena

perasaanku yang ingin berada di sisimu

terasa lebih kuat dibandingkan perasaan lainnya.

Ka-Karena kita sudah mulai berpacaran dengan susah payah,

aku pikir akan lebih baik jika mengikuti kata hati.

Bolehkah aku mendekatimu sedikit lagi?

Dengan senang hati.

Ada apa?

A-Apakah kau benar-benar tidak suka berdekatan denganku?

Tidak, bukan seperti itu.

Maaf sudah membuatmu merasa tidak tenang.

Aku sedang berpikir, bolehkah aku menanyakan satu hal padamu?

Si-Silakan katakan.

Yaitu, kita…

Meskipun sekarang sudah mulai berpacaran.

Ya.

Setelah berpacaran, apa yang seharusnya kita lakukan secara spesifik?

Ka-Karena ini adalah pertama kalinya aku berpacaran dengan seseorang,

jadi aku tidak terlalu tahu apa yang harus dilakukan secara spesifik.

I-Ini benar juga.

Apakah kau memiliki ide?

Seperti berpegangan tangan?

Namun, biasanya kita sudah melakukannya.

Menghabiskan hari libur bersama atau semacamnya?

Ini sudah menjadi kehidupan sehari-hari kita.

Atau pergi jalan-jalan ke luar?

Biasanya kita juga pergi ke luar bersama.

Lalu, bagaimana dengan berpelukan erat?

Biasanya kita sudah berpelukan.

Anu, meskipun sulit untuk mengatakannya

dan mengucapkannya juga membuat malu,

kita sepertinya sudah melakukan perilaku pasangan, hanya tidak berpacaran secara resmi saja?

Jika dikatakan seperti itu, memang benar.

Tidak, meskipun dia tidak mengatakannya, itu memang benar.

A-Aku juga karena berharap kau bisa memperhatikanku,

jadi aku berusaha sekuat tenaga.

Jika dipikirkan dengan baik,

itu memang hal yang hanya dilakukan oleh pasangan kekasih.

Ya.

Jadi, daripada sengaja menyadari hal tentang "kita adalah sepasang kekasih",

lebih baik kita seperti biasanya saja.

Seperti ini, sesekali menyentuh tubuh satu sama lain,

atau hidup bersama dan lainnya juga bagus.

Lagi pula, kita juga tidak perlu memaksakan diri untuk mengikuti standar orang lain.

Kita ikuti saja langkah kita sendiri, lanjut berpacaran seharusnya sudah cukup baik, 'kan?

Benar juga.

Maaf.

Entah kenapa aku merasa aku tidak tenang sama sekali.

Karena ini adalah pertama kalinya aku berpacaran dengan seseorang,

aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.

Ya.

Itu, bagaimana mengatakannya,

meskipun hanya melakukan hal yang sama seperti biasanya,

kelak maksudnya…

Aku akan menghabiskan waktu bersamamu dengan membawa perasaan suka padamu.

Amane.

Aku sudah sangat bahagia hanya dengan seperti itu saja.

Aku juga.

Mulai hari Senin,

bolehkah aku pergi ke sekolah bersamamu?

Boleh, tentu saja.

Lalu, pada hari Senin setelah akhir pekan berlalu,

yang juga merupakan hari sekolah pertama setelah aku dan Mahiru mulai berpacaran.

Bu-Bukankah sudah kukatakan sebelumnya?

Tolong jangan melepas pakaian saat aku ada di sini.

Meskipun dilihat olehmu, aku tidak akan merasa terganggu.

Namun, aku yang akan merasa terganggu.

Kalau begini, kita tidak akan bisa pergi ke kolam renang saat musim panas nanti.

Aku harus membuatnya terbiasa.

Kalau tidak, saat ada situasi tertentu akan sangat merepotkan…

Itu, bagaimana mengatakannya,

bisakah aku merepotkanmu menyiapkan sarapan untukku terlebih dahulu?

Kalau begitu, aku akan pergi menyiapkannya.

Apa yang sedang kupikirkan pagi-pagi begini?

Perasaanku sedikit rumit.

Rumit?

Karena nanti, aku tidak bisa memonopoli dirimu dengan gaya rambut begini lagi.

Kalau begitu, apakah kau ingin memonopolinya sekarang selagi sempat?

Lakukan seperti itu saja.

Rasanya akan ada banyak siswi yang datang untuk mengajakmu mengobrol.

Meskipun aku merasa senang melihatmu terlihat setampan ini.

Terlepas dari aku tampan atau tidak,

apakah kau pikir aku akan melihat perempuan lain?

Tentu saja aku tahu kau tidak akan melakukannya.

Namun, ini tetap akan memengaruhi suasana hatiku.

Kau cemburu?

Ya.

Jadi, aku akan berusaha menunjukkan perasaanku, agar orang lain tidak bisa mencuri kesempatan.

Namun, kau juga harus tahu batasan.

Lagi pula, aku tidak ingin membiarkan orang lain melihat ekspresimu yang sangat imut ini.

Kau sering sekali mengatakan hal-hal seperti ini.

Kau selalu bicara begitu tanpa merasa bersalah. Itu tidak baik.

Di bagian mana yang tidak boleh?

