Release info

ㅡDanger Zone S1ㅡE01 Indo
ㅡDanger Zone S1ㅡE02 Indo
ㅡDanger Zone S1ㅡE03 Indo
ㅡDanger Zone S1ㅡE04 Indo
A Commentary by skysoultan
iQiyi. Follow @skysoultan on Instagram.

Tags

other
Published on: 2021-09-07
Downloads: 7
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

2585 ​​memanggil.

Menara menerima.

2585, ​​silakan.

Transportasi Penjara 2585

akan memasuki zona penjagaan dalam tiga menit.

Perkiraan tiba, setengah jam lagi.

Menara mendengar.

Peringatan level 2 dimulai.

Penjara Donglin County, Badan Pemasyarakatan

Penjara Donglin County, Badan Pemasyarakatan

BVX-2585 lolos.

Pengadilan Distrik Donglin

Berbaris.

Baik. Ada semuanya di sini.

Cepat.

Enam.

Ada enam hari ini.

Bersiap untuk pemindahan.

Hitam.

Kemarilah.

Kerja bagus, Pak.

Hei, Tn. Nyaman.

Jika dia nyaman, kita semua nyaman.

Kapan giliranku?

Nanti.

Apa kau sudah memutuskan?

Dia dipenjara seumur hidup, 5710

20.000. - Baik.

Hei, Guan.

Apakah kau bertaruh hari ini?

Siapa?

Pengacara besar 5710 akan menjalani sidang keduanya.

Aku tak ingin dia.

Hei, kau menang banyak sekali babak sebelumnya.

Jangan kabur.

Beri tahu dia peluang hari ini.

Jika dia tak bersalah, balasanmu 20 kali lipat.

Benar, dengar itu?

Berdiri.

Apakah kau dengar seseorang bilang sesuatu?

Tidak.

Hanya nyamuk.

Cepat berdiri, lalu bekerja.

Apa kau tak lihat aku sedang sibuk?

Benarkah?

Semuanya.

Pesuruh ini bilang kita tak bekerja.

Berlutut!

Baik, bagaimana kalau begini?

Jika terjadi sesuatu di penjara,

aku berani bertaruh 100.000 dia tak bersalah.

Baik, aku naikkan taruhannya.

Jika tak terjadi apa pun di penjara,

aku akan langsung menang 20.000, setuju?

Baik, setuju.

5710. Aku catat itu.

Berdiri.

Bukankah kau suka menyuruh orang bekerja sambil berdiri?

Berdiri!

Bos, boleh aku coba?

Ya.

Kelakuanmu buruk.

Kau berbuat nakal.

Katakan sesuatu.

Apa kau bisu sekarang?

Kau hanya pria tak berguna yang bergantung kepada ayahnya.

Kau bilang dia tak berguna?

Orang yang mengandalkan ayah mereka!

Bunuh dia.

Terjadi sesuatu! Ayo!

Aku kalah.

Jangan bergerak! Tiarap!

Tiarap!

Aku bilang, jangan bergerak!

Tiarap!

Berjongkok! Semua orang jongkok!

Jongkok! - Berhenti bergerak!

Jongkok. - Semua orang jongkok!

- Jongkok! - Jangan bergerak, berhenti bergerak!

Jangan bergerak!

Jongkok!

Semua orang jongkok! -Jongkok!

Berhenti bergerak!

Jongkok!

Berhenti bergerak! -Jongkok!

5710

Jongkok!

Kenapa kau masih bergerak?

Danger Zone

Episode 1: Di Malam Yang Gelap

Berhenti membunyikan klakson.

Dengar, Kapten juga terjebak macet.

Kau tak akan keluar dengan membunyikan klakson.

Kerikil, kau di mana?

Kapten, kami masih terjebak macet.

Awas kalau kalian sampai di sana setelah aku.

Paham?

Baik, Pak.

Kerikil, jaga mobilnya.

Hei, Ren Fei!

Ren Fei!

Kami memotong acara untuk menyampaikan sekilas berita.

Malam ini, Kepolisian Donglin menerima laporan

bahwa sebuah kantong plastik hitam mencurigakan

ditemukan di bawah Jembatan Fuyang.

Baru-baru ini, ada kasus

mayat mutilasi ditemukan di dalam tas.

Polisi telah menutup jembatan

dan mulai mengumpulkan bukti.

Tapi apakah kantong plastik itu

benar-benar berisi mayat?

Lalu apakah ini

korban keempat dari kasus mutilasi berantai?

Kami akan memberikan kabar terbaru

setelah polisi mengungkapnya.

Di mana mereka?

Kapan tim penyelamat akan tiba?

Arusnya benar-benar kuat. Tak lama lagi, itu akan hilang.

Kita sudah memberi tahu mereka.

Mereka terjebak macet.

Hubungi mereka lagi, cepat.

Permisi.

Mau lewat!

Apa yang terjadi?

Polisi Kriminal, Ren Fei.

Senior, di mana bendanya?

Di sana, lihat sendiri.

Tim SAR dan Kapten Tan belum sampai.

Tak ada gunanya kau berlari ke sini.

Mau apa kau?

Hei, mau apa kau?

Pegang ini!

Ren Fei!

Ren Fei!

Ren Fei!

Di mana dia? - Ren Fei terjun!

Ren Fei!

Ren Fei! - Ada yang terjun.

Kapten, apa kau melihat Ren Fei?

Dia terjun.

Si bodoh itu!

Mundur!

Dia di sana.

Ren Fei! - Hati-hati!

Dia mengejar kantong mayat itu.

Apakah tim penyelamat sudah tiba?

Apakah mereka sudah tiba?

Aku... Aku akan mencari tahu!

Ren Fei!

Di mana tim penyelamatnya?

Kapten!

Aku menemukannya!

Apa ini?

Apakah nyawa petugas polisi sudah tak berharga?

Apakah kau tahu berapa kali kami menghubungi?

Perhatikan lain kali!

Kalau tiidak, aku akan mengajukan keluhan!

Kapten!

Kapten Tan!

Tim forensik membuka kantong mayatnya.

Minggir.

Minggir.

Baik, minggir! - Minggir!

Berhenti berteriak! Mundur!

Mundur!

Bisakah kau katakan tentang situasi saat ini?

Apakah itu pria atau wanita?

Kapten, bisakah kau memberi tahu kami

kabar terbarunya?

Ini adalah jasad keempat.

Minta komentarnya untuk masyarakat.

Apakah itu pria atau wanita?

Mundur!

Pendidikan kalian memang tinggi, tapi kalian cuma wartawan.

Cobalah menjadi penyidik

dan bongkar kasus ini!

Dia berlari ke sana.

Hei, apa yang terjadi?

Dia muntah.

Bagaimana?

Sudah puas berenangnya?

Jika kau mengabaikan aku lagi,

aku akan menguburmu.

Paham?

Hei.

Kerja bagus.

Pemirsa,

kami mendapat informasi terbaru

bahwa korbannya adalah seorang wanita,

seperti beberapa kasus sebelumnya.

Kami belum bisa memastikan

apakah ini ada kaitannya dengan tiga kasus lainnya.

Tapi jika tersangkanya sama,

ini akan menjadi korban keempat.

Polisi belum merilis informasi

tentang si tersangka.

Pembunuh berantai ini terus membunuh,

tapi polisi lamban dalam menguak kasus ini.

Masyarakat kini panik.

Kejaksaan kembali dipertanyakan.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left