The first 200 lines.
Love a Lifetime
Episode 13
Xiaoxiao,
sudah berapa lama kamu datang ke Balai Bingzi?
Xiaoxiao sejak kecil dijual oleh ayah,
Guru yang telah menolong aku,
membawa aku ke Kota Longyin.
Hingga kini sudah lebih dari delapan tahun.
Mengapa Guru menanyakan hal ini?.
Dulu ada Guru yang melindungi kamu,
tentu tidak ada yang berani menjahatimu.
Tetapi nanti
kamu harus lebih giat,
jika tidak,
pasti akan ada seseorang yang akan menggantikan kedudukanmu.
Ketika itu
Kota Longyin
mungkin tidak akan ada tempat bagimu lagi.
Mengapa Guru tiba-tiba berkata begitu?
Apakah Xiaoxiao telah berbuat yang kurang berkenan,
sehingga membuat Guru marah?
Guru,
tanganmu...
Bukankah Pemimpin Kota telah menggunakan tenaga dalam
untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuhmu?
Mengapa masih begini?
Aku paling mengetahui kondisi tubuhku sendiri.
Sejak Balai Bingzi didirikan,
setiap hari aku ditemani oleh racun,
walau telah berhati-hati,
tetapi racun telah menyerang ke dalam pembuluh darah jantung.
Walau ada Pemimpin Kota yang menjaga pembuluh darah jantung,
masih bisa bertahan berapa tahun?
Mengapa bisa begini?
Apakah Pemimpin Kota
juga mengetahui kondisi Guru?
Mana mungkin dia tidak mengetahuinya?
Balai Bingzi,
tidak ada orang yang panjang umur hidup ratusan tahun,
Guru juga tidak mampu.
Xiaoxiao,
kamu masih kecil,
Guru menghargai pilihanmu.
Jika kamu tidak ingin meracik racun,
aku akan memberitahukan kepada Pemimpin Kota,
untuk mencari orang lain.
Tidak, Guru,
Xiaoxiao ingin belajar.
Betapa pahit,
dan sulit,
Xiaoxiao rela berbagi beban dengan Guru.
Guru,
seterusnya tugas meracik racun ini
serahkan kepada Xiaoxiao.
Xiaoxiao pasti dapat membantu Guru menjaga Balai Bingzi.
Lin Jing,
aku tahu kamu belum tidur.
Kamu tidak perlu membuka pintu,
aku berbicara denganmu seperti ini juga baik.
Dunia ini banyak hal yang sudah ditakdirkan.
Mungkin pertemuanku denganmu,
sejak kita lahir
sudah ditakdirkan.
Rong Hua,
aku mengetahui apa yang ingin kamu katakan.
Katakan pada esok hari saja.
Sekarang kamu segera pulang.
Jika penyakit dingin kambuh lagi,
akan menyulitkan.
Saat itu aku pergi ke Paviliun Lingxu,
sebenarnya Kepala Paviliun mempunyai kesempatan yang sangat bagus.
Tetapi dia telah melepaskan aku.
Jika kamu dan Kepala Paviliun
bertindak lebih kejam sedikit,
hari ini
aku tidak akan merasa bersalah lagi,
juga tidak akan sengsara seperti ini.
Rong Hua,
cepat masuk,
cepat masuk.
Rong Hua.
Ayo, duduk,
duduk.
Kapan kamu akan menurut kepadaku?
Sudah lebih baik, kah?
Lin Jing,
mengapa kamu tidak berbuat lebih tega kepadaku?
Walau hanya sedikit,
mungkin aku bisa memutuskan perasasanku terhadapmu.
Mengapa kamu tidak bisa melakukannya?
Kita harus bagaimana?
Kamu jangan berpikir yang tidak-tidak,
ini sama sekali bukan kesalahanmu.
Tetapi ini adalah kesalahan ayahku,
adalah kesalahan Kota Longyin.
Aku tidak bisa menghindari kenyataan ini.
Kamu bisa memilih tidak menghindarinya,
kamu juga tidak perlu menanggungnya sendiri.
Kita hadapi bersama.
Aku ingin bertanya kepadamu.
Masalah Tetua Pertama Aliran Tang,
sejak kapan kamu mengetahuinya?
Aku sudah mengetahuinya sejak berada di Paviliun Lingxu.