Hal ini tidak baik untuk jantungku.

Itu yang seharusnya kukatakan, 'kan?

Kau juga sama saja, terkadang bersikap manja seolah tidak terjadi apa-apa

hingga terkadang membuatku hampir mati karena terlalu imut.

Pokoknya daya hancur saat kau tiba-tiba mengatakan hal seperti itu lebih tinggi.

Namun, karena sekarang jantungmu berdetak begitu cepat,

hari ini aku akan melepaskanmu terlebih dahulu.

Meskipun ini sedikit memalukan,

aku sangat senang.

Tubuhku terasa sangat berat. Lelah sekali setelah selesai berlari sampai sekarang.

Ya.

Bicara tentang malaikat di hari Festival Olahraga itu…

Itu adalah malaikat.

Aku bisa merasakan tatapan mata mereka,

hingga membuatku tidak ingin masuk ke dalam kelas.

Terimalah nasibmu,

ataukah kau membenci hal ini?

Aku tidak membencinya.

Lagi pula, aku juga sudah membulatkan tekad untuk mengubah diriku sendiri.

Begitu, ya.

Mahiru!

Selamat pagi. Apakah kalian akhirnya sampai ke tahap ini, Sobat?

Berisik sekali.

Mahiru, selamat pagi.

Sepertinya hubungan kalian mengalami kemajuan yang sangat lancar.

Ya.

Selamat, Mahiru.

Tidak sia-sia aku menunggu di sampingmu selama ini.

Aku juga sudah banyak berdiskusi denganmu tentang banyak hal.

Contohnya Amane terlalu tidak peka, tentang apa yang seharusnya kau lakukan dan semacamnya.

Mahiru.

Ka-Karena sebenarnya kau memang tidak peka.

Namun, omong-omong,

ini pertama kalinya aku melihat versi maskulin Amane.

Deskripsi macam apa itu?

Chitose.

Maaf, yaitu…

Aku tidak memberitahumu dengan segera.

Tidak masalah, bukankah kalian baru mulai pacaran setelah Festival Olahraga?

Kalian sepertinya sedang sibuk bermesraan, ya.

Lagi pula, dengan kepribadianmu, dibandingkan melalui pesan,

kau pasti ingin mengatakannya secara langsung, 'kan?

Jadi, aku tidak keberatan.

Terima kasih.

Tidak perlu sungkan.

Tidak berlebihan jika dikatakan aku orang yang berjasa dalam menyatukan kalian.

Sebaiknya kalian lebih menghormatiku.

Chitose-sama, lain kali akan kupersembahkan Crepe favoritmu dari toko di depan stasiun.

Boleh juga.

Selamat ya, Fujimiya.

Akhirnya kau berhenti memberontak, ya.

Apa maksudnya berhenti memberontak? Dasar kau ini…

Sudahlah.

Intinya kami sudah saling suka satu sama lain.

Perjalanan ini terasa sangat panjang.

Mungkin karena aku yang melihatnya ikut merasa tidak sabar untuk kalian,

hingga membuatku merasa bahwa "akhirnya hari ini tiba juga".

Benar, 'kan? Seperti aku yang sudah mengamatinya selama setengah tahun.

Membuat orang penasaran juga ada batasnya, dasar pengecut.

Bukan urusanmu, ini memang kesalahanku.

Itu, Fujimiya-kun?

Fujimiya-kun, ternyata itu benar-benar dirimu.

Karena kau terlihat berbeda dari biasanya, hal itu membuatku terkejut.

Kesan yang kau berikan sangat berbeda.

Benar sekali, padahal dulu kau sangat tidak mencolok.

Mengatakan orang tidak mencolok, bukankah kau sedikit tidak sopan?

Maaf, Fujimiya-kun.

Tidak apa-apa, karena memang fakta bahwa aku tidak mencolok.

Citramu sudah banyak berubah.

Benar, apakah aneh?

Sama sekali tidak aneh, kurasa kau terlihat jauh lebih tampan.

Oh ya, bolehkah aku menanyakan satu hal padamu?

Tanyakan saja.

Apakah kalian sedang berpacaran?

Hari ini aku melihat kalian sepertinya sedang berpegangan tangan…

Benar, berkat bantuan semuanya.

Kami mulai berpacaran sejak minggu lalu.

Bagaimana kau bisa bersama dengan Shiina-san?

Kami mulai berinteraksi sejak tahun lalu,

kemudian menjadi akrab secara alami.

Mahiru, benar, 'kan?

Ya.

Meskipun agak sulit dijelaskan,

kami juga melalui beberapa hal sehingga mulai berpacaran.

Sebelumnya aku selalu mencintainya secara sepihak,

jadi aku benar-benar merasa senang,

hingga tidak tahan dan seperti sedang pamer, lalu ke sekolah sambil bergandengan dengannya.

Tidak, seharusnya aku yang menyukaimu terlebih dahulu.

Seharusnya aku yang lebih dulu.

Namun, tidak peduli siapa yang lebih dulu,

Amane mengulur waktu sangat lama dan tidak mau menyatakan cinta padaku.

Aku sudah menyesalinya dan juga merasa bersalah padamu.

More Indonesian subtitles for The Angel Next Door Spoils Me Rotten

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left