The first 200 lines.
"Episode 116"
Ibu.
Ibu mohon.
Tolong biarkan dia hidup.
Apa Ibu tahu...
Ya, ibu mendengar semuanya.
Ibu dengar Ji Seok bermimpi buruk lagi.
Kamu tidak tahu
betapa sulitnya dia melupakan kenangan itu.
Tapi
dia bermimpi buruk lagi.
Dia pasti sangat menderita saat melihatmu.
Ibu. /- Ibu merasa takut karenamu.
Ibu takut akan kehilangan dia selamanya.
Ibu pernah hampir kehilangan dia. Bisa saja kehilangan dia selamanya.
Ibu.
Ibu tidak ingin kamu hidup seperti ibu,
tinggal sendirian di rumah itu
bersama ibu mertuamu.
Tapi ibu terus merasa gelisah.
Ibu takut Ji Seok akan meninggal karenamu
seperti halnya suami ibu yang tewas karena Choi Tae Pyung.
Aku
ingin terus di sampingnya.
Bisakah kamu pulang dahulu ke rumah ibumu
setidaknya sampai Ji Seok berhenti bermimpi buruk?
Ibu. /- Mimpi buruknya tidak akan berhenti
jika kamu masih ada di sekitarnya.
Aku yakin Kak Sa Ra sedang bicara dengan Go Ya.
Seharusnya aku ada di sana untuk melihat wajahnya.
Dia bilang apa?
Ingin hidup bahagia selamanya dengan Kak Sa Ra dan Ji Seok?
Sayang sekali, Choi Go Ya.
Semua sudah berakhir.
Astaga, kenapa Kakak minum banyak?
Kakak pikir mabuk berat
bisa membantu kakak melupakan itu.
Apa ini soal Go Woon? /- Ya.
Kakak terus memikirkannya.
Aku kasihan kepada Kakak karena ini amat berat.
Mungkin seharusnya aku bilang bahwa dia putra Kakak
tanpa sepengetahuan Kak Yang Sook.
Benar, bukan? Kakak sadar kakak jahat,
tapi sulit dipercaya
ayah dan anak tidak saling mengenali setelah sekian lama.
Ada apa? /- Sungguh salah
tidak memberi tahu mereka
padahal menyaksikan sendiri.
Lalu? /- Kakak melakukan hal serupa.
Kepada siapa?
Go Ya. /- Kakak tahu.
Kakak tahu keberadaan ibu kandungnya.
Tidak.
Kak Yang Sook!
Yang Sook. /- Astaga, kamu terburu-buru lagi.
Ada apa? Kakak takut
setiap kamu memanggil nama kakak sambil terburu-buru.
Tahu, tidak? Ini soal ibu kandung Go Ya.
Kurasa dia ada di dekat Go Ya.
Apa? /- Kak Tae Pyung barusan bilang
Go Ya dan ibunya tidak tahu mereka ibu dan anak
padahal dekat, seperti dia dan Go Woon.
Berarti ibu kandungnya ada di dekatnya, bukan?
Pimpinan Ha, aku sudah mengirimkan barang-barang Anda.
Baiklah. /- Ini tiket Anda.
Penerbangannya lusa.
Lantas kapan Anda akan kembali?
Mungkin
akan lama.
Kenapa? /- Begini...
Aku merasa agak sedih
mendengar Anda pergi.
Kenapa aku terus memikirkannya?
Kamu bisa menggunakan kartu ini.
Berikan itu. /- Kembalikan kepada ibu!
Kini aku mengerti.
Mereka takut kepadaku
karena aku putrinya Choi Tae Pyung.
Ibu merasa takut karenamu.
Ibu takut akan kehilangan dia selamanya.
Ibu.
Aku harus bagaimana?
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.
Kenapa dia tidak menjawab?
Astaga.
Kamu baik-baik saja?
Selamat tinggal.
Pendekatan dengan Hye Eun tidak berhasil?
Ayo minum bersama nanti.
Yang Sook.
Duduklah.
DI mana ibu kandungnya Go Ya?