Aku hanya ingin menyelidiki masalah ini sendiri,
tidak ingin mendengar percakapan lagi dari ibuku saja.
Kamu sudah mengetahui kenyataannya,
lalu apa rencanamu selanjutnya?
Sebenarnya,
Lu Yizhou dan Cangqi
adalah anak yatim-piatu yang tersisa dari keluarga Nalan.
Adalah ibuku
yang dengan sekuat tenaga menyelamatkan anak-anak itu
dari pembunuhan pada saat itu.
Sebelumnya aku tidak mengetahui dengan jelas,
tetapi aku sekarang telah paham.
Ternyata aku sama seperti mereka,
telah kehilangan keluarga yang sangat penting
dalam pembunuhan itu.
Aku sama sekali tidak bisa memaafkan.
Sebelumnya ibuku terus berpikir untuk membalas dendam,
setiap kali aku mengatakan kepadanya,
dendam tidak bisa menyelesaikan masalah apa pun.
Tetapi akhirnya sekarang aku memahami,
bukan ibuku
yang telah dibutakan oleh dendam,
tetapi di hadapanku
dia telah menyembunyikan kenyataan yang begitu kejam.
Jika ini adalah dirimu,
apa yang akan kamu lakukan?
Lin Jing,
aku bersedia bersama denganmu
menjaga Paviliun Lingxu.
Lain kali jika ada yang berani menindas Paviliun Lingxu,
tidak peduli siapa pun,
andaikan orang dari Kota Longyin,
aku pasti tidak akan menyetujuinya,
aku tidak akan menyetujuinya.
Lin Jing,
apakah ini hasil akhir yang kamu inginkan?
Lin Jing.
Pemimpin Kota.
Pagi ini setelah bangun, mereka baru mengatakan,
bahwa semalam penyakit dingin Hua telah kambuh lagi.
Sehingga aku segera membuatkan obat untuknya,
entah bagaimana sekarang ini?
Aku telah menyalurkan tenaga kepadanya,
sudah tidak ada masalah lagi.
Hanya ada satu hal,
mohon Pemimpin Kota menarik kembali perintah.
Situasi sudah demikian,
ditakutkan tidak bisa diberhentikan lagi.
Aliran Tang sekarang telah tercerai-berai,
bagi Pemimpin Kota sudah tidak menjadi ancaman sama sekali.
Mengapa Anda masih juga ingin membasminya?
Kini
mereka bisa menghubungi keluarga Xiao,
menyerang Kota Longyin.
Ini menjelaskan nantinya mereka
bisa bekerja sama dengan aliran mana pun
untuk menyerang Kota Longyin kembali.
Jika aku menaruh belas kasihan sesaat,
sama saja membiarkan Kota Longyin
mendapatkan bahaya di kemudian hari.
Lagi pula saat ini,
jika Kota Longyin tidak menunjukkan wibawa,
bagaimana mungkin membuat para rakyat tunduk di kemudian hari?
Mungkin
mereka terpaksa membuat pilihan ini.
Jika mereka tidak berjuang untuk melawan,
dari mana datangnya kesempatan untuk hidup dan berkembang?
Sekarang Aliran Tang,
selain kedua kakak beradik ini,
yang lain adalah orang yang tidak bersalah.
Anda pertimbangkanlah kemballi.
Masalah ini,
kamu tidak perlu pikirkan lagi,
aku mempunyai keputusan tersendiri.
Aku pergi menjenguk Hua dulu.
Kemarin dia tiba-tiba jatuh sakit,
dan istirahat di dalam kamarku.
Aku merawatnya semalaman,
sekarang penyakit dingin telah bisa dikendalikan,
Anda tidak perlu khawatir lagi.
Hua di dalam kamarmu?
Hua.
Mari,
aku bantu kamu.
Sudahlah, letakkan barang itu.
Mundurlah.
Ayah.
Kamu lihat dirimu,
seperti apa ini?
Cepat minum obatnya.
Selesai minum obat, Ayah akan mengantarmu kembali ke kamar.
Sejak kecil aku menderita penyakit dingin.
Setiap tahun pada musim dingin,
Ayah turun tangan sendiri membuat obat,
lain kali mungkin sudah tidak mempunyai kesempatan lagi.
Benar, benar.
Jika kamu menurut untuk diam di dalam kamar,
No comments yet. Be the first to leave one.