Channel Zero

Channel Zero

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

Channel Zero S02E05 WEBRip-QOQ-RARBG-PSA [ 41:42 ] 🔸
A Commentary by H@w-to-kiLL

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2017-10-22
Downloads: 60
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 134 lines.

Siap untuk pulang? \ Sangat ingin.

Jika terjadi sesuatu padanya...,

...aku akan membunuhmu.

Aku bukan seperti dugaanmu.

Siapa kau sebenarnya?

Seth.

Ayahku meninggal, dia bunuh diri.

Kau salah satu dari mereka. \ Jangan, kami mengenalnya.

Dia tak nyata. Dia bunuh JD yang asli.

Aku tak pernah mau melukaimu.

Seth tak boleh ikut. Tempat tinggalnya di sini.

Kalian pergilah tanpaku.

Kita sudah di rumah? \ Sepertinya.

Dan kali ini aku tak mau ke mana pun.

Apa?

Jules?

Maaf.

Itu cuma...

Astaga.

Apa itu sungguh terjadi?

Ya, itu terjadi.

Sudah berlalu.

Aku cuma ingin pulang.

Astaga...,

...aku belum siap untuk melakukannya.

Aku bahkan tak...

Maksudku, aku bahkan tak tahu mereka terlihat seperti apa.

Rumah itu merenggut semuanya.

Kau siapa?

Anak-anak, masuklah.

Oke.

Margot, ini sudah tiga hari.

Kau tahu betapa cemasnya, kau menghilang seperti itu...

...di saat tinggal kita berdua?

Maaf, aku tak sadar kami akan pergi begitu lama.

Kuharap aku mengenalmu seperti ayahmu terhadapmu.

Apa maksudnya itu?

Ibu?

Ibu ingin lebih mengenalmu.

Ya, aku juga ingin lebih mengenalmu, Bu.

Ada sesuatu yang belum ibu sampaikan tentang ayahmu.

Oke, apa maksud Ibu?

Bisnis sedang melemah...

...dan kami akan kehilangan rumah itu...

...dan juga uang kuliahmu.

Ayahmu merasa dia mengecewakan kita.

Dan mendadak dia meninggal...,

...dan karena...,

...karena itu sebuah musibah...,

...kita dibayar dana asuransi.

Kita boleh tetap tinggal.

Kau paham?

Ibu tahu hal ini?

Ya, ibu mengenal ayahmu.

Ibu yakin dia melakukannya untuk kita.

Kau tak apa?

Kemarilah, kau siap? \ Tarik aku.

Kita akan menyelam.

Kita akan menyelam bersama-sama, siap?

Oke. \ Satu, dua, tiga.

Maaf, seandainya aku tahu harus berkata "tolong".

Sejujurnya, selama ini, kukira...

...dengan tahu alasannya, beban besar di bahuku akan hilang.

Dan kurasa ini hanyalah beban lain yang harus kutanggung.

Hanya saja entah berapa lama lagi aku bisa menanggungnya.

Musim panas lalu, setelah dia meninggal...

Terasa seperti melihat temanku diserang oleh makhluk buas.

Maksudku, rasa sakitmu terbias...,

...dan hal itu membuatku ketakutan.

Dan aku hanya...

Entahlah, aku bergerak mundur.

Aku meninggalkanmu.

Kurasa aku takut kau akan membutuhkanku lebih lagi.

Namun di sinilah aku sekarang.

Dan kuingin membantumu menanggung apa pun hal...

...yang harus kau tanggung.

Tidak, jangan.

Ow!

Ow, ow, ow, ow, ow!

Astaga.

Aku menyayangimu.

Aku menyayangimu.

Ssh, tenanglah, Jules, tenanglah.

Jules, hentikan, Jules. Hentikan.

Ayahnya ada di dalam rumah ini.

Kau tak seharusnya ada di sini!

Maaf. Maaf. maaf.

Kau mengikuti kami keluar?

Aku takkan melakukan apa-apa.

Ya, kau baru melakukan sesuatu!

Aku tak bisa menahan diri!

Maaf, aku baik-baik saja.

Aku baik-baik saja sekarang.

Sekarang aku tak apa.

Mari kita bicara, oke?

Kita bisa bicara, bisa dibicarakan.

Aku bisa melakukannya.

Bisa kukendalikan rasa laparku.

Kau melihatnya di ladang jagung itu.

Ya, kau tetap mengikuti kami kemari.

Ada cara lainnya.

Bisa kau tak duduk di sana? Kau meninggal di sofa itu!

Bukankah kau mau mencari cara...

...agar kita tetap menjadi keluarga?

Tidak jika kau harus makan dari diriku.

Ya, kita bisa susun sebuah sistem.

Sebuah sistem? \ Ya.

Dengar, kau tak boleh ada di sini, oke?

Dengar, Orang Mars, kumohon.

Jangan memanggilku begitu. Kau harus pergi.

Tak cukup hanya mengusirnya. Dia pasti akan kembali lagi...

...saat kelaparan. \ Menurutmu dia tetap ada di sini?

Menurutku mengusirnya ke luar sana bukan solusinya.

Kita harus hubungi polisi.

Mereka bisa apa? Menangkapnya?

Aku tak bisa berpikir jernih dengan kau ada di sini, oke?

Pergi saja ke rubanah.

Apa? \ Pergi saja ke rubanah.

Tidak.

Apa yang kau lakukan?

Kau mau apa?

Turunlah ke rubanah!

Turunlah ke rubanah!

Jangan. \ Margot.

Turunlah ke rubanah!

Turunlah ke rubanah! \ Margot, jangan!

Turunlah ke rubanah! \ Hentikan!

Margot! \ Hentikan dia!

Turunlah ke rubanah!

Oke!

Aku akan turun.

Kau mau turun? \ Ya, aku ke sana.

Tak bisa menahanku selamanya di sini, Margot.

Jules, tak apa jika kau pergi.

More Indonesian subtitles for Channel Zero

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left