Mana kutahu? /- Kamu bilang kepada Tae Ran
bahwa mereka dekat, tapi mereka tidak tahu soal ini.
Astaga, kenapa dia memberi tahu?
Jadi, di mana ibu kandungnya Go Ya?
Seperti apa dia?
Aku membesarkan Go Ya sebagai anakku selama 30 tahun.
Bukankah aku berhak tahu?
Dia satu kantor dengan Go Ya.
Dia bekerja di kantor Go Ya?
Apa pekerjaannya? /- Dia pimpinan.
Apa katamu?
Dia pimpinan perusahaan itu.
Apa? /- Go Ya sengaja tidak kuberi tahu.
Dia bilang
hanya kamu ibunya.
Dia tidak mau mencari ibu kandungnya.
Kamu juga bilang
Go Ya putrimu.
Terlebih,
ibu kandungnya Go Ya
tidak mau menemui putrinya.
Kapan Kakak datang?
Kakak menemui Kak Tae Pyung?
Kak Yang Sook!
Kak Yang Sook.
Ada apa dengannya?
Kakak, Kak Yang Sook kenapa?
Kakak mengatakan sesuatu kepadanya?
Kenapa kamu tidak bisa menjaga rahasia?
Haruskah kamu langsung memberi tahu Yang Sook?
Tidak mungkin.
Kakak memberi tahu dia identitas ibu kandungnya?
Astaga.
Jadi, siapa dia?
Ada perlu apa ke sini?
Bukankah tadi kita bertemu di kafe?
Ya.
Tampaknya kamu sedang berkencan buta.
Apa berjalan lancar?
Tampaknya dia pria baik.
Baguslah. /- Sepertinya kami akan bertemu lagi.
Sepertinya dia menyukaiku juga.
Begitu, ya.
Biar kutanyakan sekali lagi.
Sungguh tidak apa-apa jika aku mengencani orang lain?
Tidak boleh.
Boleh.
Begitu, ya.
Tapi
kamu yakin dia pria baik-baik?
Aku tidak ingin kamu mengencani sebarang orang.
Ya, mungkin dia tidak sebaik kamu,
tapi dia sangat baik.
Baiklah.
Kalau begitu, semoga berhasil.
Jangan cemas.
Omong-omong,
aku kemari untuk mengembalikan ini.
Kurasa kini aku tidak membutuhkannya.
Selamat tinggal.
Jangan berbalik.
Jika berbalik, mungkin aku akan memohon lagi.
Jangan berbalik.
Aku berharap
bisa melihat wajahmu sekali lagi.
Aku pulang.
Ada apa?
Tidak ada apa-apa.
Bisakah kamu mencari tahu
soal pimpinan perusahaan kakakmu?
Kenapa Ibu memintaku mencari tahu?
Lakukan saja.
Tunggu.
Ini.
Rupanya ini dia.
Ini dia.
Ji Seok. /- Go Ya, kamu di mana?
Aku di rumah Ibu.
Aku cemas.
Ini sudah larut dan kamu tidak menghubungi.
Semua baik-baik saja?
Tentu saja. Dia mengundangku makan malam.
Begitu, ya.
Selamat bersenang-senang dengan Ibu.
Sampai jumpa.
Siapa? /- Ini ibu.
Masuklah.
Di mana Go Ya?
Di rumah ibunya. /- Begitu, ya.
Dia pasti merindukan ibunya.
Kurasa begitu.
Ji Seok bermimpi buruk lagi.
Kenapa Ibu menatapku?
Tidak ada apa-apa.
Ibu senang sekali kamu pulang dari rumah sakit.
Maafkan aku, Ibu.
Tidak.
Kamu tidak perlu meminta maaf atas hal apa pun.
Tidak perlu.
Paman datang. /- Ya.
Kenapa kamu minum-minum sendirian?
Aku sedang banyak pikiran.
Kamu juga?
Paman juga.
Apa terjadi sesuatu?
Paman kasihan kepada Go Ya.
Kenapa?
Dia mendatangi paman dan bertanya
No comments yet. Be the first to leave one.