Release info

황금정원一The Golden Garden一E37-38 NEXT VIU
황금정원一The Golden Garden一E39-40 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2019-09-29
Downloads: 6
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 37"

"Area Terlarang"

Sepertinya itu kuku palsu.

Kuku palsu?

Yang menempel di jari wanita.

Kuku palsu tidak terlepas semudah itu.

Mereka pasti melakukan sesuatu yang kasar dengan tangan.

Kirimkan ke Forensik untuk identifikasi darah.

Baiklah.

Kamu sadar apa yang kurelakan untukmu?

Aku merelakan musuh pembunuh orang tuaku

yang ada di benakku sepanjang hidupku.

Jadi,

jangan mencari mereka.

Bukan main.

Aku tidak mengira kamu akan datang,

tapi kamu benar-benar kembali.

Ini pagi yang indah.

Aku hanya ingin mengatakan hal baik kepadamu.

Semoga harimu menyenangkan.

Jadi, maksudmu, kamu akan terus datang?

Kamu tidak perlu merasa tidak nyaman.

Jika aku mencuri namamu seperti katamu,

aku ingin minta maaf.

Itu tidak akan terjadi lagi.

Selamat datang.

Kamu sudah merasa lebih baik?

Ya, terima kasih.

Aku ingin meminta bantuanmu.

Tolong jaga masa lalunya

sebagai rahasia di antara kita.

Jangan khawatir.

Aku juga tidak mau Pimpinan Jin khawatir.

Permisi.

Tolong ikut kami ke kantor polisi.

Untuk apa?

Ada yang mau kami tanyakan terkait kasus Lee Sung Wook.

Jika ini untuk kesaksian, aku menolak.

Ayo, Joon Ki.

Detektif Han,

kita harus menanyakan keberadaan mereka

ke keluarga mereka.

Pimpinan Jin ada di rumah?

Ada pertemuan penting nanti sore.

Kita akan selesai sebelum itu.

Kejutan.

Selamat siang, Bu.

Berhentilah bermain-main.

Kamu terlalu muda untuk mengidap demensia.

Berapa kali harus kukatakan?

Sudah kubilang jangan masuk ke ruangan ini.

Aku tahu.

Aku tahu statusku sebagai suamimu akan kedaluwarsa dua bulan lagi,

tapi aku masih suamimu.

Udaranya lebih dingin di pagi hari dan malam hari.

Bunga krisannya mekar,

jadi, aku ingin kamu merasakan perubahan musim.

- Ini. - Astaga!

Berhenti menyentuhku!

Jika kamu menyentuhku lagi, kulaporkan atas pelecehan seksual.

- Sekretaris Eun. - Nam Hee.

Ya, Pimpinan Jin.

Tekanan darahku naik. Singkirkan ini.

Baiklah.

Aku melihat wajahmu, jadi, sudah cukup.

Bersenang-senanglah.

Tolong jaga ratuku baik-baik.

Jangan khawatir.

Terima kasih. Sampai jumpa.

Ini makin buruk.

Saat kamu pergi, ini memburuk.

Dokter Lee bilang obatnya akan bekerja perlahan.

Jangan terlalu gugup.

Joon Ki dan Sabina sudah berangkat ke kantor?

Ya.

Mereka baru saja pergi.

Ada wawancara pukul 14.00 hari ini.

Kami harus tampak cantik dan bahagia,

jadi, tolong siapkan semuanya.

Baik, Bu.

Kamu tahu Lee Sung Wook, bukan? Seberapa banyak yang kamu tahu?

Aku tahu semuanya.

Dia pernah mengencani istriku.

Kamu tahu itu saat di Galeri Callas?

Tidak.

Aku baru tahu.

Apa yang ingin kamu ketahui?

Kami menemukan bukti keterlibatanmu dan istrimu

di lokasi menghilangnya Lee Sung Wook.

Hari ini kukumu juga putih.

Apa-apaan kamu?

Kami menemukan kuku palsu

di tempat yang diduga jadi TKP.

Bagaimana kamu tahu ini milikku?

Sudah kuduga kamu akan bilang begitu, jadi, kusiapkan ini.

"Terima kasih sudah datang lagi, Sabina"

Ini foto kukumu

yang diunggah salon kuku di pagi hari

pada hari acara.

Kamu lihat tanggal dan tanda tanganmu?

