The first 200 lines.
"Episode 11"
Ini aku.
Apa? Bandara?
Kenapa kamu tidak bilang dahulu?
Aku pasti sudah menjemputmu.
Baik. Sampai jumpa.
Siapa itu?
Tae Yang. Dia baru saja mendarat.
Tae Yang di sini?
Mau ke mana?
- Tolong ke Myeongdong. - Baik.
Aku pasti sudah berdandan jika tahu.
Dia tidak pernah memperingatkan orang.
Dia pergi tanpa sepatah kata pun dan kembali seperti itu pula.
Omong-omong, harus kuapakan rambut berantakanku?
Tae Yang kembali?
Benar. Dia dalam perjalanan dari bandara.
Dia kemari untuk berkunjung atau kembali selamanya?
Melihat dia membeli rumah,
dia pasti kembali untuk selamanya.
Dia membeli rumah?
Benar. Aku dengar dari Pak Jung.
Di mana?
Entahlah.
Tanyakan sendiri kepadanya saat dia tiba di sini.
Bagaimanapun, aku harus menikahkannya dahulu.
Tentu saja.
Kamu harus menikahkannya.
Benar, tapi dia tidak akan bisa melakukannya sendiri,
jadi, aku harus mencarikan istri untuknya.
Kamu? Kenapa?
Lantas, siapa lagi?
Siapa lagi yang harus mencarikannya?
Aku. Biar aku saja.
Apa?
Ada seseorang untuk Tae Yang,
jadi, tidak perlu membuang waktumu.
Paham?
Pasti ada yang pindah.
Aku penasaran apa pekerjaannya.
KDB bilang mereka akan menjual Yangji Construction.
Apa yang harus kita lakukan?
Apa lagi?
Tentu saja kita harus membelinya.
Benar. Masalahnya,
mendapatkan dana untuk akuisisi.
Keuangan grup memang sudah membaik dalam beberapa tahun terakhir,
tapi pembelian Yangji Construction merupakan masalah besar.
Kita akan mengambil resiko besar.
Sudah ayah bilang berkali-kali.
Sebelum mati,
ayah akan mendapatkan Construction kembali.
Ayah menolak dikubur
sampai mendapatkan itu kembali.
Lakukan apa pun juga
untuk mendapatkan itu kembali.
Aku menentang.
Apa?
Anak perusahaan yang menyintas berkorban dan berusaha semampunya
untuk menstabilkan grup.
Tapi untuk membeli Construction, mana yang punya lebih banyak aset
daripada grup secara keseluruhan?
Aku paham perasaan Ayah,
tapi itu tidak masuk akal sekarang.
Aku setuju dengan Ibu.
Alih-alih berusaha keras untuk mengembangkan grup,
kurasa kita harus memperkuat yang ada untuk sementara ini.
Aku tahu karena kalian berdua
mengelola Produce dengan baik,
grup akhirnya bisa menjadi stabil.
Yang kita punya memang penting.
Tapi ini saatnya
untuk melompat maju lagi.
Kwang Il, bagaimana menurutmu?
Construction adalah akar grup kita.
Aku selalu merasa kita harus mendapatkannya kembali.
Aku setuju.
Jika memikirkan masa depan grup,
menurutku kita harus membelinya
walaupun harus berusaha keras kini.
Berjuanglah untuk membelinya.
Baik, Pak.
Kwang Il,
urus masalah ini.
Aku?
Benar. Kamu berjanji
akan membawakan Construction kembali sebelum kakek mati.
Pertaruhkan segalanya dan beli Construction.
Ayah, tapi...
Sudah saatnya ayah menyerahkan grup ke Kwang Il sekarang.
Ini akan menjadi panggung hebat
untuk menunjukkan pada dunia
akan kemampuan Kwang Il
sebagai penerus grup.
Kamu pasti bisa.
Ya, aku akan berusaha semampuku untuk melakukan itu.
Hai.
Ada apa?
Apa kalian sedang membahas sesuatu yang tidak boleh kuketahui?
Kenapa tiba-tiba diam segera setelah aku masuk?
Bukan seperti itu.
Kenapa Bibi kembali?
Bibi melupakan sesuatu?
Tidak.
Akhirnya ada yang pindah ke sebelah.
Rumahnya sedang dibersihkan.