Aku yakin ratusan orang melihat ini

dan meniru kukuku.

Kamu juga menginterogasi orang-orang itu?

Jika kita menemukan darah Lee Sung Wook di kuku itu,

mereka semua akan dikecualikan.

Hanya kamu

yang memakai kuku itu

pada hari itu, pada saat itu, dan di lokasi itu.

Berapa kali harus kukatakan?

Kami pergi ke bioskop parkiran di Pocheon.

Mau kuberi tahu filmnya tentang apa?

Alibimu dibuat keesokan harinya.

Apakah ada teman, saksi,

atau tanda terima kartu kredit dari hari itu?

Kenapa aku harus membuktikan itu kepadamu?

Kenapa aku harus membuktikan itu kepadamu?

Jika kami menabraknya seperti katamu, bawa buktinya.

Bukti yang membuktikan kami bersalah!

Berhentilah menuduh orang tidak bersalah.

Semua bukti mengarah padamu.

Semua motif, rencana, situasi, dan bukti.

Jika kami menemukan darah Lee Sung Wook di ujung kukumu,

kamu akan segera ditahan untuk penyelidikan.

Asal kamu tahu saja.

Tunggu.

Aku baru ingat.

Ada bukti bahwa kami berada di bioskop saat itu.

Saat keluar dari bioskop,

ada kecelakaan di persimpangan.

Tabrakan tiga mobil.

Kamu bisa mencari tahu soal itu

dari membaca berita.

Pengemudi truk derek adalah seorang wanita.

Aku melihatnya saat kami terjebak macet.

Wanita berusia sekitar akhir 30-an dengan rambut keriting kuning.

Apa itu cukup?

Itu bukti

bahwa kami ada di sana saat itu.

Bagaimana? Ini tampak bagus?

Aku tampak seperti wanita bahagia yang dicintai suaminya?

Mau tambahkan perona agar wajah Anda tampak lebih cerah?

Tambahkan perona?

- Biar aku saja. - Baiklah.

Aku harus tampil baik selama wawancara

untuk membantu Joon Ki.

Belakangan ini dia benar-benar stres soal kesepakatan.

Dia pasti bahagia

memiliki ibu seperti Anda.

Saat kudengar dari dokter

bahwa aku akan kehilangan penglihatanku dalam dua tahun,

aku paling sedih soal ini.

Yang paling menyakitkan bagiku

adalah tidak bisa melihat wajah Joon Ki.

Jika nantinya kehilangan penglihatanku,

aku takut menjadi beban

untuknya.

Aku tidak mau membuat putraku menderita.

Aku hanya ingin yang terbaik untuknya.

Maukah kamu tetap di sisiku

sampai aku bisa melakukan semuanya?

Tentu saja, Bu.

Aku akan melindungi Anda sampai akhir

apa pun yang terjadi.

Ya. Siapa namanya?

Lee Mi Sook?

Kirimi aku fotonya.

Pil Seung.

Ada masalah.

Ada darah di ujung kuku,

tapi tidak cukup untuk mendeteksi DNA.

Apa lagi sekarang? Hanya itu bukti langsung yang kita miliki.

Sudah kuduga.

Tapi Sabina bicara jujur hari ini.

Dia bilang ada kecelakaan

di biskop parkiran di Pocheon malam itu.

Bagaimana jika dia membacanya dari berita?

Dia bilang sopir truk derek adalah seorang wanita.

Aku baru saja mengonfirmasi.

Lalu apa ini?

Berarti mereka berdua tidak bersalah?

Atau mereka meninggalkan jasad Lee Sung Wook

di dekat sana.

Aku akan mencari saksi dahulu.

Aku akan cari tahu soal mobil Choi Joon Ki di tempat rongsokan.

Baiklah.

Sayang,

guru menyuruh kita menggambar wajah orang tua kita.

Kenapa kamu menutup matamu?

Jika kubuka mataku,

aku tidak ingat wajah ayahku.

Aku harus menutup mataku erat-erat

agar bisa melihat wajahnya.

Ayahmu belum pulang?

Aku harus bagaimana?

Aku tidak bisa menggambar wajahnya dengan mata tertutup.

Jangan khawatir.

Katakan dengan mata terpejam. Aku akan menggambar wajahnya.

Itu ide bagus.

Ayahku

semuanya bulat.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left