Kamu kemari mau bilang itu?
Ya. Kukira kalian akan penasaran.
Kalian bekerja amat keras untuk membeli rumah itu,
tapi ada yang membelinya dahulu di menit terakhir,
jadi, kalian amat kesal.
Sungguh?
Kamu tidak tahu?
Tidak.
Kenapa kalian mau membeli rumah sebelah?
Sebenarnya ibu sudah lama ingin membelinya
agar kalian bisa pindah ke sana.
Ibu sudah bilang ke pemiliknya agar menjualnya ke kita,
tapi mereka menjualnya ke orang lain.
Kami tidak masalah. Jangan cemas.
Hanya karena kalian bilang tidak masalah bukan berarti baik.
Apa maksud Bibi?
Tanah mereka kabarnya lebih penuh berkat daripada ini.
Kalian sebaiknya bersepakat dan merobohkan dinding.
Kakekmu tahu itu
dan sudah mengincarnya selama delapan tahun.
Tapi tetangga tahu
dan sengaja menjualnya ke orang lain.
Mereka tidak mau melihat keluarga kita sejahtera.
Kenapa kamu harus bilang begitu? Kamu tahu itu mengesalkannya.
Mereka harus tahu.
Siapa yang pindah ke sebelah? Siapa tetangga baru kita?
Kamu penasaran, bukan? Haruskah bibi cari tahu?
Ada yang bisa kubantu?
Ini aku, Oh Tae Yang.
Apa kabar?
Siapa? Oh Tae Yang?
Ya.
Benar! Ini kamu, Tae Yang.
Senang melihatmu.
Sudah berapa lama ini?
Duduklah.
Astaga.
Jadi...
Kenapa kamu amat banyak berubah?
Aku tidak akan mengenalimu jika kamu tidak bilang siapa kamu.
Anda belum berubah sama sekali.
Sungguh?
Tunggu. Bagaimana dengan bekas luka di dahimu?
Sudah kuhilangkan.
Pak Jung memaksaku menghilangkannya.
Itu alasanmu tampak amat berbeda.
Mungkin.
Kamu amat tampan.
Bekas luka jelek itu menghalangimu.
Aku senang kamu menghilangkannya. Kini tampak tampan.
Jadi? Kamu kembali selamanya, bukan?
Ya.
Selama ini kamu terus menolak walaupun sudah kumohon kembali.
Apa yang membawamu kembali?
Aku yakin ada alasannya.
Anda benar. Aku kembali untuk melakukan sesuatu.
Kamu tampak jelek.
Pergilah ke salon.
Salon? Untuk apa? Aku tidak mau berkencan.
Kamu harus meraih hati Tae Yang, dasar orang bodoh merepotkan.
Aku juga bukannya bisa meraih hatinya semauku.
Tetap saja, raih hatinya.
Tebarkan jala di sekelilingnya agar dia tidak bisa kabur.
Jangan ganggu aku. Nanti kuurus.
Kamu bilang akan mengurusnya, tapi kamu datang kemari begini.
Lantas bagaimana? Haruskah aku mengenakan gaun pengantin?
Berandal.
Aku mungkin tampak seperti ini, tapi aku mampu.
Jangan meremehkanku. Banyak yang menginginkanku.
Baik. Tetaplah banyak diinginkan seumur hidupmu
dan tidak ada yang mengencanimu sampai kamu tidak diingkan lagi.
- Ibu! - Apa?
Astaga. Kenapa kamu berteriak lagi?
Apa kabar?
Lihat siapa ini.
Dia tidak bisa dikenali, bukan?
Dia benar-benar berbeda.
Kamu benar.
Apa kabar?
Aku baik-baik saja.
Kamu pasti lapar.
Aku membuat hidangan spesialku.
Tidak perlu repot-repot.
Terima kasih.
Ini bukan apa-apa.
Jangan merasa tidak enak dan anggaplah rumahmu sendiri.
Datanglah setiap mau makan, ya?
Baik.
Wanita licik ini sudah bertekad.
- Tae Yang. - Hei, kamu kemari.
Karena semua sudah di sini, mari makan.
- Silakan duduk. - Tentu.
- Duk Shil, kemarikan itu. - Duduklah.
Ambilkan alat makan. Duduklah.
No comments yet. Be the first to leave one.